Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 97. Wanita bercadar


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Pagi itu, Rey sudah semangat bangun dan wajahnya juga terlihat fresh berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Semua orang dapat melihat cahaya di wajah Rey, mungkin pelangi.


"Wah wah...ada yang lagi bahagia nih," celetuk Selina pada kakaknya. "Aku lihat ada pelangi di wajah kak Rey." timpalnya lagi sambil terkekeh.


"Pastinya udah baikan dong sama istri kamu?" tanya Diana pada putranya yang senyum-senyum sambil duduk di kursi meja makan


"Alhamdulillah Ma," jawab Rey sambil menunjukkan senyum Pepsodent-nya.


"Syukurlah kalau begitu, kita ikut seneng dengernya. Terus dimana istri kamu?" tanya Bram pada putranya itu.


"Masih di kamar, lagi siapin barang-barangku." jawab Rey.


"Oh gitu..." Bram menganggukan kepalanya.


"Oh ya, katanya nanti kalian mau ke Padang ya ke rumah orang tua Aini?" tanya Nilam pada Rey yang mendengar dari Amayra kalau Zayn akan segera melamar Aini pada ayah dan ibunya.


"Gak ke Padang, Oma...katanya orang tua Aini yang akan bertemu di Yogyakarta. Jadi nanti lamarannya di Yogjakarta, biar deket." jelas Rey pada omanya.

__ADS_1


Nilam hanya mengangguk-angguk lalu tersenyum. Ia senang karena Zayn cepat menemukan jodohnya. Rey dan Zahwa juga sudah baikan.


Pagi itu adalah pagi yang indah untuk Rey dan Zahwa yang baru saja baikan. Bahkan semalam mereka sudah meneguk indahnya surga dunia untuk ke sekian kalinya, membuat hubungan mereka kian lengket bak prangko.


"Mas, udah dong jangan dipegang terus akunya..." bisik Zahwa pada suaminya yang terus saja memegang tangannya padahal dia akan keluar dari mobil.


"Habisnya ada lem yang tidak bisa membuatku jauh dari kamu, sayang." goda Rey seraya tersenyum.


"Mas, kenapa kamu jadi kayak gini sih? Kamu ketularan siapa sih? Ya Allah, bucin banget kamu!" cetus Zahwa melihat perubahan sikap suaminya yang semakin sweet dan posesif padanya.


"Gimana aku gak bucin, semalam si Pikachu di kasih jatah!" celetuk Rey yang sontak saja membuat Zahwa melotot.


"Mas..."


"Masa iya Rosalinda sama Pikachu, Mas? Kamu ada-ada aja."


"Ya udah...gimana kalau sama... Alfonzo aja? Cocok kan?"


"Astagfirullah Mas, kok malah ngomongin itu sih. Udah ah, aku mau kerja dulu...mau beres-beres ruangan hari ini banyak pasien." cetus Zahwa sambil menggandeng tas gendongnya. Dia memang banyak pasien hari ini dan pasti sibuk.

__ADS_1


"Hehe ya udah deh, kamu hati-hati ya sayang. Kalau ada apa-apa kabarin aku ya. By the way, nanti hari Minggu kita ke Yogyakarta ikut Zayn sama mama Amayra ya?"


"Iya Mas, kan mau lamaran kak Aini. Mas ada waktu kan?"


"Insya Allah ada sayang,"


"Ya udah aku masuk dulu ya, Mas hati-hati di tempat kerjanya." ucap Zahwa lalu mencium punggung tangan suaminya. "Assalamualaikum Mas,"


"Waalaikumsalam sayangku."


Zahwa turun dari mobil suaminya dan tak lama kemudian ia melihat mobil itu sudah pergi dari tempat parkir rumah sakit. Saat akan masuk ke dalam rumah sakit, ia melihat Zainab dan Raihan di sana. Zahwa menyapa mereka dengan ramah seperti teman biasa karena masalah diantara mereka juga juga sudah selesai.


Namun alangkah kagetnya dia saat melihat wanita bercadar yang keluar dari mobil Raihan. "Ini siapa?" Zahwa terheran-heran melihat sosok wanita bercadar ini.


"Zahwa, ini Salimah...kebetulan ada kamu disini, Salimah jadi bisa sekalian pamit sama kamu." kata Raihan pada Zahwa.


"Pamit?"


Masya Allah, jadi wanita ini adalah Salimah.

__ADS_1


Zahwa takjub melihat tampilan Salimah saat ini, dia terlihat berbeda dan juga sangat anggun dengan jilbabnya yang menjuntai panjang.


...****...


__ADS_2