
[Chapter 15.]
[Pergerakan Monster.]
[Silahkan Dibaca.]
Di sebuah hutan dekat dengan Kerajaan Yunan, hutan tersebut adalah hutan monster, banyak orang yang pergi ke sana, namun mereka tidak kunjung pulang.
Hutan monster tersebut, berisikan monster yang mengerikan. Peringkat terendah di hutan monster adalah Titan.
Awal para monster tinggal disana adalah 800 tahun yang lalu, dimana monster dan manusia saling bersama, mereka saling rukun satu sama lain.
Monster selalu membantu manusia, begitu sebaliknya. Sampai suatu hari, ada Iblis yang melihat kebersamaan mereka.
Iblis tersenyum menyeringai lebar, lalu terbang menuju ke gang yang sepi, disana Iblis mulai menyamar menjadi manusia.
Karena bentuk dan struktur tubuh Iblis mirip dengan manusia, menjadikan Iblis lebih mudah dalam menyamar.
Selesai menyamar, Iblis berjalan menuju ke arah tempat para Monster. Sementara monster, melihat kedatangan Iblis, dia menyapanya karena menurut monster itu adalah manusia.
“Halo, ada yang bisa kubantu, Manusia?,” Ucap Monster tersebut dengan bahasa manusia. Monster juga bisa berbicara disaat peringkat mereka sudah mencapai Titan.
Iblis tidak menyapa, melainkan tersenyum dan melesat ke arah monster dan membunuhnya di tempat. Banyak monster melihat hal tersebut terkejut.
Iblis yang menyamar itu, langsung pergi dari lokasi monster. Sedangkan, para monster melihat salah satu keluarganya di bunuh, mereka marah dan menyalahkan para manusia.
“Manusia, beraninya mereka membunuh saudara kita.” Ucap salah satu monster, lalu para monster mulai mendeklarasikan perang dengan para manusia. Hari itu dikenal hari pembunuhan manusia di dalam hutan monster.
Kembali ke masa sekarang, di hutan monster tepatnya di sebuah gua yang tertutup. Sosok makhluk tiga tanduk, empat sayap, tubuh manusia, dengan kaki elang, membuka matanya.
Makhluk tersebut ialah Iblis peringkat Master tingkat 2. Iblis tersebut tersenyum menyeringai, lalu tertawa dengan keras.
“Hahahaha, waktunya aku menghancurkan para manusia.” Teriak Iblis di dalam gua hutan monster. Lalu sayap membentang dan keluar dari gua tersebut.
Wushhh.
“Tunggu saja, akhir darimu para manusia.” Ucap Iblis sambil terbang di langit.
Kerajaan Yunan.
Kohta yang berbaring tidur di ranjang, melihat ke samping dirinya dan menemukan ada seseorang yang berbaring di sebelahnya.
__ADS_1
Kohta tersenyum melihat seseorang yang tertidur di sampingnya. Kohta mengelus rambut orang tersebut yang tak lain Rina.
Rina yang merasa ada yang memegang kepalanya, dia terbangun dan melihat Kohta yang diam sambil tersenyum.
“Selamat pagi,” Ucap Kohta dengan senyuman. Rina tersenyum melihat hal tersebut. Dia menjawab sambil tersenyum indah.
“Pagi, sayang.” Ucap Rina, memeluk Kohta dengan mesra. Lalu, mereka berhenti bermesraan saat, ada suara mengetuk pintunya.
“Tuan, waktunya makan pagi.” Ucap seorang pelayan dari pintu. Kohta dan Rina mendengar ketukan tersebut, segera bangun dari tempat tidur.
“Kamu bisa duluan.” Ucap Kohta lalu turun dari tempat tidur diikuti oleh Rina. Pelayan yang diluar menjawab.
“Baik, Tuan.” Ucap pelayan tersebut, pergi dari pintu kamar Kohta. Sementara itu, Kohta dan Rina pergi menuju ke kamar mandi.
Mereka berdua mandi bersama, lalu keluar dan memakai pakaian mereka masing-masing. Setelah itu, pergi keluar dari kamar.
“Jadi, kita akan pergi ke kediaman dulu atau langsung pergi ke guild petualang?” tanya Rina yang berada di sebelah Kohta.
“Kita pergi mendaftar terlebih dahulu, setelah itu pergi ke kediaman untuk membersihkan kediaman tersebut.” Ucap Kohta, dengan santai.
“Baiklah.” Ucap Rina sambil mengangguk, serta menunjukkan senyumannya.
Lalu, mereka berdua berjalan bersama ke ruang makan. Dalam perjalanan mereka, selalu berbicara sambil bercanda.
“Silahkan masuk, Tuan dan Nyonya.” Ucap pelayan tersebut, Kohta dan Rina masuk ke dalam ruang makan.
Di dalam ruang makan, mereka mendapati Raja, Ratu, Sean, Elli, dan Sinon yang sudah duduk di kursi ruang makan tersebut.
‘Dimana Albert?’ batin Kohta, saat melihat Albert tidak ada di ruang makan tersebut. Theo dan Grisela tahu apa yang difikirkan Kohta, Theo pun berkata.
“Kohta, Rina segera duduk. Kita akan makan, serta untuk Albert dia pergi ke Kerajaan tetangga untuk menemui tunangannya.” Ucap Theo, lalu Kohta dan Rina duduk di kursi ruang makan.
“Baiklah, mari makan.” Ucap Theo kepada semua orang yang berada di ruang makan tersebut. Lalu, mereka semua mulai makan bersama.
Beberapa menit kemudian, mereka selesai makan. Theo kemudian menatap ke arah Kohta dan Rina, lalu berkata.
“Kohta, ini adalah surat untuk kediamanmu. Serta Rina, apakah kamu benar-benar ingin terus bersama dengan Kohta?” Ucap Theo, dia ingin memastikan.
“Aku ingin bersamanya, Kak.” Ucap Rina dengan tegas, Theo melihat mata Rina yang serius, dia pun mengangguk sambil tersenyum.
“Maaf Paman, kami ijin pergi terlebih dahulu, karena kami memiliki agenda penting hari ini.” Ucap Kohta, lalu berdiri diikuti oleh Rina.
__ADS_1
“Ya, hati-hati Kohta dan jaga Rina selalu.” Ucap Theo, sementara Grisela berkata kepada Rina sambil tersenyum.
“Semoga kamu bahagia, Rina.” Ucap Grisela, berdiri dan berjalan menuju ke Rina dan memeluknya. Sean dan Elli mereka diam dan tersenyum.
“Baik kak.” Ucap Rina, lalu Grisela melepaskan pelukannya, Rina pun melanjutkan ucapannya.
“Jaga dirimu, kak. Tapi, kakak juga bisa berkunjung ke tempat kami.” Ucap Rina, sementara Grisela tersenyum mengangguk.
“Baiklah, kami pergi terlebih dahulu.” Ucap Kohta, lalu mereka berdua berjalan pergi keluar dari ruang makan.
Saat keduanya pergi, Shadow muncul di belakang Theo. Lalu, Shadow berkata.
“Yang Mulia, ada sesuatu yang terjadi dengan hutan monster.” Ucap Shadow, ekspresi serius muncul di Theo, lalu berkata.
“Apa yang terjadi?” Ucap Theo, sedangkan Grisela mengangkat Sinon dan keluar dari ruang makan. Grisela tidak ingin Sinon mendengarkan laporan tersebut, karena Sinon masih anak-anak.
Sean dan Elli berada disana, tatapan mereka tak kalah seriusnya dengan Theo. Shadow pun menjawab.
“Monster di hutan mulai terlihat berkelompok, mereka seperti bersiap untuk perang.” Ucap Shadow, lalu Theo dengan cepat berkata.
“Shadow, awasi pergerakan Monster. Jika benar, para monster akan memulai peperangan, kita harus bersiap.” Ucap Theo dengan serius.
“Baik, Yang Mulia.” Ucap Shadow, lalu menghilang dari ruang makan tersebut. Sean dan Elli menatap ke arah Theo. Sean, lalu berkata.
“Ayah, sepertinya kita harus memerintahkan Prajurit untuk memperketat penjagaan di tembok.” Ucap Sean, sedangkan Theo mengangguk.
“Kau benar, Sean. Kita juga harus bersiap, kemungkinan terburuknya adalah Kerajaan Yunan akan hancur.” Ucap Theo, berjalan keluar dari ruang makan. Sean dan Elli pun juga pergi keluar dari ruang makan.
Di sisi Kohta, dia sekarang berjalan bersama Rina menuju ke Guild petualang. Banyak orang terkejut melihat adik dari Ratu, keluar bersama dengan seorang Laki-laki.
Kohta dan Rina, menghiraukan ucapan para warga. Mereka terus berjalan menuju ke Guild petualang dengan ekspresi biasa.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan pintu Guild petualang. Lalu, saat mereka akan melangkah masuk, ada suara dari belakang mereka.
“Oh, jadi ini kenapa kamu menolakku, Rina.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.