Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 55. Bukan cinta terlarang


__ADS_3

...🔥🔥🔥...


Atensi tajam mengarah dari ambang pintu rumah besar keluarga Calabria, diiringi dengan suara menggelegar penuh rasa tidak percaya dan kekecewaan.


"Ka-kalian...apa yang kalian lakukan?!" bentak wanita berambut pendek, diambang pintu itu.


"Tante...Diana..."


"Mama?"


Diana berjalan mendekati Rey dan Zahwa yang jaraknya masih berdekatan itu, wajah Diana tampak memerah dan matanya dipenuhi kabut amarah. "Apa benar yang mama dengar ini? Reyndra...kamu mencintai Zahwa sepupumu?" tanya Diana dengan tangan mengepal yang gemetar.


Sepertinya Diana hanya mendengar bagian akhir dimana Rey mengatakan bahwa dia hanya akan menikah dengan Zahwa dan dia mencintai Zahwa.


"Reyndra, jawab MAMA!"


"Tante... sebenernya--"


Diana mengangkat tangannya, dia meminta Zahwa untuk diam. "Zahwa, kamu diam dulu...Tante lagi bicara sama kakak kamu."


"Iya Ma, Rey cinta sama Zahwa." akui Rey terhadap perasaannya.


Plakk!!


Tamparan keras melayang di wajah Rey dan membuat Zahwa terkejut melihatnya. Dia meringis melihat kakaknya ditampar keras sampai wajahnya langsung merah.


Zahwa berusaha menjelaskan pada Diana bahwa bukan hanya Rey saja yang jatuh cinta padanya, tapi dia juga sama."Tante...Tante jangan marah sama kakak, karena aku juga--"


"Zahwa kamu DIAM! Tante lagi bicara sama kakak kamu!" teriak Diana emosi dan membuat Zahwa terdiam dengan mata berkaca-kaca.


Hal inilah yang Rey takutkan saat semua keluarga mungkin tidak sepaham dengannya. Rey tau jalannya tidak mudah tapi dia tak gentar.


"Reyndra, kamu tau Zahwa SIAPA?"


Rey terdiam sejenak mendapatkan pertanyaan seperti itu dari mamanya. Pertanyaan yang begitu tajam dan menusuk walau hanya kata-kata sederhana. Zahwa juga mulai merasa takut dengan tatapan Diana padanya dan Rey.


"Rey, jawab mama! Kamu tau kan Zahwa siapa?" tunjuk Diana pada Zahwa.

__ADS_1


"Zahwa adalah orang yang akan Rey nikahi," jawab Rey tegas.


"Reyndra Aqmar Calabria!"


"Ma..."


"Kalau begitu jawab mama, kamu siapa? Namamu siapa?" tanya Diana lagi.


"Reyndra Aqmar Calabria." jawab Rey dengan kepala tegak menatap mamanya tanpa rasa takut. Cepat atau lambat dia akan mengalami semua ini.


"Benar kamu adalah Reyndra Aqmar Calabria, kamu memiliki nama Calabria...kamu anak mama dan papa, anak Bramastya Zein Calabria! Dan Zahwa siapa? Dia adalah putri dari adik papa kamu, artinya dia adalah sepupu kamu Rey. Bisa-bisanya kamu mencintai saudara sepupu kamu sendiri Rey?!" Hardik Diana tak terima dengan pengakuan Rey.


"Tante...kak Rey--"


"Zahwa DIAM!" Untuk ke sekian kalinya Diana memotong ucapan Zahwa.


Ya Allah, aku tidak percaya ini... bagaimana bisa Rey memiliki perasaan pada Zahwa? Apa yang harus ku katakan pada alm Satria?


"Ma, Rey dan Zahwa bisa nikah karena mama tau sendiri kan kalau Rey tidak ada hubungan darah dengan Zahwa." Tegas Rey pada mamanya.


"Walaupun begitu kamu adalah kakak sepupu Zahwa, kamu menyandang nama Calabria Rey...dan kalian sudah hidup bersama sebagai saudara selama ini, mama...mama gak terima!" Diana memberikan penolakan tegas terhadapnya hubungan Rey dan Zahwa.


Ya, walaupun Rey dan Zahwa tidak bersaudara dan Rey adalah anak angkat, tapi bagi Diana juga semua orang di keluarga Calabria, Rey adalah putra keluarga itu. Tidka pernah mereka menganggap Rey sebagai orang luar.


"Ma, Rey tau saat ini mama sedang syok...tapi Rey serius...Rey cinta sama Zahwa dan wanita yang ingin nikahi adalah Zahwa, cuma Zahwa."


"Lalu Cleo gimana? Kamu jangan gila Rey, kamu bahkan sudah bertemu kedua orang tuanya kan?!" Tanya Diana dengan suara meninggi.


"Aku sama Cleo cuma pura-pura didepan Zahwa, agar Zahwa menyadari perasaannya padaku dan Zahwa menyadarinya kalau dia juga merasakan perasaan yang sama denganku, Ma." tutur Rey menjelaskan. Sebenarnya dia juga takut dengan reaksi Diana.


"Mama gak peduli! Kalian tidak boleh bersama! Apa kata orang nanti? Apa kata semua orang tentang semua ini?!" Diana gusar sambil meremass rambutnya.


"Tante...Tante jangan marah dulu, Tante..." Zahwa hendak menyentuh tangan Diana, namun wanita itu menghindar.


"Lalu bagaimana kalau mama kamu tau tentang semua ini Zahwa? Apa mama kamu akan terima? Rey sudah seperti anaknya sendiri! Cinta kalian terlarang!"


"Ini bukan cinta terlarang Ma!" Suara Rey mulai meninggi.

__ADS_1


"Reyndra!" Balas Diana dengan suara yang tak kalah meninggi juga.


"Kak...udah kak, jangan teriak lagi sama Tante Diana." Pinta Zahwa sambil memegang lengan Rey seraya menenangkannya.


"Zahwa! Kamu jauh-jauh dari Rey dan kamu Rey, jangan dekat-dekat dengan Zahwa!" Diana langsung menarik tangan Zahwa, menjauhkannya dari Rey.


Tanpa sadar bulir air mata jatuh membasahi pipi Zahwa dan Diana. Sedangkan Rey sedih karena dia baru saja memulai hubungan dengan Zahwa tapi sudah ditentang seperti ini.


Diana pergi begitu saja ke lantai atas dengan keadaan sedih dan marah. Diana merasa beruntung karena semua keluarga yang lain belum pulang dan masih berada di restoran, mungkin sekarang mereka sedang berada dalam perjalanan pulang. Sedangkan Diana pulang duluan karena merasa tidak enak badan.


Kini Rey dan Zahwa hanya bisa menatap kepergian Diana naik ke lantai dua dengan sendunya.


"Kak...gimana ini? Aku...aku...Tante Diana..." gadis itu menatap kakaknya dengan tatapan mata berkaca-kaca, terlihat rasa takut didalam wajahnya saat ini. Rey menyentuh wajah Zahwa dengan kedua tangannya yang lembut.


"Kamu tenang aja wa, kamu jangan takut...kakak akan bicara sama mama, mama hanya syok." ucap Rey berusaha menenangkan gadis itu.


"Bukan hanya itu saja kak...aku takut kak, aku takut." lirihnya dengan suara gemetar.


"Kamu takut apa?" Pria itu menatap Zahwa, sambil tangannya menyeka air mata Zahwa.


"Aku takut kalau yang lain juga akan marah seperti Tante Diana, aku takut kak....lebih baik kita jangan--"


Jari telunjuk Rey langsung menempel di bibir Zahwa saat gadis itu akan bicara sesuatu. Sesuatu yang Rey takutkan. "Ssstt....jangan bicara apa-apa, kita gak akan putus hubungan! Kakak akan nikahi kamu Zahwa, kita akan menikah...walau jalan yang kita lalui tidak mudah, please...kamu jangan nyerah ya? Kita bahkan baru mulai." lirih Rey seraya memohon pada gadis itu untuk tidak menyerah padanya.


"Aku tidak pernah berniat untuk menyerah kak, tapi aku hanya takut. Aku takut kalau semua keluarga kita tidak setuju," Zahwa masih terisak, dia menggelengkan kepalanya. Dari sini dia menyadari bahwa hatinya telah berpaling dari Raihan pada seseorang yang selalu ada untuknya tapi terhalang oleh hubungan keluarga.


"Kamu jangan takut, percaya sama kakak ya? Kakak akan buat mama setuju, cepat atau lambat..." Bujuk Rey pada Zahwa untuk percaya padanya dan jangan takut. Zahwa terdiam, dia hanya bisa menatap kakaknya.


Gak bisa begini, aku gak bisa melepaskan Zahwa...kami baru saja memulainya. Apa aku harus melakukan cara B?


"Aku percaya kakak." Zahwa menganggukkan kepalanya.


"Oke...nemo, sekarang kamu pulang dulu ya, kakak antar ke depan. Kakak akan bicara sama mama." Kata Rey lalu mengajak Zahwa pergi dulu dari sana. Zahwa menganggukkan kepalanya, dia menurut pada Rey dan memang mungkin sebaiknya dia pergi dulu dari sana agar keadaan tenang.


Setelah Zahwa pergi dari sana, Rey merenung didepan rumah dengan wajah yang galau. Dia sudah berjalan sejauh ini bukan untuk menyerah, maka malam ini dia akan bicara pada semua orang. Walau di hatinya sebenarnya ada rasa takut, bagaimana reaksi semua orang tentang hal ini? Sedangkan Diana saja sudah menentang keras hubungannya dan Zahwa. Apapun tanggapan keluarganya nanti akan Rey hadapi.


Malam ini aku akan mengakui semuanya pada semua orang, karena cepat atau lambat...pasti semua orang akan tau.

__ADS_1


...*****...


Aku mau up lagi nih, 😍😍 mana vote sama kembangnya, eh sama komennya 🤣🙈 makasih buat yang udah kasih vote .


__ADS_2