Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 83. Penyatuan


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya, Rey menarik tangan Zahwa hingga mereka berdua terduduk di atas ranjang. Kedua mata insan itu bertemu pandang penuh cinta.


"Kak...." lirih Zahwa yang malu-malu dengan tatapan suaminya itu. Hatinya berdebar tidak karuan.


"Mas, kamu jangan lupa! Mulai sekarang kamu harus memanggilku dengan sebutan Mas, kamu ini istriku bukan adikku lagi yang harus memanggilku Kakak dan kalau bisa panggilan Masnya ditambah sayang." Kembali Rey mengingatkan istrinya, untuk mengubah nama panggilan mereka.


"Kalau aku panggil kakak dengan sebutan Mas, lalu Kakak panggil aku apa?"


"Nemo gembul!" jawabnya sambil tersenyum.


"Kok Nemo gembul sih." Protes Zahwa tak terima dipanggil begitu.


"Itu romantis tau, gak ada yang manggil kamu Nemo gembul kan? Aku doang, panggilan sayangku sama kamu ya itu." Rey menghujani wajah sang istri dengan ciuman. Hingga kesal Zahwa pun menghilang.


"Ya udah panggilan sayangku sama Mas, ganti sama kulkas 15 pintu!" ujar Zahwa sambil tersenyum pada sang suami.


Tidak tahan melihat istrinya yang begitu cantik, Rey tidak sabar menikmati malam pertama halal mereka berdua yang selama ini ia tunggu-tunggu.


"Kita mulai ya Nemo sayang," ucap pria itu lembut. "Bismillahirrahmanirrahim,"


Mereka mengawali kegiatan ibadah malam mereka dengan bismillah. Berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, agar kegiatan mereka tidak diganggu setan dan selalu berada didalam lindungan-Nya.


Bibir Rey lebih dulu bergerak mencium bibir ranum milik Zahwa, tangannya menarik tengkuk guna memperdalam ciuman mereka. Ciuman yang selama ini didamba oleh Rey, setelah halal lebih baik bukan?


"Mas...aku gak bisa nafas," ucap Zahwa sambil mengambil nafas dengan terengah-engah.

__ADS_1


Rey melihat bibir Zahwa yang belepotan oleh lipstik, tapi dia tidak peduli. Kini fokusnya pada gaun pengantin yang dikenakan oleh Zahwa. Sudah tau otaknya kemana dan jangan ditanyakan lagi. Tangannya mulai melakukan aksi, dia meraba-raba bagian belakang gaun istrinya. Mencari resleting untuk membukanya. Namun resletingnya tidak ada dibelakang gaun Zahwa itu.


"Mas...kenapa lama?"


"Ini nih gara-gara resleting gaun kamu, gak ketemu! Susah banget sih buka gaunnya, resleting juga gak ada." Celetuk Rey yang kesal dan sontak membuat Zahwa terkekeh karena gemas.


"Resletingnya bukan di belakang Mas,"


"Terus?"


"Di sini!" tunjuk Zahwa pada bagian ketiaknya dan memang resletingnya ada disana.


"Astagfirullah, kok bisa disitu? Gaun model apa sih? Cepetan kamu buka! Aku udah lelah nunggu," Rey mengerutkan keningnya, dia sampai lelah mencari resleting gaun itu.


Zahwa pun menurut, dia kasihan pada suaminya yang sudah kesal mencari resleting. Akhirnya ia sendiri yang membuka gaunnya, namun ternyata semua belum selesai disana untuk melakukan ritual itu karena Zahwa malah menutupi tubuhnya dengan kedua tangan.


"Bukan gitu kak, aku malu."


Tersungging senyuman manis dibibir Rey saat mendengar ucapan Zahwa. "Sama suami sendiri gak usah malu, yuk mulai yuk! Biar gak kemaleman, mas gak mau kita sampe telat shalat subuh nanti." Dikecupnya kening Zahwa.


Setelah tubuh mereka polos tanpa sehelai benang, segeralah Rey mengeksekusi istrinya dengan lembut. Menciuminya seluruh tubuh Zahwa yang polos, dari mulai bagian belakang sampai bagian depan. Berkali-kali gadis itu menggelinjang kegelian. Bahkan jari-jari tangan Rey tak mau diam menjamah bagian tubuh Zahwa sebagai foreplay cinta mereka.


"AKHHH...udah Mas," ringis Zahwa tampak lelah, tubuhnya sudah berkeringat karena permainan Rey.


"Ini baru pemanasan, sekarang intinya!" Seru Rey lalu membalikkan tubuh Zahwa dan mulai memasukkan asetnya ke dalam lubang surgawi perlahan-lahan.


"ACkk!!" Pekik Zahwa terkejut saat aset Laras panjang itu memasuki tubuhnya untuk pertama kali. Dia sangat tegang dan matanya mengeluarkan bulir-bulir kristal bening.

__ADS_1


"Rileks sayang," Rey mengecup bibir Zahwa guna mengurangi rasa sakit istrinya untuk pertama kali.


Kemudian pada malam itu terjadilah pun ritual penyatuan suami-istri. Suara ketipak ketipuk syahdu khas penyatuan mereka terdengar begitu merdu disertai erangan dan dessahan lolos dari bibir keduanya memenuhi sudut ruangan.Tidak banyak gaya yang di praktekkan, sebab keduanya masih sama-sama newbie dalam melakukan hal ini.


1 jam berlalu, kedua tubuh insan muda itu telah bermandikan peluh usai mendapat pelepasannya, mereka lalu berbaring sambil berpelukan. Keduanya telah menyatu dalam ikatan halal suami-istri.


Setelah Zahwa memakai baju tidur tipis yang hanya satu-satunya itu, dia kembali berbaring bersama suaminya di ranjang dengan Rey yang masih menggunakan boxer.


"Mas..." Zahwa memegang tangan Rey saat melihat suaminya tiba-tiba beranjak dari ranjangnya.


"Kamu tidur aja sayang, mas mau ke kamar mandi." Rey tersenyum bahagia, mungkin itu karena dia juga senang dengan penyatuan yang baru saja terjadi.


"Iya," Zahwa menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


"I Love you..." lirih Rey lembut.


"Love you to." balas Zahwa pada suaminya.


Cup!


Rey mengecup kening Zahwa penuh kasih sayang lalu dia pun di pergi ke kamar mandi. Sementara Zahwa tertidur pulas karena lelah dengan permainan dan pengalaman pertamanya itu.


*****


Jika Rey dan Zahwa sedang bahagia berada di atas awan, hubungan Zainab dan Raihan berada di ujung tanduk.


Mereka bertengkar hebat setelah pulang dari hotel tempat Zahwa dan Rey menikah.

__ADS_1


...****...


__ADS_2