
...🍁🍁🍁...
Mendengar suara gaduh dari lantai atas, tangisan dan teriakan Zahwa juga Rey membuat semua orang penasaran dengan apa yang terjadi di lantai atas. Nilam, Bram, Diana dan Selina naik ke lantai atas untuk melihat apa yang terjadi.
Kenapa Zahwa dan Rey bisa berteriak-teriak seperti sedang bertengkar? Padahal belum lama mereka sangat romantis setelah pulang dari bulan madu, lalu kenapa sekarang mereka malah bertengkar?
Tok,tok,tok!
Pintu kamar tempat Rey dan Zahwa berada itu diketuk oleh Nilam dari luar sana. "Zahwa, Rey, ada apa nak? Kalian kenapa bertengkar?"
Zahwa pun menghentikan tangisannya, ia menyeka air matanya. Dalam hati dia beristighfar mencoba menenangkan dirinya yang dikuasai oleh emosi. Tadi dia sempat lupa berada dimana saat ini.
"Sayang..."
"Jangan katakan apapun pada yang Oma dan yang lain, aku ke kamar mandi dulu Mas!" ucap Zahwa ketus, lalu dia melenggang pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan wajahnya yang saat ini kacau. Apalagi hatinya, sudah jangan ditanyakan lagi.
"Maafkan Mas..."
Brak!
Pintu kamar mandi itu terbanting cukup keras, membuat Rey semakin merasa bersalah pada istrinya karena sudah membuat ia menangis. Padahal ia sudah berjanji untuk selalu membuat Zahwa bahagia, tapi lihat apa ini?
Rey tidak menyusul istrinya karena dia akan membuka pintu kamar itu. Rey berusaha mengondisikan raut wajahnya yang panik dan gelisah saat ini. Begitu dia membuka pintu, terlihatlah Nilam, Bram, Diana dan Selina yang menatapnya dengan cemas penuh pertanyaan.
"Kak, kak Zahwa kenapa? Aku denger suara kak Zahwa nangis." tanya Selina lebih dulu.
"Iya Rey, ada apa sih? Kamu bertengkar sama Zahwa? Suara kalian sampai terdengar ke lantai bawah loh." timpal Nilam seraya menatap cucunya dengan cemas.
Sebisa mungkin Rey tersenyum di hadapan semua anggota keluarganya. "Hahaha...biasa Zahwa habis nonton drakor terus dia heboh, jadi nangis-nangis karena baper! Ya, Zahwa baper!" alibi Rey menutupi masalah ini karena Zahwa yang menginginkannya.
"Beneran?" Bram tidak percaya, apalagi ketika melihat sorot mata Rey yang sedih walau bibirnya tersenyum.
__ADS_1
"Iya Pa, kita gak apa-apa kok. Udah ya semuanya, Rey sama Zahwa mau istirahat dulu hehe..." pria itu terpaksa tersenyum di hadapan semua anggota keluarganya.
"Em...ya udah deh." sahut Diana bingung dengan sikap Rey yang gugup itu.
Blam!
Pintu kamar itu kembali tertutup rapat. Nilam, Bram, Diana dan Selina saling melihat satu sama lain dengan bingung. Mereka yakin ada yang aneh dengan Zahwa dan Rey.
####
Malam itu setelah makan malam bersama dan shalat isya, Zahwa langsung berbaring diatas ranjang dengan tubuh membelakangi suaminya. Rey menatap istrinya dengan sendu, dari tadi dia ingin menjelaskan tapi Zahwa tak memberi kesempatan bicara. Setiap akan bicara, Zahwa menangis dan Rey tak tega melihatnya.
Sebuah pelukan hangat menyelimuti tubuh Zahwa dari tangan Rey. "Sayang, aku mau jelasin semuanya...kamu kamu belum tidur kan? Kamu dengerin aku ya sayang?"
"...."
Tidak ada respon dari wanita itu, bukan karena dia tidur tapi karena ia malas dan kesal dengan suaminya.
Rey menarik nafas, ia pun menjelaskan semuanya pada Zahwa. "Ya, memang aku yang melakukan semua itu dan menggagalkan pernikahanmu, aku juga pria yang ada di dalam foto itu. Aku salah, aku tau kamu pasti kecewa, kamu marah dan kamu sakit hati sama aku. Apapun yang aku katakan pasti terdengar seperti sebuah alasan bagimu kan? Tapi... percayalah aku melakukan semua itu karena aku cinta sama kamu dan aku ingin melindungimu. Tahukah kamu? Saat itu aku mencoba ikhlas melepaskanmu dan aku pergi keluar negeri untuk melupakanmu. Tapi saat aku mendengar kamu akan menikah, jujur saja hatiku sangat sakit dan timbul rasa cemburu besar di dalam hatiku, aku akui aku cemburu. Sampai rasa cemburuku ini membawa aku pada suatu kesalahan besar yang akhirnya membuatku melakukan kejahatan! Namun sebelum itu aku menemukan sebuah fakta bahwa Raihan akan dipaksa melakukan poligami dan seperti yang kamu tau, Zainab orangnya. Aku tau ini tidak bisa dijadikan alasan kuat, tapi intinya aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu. Aku tidak rela kamu bersama pria lain ataupun terluka karena pria lain. Maafkan aku Zahwa...maafkan aku...."
Kecewa sudah pasti, sakit hati, merasa dikhianati, tapi tidak sampai membenci. Zahwa masih sulit menerima kenyataan ini dan tidak percaya bahwa Rey yang dia kenal ternyata adalah salah satu penyebab luka hatinya tentang gagal pernikahan dahulu.
*****
Pagi itu semua orang telah berkumpul di meja makan, Zahwa dan Lulu menyiapkan sarapan bersama untuk semua orang. Hari itu adalah hari dimana semua orang memulai aktivitasnya kembali. Ya, hari Senin adalah hari yang sibuk.
Meski sedang marah, Zahwa tetap melaksanakan kewajibannya pada sang suami. Ia menyiapkan pakaian, air hangat untuk mandi dan keperluan lainnya. Tapi wanita itu tidak bicara sepatah katapun pada suaminya.
"Sayang..." panggil Rey pada istrinya. Zahwa hanya menoleh dengan raut wajah datar tanpa membuka mulutnya. "Tolong bantu aku benerin dasi dong?" pinta Rey sambil mengacungkan dasinya yang belum diikat.
Lagi-lagi tanpa bicara, wanita itu mendekat pada suaminya dan segera merapikan dasi itu. Tubuh mereka berdekatan, tapi kenapa Rey merasa jauh dengan istrinya. Dia melihat wajah istrinya yang terlihat suram dan kecewa padanya.
__ADS_1
Ya Allah...ini salahku, harusnya kebenaran ini terungkap dari mulutku sendiri bukan dari orang lain. Seharusnya aku lebih cepat mengatakannya....sekraang hati istriku terluka. Ini bahkan baru 5 hari kami menikah dan suasana kami jadi begini? Ya Allah.... bagaimana caranya membuat Zahwa kembali tersenyum?
Tangan Rey merengkuh pinggul Zahwa, lalu dia mengecup kening istrinya dengan lembut. Zahwa menatap suaminya masih dengan dingin seperti semalam. "Aku gak akan bisa fokus kerja kalau kamu kayak gini, setidaknya bicaralah padaku sayang? Kamu menyeramkan kalau diam begini?" bujuk Rey pada istrinya, sungguh ia ingin menangis melihat Zahwa diam seperti ini. "Sayang, maafin aku...jangan diamkan aku sayang." bujuknya lagi.
Maafkan aku Mas, tapi rasanya hatiku masih sakit dan aku tidak menyangka akan ditusuk seperti ini. Lebih menyakitkan saat tau dari orang lain. Batin Zahwa sedih.
Wanita itu melepaskan pelukan suaminya, lalu dia pergi keluar dari kamar mereka, meninggalkan Rey yang terdiam di sana dengan raut wajah sedihnya.
"Benarkan apa kataku Ma?" bisik Selina pada Diana yang mengintip Zahwa dan Rey dari balik tembok di sana.
"Kamu benar sayang, pasti ada apa-apa sama kedua kakakmu itu." Diana menganggukan kepalanya dan merasa ada apa-apa dengan pasangan suami-istri yang baru saja menikah selama 5 hari itu.
Ada apa sih sama Rey dan Zahwa? Ini benar-benar kayak perang dingin.
****
⛪Rumah Iqbal, pesantren Ar-Rasyid ⛪
Pagi itu juga terjadi keributan disana karena Salimah. Ya, gadis itu ketahuan telah membongkar rahasia besar Rey.
"Salimah, apa cara mendidik Abi selama ini salah? Kenapa kamu melakukan semua ini nak?!" Iqbal membentak putrinya untuk pertama kali.
"Sudah cukup Abi, kita gak bisa mentolerir sikap racun Salimah lagi. Raihan akan membawa Salimah untuk meminta maaf dan membantunya menjelaskan pada Zahwa, pasti saat ini Zahwa dan kak Rey sedang berada dalam masalah karena perbuatan Salimah!" ujar Raihan emosi pada adiknya.
Salimah melirik sinis dan melotot pada kakak dan juga ayahnya. "Kenapa aku harus minta maaf? Aku tidak salah, pak Reyndra yang bersalah karena mau aku ajak kerjasama dan dia berbohong pada istrinya. Kenapa aku yang disalahkan?!"
Plakk!
Tamparan melayang di pipi kanan Salimah dan membuat gadis itu menangis.
"Abi sebenarnya tidak mau melakukan ini...tapi Abi sudah kehilangan cara untuk mendidik akhlak kamu Salimah. DENGARKAN Abi baik-baik, kamu minta maaf pada Zahwa dan Reyndra lalu setelah ini Abi akan menikahkan kamu dengan ustad Fahri!"
__ADS_1
"A-apa? Ustad Fahri? Abi, tapi ustadz Fahri sudah punya istri!!" teriak Salimah tidak terima dengan keputusan abinya.
...*****...