Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 120. Akhirnya siuman


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Bukannya Zahwa yang manja pada suaminya, tapi Rey yang lebih manja pada sang istri. Dia bahkan tak mau jauh-jauh dari istrinya. Selalu pulang cepat dari kantor demi bertemu dengan istri dan calon anaknya.


Setiap harinya hubungan mereka semakin lengket saja, bak prangko. Semoga saja tidak ada masalah dalam rumah tangga mereka.


Pada suatu siang, Zahwa dan Aini giliran menjaga Selina di rumah sakit karena semua orang sedang sibuk.


"Ai, apa kamu sama kak Zayn udah selesai fitting baju?"


"Semuanya udah siap kok, wa." jawab Aini sambil mengupas kulit jeruk untuk mereka makan bersama. Ekor matanya menatap sedih pada gadis yang masih terbaring koma dengan beberapa selang terpasang ditubuhnya.


"Maaf ya Ai, aku gak ikut bantu kamu buat ngurusin nikahan kalian...maaf."


"Hehe gak apa-apa wa, lagian ada Tante Amayra yang bantu aku. Daripada aku di marahin kak Rey yang kulkas 15 pintu itu gara-gara gangguin istrinya, mending aku cari aman aja." Aini terkekeh.


Selama ini sampai sekarang, Aini dan Amayra sibuk mempersiapkan pernikahannya dan Zayn karena Rey begitu protektif kepada istrinya yang sedang hamil, dia tidak mau Zahwa kelahan sedikitpun. Bagi Rey keselamatan dan kenyamanan Zahwa juga calon anaknya adalah hal yang paling utama.


Wajar, mungkin karena anak pertama makanya Rey begitu menjaga istrinya. Tapi sepertinya bukan karena itu juga. Rey memang terlalu sayang pada istrinya, ya itu adalah alasan yang sebenarnya.


Ketika Zahwa dan Aini sedang makan jeruk berdua sambil menunggu Selina. Seseorang masuk ke dalam ruangan itu dengan langkah pelan.


Terlihat Zainab dan suaminya Raihan datang membawa sekeranjang buah. "Assalamualaikum." sapa Zainab dan Raihan dengan wajah ramah mereka.


"Waalaikumsalam." balas Aini dan Zahwa seraya beranjak dari tempat duduknya, menyambut Raihan Zainab.

__ADS_1


Pasangan suami-istri itu datang untuk menjenguk Selina. Mereka mendoakan agar Selina cepat siuman dan kembali sehat.


"Makasih ya mas Raihan, kak Zainab...kalian sudah menyempatkan untuk datang kemari menjenguk Selina." ucap Zahwa sambil tersenyum.


"Iya Zahwa, semoga Selina cepat sembuh ya..." Raihan tersenyum pada Zahwa.


Zainab terlihat tidak nyaman melihat suaminya tersenyum pada mantan calon istrinya dulu. "Astaghfirullah, aku mikir apa sih! Mas Raihan kan senyum begitu karena dia memang ramah orangnya dan gak ada maksud lain. Tapi kenapa aku masih merasa cemburu?"


"Uwekkk....uwekkk.." tiba-tiba saja Zahwa mual-mual dan menutup mulutnya.


"Loh? Zahwa...kamu kenapa?" tanya Raihan terheran-heran.


Zahwa lari terbirit-birit menuju ke kamar mandi, dia memuntahkan kembali apa yang ia makan sebelumnya. Aini hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ai, apa Zahwa gak apa-apa?" tanya Raihan yang membuat Zainab tercekat menatap suaminya. Zainab merasa tidak nyaman ketika Raihan menanyakan keadaan Zahwa.


"Oh gitu." Raihan ber-oh saja menanggapinya, ia jari membayangkan bagaimana jika Zainab hamil nanti. Apakah akan sama seperti Zahwa?


"Ya udah Mas, ayo kita pergi. Mas kan harus kembali ke kampus." kata Zainab sambil menarik tangan suaminya.


"Oh ya...ya udah kami pamit dulu ya Aini. Assalamualaikum." kata Raihan berpamitan seraya mengatupkan kedua tangannya dengan sopan pada Aini.


Aini mengucapkan kedua tangannya seraya membalas salam dari Raihan. "Waalaikumsalam."


Tak lama setelah Zainab dan Raihan pergi dari ruang rawat Selina. Zahwa keluar dari kamar mandinya, dia mengambil nafas dalam-dalam. "Haaaahhh..."

__ADS_1


"Zahwa, kamu pulang aja deh...wajah kamu pucat tuh." kata Aini cemas, dia meminta Zahwa untuk pulang saja.


"Aku benaran gak apa-apa." Zahwa menggelengkan kepalanya.


"Tapi kamu--"


Belum sempat Aini menyelesaikan ucapannya suara pintu terbuka terdengar. Kali ini bukan Raihan Zainab, tapi Attar. Pria yang datang berlangganan setiap hari ke rumah sakit untuk menjenguk Selina. Zahwa dan Aini juga sudah tidak asing lagi saat melihatnya.


Setiap hari Attar selalu datang kemari dan mengajak Selina bicara. Dia anak yang baik, apa dia ada rasa sama Selina?. Pikir Zahwa dalam hatinya seraya melihat Attar duduk disamping Selina.


"Hai...Selina, gue datang lagi! Tebak, gue mau cerita apa? Hari ini si pak Anwar guru killer MTK hukum si Angel sama si Maya! Terus...."


Attar yang ceria selalu bercerita pada Selina tentang keadaan sekolah selama Selina koma. Bahkan sekarang Attar sudah menginjak kelas 2 SMA. "Lo tau...gue naik kelas! Makanya Lo harus cepat bangun karena gue sama teman-teman kangen sama Lo." kata Attar dengan suara lirih, seraya memandangi wajah Selina yang masih betah terpejam.


Usai bercerita, Attar pun pergi pamit pada Zahwa dan Aini. Namun saat Attar beranjak dari tempat duduknya. Tiba-tiba saja ada tangan yang memegang tangannya.


"Ya Allah....SELINA!" Zahwa dan Aini terkejut melihat tangan Selina memegang tangan Attar.


Attar terbelalak melihat Selina mulai membuka matanya. "Selina!!"


...****...


Maaf bab ini masih tahap revisi, nanti baca ulang ya guys...ada yang kurang...


sambil nunggu up novelku, mari mampir ke karya Arandiah yang kece badai ❤️❤️❤️🍀

__ADS_1



__ADS_2