Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 70


__ADS_3

[Chapter 70.]


[Reruntuhan Artes.]


[Silahkan Dibaca.]


Reruntuhan Artes.


Kohta dan para istrinya berhenti untuk bergerak, mereka menatap ke arah perempuan yang berada di atas labirin tersebut.


“Sial, bersiap,” teriak Kohta, kemudian ketiga istrinya mulai mempersiapkan senjata mereka, sementara perempuan tersebut menatap datar ke arah empat orang tersebut.


“Alexa, ada apa!” Teriak Master dari gerombolan jubah hitam tersebut, mereka berlari, berbelok dan berhenti.


Dia dan 8 orang lainnya berhenti dan menatap ke arah Kohta dan ketiga istri Kohta. Master tersebut mengerutkan keningnya.


“Siapa kalian, bocah?” tanya Master tersebut dengan nada serius, Kohta dan ketiga istrinya diam sebentar, kemudian Kohta berkata.


“Kami hanya ingin lewat, namun tanpa sadar mendengar suara disini, lalu ditemukan oleh perempuan itu,” ungkap Kohta.


Master tersebut sedikit tidak percaya, kemudian dia melirik ke anggota jubah hitam sebelahnya, anggota tersebut mengangguk.


“Maaf, nak. Kami tidak bisa membiarkan kau pergi, selepas mengetahui kami,” Anggota2 menghunuskan pedangnya ke samping.


Kohta sudah menyadari akan terjadi hal tersebut, dia benar-benar tidak bisa berjanji kepada Oda sekarang.


“Sepertinya tidak pilihan lain,” Kohta mengeluarkan rantai hitam miliknya, hal tersebut membuat 10 orang terkejut.


Sebelum mereka berkata, Kohta segera berteriak memerintahkan ketiga istrinya untuk lari kencang.


“Larilah kalian, akan kutahan mereka,” teriak Kohta, mereka bertiga mengangguk, namun ketiganya menghilang dari tempat.


Mereka tidak lari melainkan melesat maju menyerang ke arah orang-orang berjubah hitam tersebut.


Wush Wush Wush.


Kohta terkejut, dia ingin marah namun percuma. Dia menjadi serius dan tajam, pedang Arshed miliknya keluar.


*


Tessa melesat terlebih dahulu, kemudian dia melompat dan meninju tanah dengan sangat kuat.


9 orang tersebut merasakan bahaya dari pukulan tersebut, mereka dengan cepat menghindar dan berpencar.


Wushhhh.


Boooommmm.


Tessa memukul dan tanah hancur membentuk jaring laba-laba, kemudian JH3 tangannya mengeluarkan cahaya berwarna putih.


(Note : JH : Jubah Hitam.)


“Water Wave.”


Brushhhhh.


JH3 melancarkan serangan air ke arah jalur Tessa, Rina, dan Kansha. Namun pedang Rina bercahaya kuning.


“Freezing.”

__ADS_1


Serangan air milik JH3 membeku seketika, ke 9 orang terkejut hal tersebut, kemudian JH2 tangannya memancarkan cahaya putih.


“Fire Ball.”


Bola api tercipta di tangannya, Bola api tersebut besar, kemudian melesat ke arah es tersebut.


“Wind Shredding.”


Suara berasal dari JH8, kemudian muncul angin berputar lurus ke depan dengan cepat dan bergabung dengan Bola api.


Wushhhh.


Rina mengarahkan pedangnya ke depan, Tessa mengarahkan tangannya ke bawah, keduanya bercahaya putih.


Rina melayangkan serangan ke depan, kemudian muncul air melesat menuju ke arah putaran api tersebut.


Air tersebut jatuh ke tanah, kemudian warna air berubah menjadi coklat, kemudian kedua berkata.


“Combine, Mud Wave.”


Brushhhhh.


Booommmm.


Kedua serangan bertabrakan satu sama lain, debu berterbangan dan menutupi pandangan mereka.


*


Kohta yang sedang bertarung dengan perempuan di depannya, dia tersenyum dan debu mencapai dirinya.


Kohta dengan cepat melesat maju untuk mencapai ketiga istrinya, Alexa terkejut dengan perkembangan tersebut.


Namun, sayang Kohta sudah melesat dan tiba di dekat ketiga istrinya, dengan cepat dia menarik ketiga istrinya menuju ke arah dalam reruntuhan.


“Diam dan ikuti,” ketiganya terkejut, mereka mengangguk ketiga mendengar suara Kohta, mereka berempat pergi menuju ke dalam reruntuhan.


Debu menghilang dengan cepat, karena JH5 mengeluarkan angin kencang untuk menghilangkan debu tersebut.


Mereka melihat bahwa ketiga perempuan yang bertarung dengan mereka menghilang, mereka mengerutkan keningnya.


Mereka juga melihat bahwa Alexa menghalangi dengan rantai miliknya, Master kemudian melihat ke arah jalur reruntuhan.


“Sepertinya mereka masuk ke dalam Reruntuhan,” Master menatap ke depan, ke 9 orang lainnya mengangguk.


“Ayo kita masuk, ambil hartanya dan bunuh bocah-bocah itu,” ungkap Master, mereka dengan cepat melesat ke dalam reruntuhan.


*


Kohta dan ketiga istrinya masuk ke dalam, mereka berlari sampai mereka berlari lurus ke depan.


Tap tap tap.


“Berhenti,” Kohta menghentikan ketiga istrinya dalam berlari, mereka berhenti tepat di dalam 3 jalan bercabang.


“Kita ambil kiri,” ungkap Kohta, entah kenapa firasatnya mengatakan harus memilih jalan kiri.


Mereka berempat berjalan ke jalur kiri, Kohta yang berada di depan memiliki kewaspadaan tinggi.


“Kohta,” Rina berkata sambil menundukkan kepalanya, begitu juga kedua Saudarinya. Kohta yang merasa di panggil berbalik.

__ADS_1


Dia mengerutkan keningnya melihat ketiga istrinya menundukkan kepalanya, Kohta pun bertanya, “Ada apa dengan kalian?.”


“Maaf, kami tidak mendengarkan ucapanmu tadi,” ungkap ketiganya, sementara Kohta menghela nafas.


“Kenapa kalian minta maaf? Itu tadi, sekarang kita harus memikirkan cara lain, juga jangan diulangi kembali, beruntung kalian maju dan selamat, jika tidak.... Aku mungkin sendirian.”


Ketiganya tertegun, mereka mengangkat kepala, lalu melihat wajah sedih Kohta, walaupun itu disembunyikan sangat sempurna.


“Baik,” ucap mereka bertiga, mereka segera memeluk Kohta, kemudian dalam hati mereka berjanji bahwa mereka tidak boleh membuat khawatir Kohta.


Kohta tersenyum, dia mencium kening mereka, lalu mereka melepaskan pelukan dan mulai melanjutkan perjalanan mereka.


*


Di sisi 10 orang Berjubah hitam, mereka berhenti di jalan bercabang 3, Master mereka menatap ke arah kiri.


“Kita bagi 2, 5 orang disini 4 orang ikut aku,” Master tersebut mengeluarkan perintah, alhasil JH1-4 Menemani Master mereka, sisanya di tempat.


“Kita pergi ke jalan kiri,” Master dan JH1-4 mulai berjalan dengan waspada menuju ke jalan kiri.


*


Kohta dan ketiga istrinya berhenti ketika melihat pintu yang sangat besar dan memiliki ukiran sebuah Monster besar.


“Ini, adalah pintu yang sangat besar,” Kohta berseru, kemudian dia melihat ada bongkahan batu yang sangat halus.


Kohta mengambil hal tersebut, lalu istrinya menemukan sesuatu yang hilang di pintu tersebut.


“Sayang, di pintu ini ada lubang aneh,” ungkap Rina, Kohta mendekat dan melihat lubang tersebut.


Kohta terkejut, lubang tersebut sangat halus. Dia melihat ke arah batu di tangannya dan mencoba memasukkan ke lubang tersebut.


Klekk.


Drrrrr.


Kohta, Rina, Tessa dan Kansha terkejut melihat pintu besar terbuka, mereka dengan hati masuk ke dalam.


Disana mereka bisa melihat dengan jelas, terdapat gunung koin emas di depan mereka, lalu ada 4 kotak disana.


“Kita menemukan harta karun,” ungkap Kohta, kemudian keempat orang masuk ke dalam, mendekat ke arah koin emas tersebut.


Namun, sebelum mereka berhasil tiba di dekat koin emas, Kohta dan tiga istrinya dengan cepat merasakan bahaya, mereka segera mundur.


Boooommmm.


Groaaarrr.


Kohta dan ketiga istrinya terkejut dengan monster di depannya, mereka benar-benar terlihat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Sayap seperti Elang, Ekor Ular, Kaki belakang Domba, kaki depan Singa, tubuh seperti Gajah, wajahnya Macan.


“Chimera,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2