
...🍀🍀🍀...
Kini semuanya telah terbongkar, rahasia yang selama ini disimpan oleh Zainab. Rahasia yang seperti bom waktu dan kapan saja akan meledak, kini meledak hari ini.
Zainab tidak dapat berkelit lagi dengan semua bukti didepan mata. Bukti video percakapannya dengan kandungan itu. Raihan menatap Zainab dengan tajam dan kecewa, selama ini Raihan sudah tulus belajar mencintai Zainab. Tapi nyatanya sang istri malah berbohong, kebohongan tentang sebuah nyawa yang bahkan tidak pernah ada.
"Mas...aku bisa jelaskan..." bibir Zainab gemetar. Dia panik melihat raut wajah Raihan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
"Jelaskan apa Zainab? Jelaskan kenapa kamu pura-pura hamil atau jelaskan kenapa kamu mengkhianati cinta tulusku?" Raihan memegang dadanya yang mendadak sesak mengetahui fakta tersebut. "Aku percaya sama kamu selama ini Zainab, tapi apa yang aku dapat? Kebohongan, pengkhianatan.... astagfirullahaladzim.... Zainab kamu membuatku sulit berkata-kata." dessah Raihan kecewa dengan wajah memerah.
"Maafkan aku mas, aku punya alasan kenapa aku melakukan semua ini." Kata Zainab coba untuk menjelaskan kepada suaminya.
"Baik aku dengar." ucap Raihan mencoba mengontrol emosinya.
"Mas, mas ingat kan waktu itu mas pernah mau menceraikan aku? Dan aku pikir dengan berbohong seperti ini aku bisa mempertahankan pernikahan kita. Aku mempertahankan pernikahan kita, mas. Aku tidak mau bercerai darimu, apa aku salah karena aku telah berjuang untuk pernikahan kita? Kamu harus memahami diriku juga Mas! Aku terpaksa berbohong!" tutur Zainab menjelaskan kepada suaminya disertai dengan air mata yang mengalir deras membasahi pipinya. Sungguh dia sangat takut dengan reaksi Raihan selanjutnya.
"Astagfirullah Zainab, apakah itu yang kamu maksud dengan berjuang? Dengan berbohong? Berbohong dengan nyawa yang bahkan tidak pernah ada didalam perutmu itu! Sudahlah Zainab, sekarang apapun yang kamu katakan terdengar seperti alasan bagiku. Aku tidak tahu lagi harus berkata apa, aku marah, aku KECEWA, aku sakit hati. Ternyata aku telah menikahi wanita yang licik, wanita yang kupikir adalah makmum terbaik dan wanita paling jujur di dunia! Kamu... wanita paling lemah lembut yang aku kenal, tapi kamu tega sekali menipuku dengan kedok lembutmu itu!"
"Mas...aku tau kamu kecewa, tapi melakukan semua ini demi rumah tangga kita!"
Ketika Zainab akan memegang tangan Raihan, pria itu langsung menghindar bahkan tidak mau menatap istrinya. "Aku butuh waktu untuk sendiri, lebih baik kalau kita pisah ranjang saja dulu!"
"Mas..." Zainab terisak melihat raut wajah suaminya yang tampak marah dan kecewa. Siapa juga yang tidak akan terluka hatinya bila dibohongi seperti ini?
Tanpa bicara sepatah kata pun, Raihan keluar dari kamar itu sambil membawa bantal. Zainab hendak menyusulnya namun Raihan tidak mengizinkan. Dia meminta Zainab untuk tidur saja. Bagaimana bisa Zainab tidur dengan tenang? Sedangkan ada masalah besar dalam rumah tangganya.
Zainab jatuh terduduk di atas ranjang sambil menangis. "Siapa? Sebenarnya siapa yang sudah mengirimkan video itu kepada mas Raihan? Ah... satu-satunya orang yang mendengar percakapanku dengan dokter Maya hanya Zahwa saja. Apa dia yang menyebarkan semua ini? Tapi untuk apa? Apa tujuan dia melakukan semua ini? Kalau benar dia pelakunya, sungguh dia adalah wanita yang munafik! Jangan-jangan dia memang masih ada hati dengan suamiku." Wanita itu mulai berpikir yang tidak-tidak tentang Zahwa. Pasalnya hanya wanita itu saja yang berada di sana ketika dia mengobrol dengan dokter kandungan.
__ADS_1
Malam itu terjadi perang dingin antara Zainab dan Raihan, mereka tidur di ranjang yang terpisah dan saling tidak bicara satu sama lain.
****
Keesokan harinya, hari yang mungkin akan menjadi hari bersejarah untuk Zahwa dan Rey.
Pagi itu Zahwa sedang didandani oleh seorang make over terkenal. Zahwa meminta pada make over itu untuk tidak mendandaninya dengan menor. Dia tidak suka dandan menor dan hanya suka yang natural saja.
"Baik non, tenang saja...saya akan membuat pengantin pria sampai tidak bisa memperhatikan yang lain selain pengantin wanitanya. Akan saya buat dia tidak bisa berkedip saat melihat nona." ucap si make over wanita yang sudah handal itu. Namanya Windy.
"Hehe..." Zahwa hanya mendengar ucapan Windy.
Setelah selesai didandani, Amayra, Zayn dan Aini terlihat berada di ambang pintu kamar itu. Amayra terisak melihat putrinya sudah tampak cantik mengenakan gaun putihnya. Dengan hijab panjang sederhana, disertai dengan mahkota di kepalanya.
Tiba-tiba saja terlintas di kepala Amayra, adegan dimana Zahwa akan menikah bersama Raihan dulu. Dia berdoa agar pernikahan Rey dan Zahwa lancar tanpa ada halangan.
"Ma, kenapa mama nangis?" tanya Zahwa seraya menatap mamanya yang kini sedang berjalan menghampirinya.
"Kakak tidak akan menyakitiku ma, insya Allah. Mama jangan khawatir ya ma?" Zahwa menepuk dan mengelus lembut punggung sang mama.
Amayra mengurai pelukannya lebih dulu, kemudian dia menyeka air matanya dengan tisu yang diberikan oleh Aini. Kini giliran Zayn yang memeluk saudara kembarnya. Terlihat matanya berembun melihat Zahwa yang cantik. "Jangan manja... jangan cengeng, jangan rebahan nonton Korea terus kalau lagi libur. Jadi istri yang baik buat suamimu, perbaiki cita rasa masakan kamu, terus__"
"Terus apa kak?" tanya Zahwa sambil membalas pelukan erat kakaknya, dia terkekeh dengan ucapan Zayn yang serius. Biasanya dia selalu bercanda.
"Terus__kalau ada masalah antara kamu dan kak Rey, sebisa mungkin diselesaikan dengan kepala dingin dan baik-baik. Karena dalam setiap rumah tangga pasti ada masalah, jangan sampai ada kata perpisahan, semarah apapun keadaan saat itu. Dan semoga pernikahanmu dan Kak Rey sakinah mawadah warahmah." Doa Zayn tulus pada saudara kembarnya itu. Dia selalu mengharap yang terbaik untuk Zahwa.
"Insya Allah kak, Aamiin...doakan aku ya kak." balas Zahwa sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah pemberian wejangan, mereka bertiga bersama sopir pergi ke gedung acara tempat Zahwa akan menikah. Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di sebuah hotel dengan nuansa outdoor pilihan dari Diana dan Amayra. Dekorasi pernikahan itu cukup mewah karena Rey mau yang terbaik untuk Zahwa. Apalagi pernikahan adalah untuk seumur hidup dan dia tidak mau melewatkan kesempatan itu. Semuanya mewah untuk Zahwa, bahkan barang bawaannya saja semua branded.
Segala hal disiapkan keluarga Calabria dengan sempurna untuk pernikahan Rey Zahwa. Nah sekarang pengantin wanita tinggal menunggu kedatangan si pengantin pria untuk memulai acaranya. Jangan lupakan pak penghulu yang belum datang juga.
"Bismillah...ya Allah semoga pernikahanku dan kak Rey berjalan lancar dan di ridhai oleh Allah." gumam Zahwa sambil memegang dadanya, terukir senyum indah di bibirnya.
Sementara itu disisi lain, pengantin pria sedang berada dalam perjalanan bersama rombongan keluarganya dan juga barang-barang seserahan yang dibawanya untuk sang pengantin wanita.
"Bismillahirrahmanirrahim....ya Allah lancarkan niat suci kami untuk meraih surgaMu." gumam Rey dalam hatinya.
Diana, Selina, Nilam dan Bram tersenyum raut wajah Rey yang bahagia. Jelas sekali bahwa pria itu sangat menantikan pernikahan ini.
*****
Rumah Zainab.
Terlihat Zainab sedang menangis tersedu-sedu di dalam rumah saat ia menyadari bahwa Raihan tidak ada di rumah.Ketika wanita itu sedang menangis, tiba-tiba saja Salimah datang ke rumah.
"Assalamualaikum kak Zainab,"
Tak kunjung ada jawaban, akhirnya Salimah masuk ke dalam rumah yang pintunya terbuka itu. Dia mendengar suara isak tangis seorang wanita dari dalam kamar, dia sudah menduga bahwa yang menangis pastinya Zainab.
"Astagfirullah kak! Kakak kenapa nangis? Ada apa kak? Cerita sama Imah kak!" Salimah menghampiri kakak iparnya lalu duduk di sampingnya.
Oke rencana di mulai.
Terlihat seringai di bibir Salimah, sementara itu Zainab masih menundukkan kepalanya sambil menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Hiks...hiks...Salimah..."
...*****...