Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 84. Memilih merahasiakan


__ADS_3

...Hasad adalah sifat dengki yang membahayakan, sebab dapat membinasakan seseorang apabila tidak segera bertaubat kepada Allah SWT. Ketika sifat dengki ini terdapat dalam hati maka tergolonglah dia menjadi orang yang paling merugi karena nilai kebaikan yang dimilikinya dihapus oleh sifat hasadnya....


...Seperti yang tertulis dalamย surah An-Nisa, ayat 32ย yang artinya seperti di bawah ini: Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain....


...๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ...


Pertengkaran itu masih berlanjut sampai tengah malam, tidak ada kekerasan tapi banyak kata-kata pedas yang dilontarkan oleh Raihan pada istrinya. Kata-kata yang sebenarnya tidak ingin ia ucapkan pada Zainab.


Tapi keadaan membuat Raihan terpaksa memperingati istrinya dengan saat seperti ini, bukankah tugas seorang suami bukan hanya memberikan nafkah lahir dan batin pada istrinya? Dia juga harus menjadi kepala keluarga, imam yang baik dan bisa mendidik istrinya jika istrinya berbuat salah, bukan?


"Zainab apa kamu sadar apa yang kamu lakukan? Jika aku tidak datang kesana, pasti kamu sudah menghancurkan pernikahan kak Rey dan Zahwa. Sadarkah kamu kelakuan hasad kamu ini sudah berlebihan Zainab? Salah apa Zahwa sama kamu dan Salimah, sampai kalian mau mengacaukan hari bahagianya?"


"Ti-tidak mas, maksud kami baik...kami mau membuka kebenaran kalau suaminya tidak sebaik yang dia pikirkan! Kami tidak bermaksud untuk--" Zainab gagap, dia benar-benar takut hanya dengan tatapan suaminya yang tajam itu.


"Untuk apa? Untuk membalas Zahwa atas apa yang tidak dia lakukan? Benar begitu kan, Zainab?" Tanya Raihan dengan suara pelan tapi menusuk.


"Mas! Kenapa kamu menuduhku lagi? Ah...atau jangan-jangan kamu masih cinta sama wanita itu sampai kamu membelanya mati-matian seperti ini!" seru Zainab disertai air mata yang luruh membasahi pipinya.


"Kamu jangan memutar balikan fakta, Zainab. Kamu tau aku sudah tidak memiliki perasaan seperti itu lagi pada Zahwa, kamu yang tau benar kalau aku sudah mulai jatuh cinta padamu! Aku bukan membelanya karena cinta tapi karena aku menebus kesalahanku yang telah menyakitinya dan aku ingin dia bahagia dengan kehidupannya kali ini. Tapi kenapa kamu masih saja berprasangka buruk kepadaku?"


Zainab meremass tangannya dia masih terisak, takut dengan semua ucapan Raihan padanya. Memang benar dia tidak suka Zahwa bahagia karena ia pikir Zahwa masih menjadi bayang-bayang dalam rumah tangganya. Apalagi dia terhasut oleh Salimah yang menuduh Zahwa mengirim video itu.


"Mas, tolong kamu jangan terus menyalahkan aku seperti ini! Apa kamu tau kenapa aku berbohong dengan berpura-pura hamil? Saat itu apa kamu ingat? Kamu mengatakan ingin menceraikan aku dan aku jadi takut....aku takut kamu benar-benar menceraikan aku makanya aku berbohong."


Raihan tertegun, dia tidak mengatakan sepatah kata pun karena apa yang dikatakan oleh Zainab memang benar adanya. Saat itu dia memang berniat menceraikan Zainab karena dia merasa bahwa pernikahan tanpa Cinta ini hanya akan menyakiti Zainab saja.


"Maafkan aku untuk itu Zainab, maaf telah membuat kamu memiliki prasangka yang bukan bukan karena sikap dan ucapanku," ucap Raihan menyesal.


Pria itu mengakui bahwa dia juga bersalah karena telah mendorong istrinya untuk berbuat jahat pada Zahwa. "Mas...maafkan aku, aku khilaf, seharusnya rasa cemburu tidak membuatku seperti ini."


"Sudahlah, kita bicara besok lagi. Sekarang sudah malam, tidurlah Zainab..." ucap Raihan sambil menghela nafas dengan kasar. Ia pun beranjak dari ranjang itu. Lalu dia mengambil sarung dan juga senter di atas nakas.


"Mas mau kemana?" Tanya Zainab yang heran melihat suaminya memakai sarung dan membawa senter.


"Aku mau ronda, malam ini jadwalku ronda."

__ADS_1


"Mau kubuatkan kopi, Mas?" tawar Zainab pada suaminya.


"Tidak, kamu tidur saja." Kata Raihan dingin. Sebenarnya ronda hanya alasan agar dia pergi dari rumah itu, dia sedang tidak ingin bicara dan dekat dengan Zainab. "Kamu renungkan kesalahanmu, Zainab. Jangan biarkan aku menjadi imam yang gagal dan jangan biarkan aku mengucapkan kata-kata yang dibenci Allah. Mari sama-sama kita berubah Zainab, jangan ada hasad dan tipu muslihat." Kata pria itu bijaksana.


Malam itu Zainab ditinggalkan sendirian di rumahnya, dia menangis sambil berbaring diatas ranjang. Merenungkan semua kesalahannya pada Zahwa.


Tapi darimana Raihan tau tentang hubungan Salimah dan Rey? Dia tau dari bukti chat di hp Salimah yang tak sengaja ia lihat, disitu dia mengetahui bahwa foto-foto Zahwa ada kaitannya dengan Rey dan Rey adalah dalang gagalnya pernikahan Raihan dan Zahwa dulu. Tapi Raihan tidak mau menyalahkan orang lain, dia pun sempat meragukan kesucian Zahwa dan menurut pada orang tuanya untuk membatalkan pernikahan itu.


Ini adalah salahnya juga dan Raihan ingin Zahwa bahagia. Dia tidak mau ada masalah dalam rumah tangganya dan memilih merahasiakan tentang insiden gagalnya pernikahan Zahwa dan dirinya dulu.


Jikalau rahasia itu terbongkar suatu hari, jangan sampai dari Raihan, Zainab ataupun Salimah tapi dari mulut Rey sendiri.


******


Sinar mentari menyinari lewat celah-celah jendela kamar hotel itu, membangunkan Zahwa yang tertidur lagi setelah mandi dan melaksanakan shalat subuh bersama suaminya. Sementara Rey tetap terjaga, berbaring sambil memeluk istrinya berbagi kehangatan dari tubuhnya.


Dia tak hentinya memandangi wajah cantik wanita yang hidup bersamanya dari kecil. Bahkan dia sudah tau Zahwa dari bayi, sekarang gadis itu sudah dewasa dan sudah menjadi istrinya. Melewatkan malam penyatuan dengannya.


"Eungh..." Tubuh Zahwa menggeliat, perlahan ia mulai membuka matanya. Ia merasakan tubuhnya sedikit berat karena ada sepasang tangan melingkar di tubuhnya.


Tangan besar itu juga membelai tengkuk Zahwa dengan lembut. "Pagi istriku, kamu sudah bangun?"


"Mo...kamu kenapa?" tanya Rey dengan terheran-heran melihat Zahwa yang terkejut itu.


"Oh iya ya, aku kan sudah menikah dengan kak Rey... bisa-bisanya aku kaget hehe." Gumam wanita itu menertawakan dirinya sendiri. Lantaran dia terkejut melihat ada pria tidur disampingnya bahkan memeluknya.


"Kamu ngomong apa sayang?" Tanya Rey yang tidak mendengar jelas apa yang dikatakan oleh Zahwa.


Pelukan posesif Zahwa dapatkan dari suaminya. "Gak apa-apa Mas, aku tadi sempat lupa kalau kita sudah menikah jadi aku terkejut kenapa Mas bisa ada di sebelahku."


"Apa? Jadi kamu lupa kalau kita sudah menikah? Ya udah kalau kamu lupa, aku tinggal ingetin." Kata Rey dengan santainya.


"Ingetin?" Zahwa berpikir.


Setelah tersenyum manis, Rey mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri lalu hendak mencium bibirnya kembali, tapi dengan cepat Zahwa menutup bibir Rey dengan tangannya.

__ADS_1


"Apa sih? Ganggu aja tau gak!" Tatapan Rey begitu memprotes tindakan istrinya.


"Aku belum gosok gigi lagi Mas, aku baru bangun tidur."


"Aku juga belum," sahut Rey menimpali.


Mereka pun berciuman di pagi hari, hanya ciuman saja tidak melebihi batas. Sebab ada suara cacing di perut minta diisi. Dan perut siapa lagi kalau bukan perut Zahwa.


Kruukkk...


Rey langsung paham akan suara itu, Zahwa memang kadang sulit menahan lapar apalagi semalam mereka baru saja bergulat ranjang, pastinya Zahwa kelaparan.


"Aku pesan makan ya, maaf aku lupa semalam kita gak makan malam dulu."


"Iya Mas...aku laper, tapi--"


"Apa sayang?" tanya Rey lembut.


"Aku pengen nyobain makan di restoran hotelnya, tapi aku gak ada baju lain selain ini sama gaun pengantin. Mama sama mama Diana menyiapkan bajunya yang tipis tipis kak, aku gak bisa pakai pakaian gini. Mana gak ada kerudung lagi!"


"Oke,itu mah gampang."


Rey mengambil ponselnya diatas nakas lalu dia menelpon seseorang dan memintanya untuk mengantarkan satu set baju muslim beserta dengan kerudungnya ke kamar itu. Tak lama kemudian seorang pelayan hotel mengantarkan baju untuk Zahwa, dia memakai baju itu lalu pergi bersama Rey ke lantai bawah hotel untuk makan bersama. Sarapan pagi.


Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke restoran mewah di hotel itu.


Ketika sedang berjalan di restoran mewah itu, Rey melihat seorang pria paruh baya berpakaian cleaning servis sedang membersihkan sampah, menatapnya dengan tajam.


Kenapa dia bisa ada disini? Rey terlihat tidak senang saat melihat sosok pria itu.


"Rey...Rey!"


Rey mengabaikan panggilan itu dan terus berjalan bersama Zahwa ke restoran. Beruntung Zahwa tidak mendengar suara si bapak itu dan pergi ke restoran bersama suaminya.


...*****...

__ADS_1


Hai Readers, sambil nunggu up mampir sini dulu dong karya kak SANTI SUKI, keren banget ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ™ˆ



__ADS_2