
[Chapter 59.]
[Kohta menang.]
[Silahkan Dibaca.]
Sisi Kohta.
Kohta menatap tajam ke arah Z yang sudah berbeda dari sebelumnya, seribu rantai melambai-lambai di udara, menunggu perintah Z yang sudah berubah menjadi kurus.
“Moon Walk,” Kohta menggunakan teknik langkah bulan miliknya, dia menghilang dan menebas berbagai rantai Z.
Slash Slash Slash.
Slash Slash Slash.
Rantai Z terputus, namun masih tersisa sangat banyak. Z meraung marah dan berteriak. “Ba*ingan.”
Z mengayunkan berbagai rantai menyerang ke arah Kohta yang terus-menerus menghilang, dia terus menyerang sampai akhirnya mengepung Kohta.
“Akhirnya, kau muncul,” teriak Z, kemudian matanya melotot dan seringai mengerikan terlihat, dia berteriak. “Mati.”
Z mengayunkan tangannya, membuat rantai yang mengepung Kohta, melesat menyerang ke arah Kohta tersebut.
Wush Wush Wush Wush.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Kohta tenang, dia menampilkan senyum tenang miliknya, kemudian kedua tangannya menurun, pedang berkobar di bawah.
Lalu, wajah Kohta berubah menjadi serius, api berkobar menjadi lebih liar. Kohta melompat dan berputar dengan cepat.
“Wind Art,” ucap Kohta, seketika angin muncul, lalu membesar dan terus membesar, diikuti oleh api yang tiba-tiba muncul.
Wushhhhhh.
“Red Typhoon,” Kohta menggunakan tekniknya, sambil mengibaskan tangannya ke bawah.
Tring Tring Tring Tring Tring Tring.
Tring Tring Tring Tring Tring Tring Tring.
Berbagai rantai terpental oleh pusaran api tersebut, bahkan ada beberapa rantai yang terseret dan hancur dalam lalapan pusaran api.
Z melebarkan matanya melihat hal tersebut, dia segera menarik berbagai rantai miliknya, dia benar-benar merasa dirugikan sekarang.
“Sialan, rantai ku tersisa 500 lagi,” umpat Z, dia benar-benar merasa marah, menatap ke arah Kohta yang berada di tengah pusaran api dengan tatapan penuh benci.
Kohta sendiri melihat rantai milik Z sudah hilang 500 tidak bisa tidak tersenyum, kemudian dia menghilangkan pusaran api tersebut.
Bushhh.
Pusaran api menghilang, kemudian Kohta menatap ke arah Z yang sedang menatapnya dengan penuh kebencian.
“Rantaimu kalah dengan api milikku,” Kohta memprovokasi Z dengan kata-kata, apa yang diharapkan terjadi.
Z menjadi lebih marah, 500 rantai berayun dan bergerak ke arah satu sama lain, lalu mereka bersatu menjadi satu.
Kring kring kring kring.
__ADS_1
Dringgg.
Rantai menjadi satu dan terlihat sangat besar, ujung rantai menjadi lebih tajam dari sebelumnya.
“Kau terlalu meremehkanku, bocah,” Z berkata dengan amarah yang menyelimuti tubuhnya, dia melambaikan tangannya.
Rantai tersebut melesat dengan cepat ke arah Kohta, bahkan kecepatan rantai melebihi kecepatan cahaya.
Wushhhh.
Kohta terkejut, dalam visi miliknya, rantai bergerak seperti berlari. Kohta mengayunkan kedua pedangnya ke depan.
Boooommmmm.
Kedua serangan bertemu, mengakibatkan ledakan yang sangat besar, kawah terbentuk di tempat serangan tersebut.
Wushhh.
Kohta mundur dari area tersebut, dia menatap serius ke arah rantai Z yang besar tersebut, kemudian dia menggunakan teknik miliknya.
“Flower art,” Kohta mengayunkan pedangnya ke atas, kemudian berbagai kelopak bunga dengan api yang menyelimuti kelopak tersebut muncul.
“Blade Flower,” teriak Kohta, kemudian seluruh kelopak api melesat ke arah rantai milik Z tersebut.
Wush Wush Wush Wush Wush Wush.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Z yang melihat hal tersebut, mengayunkan rantai miliknya untuk menghilangkan kelopak bunga tersebut.
Namun, nyala api kelopak bunga sekarang berbeda dari sebelumnya, rantai melesat dan menabrak berbagai kelopak bunga.
Tring Tring Tring Tring Tring Tring Tring.
Rantai terus melesat ke arah Kohta, Z yang mengendalikan tersebut, menyeringai dengan liar.
Wushhhhh.
Kohta menatap itu dengan tenang, kemudian dia mengangkat pedang Tresta ke atas, sementara Pedang Iblis menyamping dengan tangan di tekuk.
“Samurai Art,” pedang Kohta bersinar berwarna merah, kemudian berubah menjadi hitam, berubah kembali menjadi merah.
“Oni Tengu,” Kohta berkata, kemudian siluet Tengu muncul di belakangnya, Kohta menghilang dan muncul di belakang dari Z.
Slashhhhh.
Jressss.
Z melebarkan matanya, melihat dirinya di tebas, apalagi seluruh rantai miliknya jatuh ke arah tanah.
Booomm.
Rantai besar jatuh ke bawah, Z terduduk dan memuntahkan berbagai darah dari mulutnya.
Bushh.
Kohta melepaskan mode miliknya, kemudian dia berbalik menatap ke arah Z yang sudah terbaring dengan wujud kering.
‘Clara, bagaimana caraku mendapatkan garis keturunan miliknya,'
__ADS_1
[Tuan, apakah kau yakin? Jika anda yakin, aku bisa membantu, namun Tuan akan mendapatkan ujian dari garis keturunan tersebut.]
‘Aku menerimanya,' ucap Kohta dalam hati, kemudian Clara mulai memberikan cara untuk memiliki garis keturunan.
Di sisi Rina, Tessa, dan Kansha.
Rina, Tessa, dan Kansha tiba dan mulai membantu Guildmaster melawan Nightmare yang besar tersebut.
“Guildmaster, biar kami bantu,” ucap Kansha, kemudian Guildmaster yang selesai menangkis serangan dari Nightmare, menatap ke arah ketiga perempuan tersebut.
Wush Wush Wush.
Tap tap tap.
Mereka muncul di pundak milik Guildmaster, mereka juga melihat ke arah Nightmare yang sudah menstabilkan langkahnya.
“Terimakasih, kalau begitu, aku ingin kalian mulai mempersiapkan skill penyegel,” ucap Guildmaster kepada Rina, Tessa, dan Kansha.
“Biar aku saja,” Kansha berkata, lalu dia mundur di belakang Rina dan Tessa, Kansha mulai merapalkan sihir.
Rina dan Tessa saling memandang mereka melihat ke arah Nightmare, kemudian keduanya menjadi serius.
“Keluarlah, Sigma/Kugo,” ucap keduanya, kemudian mereka memunculkan kedua roh milk mereka.
Rina mengeluarkan Phoenix es miliknya, terlihat Rina berdiri di kepala Phoenix es tersebut.
Phoenix es, makhluk mitos dengan bulu berwarna biru, dengan ekor banyak melambai, sayapnya terlihat mekar, suhu di sekitar burung tersebut mulai menurun.
“Akhirnya kau memanggilku, Tuan putri,” Sigmarus berkata dengan nada datar miliknya, Rina tersenyum dan berkata.
“Maaf, aku baru bisa menjalin hubungan lebih akrab denganmu, jadi baru kali ini aku bisa mengeluarkanmu,” jawab Rina, sambil meminta maaf kepada Sigmarus.
Di sisi Tessa.
Tessa mengeluarkan Golem miliknya, namun sekarang Golem tersebut terlihat sedikit berbeda, Golem tersebut memiliki garis berwarna merah cerah di sela-sela tubuhnya.
Tessa yang melihat itu terkejut, dia benar-benar tidak tahu soal Golem miliknya mulai berubah tersebut.
“Kugo, kau berubah menjadi Golem api?” tanya Tessa, kemudian Kugo terlihat memasang senyum di wajahnya yang besar.
“Itu benar, Tessa,” jawab Kugo, membuat Tessa terpana. Baru kali ini mendapati roh miliknya berubah.
Rina dan Tessa yang selesai berbicara dengan roh miliknya, mereka menatap ke arah Nightmare.
“Sigmarus, musuh kita adalah Nightmare, apakah kau bisa melawannya?” tanya Rina, dia belum tahu tingkatan Phoenixnya.
“Mudah, sudah lama aku tidak bertarung dengan Nightmare,” jawab Sigma, kemudian dia melirik ke arah Kugo.
“Mari bekerjasama, Kugo,” isyarat lambaian dari Sigma kepada Kugo, sementara Kugo yang melihat itu mengangguk.
Kedua roh tersebut matanya menyala, mereka memandang Nightmare dengan tajam, lalu keduanya berkata.
“Baiklah, mari kita mulai,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.