Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 62


__ADS_3

[Chapter 62.]


[Berakhir.]


[Silahkan Dibaca.]


Hutan.


Nightmare Lord memandang ke arah tempat Guildmaster yang telah menerima serangan darinya.


Terlihat Guildmaster memiliki luka yang sangat besar, setengah bajunya hancur, kapak yang dia pakai retak seluruhnya.


“Hah Hah Hah, sepertinya ini adalah batasanku,” ucap Guildmaster, kemudian perlahan dia mengecil dan jatuh ke tanah.


Sebelum Guildmaster menyentuh tanah, sebuah sayap memegang Guildmaster agar tidak jatuh.


“Kau sudah berjuang, Pak Tua,” ucap pemilik sayap tersebut, yang tak lain Sigmarus. Dia meletakkan Guildmaster di tempat aman.


Nightmare Lord memandang Sigmarus, kemudian dia memandang ke arah 3 perempuan yang sedang merapal mantra sihir.


Melihat mantra dan lingkaran sihir tersebut, Nightmare Lord melebarkan matanya, kemudian dia meraung marah.


Rooooaaaarrrr.


Gelombang kejut dari teriakan amarahnya melesat ke arah ke tiga perempuan tersebut, kemudian Sigmarus dengan cepat melindungi ketiganya.


“Lawanmu adalah aku,” tegas Sigmarus, dengan cepat melesat ke arah Nightmare Lord, kemudian dia melihat Nightmare Lord mengangkat pemukulnya.


Sigmarus dengan cepat, membuat dinding es tebal dari udara di depannya, pemukul tersebut berayun dan menabrak es tersebut.


Booomm.


Krakkkk pyarr.


Dinding es hancur, Sigmarus terkejut. Dia tidak menyangka es miliknya mudah dihancurkan, lalu dia mengamati dan menemukan penyebabnya.


Dia melihat sebuah api hitam menyelimuti pemukul berduri tersebut, Sigmarus dengan cepat membuat berbagai dinding es kembali.


Boom Boom Boom Boom Boom.


Setiap dinding terus di hancurkan oleh Nightmare Lord, Sigmarus benar-benar terpojok karena elemennya kalah dari Nightmare Lord, dia hanya bisa mengulur waktu, agar sihir ke tiga perempuan siap.


Nightmare Lord, menatap Sigmarus dengan marah. Dia menambahkan api hitam di pemukulnya.


Boooommmm.


Seluruh dinding es hancur dalam sekejap, sebelum Sigmarus membuat lagi. Nightmare Lord sudah berada di depannya.


“Men..yin..kir,” ucap Nightmare Lord, kemudian dia mengayunkan pemukulnya tepat di kepala Sigmarus.


Bannngggg.


Sigmarus terpental ke arah samping kiri, Nightmare Lord dengan cepat memegang ekor Sigmarus dan membanting ke tanah.


Booommmmm.


Kyakkkk.


Sigmarus merasakan rasa sakit di seluruh tubuhnya, dia menggertakkan giginya. Dia harus bisa menahan Nightmare Lord.


Sigmarus dengan tajam menatap Nightmare Lord, kemudian tanah yang dipijak Nightmare Lord muncul sebuah lingkaran sihir besar.


Lingkaran sihir menghilang dengan cepat, kemudian es mekar dengan cepat, mengubah Nightmare Lord menjadi es.


“Aku harus menghentikan bagaimanapun,” ucap Sigmarus, dia terbebas dari cengkraman tangan Nightmare Lord.


Krak krak krak.


Pyarrr.

__ADS_1


Sigmarus terkejut, melihat es yang baru saja terbentuk di tubuh Nightmare Lord pecah dan hilang.


Nightmare Lord, dengan cepat mengayunkan kembali pemukul miliknya ke arah perut Sigmarus.


Booommmm.


Sigmarus terbanting ke tanah, dia benar-benar terluka parah dan sudah tidak memiliki tenaga kembali.


“Ughh, sisanya kuserahkan kepada kalian,” ucap Sigmarus, dia berubah menjadi butiran putih dan melesat menuju ke Rina.


Rina merasakan Sigmarus kembali ke dalam dirinya, dia tersenyum dan berkata dengan nada lembut.


“Istirahatlah, Sigmarus,” ucap Rina, kemudian terlihat Nightmare Lord melesat ke arah Rina, Tessa dan Kansha.


Nightmare Lord tiba di dekat mereka, ketiganya ingin melawan namun ragu, jika mereka melawan lingkaran sihir akan menghilang.


Namun, sebelum Nightmare Lord akan menyerang, sebuah Siluet orang muncul dan menebas kedua tangan dari Nightmare Lord.


“Dragon Art...,” ucap sosok orang tersebut, kemudian kedua tangan Nightmare Lord terlepas dari tubuhnya.


“Dragon Drive,” ucap sosok tersebut, muncul di depan ketiga Perempuan tersebut, mereka yang melihat sosok tersebut berteriak bersama.


“Kohta,” teriak ketiganya, sosok tersebut berbalik dan terlihat Kohta tersenyum ke arah mereka.


“Selesaikan segel itu, aku akan melawannya,” ucap Kohta, kemudian 9 rantai berwarna hitam muncul dari punggungnya.


“Nah, Iblis. Mari kita bertarung,” ucap Kohta, mengarahkan pedang Tresta miliknya ke depan, Pedang Tresta tersebut memancarkan aura miliknya.


Nightmare Lord mundur dengan melompat, kedua tangannya seketika tumbuh kembali sedia kala.


Kohta tersenyum, kemudian dia mengambil pedang miliknya yang baru, yaitu pedang Arshed.


Pedang Arshed, pedang dengan sarung berwarna merah gelap, motif Naga panjang terlihat.


Pedangnya sendiri terdapat motif Naga melilit di pangkal dekat gagang pedang tersebut, pedang tersebut berwarna hitam putih dan merah.


(Note : cerita bagaimana Kohta mendapatkan kekuatan barunya nanti akan ku ceritakan selepas perang.)


Kohta menatap ke arah Nightmare Lord, dia memegang dua pedang miliknya, rantai hitam berayun di belakangnya.


“Mari mulai.”


Kohta berkata, lalu melesat dengan cepat ke arah Nightmare Lord, dia benar-benar menjadi lebih cepat.


Wushhh.


“Flower Blossom,” ucap Kohta, kemudian berbagai bunga muncul di sekitar tempat yang di lalui oleh Kohta.


Nightmare Lord menatap Kohta, kemudian dia mengayunkan pemukul berduri miliknya, dia mengayunkan dengan cepat.


Kohta yang melihat hal tersebut tersenyum, kemudian menjadi serius dan fokus tinggi, Kohta meluruskan kedua pedangnya.


“Half Moon,” ucap Kohta, kemudian siluet bulan setengah muncul, lalu Kohta mengayunkan pedangnya ke arah pemukul tersebut.


Boooommmm.


Slashhh.


Kohta muncul di belakang Nightmare Lord, lalu terlihat Pemukul milik Nightmare Lord terpotong dengan rapi.


Nightmare Lord melihat pemukul miliknya yang terpotong, dia menjadi lebih marah, dia meraung dengan keras.


Rooooaaaarrrr.


Jlebb Jlebb.


Kohta berdiri dengan tenang di udara, dia berdiri dibantu oleh rantai miliknya. Kemudian, Kohta memasukkan satu pedang miliknya.


“Memang, menggunakan dua pedang masih susah, tidak seperti memakai satu pedang,” ucap Kohta.

__ADS_1


Kohta mengangkat pedang Arshed miliknya, kemudian dia dengan tenang menatap ke arah Nightmare Lord.


Dia tenang, Kohta merasakan nafas dari Nightmare Lord tersebut, kemudian dia memejamkan matanya.


“Hedioki art....” ucap Kohta, kemudian Dunia terlihat hanya berwarna hitam dan putih, Kohta kemudian mengayunkan pedangnya secara menyamping.


“Silent Blade,” ucap Kohta, seketika dia berpindah ke sisi lain Nightmare Lord tersebut.


Slashhhhh.


Jresssss.


Rooooaaaarrrr.


Nightmare Lord meraung kesakitan, dia baru kali ini merasakan rasa sakit yang dalam, dia juga terkejut bahwa rasa sakit masih ada.


Nightmare Lord selalu mengandalkan regenerasi cepatnya, namun sekarang dia melihat sendiri, bahwa tubuhnya tidak beregenerasi.


Dia terkejut dan bingung, namun semua terjawab oleh sebuah suara yang tak lain ialah Kohta.


“Jangan terlalu berharap kepada regenerasi, Seni pedang Hideoki, dapat memotong regenerasi,” ucap Kohta.


Nightmare Lord membelalakkan matanya, dia baru kali ini mendengar hal tersebut, kemudian dia melihat ke arah Kohta.


Keduanya saling menatap, Nightmare Lord melakukan posisi bertarung miliknya, lalu Kohta mendengar suara Nightmare Lord dengan jelas.


“Seorang Pendekar Pedang yang menebas dari belakang, itu akan sangat memalukan bukan,” ucap Nightmare Lord.


Kohta terkejut, dia benar-benar tidak menyangka Nightmare Lord memiliki sifat seperti itu.


Kohta tersenyum, kemudian dia mengeluarkan pedang Tresta miliknya dan memasukkan pedang Arshed miliknya.


“Kau kuat,” ucap Kohta, kemudian dia memfokuskan Ken dan Kin miliknya, lalu dia melanjutkan.


“Sebelum kau disegel, bekas luka ini akan menjadi tanda pertarungan kita,” ucap Kohta, kemudian Nightmare Lord melebarkan tangannya.


Tatapan tegas Nightmare Lord, membuat Kohta tersenyum, dia mengeluarkan kekuatan penuh miliknya.


“Flower Art - Mountain Blade,” ucap Kohta, kemudian dia muncul di belakang Nightmare Lord yang menerima tebasan menyilang.


Jressss.


Di sekitar Nightmare Lord, tumbuh berbagai bunga, kemudian lingkaran sihir muncul di bawah Nightmare Lord.


“Selamat tinggal, sampai jumpa,” ucap Nightmare Lord, sementara Kohta menundukkan kepalanya.


Dia menghormati siapapun yang benar-benar memiliki semangat bertarung, dia tidak peduli dia memiliki tampilan apapun, dia akan menghormatinya.


‘Walaupun kau bukan Pendekar Pedang, kau benar-benar membuatku merasakan sesuatu hal aneh,' batin Kohta.


Kohta seolah-olah dia pernah bertarung kepada Nightmare Lord tersebut, tapi dia tidak tahu.


Sementara itu, di dalam diri Ryuto. Oda menatap dengan tenang ke arah luar dan ke arah Nightmare Lord.


“Seorang Pendekar Pedang yang berubah menjadi Iblis, aku tidak menyangka akan bertemu dengannya kembali,”


Sebuah siluet ingatan Oda minum dengan dengan seorang Pemuda yang memakai dua pedang.


Kemudian, siluet berganti menampilkan Oda yang melihat pemuda memakai dua pedang di letakkan di altar.


“Semoga kau tenang, Kawan lama,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2