Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 60. Sabar sebentar lagi


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Ucapan Rey tentu saja membuat semua orang menentangnya. Bram, Amayra dan Diana sakit hati dengan ucapan Rey yang ingin memutuskan hubungan keluarga, dengan mencoret namanya di dalam kartu keluarga itu demi menikahi Zahwa.


"Tega kamu Rey! Kamu lebih memilih memutuskan hubungan keluarga, daripada mendengarkan larangan kami?" Hardik Bram kepada Rey, lagi-lagi dengan suaranya yang meninggi dengan penuh kekecewaan.


"Maafkan Rey, pa, ma, Tante Amayra, semuanya....Rey--"


Bram selalu memotong ucapan Rey. "Dengarkan papa baik-baik Rey! Mulai besok kamu akan pergi ke Singapore dan kamu urus perusahaan yang ada disana! Dan untuk kamu Zahwa, Om akan carikan seseorang untuk kamu."


Semua orang yang mendengar keputusan diktator Bram. Tentunya keputusan ini juga sudah di setujui oleh Amayra dan tentu saja Zahwa dan Rey kompak menolak keputusan para orang tua.


"Pa! Gak bisa gitu, papa mau menjauhkan Rey dengan Zahwa?" Rey menatap papanya dengan netra yang tajam dan kesal.


"Om...mama, tante, aku gak mau dijodohkan...tolong jangan seperti ini. Jangan kirim kak Rey pergi juga, aku tidak mau." Zahwa juga menolak keputusan itu dengan tegas.


"Ini sudah keputusan kami, kalian jangan membantah! Jangan jadi anak durhaka!" Seru Amayra memaksakan kehendaknya dan tidak mau dibantah.


Maafin mama, Zahwa...mama gak bisa lihat kamu sama Rey. Rey sudah seperti anak mama sendiri.


"Ma...aku gak mau pisah sama kak Rey." ucap Zahwa enggan menerima keputusan mamanya dan semua keluarga Calabria. Dia saja baru akan memulainya bersama Rey, tidak mungkin langsung putus begitu saja.


"Zahwa, kalau kamu sayang sama mama...please nurut sama mama, ini juga demi kebaikan kamu. Kamu boleh menikah dengan pria lain, asalkan jangan Rey!"


Perdebatan disana tak kunjung berakhir juga, kedua orang tua yang keras kepala, keinginan anak muda alias Zahwa dan Rey yang baru saja dimabuk asmara, membuat mereka tak mau mengalah.


Akhirnya Zayn dan Selina angkat bicara, guna membantu kedua saudara mereka menjelaskan kepada para orang tua. Zayn dan Selina berusaha menjelaskan kepada para orang tua bahwa hubungan Zahwa dan Rey tidak sederhana, mereka saling mencintai.


"Kalau alasan om, Tante dan mama tidak setuju dengan hubungan kak Rey dan Zahwa karena takut hubungan mereka kandas dan merusak hubungan keluarga. Zayn pastikan itu tidak akan terjadi."


"Ya, mama, papa, dan semuanya...Selina juga setuju dengan apa yang kak Zayn bilang. Selina yakin kalau kak Rey sama kak Zahwa gak akan putus, mereka akan bersama selamanya karena mereka saling mencintai."


Selina ikut bicara bukan karena uang tambahan, tapi ini murni untuk membantu pasangan itu bersatu. Dan Selina bisa merasakan bahwa perasaan Rey dan Zahwa itu kuat, terutama perasaan Rey. Pria yang setia dan tidak pernah melirik wanita lain selain Zahwa. Ya, meski sempat beberapa kali berhubungan dengan wanita, tapi tidak serius dan tidak kelewat batas.


"Kenapa kalian yakin seperti itu? Perasaan Rey dan Zahwa mungkin belum seumur jagung, kalian masih bisa memutuskannya." ucap Diana yang juga sangat menentang hubungan Rey Zahwa.


"Perasaan Rey pada Zahwa sangat dalam Ma, mama gak akan tau gimana rasanya mencintai seseorang selama 14 tahun dan memendam rasa ini sendirian. Kalau ini yang kalian khawatirkan, kalian tenang saja...Rey janji tidak akan pernah putus dengan Zahwa. Rey hanya akan menikah sekali dalam seumur hidup ini dan tentunya dengan Zahwa. Rey akan membahagiakan Zahwa dan--"


Bram mengangkat satu tangannya ,meminta agar Rey menghentikan ucapkan."Cukup! Papa tetap dengan keputusan papa, kamu keluar negeri dan papa akan carikan jodoh buat Zahwa."


Apapun yang dikatakan oleh Rey, Zahwa, maupun semua orang yang ada di sana hanyalah dianggap sebagai alasan dan bualan saja oleh Bram. Zahwa hanya bisa menangis sedih, dia tidak melawan para orang tuanya apalagi Bram yang sudah seperti pengganti papanya. Bima, Fania, Selina dan Zayn juga tidak bisa berkata apa-apa lagi kalau Bram sudah keras kepala.

__ADS_1


Wajah Rey memerah, dia menahan emosi dan tidak tahan lagi dengan semua ini.


Akhirnya Rey pun meledak. "Rey....Rey harus bertanggungjawab pada Zahwa! Makanya Rey harus menikah dengan Zahwa!"


Sontak, Zahwa, Amayra dan semua orang yang ada disana membelalakkan matanya menatap Rey. Mereka tidak menyangka Rey akan berkata begitu.


"Tang-tanggung jawab? Apa maksud kamu Rey?" Bram menarik baju Rey dengan kasar dan menatapnya dengan begitu tajam.


Kata tanggung jawab ini rupanya menimbulkan salah paham untuk semua orang. Mereka mulai berpikiran yang tidak-tidak dengan ucapan Rey.


Tanggung jawab apa yang dia maksud? Apakah dia telah berbuat sesuatu pada Zahwa yang mengharuskannya untuk bertanggung jawab?


"Kami sudah berciuman pa! Rey juga sudah pernah melakukan--"


"Melakukan APA?" Tangan Bram semakin menarik baju Rey yang berbahan kemeja itu, matanya melotot seperti akan keluar sana.


"JANGAN BILANG KALAU KALIAN SUDAH MELAKUKAN ITU!!" Teriak Amayra tidak percaya dengan ucapannya sendiri.


"Tidak Ma, aku sama kak Rey tidak pernah melakukan hal lebih dari pelukan dan ciuman." Zahwa angkat bicara dan mengakui apa yang telah dirinya dan Rey lakukan.


"ASTAGFIRULLAHALADZIM! Jadi kalian benar-benar sudah pernah berciuman? Ciuman apa? Bibir?" hardik Amayra pada putrinya dan Rey.


"I-iya Tante...maafkan Rey,"


Bram mendengus marah. "Astagfirullah! Kalian sudah berbuat ZINA!" bentaknya pada Rey dan Zahwa.


"Aku tidak bisa menahan diri pah, setiap kali aku dekat Zahwa ataupun jauh darinya...aku selalu memikirkannya dan aku tidak tahan ingin menyentuhnya." Rey menatap Zahwa, lalu dia tersenyum seraya menenangkan Zahwa. "Jadi...aku mohon, daripada berbuat dosa zina terus menerus, izinkan aku menikah dengan Zahwa. Tante Amayra, aku tau aku sudah seperti anak Tante sendiri...tante tetap bisa menganggap Rey sebagai anak. Tante, aku mohon izin dari Tante...izinkan aku bertanggung jawab pada Zahwa."


Tanpa mereka sadari ada dua pasangan mata sedang mengintip di depan ruang rawat Rey. Mereka adalah dua wanita yang tidak mengenakan hijab.


"Gila si Zahwa, parah..." celetuk Vera sambil tersenyum sinis.


"Jirr...gak nyangka dia sama kakak sepupunya sendiri udah ML?" cibir Tiara pada Zahwa.


"Bisa jadi bahan gibah nih, lihat aja kamu Zahwa...kita bakal balas perbuatan kamu! Kali ini kamu akan hancur!"


"Ya bener, kita harus balas perbuatannya karena dia udah buat kelulusan kita ditangguhkan!" Tiara setuju dengan sahabatnya Vera, mereka sepakat akan membuat Zahwa hancur.


Mereka pun pergi meninggalkan ruangan itu dengan mata penuh dendam dan hati diselimuti kebencian pada Zahwa, setelah merekam pembicaraan yang tidak usai itu.


******

__ADS_1


Sementara itu di ruangan Rey, semua orang menjadi hening dengan kata-kata Rey. Amayra , Bram, Diana tertegun sesaat seperti sedang berpikir.


Zahwa dan Rey sudah berpelukan, berciuman, bahkan membayangkan satu sama lain saja itu sudah zina. Lalu para orang tua harus bagaimana?


Zina sendiri dalam Islam merupakan sebuah perbuatan terlarang dan mendapatkan balasan yang pedih dari Allah SWT. Seringkali zina selalu dikaitkan dengan hubungan intim yang dilakukan oleh dua perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim.


Namun nyatanya, zina tidak hanya terbatas pada perbuatan tersebut. Namun, perbuatan zina juga dapat disebut pada perbuatan-perbuatan yang mampu membangkitkan nafsu syahwat dari lawan jenis bukan muhrim.


Padahal, dalam Alquran telah disebutkan secara jelas bahwa Allah SWT melarang hamba-Nya untuk menjauhi nafsu syahwat terhadap lawan jenis yang bukan muhrimnya. Selain mendatangkan dosa dan azab yang pedih dari Allah, melakukan zina juga dapat menimbulkan berbagai bahaya hingga ancaman penyakit pada tubuh apabila dilakukan secara terus-menerus.


Lantas, bagaimana sebenarnya zina dalam hukum Islam hingga jenisnya yang seringkali dilakukan oleh manusia tanpa disadari?


Zina dalam Islam terbagi menjadi beberapa jenis. Yakni zina al-laman, zina muhsan, dan zina ghairu muhsan. Zina Al-laman merupakan zina yang pada umumnya di lakukan oleh panca indera, kedua ada zina muhsan yaitu zina muhsan merupakan jenis zina yang dilakukan oleh mereka dengan status telah berkomitmen untuk mengikat janji di dalam suatu pernikahan. Atau kata lain, zina ini dilakukan oleh mereka yang telah beristri atau bersuami. Hal ini seringkali terjadi dan berujung pada perselingkuhan hingga perceraian. Ketiga ada zina, jenis zina ghairu muhsan merupakan zina yang dilakukan oleh seorang wanita atau laki-laki dengan status pernikahan yang belum sah atau belum pernah menikah. Hal ini seringkali dilakukan oleh sepasang kekasih atau wanita dan laki-laki yang melakukan hubungan intim sebelum menikah.


Zahwa dan Rey termasuk melakukan zina ghairu muhsan, mereka belum sah menikah dan sudah berani berpelukan bahkan berciuman. Dan hukumannya bagaimana? Selain mendapatkan dosa besar dan laknat dari Allah SWT, zina dalam Islam juga akan mendapatkan hukuman yang setimpal saat di dunia. Hukuman tersebut tak lain berupa rajam atau dilempari batu hingga mati. Sedangkan pada pelaku yang belum menikah, maka pelaku akan mendapatkan hukum cambuk sebanyak 100 kali hingga diasingkan dalam kurun waktu tertentu.


..."Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kamu kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman." (QS. An-Nur: 2)....


Setelah lama merenung, akhirnya Amayra menghela nafas berat lalu mulai berbicara dengan nada yang serius. "Rey, Zahwa, Apa kalian benar-benar tidak sampai melakukan hal itu?"


"Astagfirullah...enggak Ma,"


"Enggak Tante, tidak lebih dari itu...Zahwa masih suci, Tante. Saat itu aku khilaf..." ucap Rey lirih.


"Maaf, Tante perlu waktu berpikir...berikan Tante waktu untuk memutuskan semuanya, kak Bram , kak Diana, kak Bima, kak Fania, apa kalian setuju sama aku---kalau sebaiknya Rey dan Zahwa tidak bertemu lebih dulu?" Amayra menanyakan pendapat semua Keluarganya kecuali Ken dan Anna yang masih menunggu Nilam di kamarnya.


Mereka semua menganggukkan kepalanya, setuju dengan kata-kata Amayra. Rey terlihat tegang, apa artinya semua ini? Apa Amayra memberikan restu? Ataukah tidak?


Zahwa pun sama, dia tidak dapat menebak raut wajah mamanya saat ini. Apakah setuju atau tidak? Tapi Zahwa rasa mamanya Tidka seemosi tadi.


"Satu Minggu, berikan Tante waktu. Kalau kamu melanggar, Tante tidak akan pernah membiarkan kamu menemui Zahwa lagi?" ancam Amayra pada Rey.


"Baik Tante, aku akan menunggu Tante." Rey saling melempar senyum dengan Zahwa.


Bismillah.... Zahwa, aku tidak sabar untuk meminangmu.


Kak, aku tidak sabar ingin segera bersama dengan kakak. Zahwa penuh harap dalam hatinya.


Setelah itu, Zahwa dan Rey dilarang bertemu sampai para orang tua mengambil keputusan untuk mereka.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2