
[Chapter 85.]
[Bone Dragon.]
[Silahkan Dibaca.]
Negeri Elf, Pusat kota.
Kohta, Rina, Liliana, Tessa, dan Kansha menatap ke arah Kurht dan Bone Dragon dengan tajam.
Tessa dan Kansha lebih memilih menatap Kurht dengan marah, dia tidak peduli dengan tulang, dia yakin bahwa Kohta bisa mengatasi hal tersebut.
Tessa dan Kansha memulai terlebih dahulu, mereka melesat ke arah Kurht dengan cepat, mereka benar-benar marah, namun bisa mengendalikan amarahnya.
“Bon, bunuh kedua Elf sialn itu,” teriak Kurht, dia benar-benar terkejut dengan kehadiran bahaya kedua Elf tersebut.
Roarrr
Bone Dragon meraung, dia menghalangi Tessa dan Kansha, dia melihat kedua Elf melesat maju tanpa memperhatikannya.
Bone Dragon meraung marah, dia mengayunkan ekornya dengan kencang ke arah Tessa dan Kansha.
Wushhhh.
Tringggggg.
Namun, ekor tersebut terlihat tertahan oleh sosok Pemuda dengan pedang miliknya, sosok tersebut berkata.
“Lawanmu adalah aku, Tulang.”
Sosok tersebut ialah Kohta, dia menahan ekor Bone Dragon dengan pedang miliknya, lebih tepatnya Pedang Arshed.
Dinggggg.
Kohta mendorong ekor tersebut ke belakang, Bone Dragon terdorong ke belakang tanpa sadar.
Bone Dragon menatap ke arah Kohta, namun dirinya merasakan bahaya dari samping, Bone Dragon segera menghindar ke belakang.
Wushhhhhh.
Sebuah es lancip melesat melewati tempat Bone Dragon sebelumnya, es tersebut sangat cepat dan mengenai berbagai pohon.
Booooomm.
Seketika lokasi ledakan tersebut berubah menjadi Es, Bone Dragon segera menatap ke arah oranng menyebabkan hal tersebut.
“Beruntung kau bisa mrnghindari, kali ini tidak akan terulang lagi.”
Bone Dragon melihat seorang perempuan dengan pedang berwarna biru di tangannya, perempuan itu memandangnya dengan tajam, perempuan tersebut ialah Rina.
Bone Dragon walaupun monster Beast tingkat 4, dia tetap bisa merasakan bahaya, namun itu hanya bahaya biasa.
Bone Dragon menganggap Kohta dan Rina hanya ancaman normal, dia mengeluarkan lingkaran sihir ungu di depan mulutnya yang terbuka.
Kohta dan Rina menatap hal tersebut, mereka tersenyum dan bersiap-siap menahan serangan tersebut.
Kohta mengalirkan Ken ke arah pedang Arshed miliknya, dia juga mengeluarkan pedang Tresta kembali.
Kedua pedang terlapisi oleh Ken, warna pedang menjadi putih cerah, Kohta selesai bersiap dan menunggu serangan datang.
Rina sendiri mengeluarkan lingkaran sihir ungu di Bluzen, kemudian terlihat suhu di sekitar Rina menurun drastis, tanah berubah menjadi es.
Terlihat mulut Bone Dragon bercahaya berwarna merah, lingkaran sihir menghilang, api menyala dan Bone Dragon menyemburkan ke arah Kohta dan Rina.
Brushhhhh.
__ADS_1
(Note : Seluruh skill akan diubah total mulai sekarang, karena skill sebelumnya benar-benar tidak terarah dengan benar.)
“Hideoki Art....”
Kohta memegang pedang miliknya dengan erat, kemudian tatapannya menjadi tajam dan berkata dengan keras.
“24 Dragon Slashes.”
Seketika muncul 24 proyektil tebasan yang membentuk seekor naga berwarna biru, melesat ke arah semburan api tersebut.
“Ice Needle.”
Rina menggunakan skill miliknya, seketika jarum es besar terbentuk, kemudian jarum es tersebut melesat ke arah semburan api tersebut.
Wushhhhhhh.
Dua serangan mengarah kepada semburan api tersebut, serangan Rina terlebih dahulu melesat ke arah semburan api.
Booommm.
Ledakan terjadi, terlihat semburan api membeku oleh es milik Rina tersebut, kemudian serangan Kohta tiba.
Slash Slash Slash Slash.
Seluruh es tertebas bahkan api di dalam es, ikut tertebas, namun tebasan tidak berhenti disana, tebasan terus melesat ke arah Bone Dragon.
Bone Dragon melihat hal tersebut terkejut, dia ingin menghindari, namun serangan tersebut sangat cepat.
Slash Slash Slash Slash Slash.
Roooaaarr.
Bone Dragon terkena serangan tersebut, dia benar-benar merasakan sakit, walaupun dirinya hanya tulang.
Serangan tersebut menimbulkan banyak goresan di wajahnya, namun goresan tersebut menyakitkan bagi Bone Dragon.
Bone Dragon marah, dirinya bergerak dengan cepat ke arah Kohta dan Rina, dia mengayunkan ekor miliknya yang terlihat besar tersebut.
Kohta dan Rina melihat hal tersebut, mereka menahan ekor tersebut dengan pedang yang mereka bawa.
Dingggggggg.
Bushhhhh.
Kohta dan Rina terkejut dengan betapa kuatnya ekor tersebut, mereka berdua dibuat terbang ke belakang oleh Bone Dragon tersebut.
Wushhhhh.
Keduanya melesat ke belakang, kemudian mereka berdua melakukan Backflip dan berjongkok di batang pohon.
Keduanya menatap ke arah Bone Dragon, mereka melihat lingkaran sihir ungu menghilang di depan mulutnya.
“Ekornya menjadi lebih kuat,” Kohta berkata dengan nada serius, Rina mengangguk dia setuju dengan Kohta.
Mereka kemudian melihat Bone Dragon mengarahkan berbagai tulang ke arah mereka, tulang runcing dengan cepat melesat ke arah mereka.
Wush Wush Wush Wush Wush Wush.
Kohta dan Rina terkejut, mereka kemudian dengan cepat menghindar dan turun ke bawah.
Boom Boom Boom Boom Boom.
Tulang menancap di pohon yang ditempati Kohta dan Rina sebelumnya, Bone Dragon melihat hal tersebut, dia masih terus melesatkan tulangnya ke arah Kohta dan Rina.
Wush Wush Wush Wush.
__ADS_1
“Sial, sampai kapan tulang itu habis,” umpat Kohta, kemudian dia menatap ke arah Bone Dragon, dia melihat bahwa Bone Dragon terus membuat tulang tanpa ada habisnya.
Boom Boom Boom Boom Boom.
“Sepertinya aku harus menggunakan itu,” Rina benar-benar sedikit kerepotan dengan tulang yang terus mengarah ke dirinya dan Kohta.
Lingkaran sihir kuning muncul di Bluzen miliknya, dia berhenti lari dan menatap ke arah tulang-tulang yang mengarah ke dirinya.
Wushhh.
Booommm.
Kohra melihat hal tersebut, dia tahu bahwa Rina menggunakan skill miliknya, Kohta akhirnya juga menggunakan skill miliknya.
“Kau memaksaku menggunakan ini.... Shadow Step.”
Seketika Kohta menghilang menjadi bayangan dan melesat ke arah Bone Dragon, dia benar-benar menyatu dengan bayangan.
Rina sendiri juga melesat ke arah Bone Dragon, dia melewati tulang-tulang tersebut, kemudian tulang-tulang tersebut berubah menjadi es dalam sekejap.
Wushhb Wushhhh.
Kohta dan Rina tiba di depan Bone Dragon, keduanya matanya menjadi tajam, Kohta mengayunkan kedua pedangnya.
“Hideoki art..” “Ice art...” keduanya berkata dan pedang mereka masing-masing bersinar dengan terang.
“Dark Devour.” “Phoenix Crying.”
Wushhhhhhhh.
Kohta dan Rina seketika berada di belakang Bone Dragon, kemudian keduanya memasukkan pedang milik mereka ke dalam sarung.
Klik.
Slashh Bushhh.
Setengah sisi Bone Dragon membeku, setengah sisi Bone Dragon menghilang, pemandangan tersebut benar-benar mengerikan.
Bone Dragon tidak bangkit kembali, dia benar-benar mati dengan sisi yang terluka dengan sangat berbeda.
“Kau memaksa kami serius,” ucap Kohta melepaskan Haori yang berada di kepalanya dan mengikat di lengangnya kembali.
Grep.
Rina sendiri memeluk Kohta dengan senang, dia benar-benar senang sekarang, bahwa dia tidak menjadi beban lagi.
Kohta tersenyum dan mengelus rambut Rina, kemudian keduanya menatap ke arah Tessa dan Kansha yang sedang berperang dengan Kurht.
Kondisi disana lebih kearah Tessa dan Kansha yang menang, keduanya benar-benar menyudutkan Kurht.
***
Kurht terpojok oleh Tessa dan Kansha, dia benar-benar merasa lelah sekarang, lalu dia menggertakkan giginya dengan marah.
“Bjingan, kau memaksaku,” teriak Kurht, kemudian mengeluarkan suntikan dan menusuk ke tubuhnya.
Tessa dan Kansha menatap ke arah Kurht dengan tatapan datar dan dingin, mereka tidak masalah menunggu Kurht berubah, karena mereka sendiri tidak menggunakan kekuatan sama sekali untuk menyudutkan Kurht.
“Kalian akan menyesal telah memberiku waktu.”
[To be Continued.]
Note : Untuk kekuatan mereka next akan kubuatkan.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.