Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 125. Welcome baby (End)


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Attar sedih setelah mengetahui Selina pergi bahkan tanpa pamit padanya. Selina pergi bersama Diana dan Bram, mereka bertiga memutuskan untuk pindah keluar negeri. Melanjutkan hidup disana.


Semenjak itu Zayn, Aini, Amayra memutuskan tinggal di rumah keluarga Calabria bersama dengan Nilam karena Nilam akan tinggal sendiri di sana, kalau tidak ada Bram, Diana dan Selina.


Kenapa kamu pergi Sel? Kamu tidak mengucapkan selamat tinggal dulu padaku? Kenapa Sel?


Attar berdiri mematung didalam bandara, ia melihat pesawat Selina yang sudah lepas landas itu


"Ini surat untuk kamu Attar, Selina tidak pergi tanpa pamit kok." Zahwa menyerahkan sepucuk surat yang dititipkan Selina kepada Attar.


Attar menerima surat itu, lupa dia berterima kasih juga kepada Zahwa. "Makasih kak."


Attar membaca surat dari Selina saat itu juga. Entah apa isi suratnya, Attar menangis setelah membacanya.


"Aku akan menyusulmu Sel, pasti..." gumam Attar sambil tersenyum dan menyeka air matanya. Ia berdoa agar Selina bahagia di luar negeri sana dan menatap hidupnya yang baru, tanpa banyak netizen mencampurinya.


******


Beberapa bulan kemudian setelah kepergian Selina, Bram dan Diana keluar negeri. Hanya tinggal 2 Minggu lagi dari perkiraan dokter kandungan tentang Zahwa yang akan segera melahirkan bayinya. Sudah di prediksi akan melahirkan bayi kembar, namun untuk jenis kelamin masih dirahasiakan.


Perutnya kini sudah membuncit, bahkan wanita itu sudah kesulitan untuk berjalan. Rey meminta Zahwa untuk berdiam diri di rumah saja, tapi wanita itu masih melakukan aktivitasnya di rumah sakit mengobati pasien sakit gigi dan yang berhubungan dengan mulut..


"Nemo...mulai besok kamu di rumah saja sayang." ucap Rey sambil duduk di samping istrinya yang sedang nonton film horor di tengah rumah.


"Mas, aku kan udah bilang aku masih mau kerja." kata Zahwa menolak, dia masih ingin bekerja dan masih suka bekerja. Tapi Rey, sangat khawatir melihat perut istrinya yang kian membesar. Dia takut kalau rutinitasnya di rumah sakit akan membuat istrinya sedih.


"Tapi sayang, mas gak mau capek-capek. Tidak lama lagi, kamu kan mau melahirkan anak kita sayang." ucap pria itu sambil mengelus perut buncit istrinya penuh kasih sayang.


"Mas... kamu jangan khawatir, aku masih kuat kok. Lagian kerjaan di rumah sakit juga nggak terlalu berat, kan aku banyak yang bantu disana. Kalau aku udah gak kuat kerja, nanti aku akan berhenti sendiri."


"Benar ya? Kalau kamu udah gak kuat kerja, kamu bilang sama mas... terus kamu harus berhenti bekerja saat itu juga. Paham?"


"Iya mas kulkas 15 pintu ku, sayang!" Zahwa gemas dan mencubit pipi suaminya. Menggerakkannya kesana kemari.


"Masih aja dipanggil kulkas, huh...dasar Nemo gembul." Rey terkekeh, ia menggoda istrinya.


"Gembul juga kan ada anak kita disini Mas! Kalau aku gak gembul, anak kita gak tumbuh disini." wanita itu memegang perutnya yang buncit. Apa yang dikatakan oleh Zahwa memang benar, kalau perutnya tidak buncit maka anak mereka yang ada didalam sana ,tidak berkembang baik.


"Iya Nemo sayang...mas senang kok, mau kamu gembul, mau kurus, mas tetap sayang sama kamu." ucap Rey tulus dari dalam hatinya.


"Hem...sampai aku tua nanti, kulitku keriput, apa kakak akan tetap cinta sama aku?"


"Insya Allah sayang, mas akan mencintaimu selamanya. Mas, sudah mengucapkan janji di hadapan Allah...janji pernikahan kita. Cukup satu kali, seumur hidup."


Meskipun sudah mendengarnya berkali-kali, tetap saja Zahwa terharu dengan ucapan suaminya. "Lalu kamu? Apa kamu akan selalu mencintai mas, meski nanti mas sudah tua dan misalkan kalau mas sakit sakitan?"


Zahwa menganggukkan kepalanya dengan mantap. "Insya Allah, cintaku ini abadi sampai Jannah, mas."


Degg...


Rey terpanah asmara saat mendengar ungkapan cinta dari istrinya. Kemudian dia mengecup bibir Zahwa dengan lembut, lalu berubah menjadi lumattan.


Ciuman itu terlepas, manakala Rey sudah merasakan nafas Zahwa yang terengah-engah. Benang saliva mereka masih terlihat disana, bibir mereka juga basah.


"Mas..."


"Tidur yuk sayang, udah malam." kata Rey mengajak istrinya. Ekor matanya melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam.


"Iya Mas, ayo! Besok aku juga ada beberapa anak yang mau cabut gigi." jelas Zahwa tentang pekerjaannya besok di rumah sakit.


"Pasti mereka ngamuk-ngamuk deh nanti, hehe. Eh tapi, istriku kan penyayang anak-anak...jadi aku gak usah khawatir. Anak-anak itu pasti jinak sama kamu, aku aja yang nakal bisa jinak sama kamu haha." pria itu tertawa-tawa. Dia tau bahwa istrinya sangat menyukai anak-anak dan sangat dekat dengan anak-anak. Entah kenapa anak-anak kecil juga betah dekat dengan istrinya ini.


"Jadi mas ngaku kalau mas nakal? Iya sih, mas nakal...dulu sebelum nikah mas pernah cium aku." ucap Zahwa yang membuat suaminya semakin malu.


"Kayak gini kan?" Rey kembali mendekatkan wajahnya dan mencium bibir istrinya. Namun kali ini dia menggendong istrinya juga, membawanya ke dalam kamar.


Kemudian Rey membaringkan Zahwa diatas ranjang. "Tidur ya sayang, udah malam. Dede papa juga, tidur ya..." lirih Rey sambil memeluk pelan perut buncit sang istri. Dia mengecup perut istrinya. "Papa gak sabar ketemu kamu, sayang." bisiknya pelan.


Zahwa tersenyum melihat tingkah suaminya yang begitu mencintainya. Ia merasa sangat bersyukur pada Allah karena telah mempertemukannya dengan suami sebaik Rey. Padahal dulu Rey telah ada didalam hidupnya, tapi dia baru menyadari cinta itu belum lama.


****


Keesokan harinya, subuh itu Zahwa merasakan punggungnya sakit dan panas. Dia melihat suaminya masih tertidur pulas.

__ADS_1


"Aduh...kenapa punggungku panas dan sakit banget ya." pelan-pelan Zahwa pergi ke kamar mandi, dia sering bolak-balik ke kamar mandi.


Tak lama kemudian, sakit punggungnya hilang. Ia tak mengatakan pada Rey karena takut pria itu akan cemas, apalagi hari ini Rey ada pertemuan bisnis penting di Yogjakarta.


"Sayang, kamu gak apa-apa kan mas tinggal? Mas gak akan lama kok, insya Allah...nanti malam aku udah pulang sayang. Aku naik pesawat cepet sampai."


"Iya mas, mas hati-hati ya." sahut Zahwa sambil memasangkan dasi pada baju suaminya.


"Nemo, kamu kenapa? Kok keringetan gitu sih?" Rey mengerutkan kening begitu ia melihat peluh keringat di wajah Zahwa.


"A-aku gak apa-apa mas, cuma panas..."


"Kamu gak usah ke rumah sakit aja, sayang. Di rumah aja ya sama bi Dewi." larang Rey pada istrinya karena cemas.


"Gak mas, pasienku gimana kalau aku gak ke rumah sakit?" wanita itu menggelengkan kepalanya.


"Kan ada dokter lain, cuma sehari doang kok cutinya? Kalau kamu gak mau cuti, aku aja yang cuti nemenin kamu ke rumah sakit."


Zahwa langsung panik begitu mendengar ucapan suaminya. "Ah! Jangan ,kamu kan ada rapat penting ke Yogja! Ya udah, aku aja yang cuti...aku di rumah aja."


"Nah gitu dong, nurut ya sayang? Aku gak mau kamu kenapa-napa. Nanti aku suruh mama Diana kesini buat cek kondisi kamu,"


"Mama Diana? Mama ada disini Mas?"


"Ya, mama katanya mau jengukin kamu."


"Oh ya udah mas, aku di rumah aja..." ucap Zahwa menurut pada suaminya. Ia juga merasakan ada sesuatu yang mengharuskannya berada di rumah. Zahwa gelisah, sejak tadi malam.


"Nah gitu dong istriku yang cantik, sholehah. Ah jangan lupa juga anak-anak papa yang baik," Rey tersenyum, kemudian mengelus dan mengecup perut buncit istrinya.


Setelah berpamitan pada sang istri, Rey pergi bersama Zayn dan juga beberapa staff kantor ke Yogjakarta untuk bertemu dengan klien bisnis mereka.


1 jam kemudian, Amayra dan Diana datang ke rumah Zahwa untuk melihat keadaan wanita hamil itu.


Mereka membawa buah tangan untuk ibu hamil itu. Diana yang sudah lama tidak bertemu Zahwa, merasa sangat senang karena perut Zahwa sudah besar dan akan segera melahirkan cucu kembarnya.


"Masya Allah sayang, perutmu semakin besar dan kamu semakin cantik saja...hehe." puji Diana pada Zahwa.


"Iya aura keibuan sudah terpancar di wajah Zahwa." Amayra setuju dengan ucapan Diana. Zahwa semakin cantik saja setelah menikah dan hamil besar begini.


"Gak usah repot-repot sayang, kayak ke tamu aja." tukas Diana.


"Aku buatkan ya, mama Diana suka es jeruk kan? Aku buat ya." Rasanya tak enak karena Diana baru saja datang dari luar negeri, pastilah wanita itu haus dan lelah.


Zahwa pergi ke dapur dan menyiapkan minuman untuk Diana juga Amayra. Saat dia sedang membuat es jeruk. Tiba-tiba saja Zahwa menjatuhkan gelasnya, saat merasakan perutnya mengencang dan terasa sakit. "Aaaahhhh...."


Prang!!!


Diana dan Amayra yang tengah mengobrol di ruang tamu, sangat terkejut begitu mendengar suara benda pecah dari arah dapur. Mereka berdua kompak beranjak dari tempat duduk dan pergi ke dapur.


"Astagfirullah! Zahwa!" Amayra dan Diana terkejut melihat Zahwa sudah jatuh terduduk di lantai dengan kondisi berkeringat dan memegang perutnya.


"Mama... perutku sakit...uhhh..." Zahwa meringis kesakitan.


Diana memeriksa denyut nadi Zahwa dan kondisinya saat ini. Diana yakin bahwa Zahwa akan segera melahirkan.


"May, ini Zahwa kayaknya mau lahiran. Tolong kamu panggil supir taksi atau siapapun, aku gak bawa mobil." kata Diana panik.


"Iya kak!"


Kedua calon nenek itu membopong Zahwa dengan susah payah, masuk ke dalam taksi yang berada didepan rumah itu. Mereka pun membawa Zahwa ke rumah sakit.


Sesampainya disana, Zahwa dibaringkan di atas brankar. Nafas wanita itu terengah-engah.


"Sabar ya sayang, istighfar... istighfar..." Amayra memegang tangan Zahwa seraya menguatkannya.


"Ma..mas Rey...mas Rey..." lirih Zahwa teringat dengan pesan suaminya. Bahwa Rey ingin menemani istrinya melahirkan.


"Iya, mama akan kasih tau suami kamu." kata Amayra pada Zahwa.


Zahwa hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian dia dibawa ke ruang persalinan, Diana juga turut membantu persalinan Zahwa disana bersama suster dan dokter kandungan lain yang sebelumnya menangani Zahwa.


Wanita itu akan melahirkan 2 Minggu lebih awal dari waktu yang seharusnya. Keadaan Zahwa juga baik-baik saja dan memungkinkan untuk melahirkan normal. Alhamdulillah.


Di luar sana, Amayra menghubungi Rey juga anggota keluarga yang lain. Amayra langsung memberitahu Rey bahwa istrinya akan segera melahirkan, saat itu Rey baru saja sampai di bandara Jogjakarta.

__ADS_1


"Ada apa kak?" tanya Zayn pada Rey yang terlihat resah.


"Mama ngabarin Kakak kalau Zahwa mau lahiran." Rey terlihat gelisah.


"Ya udah, kakak cepet pulang! Zahwa pasti butuh kakak, biar masalah disini aku sama Niko yang handel."


"Bukan itu masalahnya...tapi aku takut gak bisa datang tepat waktu!"


"Bismillah kak, yang penting Zahwa lahiran selamat! Ayo kak cepet, kakak pesan tiket pesawat tercepat." ucap Zayn pada kakak iparnya itu.


Rey berhasil mendapatkan tiket pesawat lebih cepat, namun secepat apapun dari Yogyakarta ke Jakarta. Tetap saja waktu tempuh sekitar 1 jam lebih, walau pergi dengan pesawat sekalipun.


Sayangnya, saat Rey sampai di rumah sakit tempat Zahwa melahirkan. Dia sudah mendengar suara isak tangis bayi dari ruang persalinan. Rey terlambat untuk melihat persalinan istrinya dan dia tidak menemani istrinya.


"Owaa...owa...."


"Rey... Alhamdulillah..." ucap Amayra dan Nilam saat melihat Rey didepan pintu ruang bersalin.


"Selamat Rey!" kata Aini yang juga ada disana, perutnya juga terlihat buncit.


"Alhamdulillah...ya Allah..." Rey mengusap wajahnya, dia tidak menyangka kini sudah menjadi seorang ayah.


Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka. Diana datang sambil menggendong seorang bayi mungil dengan kain berwarna biru. Semua orang didepan sana sangat bahagia melihat kedatangan Diana dan bayi mungil itu.


"Rey...kamu sudah datang? Lihatlah anak kamu...cucu mama ini sangatlah tampan, dia mirip kamu." ucap Diana seraya menunjukkan bayi mungil itu pada Rey.


Rey melihat bayi laki-lakinya yang tampan. "Masya Allah, anakku tampan sekali." Rey mengendong anaknya dengan hati-hati.


Aku jadi seorang ayah...dan anak ini adalah anakku dan Zahwa.


Kemudian atensi semua orang tercuri pada seorang suster yang keluar dari ruang persalinan. Suster tersebut memberitahukan kepada Diana, bahwa Zahwa sudah mulai mengejan lagi.


Kali ini Rey tidak mau ketinggalan momen menemani sang istri di dalam ruangan bersalin. Rey menyerahkan bayinya pada Amayra, lalu ia masuk ke ruangan bersalin.


Rey melihat istrinya terbaring di atas ranjang dengan kondisi tubuh penuh keringat. Pria itu segera memegang tangan istrinya dengan erat. "Sayang, aku di sini!"


"Kamu sudah datang mas? Apa--kamu sudah melihat anak pertama kita? Dia mirip kamu..." Zahwa tersenyum di wajah pucatnya.


"Iya sayang, terima kasih telah melahirkan anak kita. Dia sangat tampan, sama seperti aku ayahnya." kata Rey percaya diri.


"Alhamdulillah mas..."lirih Zahwa pelan.


Rey kelewatan momen lahiran baby boy nya, tapi saat Zahwa melahirkan bayi kedua. Rey sang suami, siaga sampai akhir.


Hingga suara bayi menangis terdengar menggema di ruangan itu untuk kedua kalinya. "Alhamdulillah, bayinya perempuan...sehat tanpa kekurangan sesuatu apapun." ucap suster sambil menimbang bayi itu.


"Alhamdulillah..." pasangan suami-istri itu mengucapkan lafadz Alhamdulillah. Mereka berdua sangat bahagia dan bersyukur pas kelahiran bayi kembar mereka.


Bayi perempuan dan bayi laki-laki, yang cantik dan tampan.


Semua keluarga Calabria sangat bahagia dengan kelahiran bayi kembar Zahwa dan Rey. Rasa cinta Rey dan Zahwa semakin bertambah setiap harinya, mereka semakin romantis dan hidup bahagia bersama bayi kembar mereka.


...*****...


...End...


Assalamualaikum Readers, terima kasih yang sudah mengikuti cerita autor dari awal sampai akhir...terutama yang mengikuti dari kisah Cinta Suci Amayra...😍😍😘 makasih banyak banyak buat dukungan kalian semua pada novel ini ❤️❤️ sebenarnya author agak menyayangkan endingnya cepat, tapi konflik juga sudah selesai...Dan buat kisah Selina mungkin Desember atau Januari, author akan release...insya Allah, Semoga Allah masih memberikan umur dan kesehatan untuk author dan juga kalian semua.😘 Aamiin


But, author mau bagi bagi sedikit rezeki buat kalian...buat yang belum dapat, untuk yang berikan dukungan dan rajin komen 😍 mengikuti kisah ini dari awal sampai akhir...


Berikut adalah nama-nama pemenang give away :


1. Vita Zhao


2.Tiah Sutiah


3. Situ Zuariah


4. Yull Chie Uyhull


5. Munce munce


6. Mila gendeng permanen


Selamat buat para pemenang, jangan lupa chat author dan follow akun author ya buat yang belum follow 😍😍😍

__ADS_1


Note : Jangan di unfav ya, nanti ada side story' si kembar ❤️😘


__ADS_2