Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 109. Meminta pertanggungjawaban


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Berita tentang kehamilan Selina, membuat semua keluarga Calabria terkejut. Terutama kedua orang tua Selina. Mereka merasa gagal menjadi orang tua untuk Selina.


Kecewa, sedih, sakit hati.


Tentunya semua orang rasakan mendengar berita buruk ini, sebuah aib besar keluarga Calabria. Dosa yang besar, yaitu dosa zina. Bahkan sampai meninggalkan benih di rahim Selina, benih yang menjadi bukti dan kesalahan Rivano, Irfan dan Selina.


Mengenai Zina...


Zina dalam Islam merupakan sebuah perbuatan terlarang dan mendapatkan balasan yang pedih dari Allah SWT. Seringkali zina selalu dikaitkan dengan hubungan intim yang dilakukan oleh dua perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim.


Namun nyatanya, zina tidak hanya terbatas pada perbuatan tersebut. Namun, perbuatan zina juga dapat disebut pada perbuatan-perbuatan yang mampu membangkitkan nafsu syahwat dari lawan jenis bukan muhrim.


Padahal, dalam Alquran telah disebutkan secara jelas bahwa Allah SWT melarang hamba-Nya untuk menjauhi nafsu syahwat terhadap lawan jenis yang bukan muhrimnya. Selain mendatangkan dosa dan azab yang pedih dari Allah, melakukan zina juga dapat menimbulkan berbagai bahaya hingga ancaman penyakit pada tubuh apabila dilakukan secara terus-menerus.


Zina dalam Islam secara tegas merupakan perbuatan haram dan termasuk ke dalam dosa besar. Hal tersebut seperti yang tertulis pada firman Allah sebagai berikut:


"Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya) (68) (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina (69)." (QS Al-Furqan: 68-69).


****


Semua orang menangis ketika mendengar di berita tentang kehamilan Selina, berbeda ketika semua keluarga mendengar berita kehamilan Zahwa sebelumnya. Suasananya menyedihkan seolah ada yang berduka sedangkan saat ada berita kehamilan Zahwa, semua orang bahagia.


Selina masih menangis dan belum beranjak dari lantai, dia berlutut didepan mama dan papanya. Sementara Nilam berada di dekat Amayra, wanita tua itu terlihat sangat syok sampai tak bisa berdiri.


Diana menatap putrinya dengan tajam, dia pun memukul-mukul tubuh Selina dengan kesal, tapi tak menggunakan tenaga. "KAMU...apa sih kurangnya kasih sayang mama sama papa selama ini Sel? Mama dan Papa selalu memberikan semua yang kamu inginkan! Kenapa kamu malah membuat semua keluarga malu? Kenapa kamu malah melempar kotoran ke wajah mama dan papa?! Kenapa Sel?!"


"Maafin aku Ma, maafin aku...hiks..huhu..."

__ADS_1


"Kamu baru mau 16 tahun, kamu baru mau naik ke kelas 2 SMA SELINA!" teriak Diana histeris, disertai dengan air mata kekecewaan.


"Maafkan Selina Ma...Selina memang melanggar peraturan mama dan papa, juga Oma...Selina sering keluar dan bolos, Selina sering memakai pakaian yang tidak pantas dan Selina...Selina pacaran sama kak Rivano." Tangan Selina memegang kaki Diana dengan erat.


Dia bersimpuh di kaki wanita yang melahirkannya, wanita yang selalu ia sayangi tapi tetap saja dia melanggar aturan dari kedua orang tuanya.


"Huhuu....maafkan Selina, maaf..."


Amayra melihat Selina, seperti melihat dirinya di masa lalu. Dia teringat Alm pak Harun, sang ayah saat mengetahui dirinya hamil di luar nikah. Apalagi orang-orang disekitarnya membicarakannya dan membawa hijabnya. Sakit, hati Amayra saat itu.


Betapa menderitanya dia jika tidak ada malaikat tak bersayap bernama Satria yang menolongnya, disaat Bram lari dari tanggungjawabnya. Hingga Satria pun menjadi cinta pertama dan terakhir Amayra. Sedangkan Selina? Adakah Malaikat tak bersayap yang akan menolongnya seperti Satria di masa lalu?


Amayra beranjak meninggalkan Nilam dan membantu Selina berdiri. Nilam pun ditemani oleh Zahwa, takutnya terjadi sesuatu pada omanya itu. Zahwa bahkan membawanya Nilam air minum dan menenangkannya. "Oma tenang ya... istighfar Oma...oma tenang dulu." Zahwa mengelus punggung Nilam dengan lembut.


Nilam masih tidak tenang, dia menghela nafas dan mengambil nafas dalam-dalam. Berusaha menenangkan dirinya, memegang dadanya.


"Tante Amayra..."


Takut, resah, sedih, patah hati, semuanya berkecamuk di dalam hati. Apalagi mengecewakan orang-orang yang disayangi, pasti lebih perih lagi dan hancur hatinya.


"Tante...hiks...hiks..."


Buliran air mata yang menetes dari mata polos Selina itu membuat hati siapapun yang melihatnya sedih. Tapi semua itu tertutupi oleh rasa kecewa.


"Sekarang kamu katakan siapa yang menghamili kamu? Keluarga MANA!" bentak Bram sambil memegang tangan Selina. Jangan tanyakan lagi bagaimana perasaan saat ini, ia sangat HANCUR.


"Namanya Rivano Willyana dan Irfan Nugraha, pa." Zahwa bantu menjawab pertanyaan Bram.


"Willyana?" gumam Bram menyebutkan nama itu. "Apa dia salah satu anak rekan bisnisku? Kurang AJAR!"

__ADS_1


Bram mengambil pemukul dari dapur, dia pun bergegas keluar dari rumah dengan wajah marah. Selina dan Diana menahannya, apalagi wajah Bram saat ini seperti akan membunuh orang.


"Pa! Tenangkan emosi papa!" Diana memegang tangan suaminya. Dia tau betapa emosionalnya Bram, apalagi saat ini wajahnya seperti ingin melenyapkan seseorang.


"Kita harus meminta pertanggungjawaban pada mereka! Tidak akan aku biarkan mereka lepas dari tanggung jawab ketika mereka sudah menanam benih di dalam rahim putri kita yang menjadi aib!"


Ya Allah...apa ini karmaku? Apa ini karma?


"Jangan pah...jangan..."


"Terus kamu maunya papa gimana Sel? Hah!"


"Pa, mereka punya video Selina saat di perkosa dan Selina diancam...kalau dia minta pertanggungjawaban lagi, mereka akan menyebar video itu!" jelas Rey yang telah mendengar penjelasan dari Selina dan Zahwa sebelumnya.


"Hah! Sebelum mereka berani mengancam putriku, aku yang akan membunuh anak itu lebih dulu!" dengus Bram marah.


Bram pergi menaiki mobil, disusul oleh Diana dan Selina. Mereka menuju ke rumah Irfan lalu ke rumah Rivano. Kebetulan rumah mereka berdekatan.


"Mas, kenapa kamu masih disini? Cepat pergi susul papa Bram." kata Zahwa pada suaminya.


"Ah...iya kamu benar juga sayang, takutnya papa berbuat sesuatu yang tidak-tidak."


"Iya Mas,"


"Aku susul mereka dulu ya, kamu disini sama mama sama Oma." pamit sang suami pada istrinya itu.


Zahwa mengangguk. Usai mengucapkan salam dengan terburu-buru, Rey menaiki mobilnya dan mengikuti mobil Bram. Tanpa Rey sadari, ada seseorang yang sedang berjalan didepan rumah Calabria dan melihat mobil Bram juga mobil Rey keluar dari rumah itu dengan tergesa-gesa.


"Om Bram, Tante Diana, Selina sama kak Rey mau kemana ya? Kok buru-buru kayak gitu sih." pikir Attar kebingungan.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mereka sampai disebuah rumah mewah, di kompleks perumahan elit. "Ini rumah si brengsek itu, Sel?"


...****...


__ADS_2