Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 82


__ADS_3

[Chapter 82.]


[Chimera Abaddon.]


[Silahkan Dibaca.]


Kediaman Raja Elf, bawah tanah.


Kohta dan Rina memandang ke arah Riana yang menatap mereka berdua dengan senyuman di wajahnya.


“Kau siapa?” Kohta mengajukan pertanyaan tersebut, dia sedikit menurunkan kewaspadaan miliknya.


“Hihihi, aku adalah Elf Goddess, Liliana,” ungkap Riana dengan tawa kecilnya, Kohta dan Rina mendengar hal tersebut menghela nafas.


“Kenapa kami diminta untuk mundur darimu, oleh Riana?” tanya Kohta, dia benar-benar penasaran dengan ucapan Riana sebelumnya.


Liliana berhenti tertawa dan tersenyum dengan manis, dia mendekati Kohta dan memeluk tangannya.


“Hupp, itu aku juga tidak tahu,” Liliana sendiri juga bingung, dia memeluk Kohta dengan senang.


Rina melihat hal tersebut, tersenyum tak berdaya, dia juga memeluk lengan Kohta satunya.


“Lebih baik, kita keluar dulu, kita bicarakan di luar saja,” saran Rina, sementara Liliana mengangguk setuju.


“Baiklah, ayo,” jawab Kohta, kemudian dia berjalan dengan pelukan kedua perempuan tersebut.


Mereka menaiki tangga kembali menuju ke atas permukaan, mereka berjalan sambil berkenalan diri kepada Liliana.


**


Tessa dan Kansha tiba di lantai 10, mereka berdua melihat ke arah pintu yang mengeluarkan Aura mengerikan.


Keduanya kemudian mendengar sebuah suara sebelumnya, mereka benar-benar serius ketika mendengar suara tersebut.


“Selamat telah menaklukan lantai 9, juga selamat telah sampai di lantai 10.”


“Di lantai 10, aku berharap kalian bisa mengatasi dan mengalahkan monster yang berada di lantai 10 tersebut.”


“Monster di lantai 10, hanya 1 namun kekuatan miliknya mencapai Beast tingkat 2, jadi diharap hati-hati.”


Suara tersebut kemudian menghilang, Tessa dan Kansha paham akhirnya, bahwa musuh di balik pintu tersebut sangat kuat.


“Seluruh kekuatan kita penuh kembali, Pohon Abadi mengembalikan kekuatan kita penuh,” Tessa berkata sambil mempersiapkan dirinya.


“Kau benar,” Kansha setuju dengan ucapan dari Tessa, dia juga mulai mempersiapkan senjata miliknya.


Keduanya saling memandang kemudian mengangguk bersama, mereka berjalan dan membuka pintu ruangan tersebut.


Kriekkkkk.


Pintu terbuka, Tessa dan Kansha masuk ke dalam, mereka melihat berbagai barang tersusun di ruangan tersebut, mereka kemudian melihat seluruh tempat benar-benar bercahaya, kecuali di ujung depan mereka.


Booommm.


Pintu ruangan tertutup dengan sangat keras, sampai terdengar seperti ledakan. Tessa dan Kansha mulai menjadi serius.


Obor berwarna merah muncul di kegelapan depan mereka, lalu mereka melebarkan matanya melihat sesuatu di depannya.


Terlihat sosok besar kekar, dengan kepala kerbau tanduk menuju ke belakang, tubuhnya sangat kekar, dengan kaki macan besar, lalu tangan besar seperti Manusia, ekor Ular melambai-lambai.


Monster tersebut duduk dan melompat tinggi, kemudian dia berdiri tegak dan memandang tajam ke arah Tessa dan Kansha, Monster tersebut berteriak.

__ADS_1


Grooooooaaaaaaaarrrrrrrrr.


Tessa dan Kansha terkejut dengan Monster tersebut, mereka menatap ke arah Monster dengan serius.


Pedang besar milik Monster tersebut terayun di tangan Monster tersebut, kemudian kaki Monster tersebut menekan ke bawah.


“Chimera,” Tessa terkejut dengan hal tersebut, begitupun juga Kansha, mereka tidak menyangka bahwa lawan mereka ialah Chimera.


[Chimera Abaddon.]


[Beast tahap 2.]


Chimera tersebut bersiap-siap melesat seperti Macan yang akan mengejar mangsa yang sudah dia kunci.


Tessa dan Kansha menyadari hal tersebut, kemudian Tessa berteriak dengan keras, membuat Kansha segera menghilang.


“Ayo mulai, Kak.”


Teriakan Tessa bertepatan dengan hilangnya Kansha dan Chimera melesat ke arah keduanya.


Wushhhhhh.


Chimera memposisikan pedang besarnya dan mengayunkan ke arah Tessa yang terlihat tersebut.


Boooommmm.


Wushhhhh.


Tessa terpental ke belakang, dia terbang dan menabrak dinding dengan sangat keras.


Boommmm.


Chimera mendengus dan menatap ke arah Tessa yang masih tertanam di dinding ruangan, Chimera benar-benar menatap Tessa dengan tatapan mengejek.


“Ughh, menyakitkan. Beruntung aku sudah melapisi punggungku dengan Mana dan Ain,” ucap Tessa.


“Keluarkan aku, Tessa. Biar kubantu melawannya,” ucap Kugo yang sudah siap untuk bertarung.


“Baiklah,” seketika Kugo keluar dari tubuh Tessa, Chimera menatap hal tersebut, dia menatap ke arah Kugo.


Namun, dia merasakan kehadiran di belakangnya, dengan cepat dia mengepalkan tangannya dan memukul ke belakang.


Booommmmm


Kansha yang muncul terkejut, ketika terkena pukulan dari Chimera tersebut, dia terpental ke belakang dan menabrak ke dinding.


Booooommm.


Kansha benar-benar lengah, namun dia benar-benar beruntung masih bisa melapisi tubuhnya dengan Mana dan Ain.


“Pukulan Chimera benar-benar menyakitkan,” ungkap Kansha, dia meringis karena sakit bagian depannya.


“Kansha, biarkan aku juga bertarung,” Hanzo yang berada di dalam tubuh Kansha, meminta Kansha untui mengeluarkannya.


Kansha setuju, dia juga melihat ke arah Tessa yang juga mengeluarkan Roh miliknya, Hanzo kemudian keluar dari tubuh Kansha.


Wshh.


Kansha kemudian berdiri di bahu Hanzo, sementara Tessa berdiri di atas Kugo, mereka berempat menatap ke arah Chimera yang menatap mereka dengan tatapan rendah.


Chimera kemudian memunculkan lingkaran sihir berwarna ungu di bawahnya, Kugo dan Hanzo melesat ke arah Chimera.

__ADS_1


Kugo tiba di dekat Chimera, dia mengayunkan tangan yang terlihat Magma ke arah Chimera, begita juga Hanzo mengayunkan kaki tajam miliknya.


Lingkaran sihir menghilang, Chimera terkena serangan dari Kugo dan Hanzo, dia mengayunkan pedangnya ke depan.


Wushhhhhhhh.


Tiga serangan bertemu satu sama lain.


Boooommmmm.


Ledakan dahsyat membuat lantai 10 bergetar, ketiga Monster tersebut mundur ke belakang karena efek dari dorongan serangan lawan.


Chimera menatap ganas ke arah Kugo dan Hanzo, dia benar-benar marah karena dia diserang begitu saja.


Lingkaran sihir ungu muncul di depan mulut Kugo dan di depan Hanzo, Chimera juga memunculkan lingkaran sihir ungu di bawahnya.


Ketiga lingkaran sihir ungu menghilang, mulut Kugo bercahaya merah, sayap Hanzo berkobar seperti api berwarna hitam.


Chimera sendiri bercahaya dan seluruh tubuhnya menunjukkan urat-urat otot-ototnya, dia memegang Pedangnya dan seluruh kekuatan di masukan ke dalam pedang.


Kugo melesatkan Magma dari mulutnya, Hanzo melesatkan pusaran badai hitam, Chimera melesat ke arah depan.


Wushhhhhhh.


Chimera tepat berada di depan kedua serangan tersebut, dia mengayunkan pedangnya dengan keras.


Pedang terayun dengan cepat dan menabrak kedua serangan kuat tersebut, seketika cahaya tengah muncul.


Boooooooooommmmmmmmm.


**


Kohta, Rina, dan Liliana tiba di atas, mereka bertiga mendengar suara ledakan dari arah gerbang Kota Elf.


“Bersiaplah, aku merasakan ada 1000 orang disana,” ungkap Kohta, kemudian Rina dan Liliana melepaskan pelukan tangan dan menyiapkan senjata mereka.


Ketiga orang tersebut menatap ke arah gerbang kota, kemudian mereka juga mendengar suara ledakan dari arah lain.


Booooooooooommmmmmm.


Ketiganya menatap ke arah ledakan tersebut, mereka melihat ke arah puncak Pohon Abadi, disana terlihat ada sebuah asap keluar.


“Mereka benar-benar bersenang-senang terlebih dahulu,” ungkap Kohta, dia tersenyum dan sedikit iri dengan kedua istrinya.


“Kalau begitu, kita fokus di tempat kita dulu,” Kohta berkata, keduanya mengangguk, mereka berdua menatap ke arah Gerbang kota.


**


“Hahaha, aku kembali kesini, dengan begini aku bisa menguasaimu Elf Goddess,” teriak seorang Elf di depan seluruh Elf yang aneh.


Mereka terlihat aneh, karena tatapan mereka tidak bernyawa dan tubuh mereka terlihat pucat.


Elf yang berada di depan menyeringai dengan senang, dia benar-benar merasa bahwa akan mendapatkan apa yang dia inginkan.


Elf yang berada di depan tak lain tak bukan ialah....


Kurht.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2