
...🍁🍁🍁...
Ustad Fahri berceramah sebelum memulai acara khitbah itu, dia berceramah sedikit tentang khitbah.
Khitbah adalah salah satu prosesi lamaran dimana pihak dari keluarga laki-laki berkunjung ke rumah calon mempelai perempuan. Di dalam pertemuan itu, pihak keluarga laki-laki akan mengungkapkan tujuan datang ke rumah yaitu mengajak calon mempelai perempuan untuk membangun rumah tangga atau menikah.
Permohonan tersebut dapat disampaikan langsung oleh calon mempelai laki-laki atau juga bisa disampaikan oleh perwakilan dari pihak keluarga yang dipercaya dan sesuai dengan ketentuan agama. Dalam proses khitbah, pihak perempuan hanya perlu menjawab “iya” atau “tidak”.
Apabila calon mempelai perempuan menyetujui khitbah tersebut, maka dirinya bisa disebut sebagai makhthubah, yaitu berarti perempuan yang sudah resmi dilamar oleh laki-laki. Dengan begitu, perempuan tersebut tidak diizinkan untuk menerima lamaran dari laki-laki lain.
Sebelum melaksanakan khitbah, calon mempelai laki-laki perlu memperhatikan dan memahami beberapa hal yang digunakan untuk menentukan perempuan mana yang akan Ia lamar. Hal tersebut dimaksudkan supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di masa depan.
Karena perlu kita pahami bahwa pernikahan merupakan hal yang sangat sakral dan tidak dapat dilakukan dengan cara main-main dan tidak mengikuti aturan agama. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa syarat yang harus dilakukan sebelum melakukan khitbah.
Dapat dilakukan kepada para perempuan yang masih lajang atau janda yang sudah selesai masa iddahnya.
Perempuan yang tidak sedang dalam masa iddah. Di dalam Alquran Allah SWT berfirman: “Dan suaminya berhak rujuk kepada kepada mantan istri dalam masa penantian tersebut, apabila para suami menghendaki ishlah. (QS Al-Baqarah: 228)
Perempuan bukanlah mahram bagi laki-laki lain
Perempuan yang tidak atau belum dilamar oleh seorang laki-laki.
Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kamu (seorang laki-laki) meminang seorang perempuan yang sudah dipinang saudaranya. Sebelum laki-laki tersebut meninggalkan perempuan itu atau sudah mengizinkannya. (HR Abu Hurairah)
"Maaf menyela pak ustadz!" Zayn tiba-tiba mengangkat satu tangannya dan menyala ceramah pak ustad Fahri.
Ustad Fahri pun menghentikan ceramahnya, lalu menoleh ke arah Zayn dengan kening berkerut.
Semua orang menatap ke arah Zayn yang tiba-tiba saja menyela ceramah ustadz Fahri.
"Ada apa?"
"Sepertinya... kakak saya sudah tidak sabar, jadi lebih baik acara khitbahnya dipercepat saja pak ustadz? Kasihan nanti kakak saya lumutan...hehe." kata Zayn sambil terkekeh dengan ekor mata yang melirik Rey, pria itu tersenyum tipis dengan wajah yang memerah.
"Haha...iya pak, lebih baik kita persingkat waktu saja ya pak. Sepertinya Zahwa juga sudah tidak sabar ingin segera meresmikan hubungan mereka," Bima ikut bicara, sedari tadi dia memperhatikan keponakannya itu. Zahwa hanya tersenyum saat omnya bicara.
Dia memang sudah tidak sabar ingin segera meresmikan hubungan mereka. Akhirnya ustad Fahri, mempersingkat waktu dan sebelum waktu magrib tiba.
__ADS_1
Setelah cincin tersemat di jari masing-masing, semua keluarga Calabria memberikan ucapan selamat kepada mereka dan bertepuk tangan. Mereka berdoa semoga Zahwa dan Rey selalu langgeng dan tidak ada halangan sampai hari h pernikahan.
Para orang tua pun berkumpul, mereka membicarakan masalah tanggal pernikahan anak-anak mereka. Bima, Bram, Amayra, Diana dan Nilam telah mengambil keputusan bahwa tanggal sakral pernikahan tersebut jatuh pada tanggal 15 Agustus nanti. Yang artinya satu bulan kemudian karena pada hari ini tepat tanggal 15 Juli, pertunangan Zahwa dan Rey.
Dalam waktu satu bulan itu, keluarga akan menyiapkan untuk pernikahan Zahwa Rey.
Acara tersebut dihadiri oleh teman terdekat Zahwa dan Rey. Rey mengundang sekretarisnya saja dan Zahwa mengundang Aini saja disana untuk membagikan kebahagiaannya pada sahabat dekatnya itu sekaligus mendekatkan Zayn dan Aini.
Ditambah lagi ada Selina si tukang kompor dan jangan lupakan Alisa dan Viona si biang kerok yang akan menambah suasana disana bertambah ramai.
"Wah...kak Zayn, kak Zayn keduluan sama kak Zahwa. Apa kak Zayn belum ada calon?" celetuk Alisa dengan polosnya.
"Haha...anak kecil jangan ngomongin jodoh jodoh-jodohan." Zayn hanya terkekeh sambil mengusap usap rambut Alisa yang panjang dengan lembut.
"Gimana gak keduluan, orang dia jaim terus..." Zahwa ikut bicara sambil melihat ke arah kakaknya.
"Aku setuju sama sama kak Zahwa, kak Zayn emang jaim." Viona terkekeh ikut ikutan mengatai Zayn.
Aini tertawa mendengar ucapan para saudara perempuan Zayn itu. "Haha...kalian benar, emang si piktor ini jaim banget."
"Apaan sih woman Hulk?" cetus Zayn tidak suka dengan panggilan Aini padanya.
Bukan aku-nya yang jaim, tapi kamunya gak peka woman Hulk.
Namun masalahnya Zayn masih ragu dan malu untuk mengungkapkan cintanya, takut ditolak!
"Cie...ciee...cici cuit...Cici cuit...yang udah punya panggilan sayang nih! So sweet banget sih!" Biasanya Selina yang mengompori orang, sekarang Zahwa ikut ikutan juga.
"Nemo, jangan gangguin mereka...ikut aku sebentar yuk, aku mau tunjukkan sesuatu!" ajak Rey pada Zahwa, dia sudah berdiri dibelakang gadis itu.
"Ehm...iya kak." jawab Zahwa sambil tersenyum pada Rey, senyum yang bisa meneduhkan pria itu.
"Jangan berduaan Zahwa Rey, kalian masih belum HALAL....nanti ada setan!" ujar Amayra dari ruang tengah ,mengingatkan dengan tegas pada Zahwa dan Rey.
"Tenang aja ma, Rey cuma mau bahwa Zahwa ke taman belakang. Kalian bisa mengawasi kami, Rey gak bakal macam-macam ma." Kata Rey sambil tersenyum.
Rey pun mengajak Zahwa pergi ke kolam belakang, terlihat seekor kucing Persia gemuk berwarna putih menyambut Zahwa dan Rey.
"Doris...kamu belum bobo?" Zahwa memegang kucing itu lalu duduk di kursi taman belakang, sambil mengelus lembut bulunya. Kucing itu begitu anteng di dalam pelukan Zahwa.
"Pengen dong di peluk gitu sama kamu," goda Rey pada tunangannya itu. Dia menarik kursi yang didudukinya supaya berhadapan dengan gadis cantik itu.
__ADS_1
"Kak..lagi-lagi kakak keluar mesumnya." Zahwa menundukkan kepalanya dengan malu-malu.
"Dari tadi kamu nunduk terus, kakak jadi gak bisa lihat wajah kamu. Kakak kan kangen,"
Zahwa pun mendongakkan kepalanya, hingga netranya bertemu dengan pria tampan yang kini duduk berhadapan dengannya itu.
"Ini...udah lihat kan? Udah puas?" tanya Zahwa sambil tersenyum lebar hingga membuat gigi gingsul cantik itu terlihat oleh Rey.
Pria itu menyunggingkan senyum manisnya. "Sepertinya aku gak akan pernah puas sama kamu, meski nanti aku sudah memilikimu."
"Kulkas 15 pintu, ternyata bisa bikin puisi juga."
"Bukan puisi, Nemo...tapi ungkapan hatiku." Rey tersenyum kemudian dia menatap lekat gadis itu dengan perasaan gelisah. Seperti ada yang mau dia ungkapkan pada Zahwa.
Aku dan Zahwa akan segera menikah, aku boleh merahasiakan apapun dari Zahwa. Kalau dia tau dari orang lain, bahwa aku yang menggagalkan pernikahannya dan akulah pria yang saat itu berfoto dengannya di kamar, dia pasti marah. Lebih baik aku memberitahunya sekarang juga.
"Kak...ada apa? Kakak mau ngomong apa?" tanya Zahwa pada calon suaminya. Dia menyadari bahwa ada sesuatu yang membuat Rey resah. Terlihat Doris kini pergi dari gendongannya.
Pria itu mengambil nafas dalam-dalam, lalu ia pun menatap Zahwa setelah mempersiapkan mentalnya. "Zahwa, kakak mau ngomong sesuatu yang penting. Tapi kamu janji ya jangan marah sama aku dan dengarkan penjelasanku?"
"Iya kak aku janji, aku gak akan marah." balas Zahwa, terlihat keningnya berkerut. Dalam hati, dia bertanya-tanya apa yang akan di katakan oleh Rey.
Bismillah ya Allah...
"Zahwa, sebenarnya saat--"
"Kak...tunggu dulu kak!" Zahwa tiba-tiba menginstruksi ucapan Rey. "Uwek...uwekk..." Zahwa memegang perutnya, lalu dia menutup bibir dengan tangannya.
"Nemo...kamu kenapa?"
"Uwek...."
Zahwa beranjak dari tempat duduknya lalu masuk ke dalam rumah, langkahnya tertuju pada kamar mandi yang ada di dapur. Terdengar suara Zahwa yang mual-mual disana dalam kamar mandi.
Hingga atensi semua orang tertuju pada Rey yang juga sedang berjalan menyusul Zahwa. Apalagi Selina, Alisa, Viona Zayn dan Aini, mereka begitu tajam menatap Rey.
Uwek...uwekkkk...
"A-ada apa?" tanya Rey pada semua orang yang kini tengah menatapnya begitu tajam.
Kenapa semua orang menatapku begitu?
__ADS_1
Rey yang berdiri didekat dapur, tampak kebingungan dengan tatapan semua orang kepadanya.
...****...