
[Chapter 55.]
[Pertarungan awal] (Upgrade battle.)
[Silahkan Dibaca.]
Mansion Kohta.
Lebah Spesial melesat ke arah Kohta dan kelompoknya. Mereka membagi menjadi empat kelompok, 1 kelompok berisi 10.
Bzt Bzt Bzt Bzt
Kohta, Rina, Tessa, dan Kansha mulai memisah ke arah yang mereka tentukan, lebah spesial mengejar mereka.
Sisi Kansha.
Kansha, memegang belati miliknya dan melihat ke arah 10 Lebah Spesial di depannya. Dia dengan cepat Lebah1 melesat mengarahkan tangan yang tajam tersebut.
Tinggg.
Lebah2 muncul di samping Kansha, dia melancarkan serangan secara luru, Kansha menghindari serangan tersebut.
Slash.
Kansha merasakan punggungnya dalam bahaya, dia berguling ke arah kanan. Dia di sambut oleh lebah yang sudah menyiapkan sengatannya.
Bbbzzttt.
Kansha dengan cepat menahan serangan tersebut, namun dirinya kurang menambahkan kekuatan untuk menahan serangan lebah.
Tinggggg.
Wushhh.
Kansha terbang ke belakang, kemudian dia melakukan backflip. Tangannya gemetar dan mengeratkan pegangannya pada belati.
“Kuat,” ucap Kansha, kemudian dia menggunakan sesuatu energi ke dalam belati miliknya tersebut.
Sringg.
“Mari mulai lagi,” ucap Kansha, dengan cepat melesat ke arah 10 lebah yang di hadapannya, dia menambah Kin dan Mana di kakinya.
Kecepatan miliknya menjadi sangat cepat, bahkan tidak terlihat kecepatan berlari. 10 lebah menjadi waspada.
Slashhhh.
Jresssss.
10 lebah tersebut terkejut, mereka melihat lebah2 yang kehilangan kedua lengannya. Kemudian, mereka mendengar kembali.
Slash Slash Slash Slash.
Jress Jress Jress Jress.
Lebah1, Lebah2, Lebah3, Lebah4, mereka mati dengan seluruh tubuhnya terputus-putus.
Kansha muncul dan menatap ke arah Lebah5 sampai Lebah10, dia memandang dengan ekspresi tajam dan dingin.
“Mati,” ucap Kansha, kemudian dia melesat kembali ke arah enam lebah yang masih utuh dan hidup.
Di sisi Tessa.
Tessa terlihat berhenti dan berbalik melihat ke arah 10 lebah yang mengikutinya, dia tersenyum dan berkata.
__ADS_1
“Kugo, mari bergabung,” ucap Tessa, kemudian dia bergabung dengan Kugo, lalu terlihat Tessa dengan sebuah armor.
“Mari kita mulai,” ucap Tessa, kemudian 10 lingkaran sihir muncul dan memunculkan banyak batu besar.
“Serang,” ucap Tessa, batu besar melesat dengan cepat ke arah 10 lebah tersebut, batu terus bermunculan dan melesat selama 10 kali.
Wush Wush Wush Wush Wush Wush.
Kemudian, lebah mengarahkan tangannya yang tajam ke arah bebatuan dan tangan tersebut muncul lingkaran sihir.
Api muncul dan membesar dengan cepat dan melesat dengan cepat ke arah bebatuan tersebut.
Wushhhh.
Boooommmm.
Ledakan terjadi, namun bebatuan masih melesat ke arah 10 lebah tersebut, dengan reflek kuat, lebah menghindar dan menghancurkan bebatuan.
“Mati,” ucap Tessa, seketika muncul di depan Lebah11 yang bersiap untuk menghindari, namun dia kalah cepat dari Tessa.
Tessa memutar ke atas dan memukul tepat punggung Lebah11 tersebut, dengan cepat Lebah11 terdorong ke tanah.
Boooomm.
Tanah membentuk kawah selepas Lebah11 terkena tanah. Lalu, debu yang berterbangan mulai menghilang dan menampilkan Tessa yang berdiri di atas lebah dengan kepala hancur.
Lebah12 sampai Lebah20 melihat hal tersebut, mereka marah. Lingkaran sihir mulai terbentuk, setiap Lebah membuat 2 lingkaran sihir.
Tessa sendiri hanya membuat sebuah lingkaran sihir yang besar, kemudian dia berkata dengan nada santai.
“Earth Wall,” ucap Tessa, kemudian muncul sebuah tembok besar dari tanah di depannya.
Lebah12 sampai Lebah20 dengan cepat melesatkan serangan sihir mereka ke arah tembok tanah tersebut.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Booooommmmm.
Debu beterbangan di mana-mana, sembilan lebah mengira Tessa mati karena serangan tersebut.
Namun, tanpa mereka sadari sebuah 80 lingkaran sihir kecil mengelilingi mereka, kemudian sebuah suara terdengar.
“Dust Sand,” ucap suara tersebut yang tak lain ialah Tessa, kemudian 80 lingkaran sihir mengunci debu yang mengelilingi lebah.
Lalu, perlahan debu tersebut berubah menjadi lebih tebal. Sembilan lebah merasakan perasaan sesak, mereka jatuh satu persatu.
“Debu bisa membunuhmu, maka berhati-hatilah dengan debu,” ucap Tessa, kemudian mengayunkan tangannya dan debu menghilang.
Terlihat lebah yang terbaring mati di tempat tersebut, Tessa mengangguk dengan senang dengan hal tersebut.
Sisi Rina.
Rina berhenti dan mulai mengeluarkan 30 lingkaran sihir, kemudian es membentuk sebuah kerucut.
“Mati,” ucap Rina, dia melompat sambil berbalik ke arah 10 lebah yang berhenti.
Kemudian dia, melihat lebah memunculkan 2 lingkaran sihir di masing-masing tangan miliknya.
Api terlihat, angin terasa, kemudian mereka melepaskan sihir mereka, diikuti dengan Rina melepaskan sihirnya.
Wushhhh Wushhhh.
Boooooooommmmm.
__ADS_1
Gelombang kejut menerpa ke segala arah, kemudian terlihat tanah setengah beku dan terbakar.
Rina turun, kemudian dia menancapkan pedangnya ke bagian tanah yang membeku tersebut.
Lebah yang melihat hal tersebut, mereka segera menjadi waspada, mereka menyatukan kekuatan, lingkaran sihir besar terlihat.
Rina tidak kalah dengan hal tersebut, di bawah kakinya muncul lingkaran sihir yang sangat besar, mencakup tanah yang menjadi es.
“Tail Frozen,” ucap Rina, kemudian muncul sebuah gundukan bulat dari tanah, namun itu tidak berhenti sampai akhirnya terlihat sebuah ekor Kalajengking besar.
Sementara itu, ke 10 lebah sudah siap dan memunculkan sebuah Api yang membentuk sebuah Naga.
Api tersebut melesat ke arah Rina dengan cepat, sedangkan Rina menatap, kemudian dia tersenyum.
Ekor Kalajengking besar tersebut berayun dan menyerang ke arah Api yang membentuk seekor Naga.
Boooommmmm.
Gelombang kejut besar menyebar, namun udara yang diterima adalah udara yang sangat dingin.
Terlihat Api dibekukan beserta dengan 10 lebah tersebut, sementara Rina menatap dingin dan berbalik.
“Lemah,” ucap Rina, kemudian es yang membekukan api dan lebah pecah dan menghilangkan apa yang dibekukan tersebut.
Di sisi Kohta.
Ting Ting Ting Ting.
Kohta menahan serangan-serangan lebah tersebut, dia benar-benar terlihat bermain-main.
Kemudian, dia melihat bahwa tiga perempuan sudah selesai, dia pun menjadi sedikit serius, lalu menambahkan kekuatan tangan.
Dinggggg.
10 Lebah mundur saat merasakan kekuatan dorongan dari Kohta, mereka menatap ke arah Kohta dengan tajam.
Sementara Kohta, dia tersenyum menyeringai. Mata miliknya bersinar dan terlihat sebuah kobaran api ungu di sudut matanya.
“Yah, waktunya kalian mati,” ucap Kohta, kemudian dia mengalirkan Kin dan Ken lebih besar.
Bushhh.
Aura pedang Iblis dan pedang Tresta keluar, warna hitam dan biru muncul, kemudian membentuk sebuah kobaran api di pedang.
“Seni Bulan...” ucap Kohta, kemudian siluet bulan muncul di belakang Kohta, bulan yang bersinar penuh membuat 10 lebah diam.
“Tebasan Bulan,” ucap Kohta, seketika muncul di belakang 10 lebah dengan kedua pedang berada di sarung.
Hening.
Lalu terdengar suara klik, menandakan pedang sepenuhnya masuk ke dalam sarung pedang tersebut.
Jresssss.
10 lebah tersebut seketika tertebas, kaki, tangan, perut, bahkan kepala, semuanya tertebas sampai kecil.
Kohta mengatur nafas, kemudian dia menatap ke arah ke tiga perempuan, lalu dia mendekat ke arah mereka.
“Ayo kita pergi ke Kota,” ucap Kohta, ketiganya mengangguk, lalu mereka melesat pergi ke Kota.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.