Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 53. Trik tarik ulur


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Melihat tubuh Zahwa lemas sampai menjatuhkan tas selempangnya, membuat Rey langsung beranjak dari tempat duduknya. Namun Selina langsung mendudukkan kakaknya kembali diatas sofa, bersampingan dengan wanita bernama Cleo.


Nilam, Bram dan Selina mengenalkan Cleo pada Zahwa, wanita yang dibawa oleh Rey untuk pertama kalinya dan diakui sebagai calon istrinya.


"Jadi kamu...adik kesayangan mas Rey? Kenalin aku Cleo, tapi kamu bisa panggil aku kakak ipar mulai sekarang." Cleo mengulurkan tangannya pada Zahwa dan gadis itu membalas uluran tangannya.


"Aku Zahwa, salam kenal kakak IPAR." Zahwa menekankan kata kakak ipar saat berkenalan dengan Cleo, terlihat senyuman dipaksakan di bibirnya.


Katanya kak Rey cinta sama aku, tapi dia bawa cewek lain ke rumah. Jelas dia gak serius sama aku. Zahwa membatin.


Rey dan Selina memperhatikan raut wajah Zahwa saat berhadapan dengan Cleo. Selina tersenyum tapi Rey terlihat cemas takut Zahwa marah. Selina kembali mengingatkan Rey untuk bersabar, karena hal ini bisa mendorong Zahwa untuk menyadari perasaannya.


Setelah perkenalan singkat itu Rey langsung berpamitan pada semua orang untuk pergi mengantar Cleo pulang. Sementara Zahwa pergi ke kamar Selina, rencananya mereka akan menonton film drakor bersama dan menghabiskan hari libur Zahwa. Usai membersihkan dirinya di kamar mandi dan mengerjakan shalat isya, Zahwa melihat Selina sedang menyalakan laptopnya sambil memilih-milih drama Korea yang akan mereka tonton disana.


"Eh kakak udah selesai?" tanya Selina seraya menoleh pada Zahwa yang kini duduk di sampingnya dengan kepala tanpa hijabnya karena pintu kamar itu juga di kunci. Jadi Zahwa bebas mau pakai jilbabnya atau tidak, kalaupun ada orang mau masuk ke kamar itu, Zahwa bisa pakai jilbabnya lagi.


"Iya Sel, kamu udah shalat isya belum?"


"Udah kak tadi sebelum kakak datang ke rumah. Oh ya kak, kakak mau nonton film apa?"


"Hem...aku lagi mau nonton film 49 days." Pilihan Zahwa jatuh pada sebuah drama Korea yang bertema sad. Dimana si pemeran utama Shin Ji Hyun mengalami koma dan menjadi jiwa gentayangan, dia bisa kembali hidup jika berhasil mengumpulkan 3 air mata dari orang yang tulus mencintainya. Perjuangan mencari 3 air mata itu membuat penonton menangis dan tersentuh.


"Lah? Tumben kok yang bawang kak! Biasanya yang komedi romantis?"


"Lagi pengen aja."


Sebenarnya mood Zahwa tidak baik karena kejadian bersama Zainab dan Raihan di rumah sakit, ditambah lagi dengan Rey yang membawa calon istrinya ke rumah. Gadis yang selalu ceria itu kini bisa murung juga.


Hem, kayaknya kak Zahwa cemburu nih. Bagus, rencana metode tarik ulur ini berhasil.


"Ya udah aku puterin filmnya ya, kita nonton dari episode berapa kak?"


"Episode 5 aja, aku mau maraton dari situ." jawab Zahwa sambil tersenyum tipis. Dia pun merebahkan tubuhnya di head board ranjang itu.


Matanya menonton film bersama Selina, tapi hati dan pikirannya kemana-mana. Belum lagi perih di pipinya masih terasa karena di tampar Zainab.


"Eh...kakak, kenapa pipi kakak memar? Kakak kenapa kak?" tanya Selina yang baru ngeh dengan keadaan pipi kanan Zahwa yang merah dan terlihat memar di kulit putih mulusnya.

__ADS_1


"O-oh...ini gak apa-apa kok."


Aku kira tamparan kak Zainab tidak akan membekas.


"Itu kayak bekas ditampar deh? Kak, bilang sama aku siapa yang berani pukul kakak!"


Sama seperti halnya dengan Rey, Selina juga sangat menyayangi Zahwa. Dia siap membela Zahwa jika terjadi sesuatu pada kakaknya itu.


"Gak ada Sel, udah kita nonton aja!" Zahwa berusaha mengalihkan pembicaraan ke arah lain. Lalu dia pun mulai membahas Rey. "Oh ya Sel, berapa lama ya kak Rey kenal dengan kak Cleo? Tiba-tiba aja dia bawa calon istri ke rumah."


Selina tersenyum simpul karena ini pertanyaan yang dia tunggu-tunggu, dan dia sangat suka dengan reaksi Zahwa saat ini. Mengisyaratkan memang ada sesuatu di hati Zahwa untuk Reyndra.


"Wah kalau itu aku gak tau kak, kakak tanya aja sama kak Rey...kakak kan lebih dekat sama kak Rey dibandingkan aku yang adeknya sendiri, hehe." Selina terkekeh polos, dengan ekor mata yang melihat raut wajah Zahwa saat ini.


"Eng-enggak juga."


"Ah kakak suka gitu deh."


Wah lampu hijau buat kak Rey.


Sebenarnya Zahwa penasaran dengan sosok Cleo, bagaimana bisa kakaknya yang tidak pernah membawa wanita ke rumah, kini tiba-tiba saja dia mengumumkan tentang calon istrinya setelah beberapa hari yang lalu ia mencium Zahwa dan mengatakan cinta padanya. Zahwa merasa dipermainkan oleh Rey, jujur ia kecewa dan sakit hati.


Lama kelamaan Zahwa tertidur di headboard ranjang Selina yang berukuran king itu dengan tema berwarna merah muda kesukaan Selina. "Yah...kak Zahwa tidur," ucap Selina lalu mematikan laptopnya dan bergegas tidur juga. Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.


Namun dia melihat air di dalam botolnya kosong dan dia pun pergi keluar dari kamarnya untuk mengisi air, meninggalkan Zahwa yang tertidur dengan kondisi duduk di atas ranjang itu. Sekalian Selina juga mengambilkan air untuk Zahwa di lantai bawah karena sediaan air di lantai 2 sedang kosong.


Pintu kamar Selina terbuka, memperlihatkan sosok Zahwa yang tertidur dengan kepala tanpa hijab dan baju tidur tipis. Kebetulan saat itu Rey terbangun dan bermaksud melaksanakan shalat tahajud di mushala kecil dalam rumah besar itu. Namun atensinya tercuri pada sosok bidadari cantik yang tengah tertidur pulas dengan rambut panjang berwarna coklat dan sangat indah.


Bidadari yang tak pernah membuatnya bosan untuk selalu mencintainya, tak pernah bisa membuat seorang Reyndra berpaling dari 14 tahun yang lalu bahkan sampai saat ini.


Langkah kakinya berjalan menuju kamar Selina dengan pintu yang terbuka itu. Dia duduk di samping Zahwa yang tertidur, menampakkan wajah polos tanpa riasan. Wajah yang selalu tampak cantik di mata Reyndra. Tangannya terulur membelai lembut pipi Zahwa, namun saat itu dia menyadari bahwa pipi Zahwa memar.


"Apa yang terjadi? Pipinya kenapa? Seperti bekas ditampar saja." Rey memperhatikan luka di pipi Zahwa dengan seksama. Kemudian dia mengambil salep dalam nakas obat milik Selina. Rey mengoleskan salep tersebut kepada pipi Zahwa yang terluka secara perlahan.


"Eh..kakak ada di--"


"Ssstt...." Rey langsung meminta pada adiknya untuk diam, begitu adiknya akan berbicara. Selina pun membungkam mulutnya, lalu dia meletakkan dia botol air minum di atas nakas. "Kenapa pipi Zahwa bisa terluka kayak gini, Sel?" Rey bertanya dengan retoris dan posesif, jangan ditanyakan lagi betapa posesifnya. Melihat Zahwa tergores sedikit saja dia tidak senang.


"Maaf kak, Selina gak tau...kak Zahwa gak cerita, tapi kayaknya bekas tamparan deh." bisik Selina pada Rey.

__ADS_1


Rey terdiam sejenak, lalu dia pun membaringkan Zahwa dengan hati-hati guna membuat gadis itu nyaman dengan posisi tidurnya. Zahwa masih pulas, dia bahkan tidak menyadari ada yang menyentuh tubuhnya. Terakhir Rey menyelimuti tubuh Zahwa dengan selimut hangat, ditatapnya gadis itu penuh cinta lalu dikecup juga keningnya.


Selina sampai menelan ludah kasar saat melihat pemandangan asing baginya itu. Bagaimana pun juga kedua orang itu adalah kakaknya, hidup bersama sedari kecil seperti adik Kakak dan sekarang malah saling mencintai. Terbesit didalam hatinya, apakah semua keluarga akan menerima hubungan Zahwa dan Rey sama seperti Selina dan Zayn yang menerima hubungan ini?


"Kamu jagain Zahwa ya, nanti saat bangun pasti lehernya sakit. Kamu langsung kasih krim hangat buat lehernya...oh ya, lalu bagaimana apa dia ada tanya-tanya tentang Cleo?"


Aku tidak tahu kalau kak Rey akan secerewet ini kalau soal urusan kak Zahwa. Bucin banget kak Rey sampai dia lukain tangannya sendiri buat ketemu kak Zahwa.


"Banyak kak! Kayaknya kak Zahwa cemburu, kakak terus aja deket-deket kak Cleo.... dam kakak jangan kasih perhatian berlebih sama kak Zahwa, ini namanya trik tarik ulur kak, aku yakin gak lama lagi kak Zahwa bakalan meledak, BOM! Dan saat itu terjadi pasti kalian bisa barengan." Selina yakin akan rencananya.


"Aamiin semoga ide kamu ini berhasil ya Sel. Makasih banyak kamu udah bantu kakak, uang jajan kamu, kakak tambah...tapi kamu gak boleh bolos lagi ya."


"Iya kak, waktu itu aku bolos kan nonton konser band Langit." Gadis itu terkekeh.


"Oke, kakak keluar dulu mau shalat tahajud." ucap Rey lalu berjalan pergi dari sana untuk melaksanakan shalat tahajud, berdoa dalam sepertiga malam agar dia dan Zahwa segera disatukan dalam ikatan yang halal.


Usai shalat tahajud, Rey kembali ke kamarnya dia pun menelepon seseorang ditengah malam. "Aku ingin kamu dapatkan rekaman cctv di rumah sakit!" ucapnya sebelum orang itu menjawab Rey.


Aku akan beri pelajaran pada orang yang sudah memukul kamu, Zahwa.


****


Sementara itu di rumah Raihan, terlihat Zainab dan Raihan yang sama-sama terbangun untuk melakukan shalat tahajud juga. Keduanya tidak bertegur sapa, setelah pertengkaran tadi malam. Raihan tidak suka dengan sikap Zainab yang main tangan pada Zahwa.


"Besok kamu harus minta maaf pada Zahwa," Raihan memulai pembicaraan pada Zainab.


"Kenapa aku harus minta maaf sama wanita yang mau menggoda suamiku?" Zainab menatap suaminya dengan tajam.


"Zainab! Jangan buat aku marah lagi, aku cuma ingin kamu minta maaf...simple aja kan? Aku juga udah jelasin sama kamu kalau aku yang deketin Zahwa, dia gak pernah godain aku." tuturnya.


"Kamu gak usah bela dia Mas!" seru Zainab.


"Aku gak bela dia, kamu tau sendiri kan aku yang masih cinta sama dia...jangan salahkan dia atas perasaanku ini, kamu salahkan saja aku. Ah atau kamu mau berce--"


"Hentikan MAS! Jangan pernah katakan itu!"


Pertengkaran Zainab dan Raihan semakin menjadi-jadi karena rasa cemburu Zainab pada Zahwa yang masih menempati posisi spesial di hati Raihan. Kini Zainab menunjukkan sifat aslinya. Sikap lemah lembut itu terbakar oleh api cemburu.


...****...

__ADS_1


__ADS_2