Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 57. Hadiah untuk Zahwa


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


"Assalamualaikum," ucap Zayn dan Aini kompak, hingga membuat mereka berdua saling melirik satu sama lain.


"Apaan sih piktor?" Gerutu Aini protes, dia tampak tak suka kompak dengan Zayn. Masih ada rasa kesal di hatinya sebab dia membuat Aini menunggu lama, karena Salimah.


"Apa?" Zayn tersenyum tipis melihat tinggal Aini yang menggemaskan.


Zayn merasa jika Aini mirip dengan saudara kembarnya, bar bar dan cerewet, tapi tampak menggemaskan. Mungkin seorang pria dingin dan cuek seperti Rey dan Zayn memang tercipta untuk wanita seperti Aini dan Zahwa yang memilik karakter ceria, karakter yang berbanding terbalik dengan karakter mereka.


"Waalaikumsalam," balas Amayra dan Zahwa yang sedang duduk di ruang tengah sambil menikmati cemilan.


Zayn dan Aini masuk ke dalam rumah. Zayn langsung menyerahkan buket bunga mawar pink, hadiah dan coklat untuk saudara kembarnya itu. Buket bunga, coklat dan hadiah itu menumpuk di pangkuan Zahwa.


"Congratulations my sister, ini buat kamu..."


"So sweet juga kamu sama adikmu ya, Zayn." ucap Amayra sambil tersenyum lebar. Karena biasanya Zayn dan Zahwa selalu bertengkar, kini Zayn memberikan banyak perhatian pada Zahwa.


"Hehe....anggap saja permintaan maafku karena aku gak hadir tadi waktu sidang Zahwa. Maaf ya my sister," Zayn menyatukan kedua tangannya seraya memohon maaf kepada Zahwa karena tidak hadir di sidang Zahwa. "Oh ya ini juga dari Salimah, katanya selamat." Zayn menyerahkan juga kotak dari Salimah.


Kok aneh ya? Zahwa terlihat sedih?. Batin Zayn melihat mata Zahwa yang merah.

__ADS_1


"Iya gak apa-apa, aku maafin karena kakak udah kasih aku coklat. Tapi...tapi tapi...kenapa kakak bisa datang sama Aini?" tanya Zahwa seraya menggoda kakaknya yang datang bersama sahabat baiknya. Matanya menatap kedua orang tersayangnya itu. Dia tidak menanggapi hadiah dari Salimah dan hanya menyimpannya saja.


"Kita janji--"


Aini langsung memotong ucapan Zayn ketika pria itu akan menjelaskan. "Kita gak sengaja ketemu di depan, jadi aku nebeng aja. Oh ya Zahwa, ini buat kamu! Selamat ya, tinggal nunggu wisuda deh...hehe." Aini terkekeh lalu menyerahkan kotak hadiah berwarna merah untuk sahabatnya.


Zayn terlihat tidak senang karena Aini mengatakan mereka tak sengaja bertemu, padahal mereka sudah janjian. Apa Aini masih marah padanya? Zayn langsung pergi begitu saja menuju ke kamarnya.


"Zayn? Kamu kenapa? Ayo makan dulu sini!" ajak Amayra pada anaknya tapi Zayn sudah pergi dari sana.


Sementara Aini dan Zahwa sedang asyik tertawa-tawa bersama meskipun sebenarnya hati Zahwa sedang gelisah. Malam pun semakin larut, Amayra meminta Aini untuk menginap saja di rumah karena hari sudah sangat malam.


"Jadi kamu udah terima kak Rey?"


"Iya kak."


"Tapi Tante Diana tau semuanya terus dia menentang kamu dan Pak Rey? Ehm... maksudku kak Rey, maaf kebiasaan manggil dia bapak di kantor." celetuk Aini seraya bertanya pada Zahwa.


"Iya."


"Kamu tenang aja, kakak akan bantu bicara nanti. Sama mama juga, kamu jangan takut...dan kak Rey pasti akan melakukan sesuatu, dia gak akan diam saja. Bukankah kak Rey bilang dia akan berjuang? Kamu jangan menyerah Zahwa." bujuk Zayn yang mendukung keputusan penuh untuk Zahwa bersama Rey.

__ADS_1


"Iya kak, kak Rey bilang sama aku kalau dia mau memperjuangkan hubungan ini, tapi jujur aku takut kak...aku takut kalau--"


Brak!


Tiba-tiba saja pintu kamar Zahwa terbuka lebar, membuat Zahwa, Aini dan Zayn yang ada didalam kamar menoleh ke arah ambang pintu.


"Zahwa, katanya om sama Tante kamu mau bicara sama kamu...dia suruh kamu ke rumah sekarang." Kata Amayra dengan wajah polosnya yang belum tau apa-apa.


Deg!


Zahwa langsung berdebar dan menegang saat mamanya memberitahukan tentang hal itu. Aini dan Zayn juga ikut tegang, ada apa sebenarnya dengan Bram dan Diana? Mengapa mereka memanggil Zahwa? Mendadak Zahwa mendapatkan firasat tidak baik.


"Sebenarnya ada apa sih? Tante kamu terdengar begitu serius, terus katanya semua orang juga ada disana."


"Ya udah kita semua kesana sekarang," ucap Zayn lalu menatap Zahwa, dia mengangguk seraya menenangkannya.


Tangan Zahwa gemetar, begitu juga dengan pandangan matanya yang sendu.


Ya Allah, ada apa ini? Bismilah...semoga semuanya baik-baik saja.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2