
...🍀🍀🍀...
Ibunda Ratunya Rey sedang berada dalam emosi, ya salahnya Rey juga karena dia berbohong hal yang di pikir adalah hal kecil padahal besar baginya.
Jadilah Rey harus menjelaskan semuanya, padahal menurut Rey masalah Cleo itu tidaklah penting. "Sayang, aku gak pernah pelukan sama siapapun!"
"Terus kenapa bau parfum wanita? Pasti Mas habis pelukan sama wanita lain kan? Jawab Mas, siapa orangnya?" tanya Zahwa yang mulai meninggikan suaranya.
"Sayang...tenang dulu ya, nanti junior kita juga emosi di dalam sana. Aku jelaskan semuanya, oke?" Rey memegang tangan Zahwa, berusaha menenangkan istrinya.
"Haaahh...oke jelasin sekarang!" seru Zahwa tegas dengan mata mode marah.
"Jadi gini sayang...tadi tuh..."
Tring!
Tiba-tiba saja terdengar suara dering ponsel Rey, dering pesan masuk. Zahwa memicingkan matanya mendengar suara pesan masuk sebanyak dua kali ke ponsel Rey itu. Tatapannya begitu curiga, tapi Rey cuek saja dan berusaha menjelaskan tentang Cleo. "Jadi gini sayang..."
Tiba-tiba si Zahwa menyela ucapan suaminya. "Nanti dulu Mas! Sini ponsel kamu," wanita itu menadahkan tangannya seraya meminta ponsel suaminya.
"Mau apa sayang?"
"Sini aja!"
Sumpah demi apapun, saat ini Rey sedikit gemetar melihat istrinya yang marah dan suaranya yang merdu itu meninggi. Dia pun menyerahkan ponselnya kepada Zahwa.
"Gak ada apa-apa di ponsel Mas, sayang."
"Diam Mas!" Zahwa pun membuka ponsel suaminya dengan finger print jempol tangannya yang sudah di pasangkan menjadi kunci ponsel tersebut.
__ADS_1
Setelah membuka ponsel suaminya dia langsung melihat riwayat panggilan disana, banyak panggilan dari Cleo. Lalu dia pun beralih melihat pesan yang masuk ke ponsel suaminya itu.
Astagfirullah! Aku lupa pesan dan riwayat panggilan belum di hapus. Rey panik ketika dia teringat bahwa dia belum menghapus riwayat pesan yang dikirimkan oleh Cleo sebelumnya.
"Sayang--"
"Wah...apa ini? Kak, aku hamil...kak makasih ya martabaknya, haha..." Zahwa tertawa getir melihat isi pesan dari wanita bernama Cleo itu dari suaminya. "Oh...jadi kamu ketemu kak Cleo, Mas?"
Deg!
Rey tercengang dengan nada suara istrinya yang begitu sarkas padanya. Mode marahnya sudah kelewat maksimal, apalagi matanya merah dan berkaca-kaca. "Mas juga kasih martabak sama kak Cleo, tapi mas bilang martabaknya jatuh...gimana ceritanya ini mas?" tanya Zahwa dengan air mata yang mulai luruh membasahi pipinya.
"Sayang...maafin aku, maafin aku udah bohong. Aku akan jelaskan semuanya ya sayang, kamu dengarkan dulu..."
"Padahal aku nungguin kamu, aku cemas takut terjadi sesuatu sama kamu, tapi ternyata kamu ketemuan sama kak Cleo....hiks...hiks..." Zahwa terisak, lalu dia melempar ponsel Rey ke sembarang tempat. Kemudian dia beranjak pergi dari sofa itu menuju ke kamarnya.
Tentu Rey tidak diam saja ketika istrinya dalam mode ngambek itu, dia mendekati sang istri dan memeluknya dari belakang. "Lepasin! Aku mau dekat-dekat sama Mas, dasar pembohong...aku gak mau dekat pembohong!" ketus Zahwa sambil terisak, air matanya masih jatuh.
Tangan Rey memeluk istrinya dengan erat, namun gemetar. Ia takut Zahwa marah padanya. Ya, memang dia sudah marah sekarang karena kebohongan yang menurut ia kecil itu, tapi berdampak besar pada perasaan Zahwa. "Mas salah...mas salah sayang, mas tadi emang pergi ketemu Cleo, tapi---"
"Udah jangan diterusin lagi!" sela Zahwa emosi.
"Sayang..."
"Aku mau sendiri dulu, jangan ganggu aku...hiks...hiks..." Zahwa menangis sambil berusaha untuk melepaskan dirinya dari pelukannya.
"Gak! Mas tidak akan membiarkan kamu pergi sebelum kamu mendengar penjelasan dari kamu, mas tidak akan biarkan kamu sendiri." Pria itu memeluk istrinya semakin erat, dia benar-benar menyesal sudah membuat istrinya menangis karena bohong. Apalagi istrinya sedang hamil dan mudah sensitif.
"Hiks...hiks..."
__ADS_1
"Jangan nangis sayang, please...mas gak bisa lihat kamu nangis. Kita bicara baik-baik ya, Mas akan jelaskan semuanya..."
"Gak usah dijelasin...hiks...udah jelas Mas bohong kan sama aku?" Zahwa menangis tergugu, dia memukul-mukul tangan suaminya. Lalu dia menggigit tangan suaminya agar bisa terlepas dari pelukan itu.
"Auwww!" pekik Rey saat merasakan tangannya sakit karena digigit oleh Zahwa. Dia melihat tangannya berdarah.
BRAK!
Zahwa menutup pintu kamarnya dengan keras dan menguncinya. Rey menggedor pintu kamar itu. "Sayang, buka pintunya sayang...Mas mohon sama kamu, jangan begini sayang! Kasihan junior, kalau kamu marah-marah sayang." ucap
"Kalau Mas kasihan sama junior, mas ngapain bohong?!" teriak Zahwa marah, dia bersandar di balik pintu itu.
"Iya Mas salah, mas udah bohong...mas janji gak akan bohong lagi sayang."
"Martabakku juga Mas kasih sama dia! Mas jahat," wanita hamil itu berpindah tempat ke atas ranjang dan tiduran dengan posisi tengkurap.
Akhirnya Rey pun memutuskan untuk menjelaskan didepan pintu pada Zahwa karena pasti wanita itu juga mendengarnya.
"Sayang...mas tadi lagi beli martabak, terus mas gak sengaja ketemu sama Cleo...dia lagi berantem, Cleo lagi hamil dan dia pendarahan. Tapi kamu jangan salah paham, itu bukan perbuatan Mas! Dia tadi berantem sama cowok yang menghamili dia, terus mas ada disana dan bantuin dia ke rumah sakit....maafin mas karena mas gak jelasin sama kamu, gak minta izin dulu sama kamu buat bawa dia ke rumah sakit, tadi mas buru-buru. Mas tau salah sayang, apalagi soal martabaknya...martabak itu emang seharusnya buat kamu, tapi mas kasihin ke Cleo karena dia pengen martabak. Apapun itu...mas tetap salah, mas salah..."
Rey mengakui bahwa dia salah sudah membuat Zahwa menangis karena kebohongannya. Dia sangat menyesal membuat istri tercintanya menangis begitu. "Sayang...maafin Mas, sudah melukai hati kamu."
Sayangnya saat ini Zahwa sedang tidak mau bicara pada suaminya, moodnya sangat tidak baik. Setelah mendengar penjelasan suaminya, hati Zahwa tetap tidak merasa lebih baik. Dia masih kesal dan mungkin ini karena hormon kehamilannya juga. "Apa salahnya jujur? Kenapa mesti bohong? Kenapa sih?" gerutu Zahwa sambil meremass bantalnya dengan kesal. Air mata masih membasahi pelupuk matanya, sampai bantal pun terkena imbasnya.
Di luar sana, Rey terlihat gelisah. Dia mengusap rambutnya dengan kasar. "Dasar Reyndra bodoh! Seharusnya kamu tidak berbohong Rey, sekecil apapun itu harus kamu katakan pada istrimu. Sekarang Zahwa jadi menangis kan? Padahal kamu sudah berjanji di hadapan Allah, bahwa kamu tidak akan membuatnya menangis." gerutu Rey menyesali perbuatannya.
...****...
Part Selina di bab berikutnya ya 🤫🙈 sabar
__ADS_1