Pengantin Pengganti Sahabatku

Pengantin Pengganti Sahabatku
Unboxing Part 1


__ADS_3

Acara makan malam sudah selesai dan semua kejutan pun telah diberikan Shaka khusus untuk istri tercinta. Ya, mulai malam ini bagi pengacara muda tersebut, Zahira adalah sosok perempuan yang sangat ia cintai melebihi apa pun di dunia ini. Posisi Ziva pun telah digantikan Zahira di hatinya.


Sepanjang jalan menuju hotel, tak hentinya-hentinya Shaka mencuri pandangan pada sosok perempuan cantik di sebelahnya. Tatkala tatapan mata saling beradu pandang, jantung pria itu berdenyut kencang bahkan hampir saja meledak akibat iramanya yang terus menerus mempompa lebih kencang dari biasanya.


Saat mereka keluar dari pintu lift, Shaka memutuskan menggendong Zahira ala bridal style. "Enggak usah ah, Ka, aku bisa jalan sendiri." Gadis cantik berparas jelita menolak saat lelaki itu mengambil ancang-ancang menggendong tubuhnya yang mungil.


"Ayolah, Ra, jangan menolak niat baik suamimu ini!" rengek Shaka seperti anak kecil yang tengah meminta dibelikan mainan pada sang ibu.


Zahira bergidik melihat sikap manja sang suami. Seumur hidup, baru kali ini pria itu bertingkah seperti anak kecil. Ia pikir Shaka adalah sosok pria dingin dan berwibawa, tapi ternyata lelaki itu dapat bersikap kekanak-kanakan saat bersamanya.


"Please, Sayang. Izinkan aku menggendongmu seperti pengantin baru pada umumnya, menggendong sang istri masuk ke kamar pengantin mereka. Saat kita menikah aku sama sekali tak memperlakukanmu dengan baik, aku malah membangun benteng pemisah di antara kita hingga membuat kamu dan aku tidur terpisah selama satu bulanan ini. Jadi untuk kali ini, biarkan aku membayar semua kesalahanku di masa lalu," sambung pria itu memelas.


Aah ... rasanya Zahira seperti terbang ke langit ke tujuh saat Shaka dengan lantang dan tanpa ragu memanggilnya 'sayang'. Sebutan itu membuat hatinya berbunga-bunga bagai bunga Jacaranda yang tengah bermekaran di luaran sana.


Zahira menarik napas panjang, kemudian memindai keadaan sekitar lorong menuju kamar penginapan. Suasana sepi, tak ada satu pengunjung lalu lalang di sekitaran lorong. Maklum waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam waktu setempat, mungkin orang-orang sudah tertidur berbalut mimpi indah di kamar masing-masing.


"Ya udah, kamu boleh menggendongku. Tapi hati-hati jangan sampai terjatuh! Aku ... takut terjatuh, Ka."


Shaka tersenyum. "Jangan ragukan keperkasaanku karena kalau sampai kamu tahu betapa hebatnya suamimu ini, aku yakin kamu akan menyesal sebab telah meremehkan kekuatan ototku." Pria itu sedikit membungkukan badan, kemudian menggendong tubuh istrinya ala bridal style.

__ADS_1


Gelak tawa mengiringi saat mereka bersama-sama menuju salah satu kamar hotel yang telah dihias seperti kamar untuk berbulan madu. Zahira hanya bisa pasrah saat tangan kekar nan berotot membuat tubuhnya seperti melayang di udara. Kedua tangan gadis itu melingkar erat di leher sang suami.


"Sebentar lagi kita sampai di kamar, Sayang. Kamar yang akan menjadi saksi bisu betapa tulus dan murninya cinta kita berdua," bisik Shaka lembut di telinga Zahira.


Zahira menunduk tersipu. Ucapan Shaka terdengar begitu vulgar, tapi sukses membuat pikirannya sebagai gadis normal melayang ke mana-mana.


Shaka menurunkan Zahira di depan kamar, lalu membuka pintunya menggunakan kartu akses. Setelah itu, ia kembali menggendong istrinya dan memasuki kamar. Dengan satu kaki, ia tutup kembali daun pintu tersebut.


"Selamat datang di kamar pengantin kita, Nyonya Shaka." Tangan kekar Shaka meletakkan tubuh Zahira secara perlahan di atas pembaringan.


Suasana temaram, tak ada lampu yang menyala. Hanya ada cahaya lilin serta sinar rembulan di luar sana menjadi satu-satunya penerang bagi mereka. Zahira duduk di pembaringan dengan wajah tertunduk. Tidak berani menatap sosok pria yang teramat dicintai karena jika ia berani maka bisa saja gadis itu lupa bagaimana caranya bernapas.


"Zahira," panggil Shaka lembut. Pria itu duduk di sebelah istrinya sambil tangan kanannya meraih pinggang sang istri. Ia bawa tubuh gadis itu mendekat hingga tak ada jarak yang memisahkan mereka.


Tangan kekar yang ia gunakan untuk menggendong Zahira menyentuh ujung dagu sang istri. Bola matanya menatap lekat iris coklat istri tercinta. "Lihat aku seorang, Sayang." Perlahan, bibir pria itu mendarat di bibir ranum Zahira. Membelai bibir itu dengan kecupan-kecupan penuh cinta.


Tubuh Zahira membeku, pikiran gadis itu kosong. Sapuan lembut lidah Shaka yang mengabsen setiap rongga mulut terasa memabukkan hingga membuat dokter cantik tak tahu harus merespon apa. Hati gadis itu terlalu kencang berdetak dengan debaran gunung berapi yang seakan siap meledak kapan pun.


"Ra, kamu cantik sekali malam ini," ucap Shaka di tengah deru napas memburu. Napas tersengal seakan ia baru saja lari maraton keliling lapangan bola.

__ADS_1


Tangan kanan Zahira yang bertumpu di atas kasur, mencengkeram erat sprei putih yang telah ditaburi kelopak mawar merah membentuk hati di atasnya. Suara parau disertai embusan napas panas semakin membuat gelenyar aneh mulai menjalar ke seluruh tubuh.


"Sayang, bolehkah aku ...."


Perkataan itu membuat Zahira terdiam cukup lama. Otaknya mendadak beku, tentu saja ia mengerti makna tersembunyi dibalik ucapan Shaka. Walaupun dia tak berpengalaman dalam urusan percintaan, tapi untuk urusan orang dewasa tentu saja gadis cantik berdarah campuran Tionghoa-Belanda mengerti ucapan sang suami.


Pemilik bola mata indah melingkarkan kedua tangan di leher Shaka. Tanpa banyak kata, ia membalas ciuman suaminya. Shaka mendesaah saat istrinya mengulum bibirnya dengan gerakan kaku. Pria yang berprofesi sebagai pengacara muda di kantor firma hukum terkenal di kota Jakarta menekan tengkuk gadis itu untuk memperdalam ciuman mereka.


Darah Zahira berdesir saat tangan Shaka mulai menyingkap ujung dress yang ia kenakan hingga memperlihatkan paha putih nan mulus tanpa cacat sedikit pun. Telapak tangan yang besar itu mengantarkan kehangatan, memercikkan bara api yang menjalar ke seluruh tubuh.


Shaka melumaat habis bibir ranum nan seksi itu dengan tergesa-gesa seakan takut jika gadis di hadapannya menghilang dari pandangan. Tangan pria itu bergerak secara perlahan ke punggung istrinya, menurunkan ritzleting dress milik istri tercinta.


Bulu kudu Zahira meremang saat udara dingin menerpa kulit bagian punggungnya yang terekspose setengahnya tapi Shaka tak memberikan kesempatan kepada gadis itu untuk merubah pikiran. Sang lelaki terus menghujani gadis cantik itu dengan ciuman dan sentuhan penuh mendamba.


Udara dalam ruang kamar tipe presidential suite semakin memanas seiring deru napas memburu serta suara erangan halus bersumber dari keduanya. Gairah hasrat yang terpendam selama ini mulai muncul ke permukaan.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tahan napas. Part selanjutnya masih dalam proses pengetikan. 😊


__ADS_2