Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 63. Status FB dan move on


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Tadinya Zahwa sedang santai makan cemilan dan duduk sambil menonton drakor kesukaannya, namun dia merasa bosan dan akhirnya dia mengambil ponselnya.


Tangan cantik Zahwa menscroll media sosial FB-nya. Namun beberapa detik kemudian dia melihat sebuah status yang membuat kedua matanya melebar.


"ASTAGFIRULLAHALADZIM!"


"Apa-apaan ini? Kenapa kak Rey bikin status begini?" Zahwa bertanya-tanya mengapa kakaknya membuat status yang men-tagg dirinya dengan gambar cincin milik Zahwa yang diberikan oleh Rey disana. Cincin dengan motif bunga dengan permata putih ditengahnya, yang dibeli di salah satu toko perhiasan didalam sebuah mall besar waktu Zahwa akan berangkat ke kemah.


Status itu bertuliskan caption pendek seperti Rey, orang yang tidak suka puisi atau bicara panjang lebar.


...Kau milikku....


Walaupun tidak memakai nama asli Reyndra, tapi Zahwa tau nama akun FB kulkas 15 pintu itu adalah julukan yang diberikannya pada Rey.


"Kak Rey apa-apaan sih? Kenapa dia bikin kayak gini? Terus sejak kapan dia punya FB? Dia kan gak suka main media sosial," gumam Zahwa keheranan.


Kemudian Zahwa pun melihat wall FB Rey, dia hanya melihat ada foto-foto ikan hias Nemo, kucing bernama Doris dan juga cincin itu. FB itu juga baru dibuat beberapa jam yang lalu. "Kakak..." lirihnya saat melihat gambar ikan Nemo yang bertuliskan caption.


..."Kesayanganku my Nemo, love you"...


..."Otw halal... kupinang kau dengan bismillah Kalimah Zahwa Jawharah"...


Hati Zahwa kembali berdebar saat melihat tulisan itu, ya dia tau caption itu ditujukan untuk dirinya. Nemo, adalah nama panggilan kesayangan Rey untuk Zahwa.


Tak lama kemudian, dia melihat ada pesan masuk ke ponselnya. Dari kakaknya Zayn yang memberitahukan bahwa semua keluarga telah setuju dengan hubungan Rey dan Zahwa.


Gadis itu pun tersenyum lebar, dia berjingkrak-jingkrak bahagia. Tak hanya itu, di pun berteriak mengucapkan rasa syukurnya.


"Alhamdulillah ya Allah! Alhamdulillah..."


Tidak ada yang membahagiakan Zahwa selain berita ini, berita dimana dirinya dan Rey akan segera mengambil langkah menuju ke jalan halal yang diridhai Allah SWT. Demi menghindari zina, menyalurkan cinta dan hasrat yang tulus seorang manusia. Menyatukan dua kepala alias dua pemikiran menjadi satu, bismillahirrahmanirrahim.


*****


Ketika Zahwa sedang bahagia, lain halnya dengan Raihan yang saat itu baru selesai mengajar di kampusnya. Dia menerima notifikasi di ponselnya, awalnya ia acuh terhadap notifikasi dari FB itu. Memang dia jarang main media sosial dan hanya fokus pada urusan pekerjaan dan pesantren. Namun fokusnya pecah saat melihat pesan dari Zainab.


...Assalamualaikum Mas, apa kamu sudah lihat status Zahwa? Alhamdulillah ya mas, akhirnya Zahwa udah move on dari kamu....


Mata Raihan melebar melihat isi pesan dari istrinya yang berasa ambigu itu. Apa maksud Zainab mengirimkan pesan itu padanya?


Raihan pun hanya membaca tanpa membalasnya, jujur semenjak kejadian Zainab menampar Zahwa. Raihan semakin tidak bersimpati pada istrinya, meski sang istri melakukannya seperti raja. Zainab saat lembut, tapi sifat buruknya membuat Raihan ilfeel. Dan soal cinta? Jangan ditanyakan lagi, karena Raihan sama sekali belum memiliki perasaan seperti itu kepada istrinya, sampai saat ini. Hatinya masih kepentok cinta mantan, yang gagal menikah dengannya.


Raihan memilih mengabaikan pesan itu dan fokus pada komputernya, kini dia sedang berada di ruangannya memeriksa hasil ujian mahasiswa.


Ting!


Suara dering pertanda pesan kembali masuk ke ponselnya. Ekor mata Raihan menoleh pada ponselnya, dia melihat isi pesan tanpa membukanya tapi pesan itu dia baca.


...Mas, coba kamu lihat status FB Zahwa....

__ADS_1


Kini Raihan tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi terhadap status Facebook Zahwa, yang bahkan tadi sempat ada notifikasinya. Mungkinkah telah terjadi sesuatu kepada Zahwa? Apa maksudnya Zainab dengan kata move on itu?


Setelah membuka kunci ponselnya dengan finger print, tangan Raihan membuka aplikasi FB di ponselnya. Lalu dia membuka notifikasi status Zahwa, sementara notifikasi yang lainnya dia abaikan.


"Palingan Zahwa cuma bikin status tentang kesehatan gigi atau ayat-ayat Al-Qur'an." Pikir Raihan sambil bergumam sendiri.


Pikiran Raihan jelas benar-benar salah, bukan status itu yang dimaksud, tapi status lain. Seorang pria men-tagg Zahwa dengan foto-foto dan caption yang membuat rahangnya mengeras. Status itu jelaslah menuju ke arah pernikahan, apalagi ada cincin.


"Astagfirullah...ini gak mungkin. Tidak mungkin dalam waktu 1 bulan kamu bisa move on dariku Zahwa, pasti ini cuman akal-akalan kamu untuk membuat aku cemburu iya kan? Zahwa....apa sampai segitunya kamu ingin aku marah dan cemburu?" gumam Raihan dengan percaya diri bahwa Zahwa membuat status itu sendiri untuk membuatnya cemburu dan panas. "Ternyata kamu masih sangat berharap padaku Zahwa, baiklah...karena aku juga masih mencintaimu."


Dengan hati yang tidak tenang dan penuh pertanyaan, akhirnya Raihan pergi dari ruangannya setelah menyelesaikan setengah dari pekerjaannya.


Dia pergi menuju ke rumah Zahwa sambil membawa setangkai bunga mawar ungu kesukaan gadis itu. Sungguh Raihan benar-benar pria yang tidak tahu malu dan sangat percaya diri. Sesampainya di rumah Zahwa, dia langsung memencet bel rumah itu sambil membawa setangkai bunga mawar ungu ditangannya.


Setelah terdengar dering ketiga bel itu, barulah pintu rumah Zahwa terbuka. Zahwa yang membukanya karena hanya ia yang berada di rumah.


"Assalamualaikum,"


"Wa-waalaikum salam?"


Kenapa mas Raihan kemari?


"Kamu datang sendiri, mas?" tanya Zahwa cuek, sambil melihat-lihat ke belakang Raihan dan tidak ada siapapun disana. Hanya motor maticnya yang terparkir di depan gerbang rumahnya.


"Iya Zahwa, aku mau bicara sama kamu."


"Maaf mas, aku gak bisa!"


Malas sekali sebenernya Zahwa meladeni mantan calon suaminya itu, tapi dia tidak mau kalau Raihan terus mengganggunya. "Kamu mau bicara apa mas? Kamu mau aku di pukul istri kamu lagi?" tanya Zahwa retoris dengan mata yang tajam.


"Maafkan Zainab ya Zahwa, aku sudah menegurnya."


Brak!!


Zahwa langsung menutup pintu rumahnya dengan keras. Wajahnya tampak dingin menyambut pria itu, sangat tidak ramah.


"Cepetan bicaranya mas! Aku mau pergi keluar!" seru Zahwa yang memang sudah bersiap untuk pergi keluar rumahnya. Dia sudah memakai setelan jilbab berwarna hitam bahan satin, blouse putih,celana kulot berwarna hitam dan sepatu kets berwarna hitam putih menyelaraskan dengan warna bajunya. Tak lupa dia menggandeng tas gendong kecilnya di punggung.


"Zahwa, aku mau minta maaf sama kamu atas kelakuan Zainab saat itu. Lalu aku mau ingatkan kamu untuk jangan membuat status seperti itu,"


Zahwa langsung menoleh ke arah Raihan dan menetapnya dengan kening berkerut. "Apa maksud mas?"


"Kamu buat status di FB dengan akun palsu kan? Yang mengatakan seolah-olah kamu akan segera menikah."


"APA?" Gadis itu mendelik tajam pada Raihan yang baginya sudah sangat tidak tahu malu itu.


"Aku tau kalau kamu kesulitan move on dari aku, tapi jangan sampai kamu membuat status yang bisa menimbulkan gosip itu sangat tidak baik."


"Hah? Apa mas sedang menuduhku membuat status itu dengan akun yang aku buat sendiri? ASTAGFIRULLAHALADZIM..." Zahwa mengelus dadanya mendengar ucapan Raihan yang seolah menasehatinya, tapi sungguh nasehat itu sangat tidak benar.


Siapa yang belum move on? Dia ataukah Raihan? Zahwa benar-benar tidak habis pikir dengan Raihan. Rasanya yang tersisa mungkin sudah habis semua untuk pria itu karena hatinya juga sudah untuk Rey.

__ADS_1


"Aku tidak menuduh, kamu memang melakukannya bukan? Kamu memang belum move on dariku, kita masih memiliki perasaan yang sama." kata Raihan sambil memberikan bunga untuk Zahwa, tapi Zahwa menepisnya.


Mata begitu sinis menatap Raihan. "Kamu sangat percaya diri ya, Mas? Siapa juga yang belum move on? Ah....kamu atau aku sih yang belum move on?"


"Kita sama-sama belum move on," jawab Raihan dengan begitu mudahnya.


"Hahahaa...mas Raihan kamu sangat lucu, sepertinya kamu harus minum obat biar sadar dari kehaluan kamu itu mas." Zahwa tertawa dengan sikap Raihan padanya.


Dia merasa bersyukur di dalam hati karena tidak jadi menikahi pria ini. Pria yang pengecut dan bahkan sama sekali tidak bisa disebut seorang pria. Tidak mau berjuang, menuruti semua perintah orang tua dengan patuh, katanya cinta tapi tak mau berusaha. Bodoh!


"Zahwa! Kenapa kamu begitu kasar?"


"Mas, aku sebenarnya sangat malas untuk menjelaskan semua ini. Tapi sepertinya mas harus tau,"


"Apa?"


"Aku sudah akan menikah Mas,"


"Kamu BOHONG!" teriak Raihan emosi, teriakan Raihan bahkan sampai terdengar oleh mang Mamat yang sedang jaga di pos jaga rumah itu.


Mang Mamat melihat Zahwa dan Raihan, di hendak menghampiri Zahwa dan Raihan karena cemas. Namun Zahwa mengisyaratkan dengan mata agar mang Mamat diam saja ditempatnya.


"Aku memang mau menikah mas dan akun FB itu bukan akun palsuku, tapi aku calon suamiku."


"Kamu bohong kan Zahwa? Ini salah satu cara kamu untuk membuatku cemburu kan? Kalau kamu ingin kita bersama lagi, sudahlah lebih baik kamu menjadi istri keduaku saja! Aku janji memperlakukan kamu dengan baik meskipun posisimu adalah sebagai istri kedua, atau kalau kamu mau--aku bisa menceraikan Zainab kapan saja."


"Istighfar mas, lagi-lagi kamu mengucapkan kata cinta untuk istrimu. Ingat mas! Kalian sudah berjanji di hadapan Allah dalam ikatan suci pernikahan, tolong jangan anggap pernikahan itu main-main. Mas kan lebih Ray soal agama dan pernikahan daripada aku."


"Ya, aku memang tahu soal pernikahan dan agama dengan baik...tapi aku benar-benar tidak bisa mengendalikan hatiku Zahwa, Aku mencintaimu dan sampai detik ini pun MASIH"


"Tapi aku tidak Mas, aku sudah move on dan aku harap kita bisa menjalani hidup kita masing-masing tentunya dengan pasangan kita. Aku doakan semoga mas bisa menjalin rumah tangga dengan kak Zainab, aku doakan semoga cinta itu segera hadir diantara kalian berdua karena aku juga ingin bahagia Mas."


Perlahan terlihat butiran kristal bening jatuh membasahi pipi Raihan.Rasanya dia tidak sanggup mendengar semua yang dikatakan oleh Zahwa tentang pernikahannya. Jika dia terus memohon, dia akan dianggap memaksa. Tapi sekarang saja tingkahnya sudah tidak tahu malu karena hati bergerak lebih dulu daripada logikanya. "Zahwa...lalu siapa pria itu? Benarkah kamu akan menikah? Sesudah itukah kamu melupakan aku?"


"Pria itu, adalah pria yang selalu ada untukku di saat aku bersedih, disaat pria lain mengecewakanku dan dia datang untuk menghiburku. Dia telah datang dalam kehidupanku cukup lama dan dia adalah pria yang berani memperjuangkan cinta kami. Tidak seperti seseorang, yang memilih lari ketika semua orang memintanya untuk pergi." Zahwa menumpahkan semua undang-undang di dalam hatinya kepada Raihan yang dia simpan selama ini. Agar Raihan tau betapa hatinya sangat terluka saat itu.


Remuk rasanya hati Raihan, begitu Zahwa mengucapkan kata-kata yang membuat hatinya sakit. Kata-kata yang menyindir dirinya di masa lalu. Dialah yang lebih dulu meninggalkan Zahwa, menuruti perintah orang tua untuk membatalkan pernikahan itu, tak cukup di sana. Raihan juga menikah dengan sahabat baik Zahwa dan mengecewakannya berkali-kali. Dia sadar dia yang telah menyakiti Zahwa tapi dia juga yang terluka karenanya.


Seandainya waktu bisa diulang, mungkin dia akan memilih Zahwa dan berusaha memperjuangkan cintanya. Tapi sayang, semua waktu emas itu telah berlalu. Raihan telah benar-benar kehilangan Zahwa, kehilangan posisinya di hati Zahwa dan dia harus rela untuk digantikan.


Status FB itu telah membuat Raihan patah hati, begitu juga dengan perkataan Zahwa.


"Baiklah kalau kamu memang sudah move on, tapi aku ingin melihat calon suamiku kamu...Zahwa. Aku ingin bicara dengannya." ucap Raihan parau.


"Nanti mas Raihan juga tau siapa orangnya, karena mas Raihan juga kenal dia."


"Siapa dia Zahwa?" tanya Raihan sambil memegang tangan Zahwa.


Tak lama kemudian, terdengar suara klakson mobil dan terlihatlah mobil terparkir di halaman rumah Zahwa. Suara klakson itu membuat Zahwa dan Raihan terkejut, Zahwa langsung menjauh dari Raihan dan menyambut pria yang baru saja turun dari mobil itu.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2