Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 92. Jangan lama-lama ngambeknya


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Setelah pengakuan Rey dan semua terkuak dari Salimah, juga permintaan maaf dari Zainab. Semua keluarga Calabria terlihat kecewa pada Rey, mereka tidak menyangka bahwa Rey adalah semua dibalik rasa sakit Zahwa selama ini.


"Zahwa...aku juga minta maaf ya karena selama ini aku sudah berbuat dzalim sama kamu. Jika kamu tidak memaafkanku maka Allah tidak akan mengampuniku dan memberiku jalan yang lurus seperti firman Allah dalam surat an-nisa ayat 168, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka (jalan lurus.” Dan zalim kepada sesama manusia. Kezaliman ini juga dibenci Allah, aku tidak mau dibenci oleh Allah, Zahwa...aku mohon maafkan aku." jelas Zainab penuh penyesalan, dia menatap Zahwa dengan tatapan mata yang berembun.


"Iya kak Zainab, Salimah...aku memaafkan kalian....kita lupakan saja semua ini ya kak? Jalani hidup masing-masing tanpa harus saling bersinggungan dan aku juga minta maaf kalau aku ada salah." ucap Zahwa tak mau memperpanjang masalah. Dia akan mencoba memaafkan walaupun masih ada rasa kesal didalam hatinya.


Bukanlah kebajikan itu dengan menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, akan tetapi sesungguhnya kebajikan ialah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada para kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir dan orang-orang yang meminta-minta; dan orang yang memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang yang menepati janjinya apabila ia membuat janji, dan orang-orang yang bersabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S Al-Baqarah: 177)


Dan seperti yang disebutkan dalam Q.S Ali Imran: 125, kita sebagai manusia dianjurkan untuk sabar. "Ya” (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu secara tiba-tiba, niscaya Allah akan menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda."


Tidak hanya Salimah dan Zainab yang meminta maaf, Rey dan Raihan juga meminta maaf. Raihan meminta maaf pada Zahwa dan Rey meminta maaf pada Raihan karena sudah menggagalkan pernikahannya dulu.


"Aku juga minta maaf sama kamu Raihan, atas kesalahanku yang telah lalu."


"Tidak kak Rey, Kak Rey tidak perlu meminta maaf... karena ini adalah kesalahanku, aku yang udah percaya dengan foto itu dan juga ini sudah takdir dari Allah bahwa aku dan Zahwa memang tidak berjodoh. Kita lupakan saja masa lalu kak," Raihan tersenyum lembut, setelah dia menghela nafas panjangnya.


"Kamu benar-benar tidak menyimpan dendam padaku bukan? Kamu benar-benar telah memaafkanku?" tanya Rey sedikit meragukan Raihan karena dia pikir mungkin Raihan masih ada sedikit perasaan kepada Zahwa istrinya.


"Kak di dalam surat Ali 'Imran ayat 133 dan 134 memiliki makna bahwa manusia akan diberikan ampunan dari Allah dan surga seluas langit dan bumi apabila orang itu berinfak, mampu mengendalikan kemurkaannya, dan memaafkan kesalahan orang lain. Insya Allah hatiku ikhlas kak dan untuk kamu Zahwa, kamu juga harus memaafkan Kak Rey, dia melakukan semua ini pasti ada alasannya." jelas Raihan berceramah.


Seketika hati Zahwa tercubit saat mendengar ceramah dari ustad Raihan itu, dia memang masih menyimpan rasa marah di dalam hatinya untuk Reyndra. Dia tidak bicara dari kemarin dengan suaminya, masih ada rasa kecewa di sana.


Usai bermaaf-maafan seperti suasana lebaran, Raihan, Salimah dan Zainab pergi dari rumah itu. Begitu pula dengan Zahwa yang pamit pergi pada keluarganya karena dia harus pergi ke rumah sakit untuk bekerja. Padahal semua orang ingin bicara dengannya dulu tapi Zahwa pergi begitu saja.


"Rey, kamu susul istrimu sana! Oma yakin dia pasti masih kesal dan kecewa sama kamu, ya walaupun ini masa lalu dan pasti dia akan memaafkanmu, tapi rasa kesal itu pasti masih ada didalam hatinya." titah Nilam pada cucunya.

__ADS_1


"Oma...apa Oma maafin aku? Papa, mama, Selina? Kalian gak kecewa sama aku?" tanya Rey pada semua keluarganya.


"Kami kecewa sama kamu Rey, tapi kami pikir untuk apa kamu marah pada masa lalu? Yang harus kamu pikirkan adalah bagaimana perasaan Zahwa saat ini. Dia pasti lebih terluka dan kecewa sama kamu." jelas Diana pada putranya sambil mendesah pelan.


"Ya sudah kak, cepet susul kakak iparku! Nanti dia makin ngambek," kata Selina pada kakaknya.


"Terus kamu berangkat sekolah gimana?" tanya Rey yang tadinya akan berangkat bersama dengan Selina dan mengantar adiknya ke sekolah lebih dulu.


"Gak usah pikirkan Selina, dia pergi sama papa dan mama. Kamu susul istrimu saja," kata Bram pada putranya.


Ya, mungkin keluarga Calabria menyesalkan dan sangat menyayangkan sikap Rey di masa lalu. Akan tetapi, Zahwa yang lebih terluka dari semuanya dan masih terlihat kemarahan di wajahnya pada suaminya itu.


Rey menyusul istrinya yang baru saja sampai didepan gerbang. Dia berada didalam mobil lalu membunyikan klaksonnya, dia memanggil Zahwa. "Ada mbak cantik yang pesan taksi online nih...ayo naik mbak?" ajak Rey sambil tersenyum pada istrinya yang sedang memainkan ponsel dan berdiri di pinggir jalan seperti menunggu sesuatu.


"Mbak ayo naik! Opa Rey-bin dah nunggu nih!"


Zahwa memalingkan wajahnya dari pria itu, di seperti bersembunyi. Dan rupanya dia sedang kesulitan menahan tawa.


"Mbak Suzy, ayo naik dong...Opa Rey-bin nunggu nih. Nanti opa bisa telat ke kantor, yuk naik yuk mbak Suzy!" ajak pria itu sambil tersenyum. Dia tidak menyerah membujuk istrinya yang tengah merajuk itu.


Mbak Suzy? Hyun bin sama Suzy? Ngakak!. Zahwa menahan tawa melihat tingkah konyol Rey.


Tidak tahan lagi menahan tawa karena ucapan Rey, akhirnya Zahwa memilih berjalan menjauh dari mobil Rey. Akhirnya Rey melajukan mobilnya dan sengaja membuat mobilnya berada di tengah jalan, lalu dia turun dari sana.


"A-apa mas Rey udah gila? Kenapa mobilnya ditinggal ditengah jalan gitu?" gumam Zahwa pelan, melihat suaminya meninggalkan mobil di tengah jalan begitu saja dengan posisi mobil yang menyamping dan bisa menghalangi jalan kendaraan lain yang lewat di komplek itu.


Rey berjalan menghampiri istrinya. "Mbak, Opa udah nunggu buat nganterin mbak Suzy ke rumah sakit, ayo dong mbak..."

__ADS_1


"Apaan sih?" kata Zahwa jutek.


Akhirnya Zahwa bicara juga, dari semalam dia kan tahan gak bisa sama aku. Ya udah aku pancing lagi deh.


"Hayo berangkat bareng Opa, yuk!" Rey memegang tangan Zahwa dan wanita itu langsung menepisnya.


"Gak mau ish!" tolaknya lagi dengan ketus.


Mas Rey bikin geli, astagfirullahaladzim...


Din...Din...Din..


Suara klakson pun mulai bersahutan, kini ada beberapa mobil yang berjejer di belakang mobil Rey. "Woy! Ini yang punya mobil kemana? Mobilnya ngehalangin jalan, tolong dong pinggirin." teriak salah seorang pengemudi mobil colt berwarna hitam. Mereka tidak bisa lewat di jalan sebelahnya karena jalur itu hanya satu arah. Sebab jalan lainnya sedang dalam perbaikan. Jadi jalanan hanya satu saat itu.


"Orang gila mana yang parkir mobil ditengah jalan gini!" seru seorang pengemudi mobil sedan warna merah yang berada di belakang mobil colt berwarna hitam itu.


Mereka terlihat marah pada pemilik mobil yang memarkirkan mobilnya di tengah jalan. Namun si pemilik mobil dengan wajah tanpa dosa mengatakan pada mereka. "Maaf pak, sebentar ya istri saya lagi ngambek, kalau istri saya udah nggak ngambek lagi baru saya pinggirin mobilnya...haha." Rey terkekeh.


"Welah...dalah...wong EDAN!" dengus seorang pengemudi lainnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Si Mas bucin bucin bikin macet mas, nanti saya lapor mas satpam loh!"


"Haha...maaf mas, saya bujuk istri saya dulu ya." kata Rey sambil tersenyum lebar, tidak peduli semua orang sedang menatapnya dengan marah. Zahwa mengurutkan kening dan menggeleng-gelengkan kepala, dia tidak habis pikir kenapa Rey sampai berlaku konyol seperti ini. "Jangan lama-lama ngambeknya sayang, tuh jalanan jadi macet gara-gara kamu. Semua orang jadi telat gara-gara kamu." bisik Rey menggoda istrinya.


"Kenapa jadi salah aku? Mas sendiri kan yang--ah...sudahlah." sungut Zahwa pada suaminya.


"Jadi kamu mau masuk mobil kan?"

__ADS_1


Zahwa tidak bicara lagi, dia menghentakkan kakinya dengan kesal lalu masuk ke dalam mobil. Rey tersenyum penuh kemenangan melihat istrinya masuk ke dalam mobil.


...****...


__ADS_2