
[Chapter 83.]
[Musuh tiba.]
[Silahkan Dibaca.]
Pohon Abadi, lantai 10.
Terlihat asap dan debu beterbangan di seluruh ruangan lantai 10, Tessa dan Kansha menatap ke arah depan mereka.
Mereka melihat perlahan-lahan asap dan debu menghilang, menampilkan sosok yang masih berdiri tegak.
Terlihat Chimera Abaddon yang hanya memiliki tampilan goresan saja, Tessa dan Kansha membelalakkan matanya.
Mereka benar-benar tidak mengira bahwa serangan sebesar itu hanya menggores tubuh Chimera.
“Kenapa kalian terkejut?” Kugo bertanya dengan ekspresi serius, dia kemudian berkata kembali.
“Hal itu sudah biasa, dia adalah level Beast,” ungkap Kugo, Tessa dan Kansha akhirnya menyadari hal tersebut.
Mereka berdua mengangguk dan mulai fokus kembali ke arah Chimera, kemudian suara Hanzo juga terdengar.
“Kalian berdua, carilah Inti dari Chimera, letak Inti Chimera ada di luar, jadi lebih mudah,” Tessa dan Kansha mengangguk dan berkata.
“Kami mengerti,” keduanya mulai menatap dengan tajam ke arah Chimera, mereka mencari letak inti Chimera tersebut.
Sementara itu, Chimera merasakan hal tersebut, namun fokus dia bukan ke arah Tessa dan Kansha.
Melainkan, dia memfokuskan diri ke arah Kugo dan Hanzo yang sedang bersiap-siap untuk menyerang dirinya.
Tringggg
Chimera memposisikan pedangnya menyentuh tanah, dia menatap ke arah Kugo dan Hanzo dengan serius.
Kugo dan Hanzo juga menatap Chimera dengan serius, mereka juga mulai membuat tempat perlindungan untuk Tessa dan Kansha yang berada di atas mereka.
“Ayo mulai,” selepas Kugo mengatakan tersebut, dia dan Hanzo melesat dengan cepat ke arah Chimera.
Lingkaran sihir ungu terbentuk di tangan milik Kugo dan Sayap milik Hanzo, keduanya melesat dengan cepat.
Sementara itu, Chimera juga mengeluarkan lingkaran sihir ungu di pedang miliknya, dia juga melesat ke arah Kugo dan Hanzo.
Bushhhhhhh.
Ketiganya tiba di tengah, Chimera mengayunkan pedangnya ke arah Kugo dan Hanzo.
Kugo berdiri di depan dengan tangan penuh magma, dia menahan pedang tersebut dengan kedua tangan miliknya.
Boooommm.
Hanzo yang sudah diselimuti oleh api Kegelapan menyerang ke arah Chimera dengan sayap kegelapan miliknya.
Wushhhh.
Kyakkkkk.
Chimera melihat hal tersebut, dia melepaskan pegangan dari pedangnya, lalu dia melakukan backflip ke belakang.
Booommmmm.
Serangan Hanzo tidak mengenai Chimera, serangan mendarat ke arah darat, kemudian Chimera tiba di dekat Hanzo.
Chimera mengepalkan tangannya dan muncul lingkaran sihir kuning kecil, kemudian Chimera mengayunkan kepalan tangannya ke arah perut Hanzo.
Buggghhhh.
__ADS_1
Kyaaaakkkkk.
Hanzo terpukul, dia merasakan rasa sakit dari pukulan tersebut, tanpa sadar dia terbang menuju ke arah Kugo.
Wushhhhh.
Brukkkk.
Hanzo menabrak Kugo, kemudian keduanya jatuh ke bawah, pedang yang ditahan Kugo juga jatuh.
Sebelum pedang menyentuh tanah, Chimera dengan cepat mengambil pedang tersebut, dia melompat dan mengayunkan pedangnya secara vertikal.
Wushhhh.
Kugo dan Hanzo yang masih terbaring di tanah, segera terbang ke samping dan berbalik ke belakang.
Booommm.
Pedang mengenai tanah kosong, Chimera kemudian melihat ke arah Kugo dan Hanzo, namun sebuah kepalan tangan merah mengenai tepat wajahnya.
Booooommmmm.
Groooaaarrr.
Chimera merasakan sakit, dia terpental ke belakang dan terjatuh ke bawah dengan keras.
Booom.
Debu berterbangan, Chimera terbaring di tanah, dengan wajah yang terlihat habis terbakar.
Chimera berguling-guling dan meraung kesakitan mendapatkan serangan tersebut, dia tidak pernah merasakan rasa sakit seperti itu.
Apa yang tidak Chimera ketahui, bahwa Kugo sebelum memukul sudah menggunakan lingkaran sihir hitam di tangannya.
Membuat tangannya sangat panas dan melebihi dari Lava normal, maka dari itu ketika lava mengenai tubuh Chimera, dia akan merasakan rasa sakit.
Mereka yakin bahwa itu adalah inti milik Chimera tersebut, Tessa dengan cepat turun dan berkata.
“Aku akan incar yang di bawah,” Tessa turun dari tubuh Kugo, kemudian dia melesat dengan cepat terjun ke bawah.
Booomm.
Tanah retak ketika Tessa jatuh ke bawah, dia kemudian melesat maju ke arah Chimera, Kansha sendiri menghilang dengan skill miliknya.
Kugo dan Hanzo saling memandang dan mengangguk, mereka tetap diam dan membiarkan Tessa dan Kansha melesat ke arah Chimera.
Keduanya dengan cepat ke arah Chimera yang masih menahan rasa sakit, dia tidak bergerak untuk memulihkan pukulan tersebut.
Tessa tiba di dekat dari Kristal tersebut, dia menggunakan Ain miliknya, tanah melembut dan menyatu dengan tangan milik Tessa.
Dia mengayunkan pukulan miliknya dengan keras ke arah Kristal merah di kaki milik Chimera tersebut.
Wushhhhh.
Booooommm.
Tessa memukul tepat Kristal tersebut, lalu terlihat Kristal perlahan-lahan retak.
Krak krak krak krak.
Pyarrrrr.
Kristal hancur berkeping-keping, kemudian Tessa dengan cepat pergi kembali menuju ke arah Kugo dan Hanzo.
Kansha sendiri muncul dan mulai menggunakan Ain miliknya, Belati Kansha seketika diselimuti oleh elemen kegelapan.
__ADS_1
Wushhhhh.
Slashhhhh.
Kansha menebas ke arah tepat kristal hijau tersebut, Kristal hijau tersebut terbelah menjadi dua, diikuti oleh teriakan dari Chimera.
Grrooooaaarrrrr.
Chimera meraung dengan keras, dia benar-benar merasakan rasa sakit di seluruh tubuhnya.
Kugo dan Hanzo yang melihat hal tersebut, mereka menghela nafas, dan Kugo terduduk di tanah dengan keras.
Booommm.
Hanzo sendiri berdiri di tanah tersebut, dia hanya menggunakan sekali skil ungu saja.
Tessa tiba di dekat mereka berdua, Kansha sendiri muncul di dekat Tessa, mereka berempat melihat ke arah Chimera yang berubah menjadi butiran-butiran cahaya.
Mereka berempat menatap dengan senang, kemudian mereka mendengar suara dari Pohon Abadi.
“Selamat kalian berdua telah menyelesaikan lantai 10.”
“Maka dari itu, ini adalah hadiah dariku, kalian berdua teruslah kejar impian kalian, aku akan mendukung kalian suatu saat nanti.”
Suara tersebut berkata dengan nada serius, Tessa dan Kansha mendengarkan seluruh ucapan dari Pohon Abadi.
Namun, selepas itu mereka merasakan tubuhnya menjadi panas, mereka benar-benar merasa panas di tubuhnya.
Keduanya segera duduk lotus, Kugo dan Hanzo mengamankan lantai 10 tersebut, kemudian mereka duduk di dekat kedua perempuan tersebut.
Tessa dan Kansha mulai menyerap dan memahami apa yang mereka dapatkan, sementara Kugo dan Hanzo sudah mengerti apa yang akan keduanya dapatkan.
Mereka bisa tahu karena melihat reaksi pertama kali kedua perempuan tersebut, dengan reaksi mereka berdua, dapat diketahui apa yang keduanya dapatkan.
Garis darah.
**
Di sisi Kohta.
Kohta dan Rina, menatap ke arah kota gerbang, kemudian Kohta sedikit membuka pedang miliknya dari sarung pedang.
“Datang.”
Dengan ucapan Kohta tersebut, berbagai siluet hitam muncul dan berdiri di pohon-pohon di depan Kohta dan Rina.
Sementara itu, Liliana berada di belakang mereka, dia mengerutkan keningnya dan berkata dengan nada serius.
“Iblis, nafas Iblis,” Kohta dan Rina sedikit terkejut, namun segera sadar kembali, ketika Elf di depan berteriak.
“Kalian berdua, serahkan Elf Goddess itu kepada kami atau kau akan mati, Kyahahaha,” teriak gila Elf tersebut, yang tak lain Kurht.
Kohta menatap ke arah Kurht, dia tersenyum dan berkata dengan nada ringan dan serius.
“Menyerahkan, maaf. Aku lebih baik memilih bertarung daripada menyerahkan apa yang kumiliki.”
Kohta berkata dengan arogan dan sombongnya, Kurht mendengar hal tersebut menghitam, dia marah.
“Bajngan, bunuh mereka berdua dan buat tunduk Elf Goddes,” teriak Kurht, kemudian 1000 Elf melesat ke arah Kohta, Rina, dan Liliana.
“Waktunya bergerak.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.