
...🍁🍁🍁...
Zainab mengadu pada Salimah, hanya wanita itu yang kini ia percaya. Zainab menceritakan semua masalah rumah tangganya dengan Raihan. Dimana ada video tentangnya yang pura-pura hamil.
Salimah memeluk Zainab yang terisak itu, dia berusaha membujuk Zainab agar tidak menangi lagi. "Ya Allah kak...siapa yang tega melakukan ini? Padahal kakak itu berbohong demi kebaikan, demi pertahankan rumah tangga kakak. Siapa yang mengirim video itu pada kak Raihan kak? Katakan sama Imah." ucap Salimah sambil menepuk-nepuk dadanya seakan dia akan berada di garis depan saat Zainab berada dalam masalah.
"Aku gak tau Salimah, tiba-tiba saja ada nomor tak dikenal yang mengirimkan video itu pada mas Raihan...hiks..."
"Apa ada orang yang gak suka sama kakak? Atau mungkin ada yang melihat kakak saat Kakak berdua dengan dokter itu?" tanya Salimah dengan wajah yang penuh simpati pada Zainab. Memang Salimah itu pandai kalau berakting.
"Ehm...saat itu ada Zahwa di sana. Dia denger semua percakapan aku sama dokter Maya."
Salimah langsung memasang tampang kaget sambil menutup mulutnya. "Astagfirullahaladzim, maaf kak Zainab bukannya Imah mau suudzan tapi sepertinya ini ada hubungannya sama Zahwa."
"Ya kamu benar, aku memang berpikir seperti itu! Pasti dia pelakunya!" Seru Zainab gusar, wajahnya penuh kemarahan. Kini semua tuduhan Zainab telah tertuju pada Zahwa.
"Kak... sebenarnya aku mau cerita sama kakak juga tentang Pak Reyndra dan Zahwa! Tapi aku mohon kakak jangan katakan pada siapapun ya?" Salimah memegang kedua tangan Zainab dan saat mendengar perkataan Salimah, Zainab semakin penasaran.
Salimah mulai bicara tentang rahasianya dan Rey yang selama ini dia simpan, tentunya rahasia tersebut berkaitan dengan Zahwa. Dengan sedikit memutar balikan fakta, Zainab percaya dengan apa yang dikatakan wanita itu. Zainab pun meminta bukti pada Salimah tentang Rey dan ancaman Rey pada Salimah.
"Astagfirullah aku gak nyangka kalau pak Reyndra akan mengancam kamu seperti ini Salimah." Gumam Zainab kesal.
"Iya kak, dia memanfaatkan aku agar namanya tidak jelek." Salimah kembali terisak dia bermain drama hingga membuat
Kena kamu Reyndra!
*****
Taman hotel Calabria Grup, terlihat banyak tamu undangan sudah hadir di sana. Kolega dan teman-teman dari keluarga Calabria telah hadir disana untuk menyaksikan janji suci Rey dan Zahwa.
Di ruang rias, terlihat Zahwa menggesek-gesek kedua kukunya, wajahnya terlihat tegang. Beginilah Zahwa kalau dia sedang gugup, kebiasaannya memainkan kedua kuku itu tidak pernah hilang dari kecil.
"Santai saja Zahwa, minum dulu yuk?" tawar Amayra pada putrinya yang terlihat gelisah itu.
"Iya tenang aja, kak Rey pasti datang kok dan pernikahan kalian pasti lancar." Kata Zayn memberikan semangat pada saudara kembarnya.
"Itu benar, kamu jangan tegang...tenang ya? Semua aman terkendali," Aini tersenyum menyemangati sahabatnya juga.
"Aamiin," jawab Zahwa sambil mengambil air minum di dalam botol yang disodorkan oleh Amayra, lalu meneguknya.
Amayra tiba-tiba saja beringsut dari tempat duduknya. "Oh ya, Mama ke depan dulu ya lihat tamu yang lain."
__ADS_1
"Nggak Ma! Mama disini dulu bentar ma." Zayn tiba-tiba meminta mamanya untuk diam dulu disana. "Ada yang mau Zayn katakan sama Mama dan Zahwa." timpalnya lagi dengan raut wajah serius.
"Ada apa Zayn?" tanya Amayra pada putranya.
"Ya udah aku keluar dulu ya," ucap Aini berpamitan. Ia menyangka hal serius itu hanya dalam keluarga saja dan dia bukan keluarga. Maka dia harus pergi dari sana.
"Aini kamu juga diam disini." ucap Zayn seraya menoleh ke arah Aini yang berdiri didekat Zahwa. Gadis itu terlihat bingung dengan apa yang dimaksud Zayn memintanya berada disana juga.
Zayn berjalan mendekati Aini, dia menatap gadis itu dengan dalam penuh perasaan.
"Ai...aku mau jawabannya sekarang." Kata Zayn retoris.
"Zayn, nanti aja." Aini langsung paham dengan apa yang dikatakan oleh Zayn. Pria itu meminta jawaban atas pernyataan cintanya dan niat serius untuk menjadikan Aini pasangan hidupnya.
"Aku tidak sabar Ai, aku mau sekarang dihadapan Mamaku dan juga adikku. Aku ingin mendengar jawaban darimu."
Aini pun menghela nafas panjang, dia memegang dadanya yang mendadak menegang. Amayra yang tidak tahu apa-apa akhirnya bertanya kepada Zayn apa maksud dari semua ini? Lalu Zayn menjelaskan bahwa wanita yang ia sukai adalah Aini dan dia ingin menjalin hubungan serius dengan wanita itu.
Awalnya Amayra terkekeh dan tak percaya, pasalnya Aini dan Zayn selalu berdebat setiap kali mereka bertemu seperti kucing dan tikus. Namun siapa sangka itulah bumbu cinta yang hadir diantara mereka.
"Baiklah, Aini apa jawaban kamu? Lebih baik cepat berikan jawaban kamu sekarang sebelum Zahwa melangsungkan akad nikah, biar Zayn gak penasaran." Beo Amayra memancing Aini untuk segera bicara. Namun Aini malah gemetar tak karuan, sedangkan Zayn menatapnya dengan tak karuan dan tak sabar.
"Ehem...kakak coba deh Kakak bilang lagi ke Aini apa yang kakak mau. Nyatakan perasaan kakak lagi." Saran Zahwa pada kakaknya.
Plakk!
Zahwa menepuk lengan kakaknya dengan cukup keras. "Kak ikutin aja kenapa sih? Biar cepet ah!"
"Aini, aku cinta kamu dan aku mau kita menjalani hubungan serius. Ai...apa kamu mau nerima cinta aku?"
Mendengar pernyataan cinta dari Zayn untuk kedua kalinya, masih saja membuat Aini berdebar apalagi kali ini dihadapan sahabat baik dan ibu dari sahabat baiknya. Aini menatap Zayn lalu dia pun menjawab Ya.
"Alhamdulillah ya Allah!" Zayn mengusap wajahnya dengan bahagia mendengar jawaban Ya dari Aini.
"Alhamdulilah, bertambah 1 lagi anak perempuan Mama." Amayra memegang tangan Aini dan mengelus lembut pipi gadis itu dengan bahagia.
"Selamat kakak! Selamat kakak ipar!" Zahwa tersenyum bahagia, selain hari ini adalah hari pernikahannya. Dia juga senang karena Zayn dan Aini akan melangkah ke hubungan yang lebih serius.
Tak lama kemudian, keadaan memaksa Zahwa harus pergi keluar dari ruang rias itu karena sang pengantin pria sudah datang bersama rombongannya. Sebenarnya agak lucu karena mereka masih satu keluarga dan lucunya lagi mereka malah tertawa-tawa disana terutama Selina, Alisa dan Viona.
Tertawa bukan mengejek, tapi merasa aneh saja karena mereka masih satu keluarga. Mereka kembali terkekeh saat melihat Rey malah melamun ditengah jalan memandang sang pengantin wanita yang sudah berdiri didekat penghulu dan saksi pernikahan bersama Zayn dan Amayra.
__ADS_1
Masya Allah, calon istriku cantik sekali. Ya Allah, aku tidak pernah yang bahwa suatu hari nanti aku akan melihat Zahwa mengenakan gaun pengantin yang aku pilih dan dia sekarang akan menjadi istriku.
"Rey, Rey!" bisik Bram pada putranya yang diam saja memandang gadis cantik memakai gaun putih di depan matanya.
"Ya ampun anak kamu kayaknya udah kesambet Bram," celetuk Nilam sambil terkekeh. Jangan lupakan Selina, Alisa dan Viona di belakang yang ikut terkekeh.
Akhirnya Bram menepuk tangan anaknya dengan cukup keras untuk menyadarkan Rey dari lamunannya. "Aww... sakit pah!" pria itu meringis sambil memegang tangannya.
"Kamu jadi nikah gak sih? Malah ngelamun kayak gitu," bisik Bram pada putranya.
"JADI DONG PA!" teriak Rey heboh hingga membuat semua orang disana tertawa dengan sikap si pengantin pria.
"PFut...haha..."
Kemudian yang lebih konyolnya lagi, berkali-kali Rey terjatuh saat akan pergi ke tempat Zahwa berada. Dia benar-benar salah tingkah karena gugup dan terpesona dengan Zahwa, permaisurinya. Berkali-kali Bram mengingatkannya untuk tenang apalagi sekarang dia akan membaca ijab kabul.
Para tamu di sana menyaksikan acara sakral itu, menyatunya dua insan menjadi satu dalam ikatan pernikahan. Bram lah yang menjadi wali nikah Zahwa menggantikan alm Satria yang telah tiada.
Setelah terdengar kata SAH dan ucapan Alhamdulillah dari semua orang di sana. Zahwa mengecup punggung tangan suaminya dengan penuh rasa hormat. "Kak, mulai hari ini dan seterusnya aku adalah istrimu, aku akan berusaha untuk menjadi istri yang berbakti untukmu."
"Zahwa, mulai hari ini dan sampai akhir hayat, kamu adalah istriku. Aku mencintaimu Kalima Zahwa Jawharah."
Rey tersenyum lembut lalu dia mendekat ke arah Zahwa, memegang tangannya dan mendaratkan kecupan di keningnya. Tak lupa ada seorang fotografer juga yang mengabadikan momen penting dan membahagiakan itu.
Pesta resepsi pun di gelar secara langsung, semua tamu memberikan ucapan selamat pada keluarga pengantin dan tentunya pengantin baru. Zahwa dan Rey sama-sama tidak menyangka bahwa mereka yang hidup bersama dari kecil, akan bersanding di pelaminan.
Senyuman bahagia terus menerus terlihat di wajah mereka berdua, mungkin sampai mulut mereka keriput pun mereka akan tetap tersenyum begitu.
"Kamu capek ya? Duduk aja biar aku yang salam-salam sama tamu." ucap Rey begitu perhatian melihat istrinya lelah sedikit saja ia tak tega.
"Aku gak apa-apa kak,"
Dari kejauhan Deva yang datang sebagai tamu melihat pemandangan itu, dia tersenyum tapi hatinya sedih karena wanita incarannya sudah menikah.
Disisi lain Zainab dan Salimah datang ke pesta itu, mereka terlihat buru-buru. "Kak, kayaknya mereka udah SAH?" tanya Salimah melihat iring-iringan tamu memberi selamat pada Rey dan Zahwa, artinya mereka telah melakukan akad nikah.
Sial! Aku terlambat!
"Ini tidak bisa dibiarkan, kalau Zahwa merusak rumah tanggaku maka aku juga akan buat rumah tangganya tidak bahagia." gumam Zainab penuh amarah, lalu dia melangkah masuk ke area resepsi pernikahan itu.
...****...
__ADS_1
Jangan dulu pada unfav ya kakak kakak, besok mau episode uwu dulu soalnya 😁😁 sabar ya, yang pengen Jambak Salimah sama Zainab ditahan dulu