Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 123. Malam pertama Aini Zayn


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Semua tamu berdatangan berikan ucapan selamat dan juga doa kepada pasangan pengantin baru itu. Tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat, hari telah berganti sore.


Para tamu 1 persatu mulai pergi dari tempat acara resepsi pernikahan Zayn dan Aini. Mereka pun akhirnya sampai di penghujung acara.


Nilam, Bima dan keluarganya sudah pulang lebih dulu karena kondisi kesehatan Nilam yang tidak baik.


"Ayo sepertinya kita harus segera pulang juga, pa." ajak Diana pada suaminya.


"Iya Ma ayo...Zayn, Aini...semoga sukses ya buat malam ini!" kata Bram seraya menepuk bahu keponakannya itu. Tak lupa terpatri senyuman dibibir pria itu.


"Sukses apa om?" tanya Zayn tak paham.


"Ah... pokoknya itu lah. Kamu juga akan mengalaminya nanti malam." bisik Bram dengan suara lirihnya.


"Jangan keras-keras ya Zayn, pelan-pelan aja...jangan lupa pemanasan dulu. Nanti Aini kaget kalau kamu langsung nerobos gitu aja." saran Rey sambil menepuk tangan Zayn.


"Semangat berjuang Zayn!" kata Bram, Diana, Rey.


Zahwa juga ikut bicara."Semangat Kakak!"


Berjuang apa? Gumam Zayn dalam hatinya. Aini juga sama polosnya dengan Zayn, dia tidak paham apa yang dimaksud keluarga suaminya yang kini telah menjadi keluarganya juga.


"Ingat ya nak, kamu harus memperlakukan Aini dengan baik! Wanita itu suka dengan pria yang lembut, kamu harus memanjakan dirinya." Amayra tersenyum pada anak dan menantunya.


"Iya Ma, pasti..." jawab Zayn seraya menganggukkan kepalanya.


"Semoga keluarga kalian... sakinah, mawadah dan warohmah." ucap Amayra mendoakan.


"Aamiin." Zayn dan Aini menjawab doa dari Amayra.


"Mama pulang dulu ya, nak." Amayra pamit kepada kedua anaknya.


Mas Satria, lihatlah...hari ini putra kita menikah Mas. Kedua anak kita sudah menemukan jodohnya dan sebentar lagi kita akan menjadi kakek nenek.


Amayra teringat dengan suaminya yang telah tiada, membayangkan betapa bahagianya suaminya bila dia melihat kebahagiaan ini. Kebahagiaan si kembar. Apalagi Zahwa sedang hamil dan akan segara membuatnya menjadi nenek.


Rey, Zahwa, Bram, Diana dan Amayra pulang bersama. Tapi dalam mobil yang berbeda.


Di dalam mobil Zahwa terus senyum-senyum sendiri, sambil memegang kedua pipinya. "Kamu kenapa sih sayang? Dari tadi aku perhatikan senyum-senyum sendiri." Rey akhirnya buka mulut dan menanyakan ada apa dengan Zahwa.


Tangannya memegang setir kemudi dan matanya sesekali menatap istrinya.


"Mas...aku lagi bayangin malam pertama Kak Zayn dan Aini..." lirih Zahwa sambil tersenyum, tapi keningnya berkerut.


"Bayangin apa yang?" tanya Rey.


"Apa mereka bakal bertengkar ya? Mereka kan suka bertengkar Mas." Zahwa cemas melihat kakaknya dan sahabatnya selalu berdebat. Bagaimana jadinya bila mereka berdebat di malam pertama mereka?


Rey tiba-tiba tersenyum. "Kalau di ranjang bertengkarnya, ya gak apa-apa sayang."


Zahwa langsung melotot ke arah suaminya. "Apa sih sayang?"


"Mas mesum ih! Nanti kedengaran sama adek, gimana?" tegur Zahwa pada suaminya sambil memegang perutnya dengan waspada.


"Adek gak akan ngerti sayang." goda Rey pada istrinya.


"Huh...dasar! Tapi, aku gak nyangka kalau kak Zayn akan menikah dengan Aini. Padahal mereka kan suka berdebat, mas tau kan panggilan mereka kalau lagi berdebat? Piktor sama woman Hulk...lucu banget. Tapi mereka jadi suami istri." cerocos Zahwa.


"Itu bumbu bumbu cinta sayang. Walaupun caranya berbeda dengan cara kita untuk bersama."


"Memangnya cara kita bagaimana?"

__ADS_1


"Apa kamu lupa bagaimana aku menunggu kamu dengan cinta sepihak ini?"tanya Rey yang teringat dengan masa-masa dia mencintai Zahwa dalam diam.


"Eungh--"


"Aku mencintaimu dari dulu Zahwa, cinta dalam diam. Tapi aku tidak tahan lagi dengan cinta dalam diam ini dan memutuskan untuk berani, itu setelah kamu batal menikah."


"Kalau Mas mencintaiku selama itu, kenapa Mas pergi ke Singapore? Bahkan mas tidak mengabariku, harusnya mas berjuang padaku dan membuatku peka!"


"Sayang, bagaimana bisa aku berjuang? Saat itu aku merasa tidak memiliki kesempatan, karena kamu bilang kamu akan menikah dengan Raihan."


"Oh...jadi begitu." Zahwa tidak banyak berkomentar. Ia tau bahwa sikap Rey menjauhinya dulu.


"Dan kamu sangat tidak peka, sayang. Tapi---sudahlah, kita jangan bicarakan lagi masa lalu. Apa yang sudah terjadi biarlah jadi pengalaman dan kenangan. Yang penting, aku udah sama kamu dan sama adek sekarang dan untuk selamanya."


"Aamiin...iya mas, aku cinta kamu."


Cup!


Bibir Zahwa menempel di pipi Rey dengan singkat, memberikannya kecupan manis penuh kasih.


"Sayang, kamu jangan mancing-mancing." wajah Rey bersemu merah setelah mendapat kecupan dari istrinya itu.


"Aku cuma sun kamu sayang." lirih Zahwa seraya menggoda suaminya.


Tak lama kemudian, mobil itu pun berhenti. Zahwa terkejut kenapa mobilnya tiba-tiba berhenti karena wanita itu pikir bahwa perjalanan mereka masih panjang. Ternyata mereka sudah sampai.


Rey membukakan pintu untuk sang bidadari yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya. Zahwa keluar dari mobil dan langsung saja Rey menggendong istrinya. "Woah!! Mas!" Zahwa terkejut.


"Ayo sayang, Oppa akan praktikkan bagaimana berdebat diranjang."


"Ish...mas...kamu mesum ah!" Zahwa tersipu malu, sepertinya dia telah memancing singa yang yang tadi tertidur. Zahwa tau maksud berdebat diranjang itu seperti apa.


"Mesum sama istri sendiri, halal dong." balas Rey tak mau kalah.


Rey menggendong istrinya masuk ke dalam rumah, tak lupa dia menutup pintu rumahnya rapat-rapat dan menguncinya. Mereka melakukan kegiatan suami istri di dalam kamar mereka tak peduli dengan waktu


****


Salah satu hotel mewah di Jakarta.


Usai shalat Isya dan makan malam, pasangan suami istri Zayn dan Aini tengah berada dalam hotel. Mereka selesai mandi dan berganti baju. Niatnya mereka akan melakukan kegiatan sakral mereka setelah shalat isya. Tapi pasangan pengantin baru itu malah duduk di atas ranjang dalam keheningan yang cukup lama.


"Ai...kamu pasti capek hari ini."


"Euh...iya, kamu juga kan Zayn." balas Aini gugup.


"Ai...masa kamu masih panggil aku Zayn sih?"


Aini menoleh ke arah suaminya dengan malu-malu. Padahal hampir setiap hari mereka berdebat dan saling bicara, tapi kali ini dia merasakan kegugupan.


"Te-terus aku harus panggil apa?"


"Ehem...ya sayang, mas, hubby, suamiku atau--"


"Aku pilih hubby aja, kalau sayang kedengarannya geli." ucap Aini langsung menentukan panggilan untuk suaminya.


"Hubby...bagus juga..terus aku bakal panggil kamu Hulk woman!" cetus Zayn sambil tersenyum.


"Apa? Mana bisa begitu? Jelek banget!" seru Aini kesal dengan panggilan yang diberikan suaminya.


Zayn tersenyum melihat wajah kesal istrinya, wanita yang selalu berdebat dengannya.Hingga akhirnya cinta mereka tumbuh perlahan seiring waktu.


"Zayn...kenapa kamu menatapku begitu?"

__ADS_1


"Ai...malam ini apa bisa?" Zayn menatap wanita itu dengan begitu retoris dan dalam. Terlihat ada kabut gairah di matanya untuk Aini.


"Bisa apa?"


"Anu...itu..." Zayn semakin merapat kepada Aini. Sampai membuat jantung dan hati ini berdebar hebat ketika Zayn mendekatinya.


"Oh...itu...boleh kok, tapi aku tak tau apakah aku bisa atau tidak? Ini pertama kalinya." Aini menyingkap rambutnya ke belakang. Dia sudah mengenakan jubah perang malam pertama yang berwarna merah terang.


Zayn tergoda melihat istrinya yang sangat cantik dan seksi. Naluri dan gairahnya sebagai pria mulai bangkit dalam dirinya.


"Ya, aku juga sama Ai. Ini pertama kalinya untuk kita berdua."


"Ya-ya udah, kita sama-sama belajar aja." cetus Aini gugup dan ia menundukkan kepalanya.


Tangan Zayn mengangkat dagu Aini, kemudian mereka bertemu pandang cukup dalam penuh kasih sayang dan hasrat.


Jari-jari Zayn menyusuri leher jenjang Aini dengan lembut. "Akhh..."


Suara desahann Aini semakin membuat Zayn diambang batasnya. Zayn mendekatkan wajahnya pada Aini, lalu memberikan ciuman pertama pada istrinya.


Awalnya hanya pertemuan bibir dan bibir saja, hingga keduanya membuka mulut mereka dan membuat Saliva keduanya saling membelit. Suara decapan, erangan dan desahaan lolos begitu saja dari bibir Zayn dan Aini. Seakan menikmati gelombang gairah dalam diri mereka yang mengalir.


Keduanya merasakan sensasi luar biasa dari ciuman pertama setelah halal.


"Hubby, aku tidak bisa bernafas..."ciuman itu terpaksa dilepaskan oleh Aini karena dia mulai merasakan sesak.


"Ma-maaf Ai..."


Ya Allah, aku terlalu terburu-buru.


"Aku atur nafas dulu, terus kita lanjut." pinta Aini pada suaminya.


"Ya udah, aku buka baju dulu."


"Bu-buka baju? Mau ngapain?" mendadak Aini menjadi Lola karena terkejut.


"Kita kan mau hubungan suami---"


HUP!


Aini segera menutup mulut Zayn yang sedang bicara. "Ja-jangan diomongin! Malu..."


Zayn tersenyum kemudian dia mengecup tangan Aini yang ada di bibirnya. Lidah Zayn menari-nari menjilati tangan Aini. "Aaakhh...Zayn kamu ngapain?"


Mata Zayn menatap Aini dengan nanar, ia pun segera melakukan eksekusi pada istrinya. Pertama Zayn menyusuri leher Aini dengan cumbuan bibirnya. Aini menggelinjang sampai beberapa kali karena ulahnya.


Bahkan jari-jarinya sudah menelusup menyentuh lubang surgawi milik sang istri yang belum pernah terjamah oleh siapapun juga, kecuali dirinya dan hanya milik Zayn seorang.


"AKHHH Zayn...a-aku..." Aini merasakan sesuatu yang basah di bawah tubuhnya.


"Sabar ya Ai, kata Mbah Goog...harus pemanasan dulu biar gak sakit." ucap Zayn polos. Beberapa menit sebelumnya saat Aini di kamar mandi, Zayn sempat membaca Mbah Goog tentang malam pertama agar tidak sakit. Ya begitulah!


Tak lupa ia pemanasan lebih dahulu agar tidak sakit. Namun saat Zayn melakukan kegiatan inti mereka pada malam sakral, Aini menjerit kesakitan.


"Zayn! Piktor...udah...sakit! SAKIT tau! Ini robek Zayn....!"


"Bentar dong Ai, sabar bentar lagi." pinta Zayn yang masih berusaha menerobos pintu lubang surgawi itu lebih dalam.


"SAKIT! Hiks...hiks...." Aini pun menangis dan mendorong suaminya. Kini seprai itu terlihat ada bercak darah.


"Ai..." Zayn merasa bersalah melihat istrinya kesakitan.


...****...

__ADS_1


Woah apakah malam pertamanya gagal ya? 😂 maap segini dulu ya Readers...maafkan author juga karena tidak up dua hari...❤️❤️


__ADS_2