Pendekar Pedang Dunia Lain

Pendekar Pedang Dunia Lain
Chapter 88


__ADS_3

[Chapter 88.]


[Dunia Jiwa.]


[Silahkan Dibaca.]


Desa dekat Frozen Mountain.


Kohta menatap ke arah ketiga istrinya. Dia benar-benar merasa bahwa ketiganya seperti yang dia fikirkan. Kohta, kemudian bertanya kepada ketiganya.


“Apakah kalian sedang hamil?” Kohta bertanya dengan nada ringan, ketiga istrinya terkejut. Begitu juga dengan Riana. Mereka saling memandang dan mengangkat bahu, tanda tidak tahu.


Kohta menatap ke arah istrinya dan mengangguk. Kemudian dia mengalihkan fikirannya, bahwa ketiganya belum hamil. Namun, hal tersebut tidak bisa, selepas mendengar suara dalam kepalanya.


[Selamat Tuan, ketiga istri anda sedang mengandung.]


Kohta berhenti, dia berdiri mematung. Keempat istrinya bingung, kenapa Kohta berhenti. Kemudian, mereka melihat Kohta dalam sekejap memeluk keempat istrinya.


Greppp.


“Kalian ternyata benar-benar hamil,” ucap Kohta, dia benar-benar senang dengan hal tersebut. Keempatnya terkejut, terutama ketiga istri yang dimaksud tersebut. Riana sedikit iri, karena Saudarinya hamil.


“Apakah benar, kami hamil?” Rina bertanya dengan tidak percaya, dia sebenarnya senang namun juga bingung. Tempat mereka sekarang, jauh dari Kerajaan Yunan. Begitu juga Tessa dan Kansha, mereka juga senang. Namun juga bingung, karena Negeri Elf hancur.


Kohta melepaskan pelukannya, dia juga baru sadar akan hal tersebut. Dia berfikir bagaimana agar istrinya aman dan tidak mempengaruhi kandungan. Disaat itu, Sistem bersuara di kepala Kohta.


[Tuan, anda mendapatkan hadiah dari Ayah anda.]


[Juga hadiah dari selesai menaikkan sistem belum anda ambil.]


[Anda juga belum mengecek fungsi Sistem dan perubahan sistem.]


Kohta terkejut, dia benar-benar lupa akan hal tersebut. Kohta pun dengan cepat berkata kepada sistem, ‘Sistem apa hadiah dari Ayah?.’ Dia penasaran dengan hadiah dari Ayahnya.


[Membuka Hadiah.]


[Selamat, Tuan mendapatkan Dunia jiwa kecil.]

__ADS_1


[Selamat, Tuan mendapatkan sebuah surat.]


[Membuka Surat.]


[Kohta, Ayah mengetahui Istrimu mengandung. Ibumu dengan cepat bertindak dan meminta Ayah mengirimkan Dunia kecil yang sudah jadi Dunia indah. Ibumu meminta kau membawa Istrimu masuk ke dalam.


Hanya itu yang akan kusampaikan, jaga diri dan juga kau diperhatikan oleh Pencipta. Itu juga merupakan berkah.


Salam dari Ayah dan Ibu.]


Kohta merasa senang dengan kedua orang tuanya, dia benar-benar senang bahwa keduanya memperhatikan dirinya. Kemudian, dia merasakan sesuatu dalam tubuhnya. Beberapa informasi masuk ke dalam otaknya.


Kohta memejamkan matanya, dia perlu mencerna seluruh informasi tersebut. Para istrinya menatap ke arah Kohta, dia bingung namun tetap menunggu Kohta dengan tenang. Lalu mereka melihat Kohta membuka matanya dan tersenyum.


“Kalian, aku punya solusi. Ibuku memberikan sebuah hadiah agar kalian terjaga,” Kohta berkata sambil menatap ke arah istrinya. Keempat istrinya terkejut, mereka tidak menyangka Ibu Kohta akan memberikan mereka hadiha. Mereka merasa senang dengan Ibu Kohta.


“Mendekatlah, kita akan berpindah tempat,” Kohta berkata dengan nada lembut. Dia juga melihat sekitarnya yang sepi. Kemudian, menatap ke arah keempat istrinya yang mendekat.


“Masuk.”


Seketika Kohta dan keempat istrinya menghilang dalam sekejap. Mereka menghilang tanpa ada jejak sama sekali.


Dunia Jiwa, sebuah tempat yang dibuat oleh Jiwa manusia tersebut. Mereka terbentuk dengan bantuan dan ijin dari para Dewa. Karena Dunia Jiwa juga termasuk membuat Dunia baru sendiri.


Dunia Jiwa tidak akan menghilang, bahkan pemiliknya mati pun, Dunia Jiwa tidak akan menghilang. Melainkan Dunia Jiwa akan membentuk sebuah kristal, agar siapa yang mengambilnya akan mendapatkan Dunia Jiwa tersebut. Namun, bagi mereka yang mendapatkan Dunia Jiwa juga tetap harus memiliki perizinan Dewa atau berkat Pencipta.


Dunia Jiwa Kohta, disana terlihat hamparan rumput yang hijau. Terdapat Danau dan sebuah pohon Sakura. Di dekat itu semua terdapat rumah yang sangat megah.


Kohta dan keempat istrinya seketika muncul di depan gerbang rumah. Kelima orang tersebut terkejut, melihat tempat mereka berada. Keempat istri Kohta benar-benar terpesona dengan tempat tersebut.


“Indah,” satu kata terucap dari mulut keempat istri Kohta. Mereka benar-benar merasa terpesona dengan keindahan tempat tersebut. Kohta juga sama, dia tidak menyangka bahwa Ibunya menyiapkan segala hal seperti ini.


“Kau benar, juga Dunia ini kaya akan energi dan nyaman,” Kohta berkata sambil merasakan udara di sekitar. Para istrinya mengangguk, mereka juga merasakan hal sama. Keempat istri Kohta benar-benar merasa damai, mereka benar-benar menikmati suasana di tempat tersebut.


Srekkkk.


Pintu rumah terbuka, terlihat 20 pelayan dan 1 kepala pelayan keluar. Mereka melihat ke arah Kohta dan para istrinya. Kemudian, seluruh pelayan tersebut menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Selamat datang, Tuan dan Nyonya.”


Mereka berkata secara bersamaan, Kohta dan para istrinya terkejut. Kohta tidak menyangka bahwa Ibunya menyiapkan segalanya. Keempat istrinya juga tidak menyangka akan hal tersebut, mereka sekarang benar-benar ingin bertemu dengan Mertua mereka dan memeluk terutama Ibu Mertua.


“Aku tidak menyangka, Ibu akan menyiapkan segala ini,” Kohta tersenyum kecut, para pelayan dan kepala pelayan mengangkat kepalanya. Kemudian, Kohta menatap ke arah kepala pelayan. Lalu, dia berkata.


“Aku akan menempatkan istriku disini, juga aku akan pergi berpetualang, namun sebelum itu, aku akan tinggal disini beberapa hari terlebih dahulu.”


Kohta berkata dengan nada tenang dan serius, keempat istrinya paham akan keseriusan Kohta. Mereka paham bahwa akan bahaya membawa mereka dalam berpetualang. Kepala pelayan tersebut mengangguk dan menjawab.


“Semuanya bisa saya lakukan, Tuan. Kami akan menjaga Nyonya sepenuh hati,” ucap Kepala pelayan tersebut. Kohta mengangguk senang dengan kepala pelayan Wanita tersebut. Kemudian, Kohta berbalik ke arah istrinya, dia berkata.


“Aku akan berpetualang sendirian, juga aku bisa berbicara dengan kalian, karena disini Dunia jiwaku. Aku juga akan sering kesini,” ucap Kohta, para istrinya mengangguk. Mereka lupa dengan fakta tentang itu, mereka tidak perlu merasa bosan atau jauh dari Kohta.


“Sayang...” Riana berkata dengan malu-malu. Kohta dan ketiga istrinya menatap ke arah Riana. Mereka melihat Riana dan seketika paham apa yang diinginkan Riana.


“Ya, kita akan membuatnya nanti malam,” Kohta berkata dengan langsung tanpa menyadari bahwa para pelayan dan Kepala pelayan disana. Riana sendiri memerah malu, karena Kohta berkata tepat banyak orang di dekatnya. Ketiga istri Kohta memerah, begitu juga para pelayan dan Kepala pelayan.


(Note : Pelayan dan Kepala pelayan Kohta, semuanya adalah perempuan umur 18-20 an, namun aset mereka besar. Kepala pelayan sendiri berumur 30-34 tahun, namun masih cantik dan memiliki aset besar juga.)


Kohta melihat ke arah para istrinya, kemudian dia menyadari ada hal aneh. Kohta akhirnya ingat bahwa ada pelayan dan Kepala pelayan disana. Kohta sedikit malu, namun segera kembali normal.


“Yah... Kita fikirkan itu nanti. Juga, apakah kalian membuat makanan?” Kohta segera mengalihkan pembicaraan. Kepala pelayan seketika sadar dan mengangguk, kemudian dia berkata, “Hidangan sudah kami siapkan, Tuan.”


Kohta mengangguk senang, kemudian dia menatap ke arah para istrinya dan berkata,”Ayo kita masuk dan makan.” Kohta mengajak keempat istrinya masuk. Mereka pun mengangguk, juga mereka sudah tidak malu.


“Oh ya, namamu siapa?, mana mungkin aku terus memanggil kau atau Kepala pelayan terus,” Kohta bertanya sambil menatap ke arah Kepala pelayan tersebut. Kemudian, Kepala pelayan tersenyum dan dia menjawab dengan lembut.


“Nama saya adalah.....”


[To be Continued.]


Note : Bagaimana penulisan baruku, ini ku upgrade menjadi lebih seperti novel pastinya.


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2