
Warning 21+😉
...🍀🍀🍀...
Keputusan Salimah dalam menghadapi babak barunya telah dimulai. Meski Annisa tidak rela anaknya menjadi istri kedua yang identik dengan kata pelakor, tapi mau bagaimana lagi. Salimah telah mengambil keputusan itu dan ingin di didik oleh ustadz Fahri. Ternyata ustad Fahri juga telah menyimpan rasa pada Salimah sebelum menikah dengan istrinya karena perjodohan juga, tapi Salimah menolak lamarannya karena saat itu ia menyukai Zein.
Tapi kalau bukan jodoh, sekeras apapun di paksakan pasti tak bisa bersama. Itulah yang disadari oleh Salimah saat ini. Dia menyadari kesalahannya dan lebih mendekatkan dirinya pada yang kuasa. Setelah pernikahannya dengan ustadz Fahri ia memutuskan untuk memakai cadar, menutup dirinya dan menjadi ibu rumah tangga sambil memulai bisnis sendiri dalam bidang jahit menjahit seperti apa yang menjadi impiannya.
Lalu bagaimana dengan Raihan dan Zainab? Mereka pun memulai babak baru dalam hubungan mereka, setelah semua kesalahan Zainab juga belajar menjadi lebih baik. Mereka berusaha untuk saling memahami, mencintai, meski cinta belum sepenuhnya hadir dalam diri Raihan. Tapi perlahan, pasti waktu akan menumbuhkan cinta.
****
Di kamar Zahwa dan Rey, kediaman Calabria.
Zahwa dan Rey terlihat akan pergi tidur setelah berganti baju dengan piyama tidur mereka. Keduanya masih belum berbaikan, lebih tepatnya Zahwa masih mendiamkan Rey.
Apapun yang dilakukan Rey, tetap saja Zahwa dingin padanya. Rayuan maut bahkan dari rayuan receh telah Rey kerahkan agar membuat wanita itu luluh. Memang ada respon, ada sedikit senyum atau obrolan kecil diantara mereka. Tapi tetap saja Rey merasa hambar dan resah karena dia masih belum dapat jatahnya selama 3 hari ini. Namun ini bukan tentang jatah saja, keharmonisan yang Rey maksud dalam pasangan suami-istri adalah tentang penyatuan juga.
Malam ini dia akan berusaha untuk mendapatkan maaf sepenuhnya dari Zahwa. Dia tidak tahan berlama-lama seperti ini.
"Nemo sayangku." bisik Rey ditelinga Zahwa, hingga hembusan nafasnya terasa di kulit wanita itu. Tangannya mendekap tubuh Zahwa yang mungil.
"Hm?"
"Sayang, kamu udah dong marahnya sama aku. Aku kan sudah minta maaf sayang, aku tidak tahan terus berlama-lama seperti ini sama kamu Yang." rengek Rey sambil mencium leher sang istri dan Zahwa tidak menolak. Diam-diam Zahwa tersenyum, tapi sayang Rey tidak melihat karena posisi Zahwa membelakangi suaminya.
"Mas sudah menyadari kesalahan atau belum?" tanya Zahwa tanpa menoleh ke arah suaminya dan masih memunggunginya.
"Sudah."
"Dan--apa kesalahan Mas?" tanya Zahwa lagi.
"Aku salah karena menggunakan cara yang tidak halal untuk mendapatkanmu,"
"Lalu?"
"Pokoknya aku minta maaf karena aku sudah mencoreng nama baikmu dan aku masih berpura-pura tidak tahu apapun. Maafkan aku sayang, aku hanya tidak mau kamu tidak bahagia bersama dengan Raihan. Maafkan aku...caraku memang salah."
Zahwa pun membalikkan tubuhnya, hingga kini saling berhadapan dengan Rey. Dia ingin melihat raut wajah suaminya. "Apa Mas menyesal telah mencoreng nama baikku?"
__ADS_1
"Sangat, aku sedih melihatmu menangis saat itu...aku sadar alasanku tidak masuk akal melakukan semua kecurangan yang bisa menyakiti hatimu dan aku tidak pikir panjang."
"Mas...apa kamu butuh maaf dariku?" Zahwa membelai pipi suaminya dengan lembut.
Rey mengangguk dengan mata yang sendu disertai rasa bersalah.
"Kalau begitu maukah Mas berjanji padaku?"
"Apa sayang?" tanya Rey seraya mengelus rambut panjang istrinya. Ia merasa suasana diantara mereka mulai membaik dan Zahwa juga sudah mau bicara banyak padanya. Apa artinya damai sudah di depan mata? Dan jatah akan segera di dapat?
"Maukah Mas berjanji untuk tidak mengkhianatiku dan tidak berbohong padaku?"
"Iya sayang, tentu saja." ucapnya lalu mengecup kening sang istri. "Aku tidak akan mengulangi kesalahanku untuk yang kedua kalinya, nemoku."
"Jangan ulangi lagi ya Mas, aku tidak mau Mas begitu lagi. Ini pertama dan terakhir kalinya."
"Jadi...kamu maafin aku kan sayang?"
"Iya Mas, aku maafin tapi--"
Belum sempat Zahwa menyelesaikan ucapannya, bibir Rey sudah membungkam bibir Zahwa dengan ciuman basah. Zahwa refleks lalu mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya dan membalas ciuman yang sudah 3 hari tidak dilakukan pasangan suami-istri itu.
"Makasih Nemo sayang...makasih kamu udah maafin aku. Apa aku boleh minta--itu?"
Zahwa terkekeh. "Mentang-mentang udah maafin terus langsung minta anu deh."
"Udah 3 hari sayang, kasihan Pikachu Mas main solo terus." keluh Rey sambil menanggalkan piyama bagian atasnya.
"Pikachu?" Zahwa menengadah mendengar nama itu.
"Biar gak vulgar, kasih nama Pikachu buat anu." ucap Rey tanpa rasa malu, kini dia sudah bertelanjang dada karena piyama berkancingnya sudah di lepas. Memperlihatkan ada 6 kotak-kotak disana atau biasa disebut dengan sixpack. Sungguh indah dan menggoda, disertai dengan bulu-bulu tipis disana.
Rey bagaikan bak artis Turki, hidungnya yang mancung, jenggot tipisnya membuat dirinya semakin tampan meski tidak seperti opa Korea kesukaan Zahwa. Tapi jujur saja, Zahwa lebih menyukai Rey yang tampannya original.
"Mas mesum ih..." ucap Zahwa malu-malu dan tak berani menatap suaminya.
"Gantengan mana Rey-bin sama Hyun bin?" tanya Rey dengan tangan yang mulai membuka kancing piyama Zahwa satu persatu.
"Mas... jangan bandingkan kamu dengan Opa Hyun Bin karena itu bedanya sangat jauh."
__ADS_1
Rey langsung terdiam, dia menatap tajam pada istrinya. Zahwa pun paham arti tatapan itu, suaminya sedang cemburu. "Tentu saja suamimu ini paling ganteng, walaupun dia kulkas 15 pintu!" seru Zahwa memuji suaminya.
Pria itu langsung tersenyum lalu dia mencium bibir istrinya dengan lembut. Tangannya juga tidak hanya diam di satu tempat dan mulai bergerilya kemana-mana. Dia melucuti satu persatu pakaian Zahwa hingga kini istrinya sudah tanpa sehelai benang sementara dirinya masih memakai boxer.
"Mas Rey....ughh..." Zahwa melenguh manakala tangan Rey memainkan dua aset berharganya yang kini sudah polos tanpa kain penyangganya. Lidah dan tangan Rey bermain semua menyusuri tubuh Zahwa, mencari setiap kenikmatan dalam sentuhannya. Terlihat beberapa tanda kepemilikan di leher dan dada putih mulus Zahwa.
Mendengar suara sang istri mendesah membuat Rey semakin bergairah, kini tangannya yang tadi diatas sudah menyelinap masuk pada segitiga pengaman sang istri.
"Ah! Mas..."
"Bentar ya sayang, Rosalinda-nya kamu masih sempit, belum bisa dimasukin Pikachu." ucap Rey sambil melakukan pemanasan lebih
Zahwa terkejut dan langsung melotot pada suaminya. Dia tidak menyangka bahwa suaminya se vulgar itu dengan nama-nama samaran yang menggelikan. "Apa sih sayang?"
Rey kembali membungkam bibir Zahwa dengan bibirnya. Beberapa menit kemudian, dirasa pemanasan Rosalinda sudah cukup, akhirnya Rey membuka celananya dan memperlihatkan si Pikachu yang sedari tadi sesak minta di lepas mencari sang Rosalinda.
"Mas..."
"Tenang aja, Pikachu bakal pelan-pelan kok temu kangen sama Rosalindanya." kata Rey lembut seraya mengusap kening Zahwa yang sudah berkeringat.
"Mas ada-ada aja deh...hehe." Zahwa kembali terkekeh dengan si kulkas 15 pintu yang ternyata punya selera humor juga. Tapi Zahwa semakin menyukai suaminya ini.
"Pikachu udah gak sabar, aku mulai ya."
Tak lupa Rey mengucapkan doa didalam hatinya, doa saat akan bersetubuh dengan istrinya. Hal yang tidak pernah dia lupakan saat akan bersenggama dengan Zahwa. Zahwa pun sama.
Lalu Pikachu pun bertemu dengan Rosalinda, seketika Zahwa menjerit dengan pertemuan itu yang masih saja menyakitkan untuknya walau tidak sesakit yang pertama.
"AKHHH!" Pekik Zahwa terkejut saat Pikachu masuk ke dalam Rosalinda miliknya.
Rey langsung membungkam bibir istrinya dengan ciuman, guna meminimalisir suara jeritan dan dessahan istrinya. "Sayang, jangan keras-keras, kita masih di rumah keluarga kita dan kamarku gak kedap suara."
"Maaf Mas, aku lupa...aku pikir kita masih di hotel...ugh..." ucap Zahwa sambil merasakan hentakkan yang menghujam tubuhnya.
"Nanti kalau rumah kita udah selesai di bangun, kita langsung pindah kesana biar bisa berduaan." kata Rey sambil tersenyum sambil menikmati penyatuannya dengan Zahwa.
Malam itu mereka melakukan penyatuan kembali setelah 3 hari Rey berpuasa, kini mereka sudah berdamai. Rey sangat bahagia, dia mendapatkan maaf dan si Pikachunya mendapatkan jatah. Double bahagianya.
Setelah mereka mencapai surga ketujuh dan bermandikan keringat, Zahwa langsung jatuh tertidur karena lelah. Sementara Rey masih memandangi istrinya yang sudah terbaring pulas di balut selimut hangat. "Aku cinta kamu sayang, aku bangunin kamu subuh aja ya biar kita bisa mandi bareng." bisik Rey lalu memeluk Zahwa dengan erat tak peduli dengan keringat dan lengketnya badan mereka saat ini.
__ADS_1
...*****...