Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 91. Permintaan maaf


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Mendengar ucapan Iqbal pada Salimah, bukan hanya membuat Salimah tercengang tapi Annisa juga. Dia tidak suka dengan keputusan suaminya yang terlalu diktator dan menyalahkan Salimah.


"Abi, aku tidak setuju dengan keputusanmu! Laki-laki didunia ini masih banyak bi, kenapa anak kita harus menjadi istri kedua? Kamu mau kalau anak kita dicap sebagai pelakor?" tanya Annisa dengan kening berkerut dan wajah yang pucat. Dia tau suaminya orang yang seperti apa, Iqbal memang terlihat lembut di luar tapi sebenarnya dia adalah sosok suami yang tegas dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.


Kalau sudah bicara A pasti akan A, jika sudah berbicara B pasti akan B. Keputusannya ibaratkan mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.


Memang ada alasan kenapa Iqbal ingin menjodohkan anaknya kepada ustad Fahri yang jelas-jelas sudah memiliki istri. Dia ingin Salimah dididik oleh pria yang baik dan Sholeh, tentunya bisa mengarahkan dia ke arah yang lebih baik. Ustad Fahri juga sebenarnya memiliki perasaan kepada Salimah sebelum dia menikah dengan istrinya tapi Salimah menolak lamaran Fahri mentah-mentah. Jadi tidak ada salahnya apabila Iqbal meminta Fahri kembali menjadi menantunya dan pasti pria itu tak akan menolak.


Tapi Annisa tidak setuju dengan hukuman yang diberikan suaminya untuk Salimah, bagaimanapun juga Salimah adalah Putri satu-satunya mana mungkin dia akan menjodohkan putrinya kepada seseorang yang sudah mempunyai istri.


"Maaf umi, Abi sudah tidak sanggup lagi untuk mendidik anak kita. Tapi sudah waktunya anak kita untuk menjadi dewasa dan berjalan ke depan. Mungkin setelah dia menikah dengan ustad Fahri, sikapnya yang kekanak-kanakan ini akan berubah. Keputusan Abi sudah bulat, ini juga demi kebaikan anak kita berdua umi." tutur Iqbal tegas.


Salimah menangis tersedu-sedu seraya memohon kepada abinya untuk tidak dijodohkan kepada ustaz Fahri. Dia lebih baik menerima hukuman yang lain daripada dijodohkan dengan pria itu, pria yang sama sekali tidak pernah dia cintai. "Abi...Imah mohon, jangan lakukan ini kepada Imah...Imah akan melakukan apa saja untuk menebus kesalahan Imah asalkan Imah tidak menikah dengan ustad Fahri. Kalau Abi dan kak Raihan mau aku minta maaf kepada Zahwa dan juga pak Reyndra, aku pasti akan meminta maaf kepada mereka...tapi tolong jangan jodohkan aku dengan ustad Fahri."


Raihan tidak angkat bicara, dia hanya diam melihat adiknya sedang memohon kepada abinya. Dia marah, kecewa dan sakit hati Kenapa adik yang sangat dia sayangi tega menusuknya dari belakang? Bahkan dia adalah dalang dari batalnya pernikahannya dan Zahwa dulu karena perasaan hasad.


"Abi... umi mohon Abi pertimbangkan keputusan ini sekali lagi!" pinta Annisa kepada suaminya.


"Baik, akan Abi pikirkan." jawab Iqbal sambil menghela nafas panjangnya. "Raihan, sekarang kamu bawa Zainab dan juga Salimah ke rumah keluarga Calabria, mereka harus meminta maaf atas perbuatan mereka kepada Zahwa dan juga Reyndra." tegas Iqbal keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.


"Iya Abi, permintaan harus di segerakan." sahut Raihan.

__ADS_1


Salimah hanya terisak menyesali semua perbuatannya, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah. Kini dia, Raihan dan juga Zainab di dalam perjalanan menuju ke rumah keluarga Calabria.


Jangan lupakan bahwa hari itu masih pagi, jadi mungkin semua orang sedang berkumpul di sana dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk meminta maaf.


Tangan Salimah gemetar ketakutan, dia begitu takut dengan keputusan abinya yang ingin menikahkan dia dengan ustadz Fahri. Zainab tidak menghibur Salimah, sebab dia masih kesal pada Salimah karena ia sudah tahu bahwa Salimah adalah orang yang telah mereka percakapannya dengan dokter Maya dan mencoba mengadu domba dirinya dengan Zahwa.


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di rumah besar keluarga Calabria. Kebetulan semua orang baru akan berangkat kerja, disaat itulah Salimah mencari alasan. "Kak, mereka udah mau kerja...apa sebaiknya nanti saja kita--"


"Salimah, NURUT!" ujar Raihan dengan suara meninggi pada adiknya.


"I-iya kak." ucap Salimah tak berani bersuara lagi.


Zainab juga hanya diam saja, ia sibuk dan bersiap merangkai kata untuk permintaan maafnya pada Zahwa.


Bram, Nilam, Diana, Selina, Zahwa dan Rey juga ikut duduk disana karena kata Raihan ada yang ingin dibicarakan olehnya terutama pada Rey dan Zahwa. Mereka jadi bertanya-tanya ada apa Raihan datang kesini bersama Zainab dan Salimah yang ketakutan.


Sementara itu Rey menatap Salimah dengan tajam. Ya karena wanita itu yang mengatakan kebenaran lebih dulu, Zahwa jadi marah padanya. Meski sepenuhnya dia tidak menyalahkan Salimah, dia juga salah dan dia akui itu.


"Maaf, ada apa kalian kemari?" tanya Bram yang selalu ketus pada keluarga Iqbal, termasuk pada Raihan. Pria yang sudah menyakiti hati Zahwa dengan begitu dalam dan dia masih menyimpan rasa kesal.


"Bram jangan gitu dong sama tamu, nak." Nilam mengingatkan anaknya untuk lebih ramah pada tamu.


"Ehem, jadi mau apa kalian kemari?" tanya Bram dengan nada suara yang lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


"Pak Bram, semuanya...terutama kepada kak Reyndra dan Zahwa, kami kesini untuk meminta maaf." Raihan memulai pembicaraan diantara mereka.


Tiba-tiba saja Salimah menjatuhkan tubuhnya di depan Zahwa, dia bersimpuh di kaki gadis itu dan membuat semua orang terkejut.


"Salimah, kamu apa-apaan?" tanya Zahwa terheran-heran melihat Salimah seperti itu


"Zahwa aku minta maaf....aku yang mengirim pesan suaraku dan kak Rey, aku yang memberikan ide pada kak Rey untuk menghancurkan pernikahan kamu dan kak Raihan dulu. Maafkan aku Zahwa, aku sudah berdoa sama kamu....maaf...hiks..." Salimah menggenggam tangan Zahwa, bulir air mata penyesalan mengalir deras membasahi wajahnya. "Maafin aku juga...hiks...karena aku berusaha menghancurkan rumah tangga kamu dan pak Reyndra dengan mengirim semua itu. Tidak cukup dengan semua itu, aku bahkan berusaha mengadu domba kamu dan juga kak Zainab. Aku minta maaf...hiks..." tutur Salimah terisak memohon maaf dengan sangat pada gadis yang selama ini dia dizalimi.


Diana, Nilam, Bram dan Selina tercekat mendengar ucapan Salimah. Mereka menggarisbawahi pada bagian bahwa Rey dan Salimah menghancurkan pernikahan Zahwa dan Raihan. "Tunggu! Apa maksudnya Rey yang menghancurkan pernikahan Raihan dan Zahwa dulu?" tanya Diana sambil melihat ke arah Rey dan Raihan bersamaan.


Kini giliran Rey yang mengaku dan meminta maaf didepan keluarganya, ya dia tidak bisa menyembunyikan kebenaran ini dari keluarganya bukan? Lagipula Zahwa sudah tau.


Rey mengatakan bahwa ia adalah dalang dari batalnya pernikahan Zahwa dan Raihan dulu. Semua keluarga Calabria terkejut dan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rey dan bagaimana bisa Rey mampu berbuat seperti itu.


"Jadi ini yang membuat kamu dan Zahwa bertengkar Rey?" tanya Nilam sambil memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa penat.


"Iya Oma,"


"Astagfirullah.."


Setelah mengatakan semua kebenaran dan rahasianya, Rey merasa lega tapi dia tidak tenang dengan istrinya yang tentunya masih marah padanya.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2