
[Chapter 94.]
[Snow Ogre.]
[Silahkan Dibaca.]
Pegunungan Avrest, tepatnya di dalam perut gunung. Kohta yang kelelahan mulai menstabilkan dirinya. Dia mengisi seluruh energi miliknya. Kin, Ken, Ren, Qi api, Qi bulan, seluruh energi itu terisi dengan sangat cepat.
Kedua pedang miliknya yaitu Tresta dan Arshed melebur dan menjadi satu, Kohta awalnya terkejut. Namun, selepas Oda menjelaskan bahwa Pedang Roh akan meningkat ketika penggunanya naik tingkatan.
“Kau lagi-lagi beruntung, Nak. Kedua pedangmu cocok satu sama lain. Keduanya akan naik ke tingkat lebih tinggi dari pedang sebelumnya, bahkan kekerasan dan ketajaman pedang akan meningkat drastis.” Oda benar-benar terkejut dengan keberuntungan Kohta sejauh ini.
Kohta senang akan hal itu, apa yang dia senangkan ialah dua roh pedang miliknya menjadi satu, yang berarti dia memiliki satu partner sekarang. Penggabungan selesai, pedang roh baru Kohta perlahan-lahan mulai terlihat.
Terlihat pedang dengan sebuah gagang memiliki motif Naga dan Phoenix. Lalu, terdapat lambang Yin dan Yang dalam warna merah dan biru. Kemudian pedang itu memiliki warna yang gelap dengan motif api berwarna biru mirip es.
[Pedang Arsta.]
[Pedang yang tercipta oleh pedang Arshed dan pedang Tresta. Pedang ini sangat kuat bahkan ketahanan pedang ini sanggup menahan lahar maupun korosi yang kuat.]
[Pedang Arsta adalah pedang yang digunakan oleh seorang Samurai yang pernah melawan seorang Pahlawan jahat.]
Kohta melihat penjelasan itu, dia memegang pedang Arsta. Namun, Kohta segera merasakan sakit di jarinya. Darah keluar dan mengenai pedang Arsta. Lalu, pedang itu mulai bercahaya dan segera meredup kembali.
Selepas itu, Kohta melihat sebuah sarung pedang dengan lambang bermotif Es dan Api. Kohta terkejut ketika dia dilukai, namun segera sadar dan paham apa yang di lakukan Pedang Arsta tersebut.
“Salam kenal, Partner.” Kohta berkata sambil memegang erat pedang Arsta. Kemudian, dia merasakan hawa kehadiran di lorong gua yang dia gunakan. Oda juga merasakan hal itu, dia langsung masuk ke dalam jiwa Kohta dan berkata, “Bahan pelatihanmu tiba.”
Kohta yang mendengar itu, tersenyum menyeringai. “Kau benar.” Kohta benar-benar senang akhirnya dia bisa menguji seluruh kekuatan barunya. Dia menatap ke arah lorong masuk tempatnya berada.
Perlahan-lahan terlihat sosok besar setengah tinggi dari Yeti, gigi taring yang panjang dan runcing, rambut panjang berwarna putih, tubuh yang berotot besar dengan warna biru muda, pemukul yang terbuat dari batu namun terdapat duri-duri di setiap tempat pemukul tersebut.
[Snow Ogre.]
[Beast tingkat 7.]
[Penguasa pegunungan Avrest kedua.]
__ADS_1
Kohta terkejut akan hal itu. Dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu monster yang sangat kuat. Kohta mengeratkan pegangan dalam gagang pedangnya. Tatapannya menjadi tajam dan fokus ke arah Snow Ogre itu.
Groooooo.
Raung Snow Ogre dengan keras ketika melihat Kohta berada di tengah gunung berapi. Dia benar-benar marah karena Kohta ialah seorang manusia. Ogre benar-benar memandang ras manusia lemah, dia akan marah ketika bertemu dengan makhluk yang lemah.
Kohta sedikit bingung, lalu dia memunculkan api di tangannya. Kemudian mengeluarkan pedang Arsta miliknya. “Waktunya uji coba, pedang baru.” Kohta benar-benar senang, dia menyalurkan api miliknya ke dalam pedang Arsta.
Brushhhh.
Ogre ingin melangkah maju, namun dia melihat Kohta yang melesat dengan cepat ke arahnya. Ogre memasang wajah fokus, dia memposisikan dirinya seakan mengayunkan pemukul miliknya. Ogre mendengus dingin ketika matanya fokus ke arah Kohta.
Wushhh.
Kohta melesat dengan cepat, dia memadatkan api miliknya dalam pedang Arsta. Api berwarna biru beku muncul di pedang Arsta. Tiba di depan Ogre, pemuda itu mengayunkan pedangnya dengan keras dan cepat.
Ogre yang melihat Kohta tiba di depannya, juga mengayunkan pemukul miliknya dengan keras. Kedua serangan melaju dengan cepat.
Booommmm.
Wushhhh.
Ogre terkejut melihat dirinya terdorong, apalagi sekarang terlihat terbang ke belakang. Monster itu menstabilkan dirinya untuk berdiri. Selepas itu, dia menatap ke arah Kohta yang sedang berjalan ke arahnya dengan sebuah pedang berkobar api beku.
(Note : Api beku tuh, mirip kek api biru tapi birunya lebih muda.)
Ogre memandang Kohta dengan serius. Dia akhirnya menganggap Kohta lawan yang kuat, karena pemuda tersebut dapat mendorong dirinya ke belakang. Ogre kemudian mengeluarkan lingkaran sihir hitam di pemukul miliknya.
Kohta menatap hal itu dengan normal. Kemudian dia melesat ke arah Ogre tersebut. Pedang milik Kohta berkobar lebih besar ketika Kohta menambahkan api ke dalam pedangnya. Kohta dengan cepat berkata, “Hideoki Art, Dragon Burst.”
Brushhhhh.
Pedang milik Kohta berayun dengan cepat ke arah Ogre. Sementara itu, pemukul milik Ogre sudah berubah menjadi Pemukul es. Ogre melihat serangan Kohta, dia juga mengayunkan pemukul miliknya.
Boooommmmm.
Ledakan terjadi ketika dua senjata bertemu. Debu dan asap beterbangan di lorong tersebut mengakibatkan Kohta dan Ogre tidak terlihat. Asap menyembur keluar dan mengarah ke atas, diterpa oleh angin dingin.
__ADS_1
Wushhh.
Perlahan-lahan asap dan debu menghilang, namun percikan api terus terlihat. Asap perlahan menipis, kemudian terlihat sisi satu terdapat kobaran api besar, sisi satunya area di sebelahnya membeku.
Ding Ding Ding Ding Ding Ding.
Asap dan Debu hilang sepenuhnya, terlihat Kohta dan Ogre saling menyerang satu sama lain. Pertempuran mereka benar-benar mengakibatkan lingkungan gua tersebut terkena dampaknya.
Boom Boom Boom Boom.
Setiap pedang dan pemukul bertemu, selalu menciptakan sebuah kawah di tanah. Lingkungan di belakang Kohta berubah penuh dengan kobaran api. Sedangkan di belakang Ogre, banyak es terbentuk di sana.
Booooommmm.
Keduanya menyerang dengan kekuatan besar, lalu terdorong mundur bersama. Kohta tiba di lokasi berapi, begitu juga Ogre tiba di lokasi beku. Keduanya saling menatap dengan penuh semangat pertempuran.
“Waktunya kita akhiri pertempuran ini, Snow Ogre.” Kohta memposisikan dirinya mirip seperti Samurai. Kedua tangan memegang pedang dan ujung pedang mengarah ke depan dan berada di samping kepala Kohta.
Ogre memahami apa yang dikatakan oleh Kohta. Monster itu memunculkan 10 lingkaran sihir berwarna hitam di pemukul miliknya. Lingkaran sihir menghilang, pemukul juga menghilang. Kemudian, udara dingin berkumpul menjadi satu.
Wushhhhhh.
Sebuah bola berduri dengan sebuah gagang besar muncul di tangan Ogre. Senjata itu benar-benar besar dan memiliki warna es. Hawa dingin dari senjata tersebut benar-benar menciptakan lancip-lancipan es di tanah.
Kohta yang melihat itu tersenyum, kemudian dia memejamkan matanya. Seketika api keluar dari seluruh tubuhnya. Api menyelimuti pedang dan dirinya sendiri. Alis dan rambut Kohta terlihat berkobar-kobar. Pakaian miliknya berubah menjadi armor api yang berkobar.
Kohta membuka matanya, lalu terlihat iris matanya berubah berwarna merah. Pedang miliknya menjadi lebih panas, bahkan panas pedang itu membuat tanah di sekitar Kohta meleleh.
“Transform, Samurai Fire.” Kohta mengeluarkan skill dengan ringan. Kemudian, dia menatap ke arah Ogre dan berkata, “Mari kita mulai pertempuran kedua.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1