Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci
Bab 30. Piktor


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Zayn langsung mengambil ponsel di saku celananya, dia menghubungi seorang teman Zahwa yang bernama Lia. Zayn menanyakan pada Lia, alamat teman dekat Zahwa yang bernama Aini.



Setelah itu Lia langsung mengirimkan alamat lengkap kosan Aini kepada Zayn. Rey dan Zayn pun segera tancap gas menuju kesana, berharap Zahwa memang benar-benar ada disana. Kalau tidak bersama Aini, pasti bersama Zainab, itulah yang Zayn tau. Tapi karena masalahnya dengan Zainab, mungkin Zahwa sekarang sedang bernama Aini. Semoga saja tebakannya tidak salah.


"Kak, beneran kak Zainab sudah menikah dengan kak Raihan?" tanya Zayn pada Rey setengah tak menyangka. Pasalnya, belum lama Raihan gagal menikah dengan adiknya dan sekarang dia sudah menjadi suami orang, apalagi istrinya adalah Zainab, sahabat baik adiknya.


"Iya, Zayn. Kalau kamu gak percaya, kamu tanyain aja sama Zahwa...nanti." desah Rey yang masih resah karena belum menemukan Zahwa.


"Bukannya gak percaya kak, aku cuma tidak menyangka aja...semudah itu dia berpaling dari Zahwa. Ya, syukurlah Zahwa tidak jadi menikah dengannya...dia pasti tidak akan bahagia, apalagi keluarganya yang fanatik agama itu!" Zayn bersyukur, lantaran Zahwa tak jadi menikah dengan Raihan.


"Ya aku juga bersyukur, tapi aku kasihan pada Zahwa...dia sedih karenanya. Seluruh tubuhnya gemetar saat mengetahui berita itu dan hatiku jadi ikut sakit melihatnya."


Mendengar ucapan Rey yang dalam dan melihat raut wajahnya yang cemas, tanpa ada drama. Membuat Zayn yakin menang Rey menyukai Zahwa cukup dalam. "Kak..."


"Ya Zayn?" sahut Rey seraya menoleh pada Zayn yang sedang menyetir.


"Kalau saja kakak bukan kakakku, aku pasti senang kakak jadi iparku." celetuk Zayn dengan senyum getir dibibirnya.


"Zayn, aku memang akan jadi iparmu..."


"Kak, itu gak mungkin. Mama, Oma, om, Tante, semua orang pasti gak akan setuju dengan hubungan kakak dan Zahwa. Kakak adalah kakak kami," tutur Zayn, ia tahu benar bahwa keluarga besarnya sangat menyayangi Rey meski Reyndra hanyalah anak angkat. Tidak pernah ada perbedaan sedikitpun. Lalu apa jadinya bila semua keluarga tau rasa yang dimiliki Rey lebih dari kakak pada Zahwa.


"Kamu kan tau kalau aku sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan kalian semua, jadi aku bisa menikahi Zahwa."


"Tapi kak---apa kakak serius? Kakak serius sama Zahwa?"


"Iya."


Kamu tidak tahu saking seriusnya aku ingin memiliki Zahwa, aku sampai melakukan hal yang bodoh dengan merusak reputasi Zahwa di hari pernikahannya.


Zayn mengusap wajahnya dengan kasar, dia mendessah tak percaya. Rasanya memikirkan hubungan Zahwa dan Rey nanti, akan rumit karena masalah restu.


"Zayn, memangnya kamu gak mau punya ipar sepertiku?" tanya Rey serius.


"Jujur saja kalau kakak orang lain, mungkin aku akan langsung setuju. Kakak baik, kakak cerdas, kakak dewasa, kakak tampan, aku suka kakak dan aku yakin kakak bisa menjaga Zahwa....tapi sayangnya kakak adalah kakakku dan hubungan kalian tidak akan mudah." jelasnya melihat dari sisi keluarga Calabria yang sudah sangat menyayangi Rey sebagai keluarga.


"Aku memang sudah memikirkan itu, makanya aku akan memutuskan hubungan keluarga. Kalau itu memang satu-satunya jalan."


Deg!


Zayn tersentak kaget mendengarnya, dia langsung menoleh ke arah Reyndra. "Kakak!" pekik Zayn terkejut mendengar ide gila Rey.


"Aku serius Zayn, itu akan aku lakukan kalau Zahwa sudah mau menerimaku."


Zayn menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kakak jangan gila, ini gak akan mudah kak!"


"Aku sudah menahan rasa ini selama belasan tahun dan aku gak bisa menyerah Zayn."


"Ah...ya sudahlah terserah kakak aja." Zayn sudah tidak bisa menasehati kakaknya itu. Masalah yang berurusan hati memang rumit.


"Jadi kamu dukung kakak, kan?"


"Entahlah kak,"


"Ayolah Zayn," bujuk Rey pada kakak dari wanita yang ia cintai itu.


"Tau ah kak! Tapi kakak inget ya, kakak gak boleh nyentuh Zahwa lagi sebelum halal! Gak boleh kak," ucap Zayn tegas. Sebelumnya dia pernah melihat Rey mencium bibir Zahwa diam-diam.

__ADS_1


"Ba-baiklah, insya Allah." jawab Rey ragu.


Beberapa menit setelah menempuh perjalanan, mereka pun sampai di alamat yang dikirimkan Lia. Alamat itu berada di gang sempit, hingga mobil tidak masuk ke dalam sana.


Saat akan keluar dari mobil, Zayn menerima pesan dari seseorang yang selalu mengganggunya.


[Zayn, apa kamu akan kesini? Abahku meninggal, Zayn]


[Zayn, kenapa kamu tidak mengangkat telpon dariku?]


[Zayn...walaupun abahku sering berbuat salah pada keluargamu, maafkan dia ya. Dan berlapang dada lah untuk datang kesini melayatnya]


"Astagfirullah, anak ini seperti setan gentayangan saja!" gerutu Zayn melihat isi isi pesan dari Salimah yang menggelitik dan dirasa menyebalkan itu.


"Kenapa Zayn?" tanya Rey, melihat raut wajah gusar melihat ponselnya.


"Ada setan gentayangan kak!"


"Siapa?"


"Si Salimah."


Raut wajah Rey berubah begitu mendengar kata Salimah. Salimah, ya wanita itu yang menyimpan rahasia busuknya. Dia sempat meminta Rey membantunya untuk mendekatkan dirinya dan Zayn.


Astagfirullah, kenapa aku bisa lupa? Salimah...Rey memeriksa ponselnya, ia juga memeriksa isi ponselnya. Ada pesan masuk didalam sana dan membuat matanya membulat.


"Kakak kenapa diem?" tanya Zayn heran melihat wajah Rey yang tiba-tiba pucat.


"Gak apa-apa, tapi Zayn...Salimah itu gak kayak setan kok, dia baik."


"Ha-ha-ha...baik apanya? Gak mungkin lah! Dia orang yang udah nyakitin Zahwa, masa dia baik." Zayn menertawakan ucapan Rey, karena dia amat tidak suka dengan Salimah. Awalnya dia respect, tapi respect itu hilang ketika hari pernikahan adiknya yang gagal.


Mereka pun sampai didepan rumah kos-kosan sederhana, mereka menemui ibu kos dan bertanya tentang Aini. Melihat nomor kamar 15. Zayn dan Rey berhenti didepan sana, mereka saling melirik. "Bener ini kamarnya kan kak?"


Zayn mengetuk pintu kosan itu, tak lupa ia mengucapkan salam. Tak lama kemudian, pintu kosan itu terbuka, terlihat seorang gadis berhijab hijau berdiri disana, dengan setelan baju rumahan yang sederhana dia adalah Aini.


"Waalaikumsalam,"


"Dimana Zahwa?" tanya Zayn dengan suara tegas.


"Biasa aja dong nanyanya, jangan ngegas gitu!" gerutu Aini kesal.


Ya, Aini dan Zayn memang memiliki masalah sebelumnya. Makanya mereka terlihat seperti tidak akur.


"Dimana Zahwa?" ulang Zayn.


"Ada di da--"


Belum selesai bicara, Zayn sudah menerobos masuk ke dalam kosan Aini. Aini pun jadi kesal karenanya. "Hey! Kamu main terobos aja ya!" teriak Aini kesal.


"Maafkan Zayn ya, dia begini karena khawatir sama Zahwa." dengan sopan Rey meminta maaf atas kelakuan Zayn yang tidak sopan pada Aini karena masuk ke kosannya begitu saja.


"Aku maafin deh, tapi karena kakak ganteng!" kata Aini dengan mencebikkan bibirnya.


Rey terkekeh mendengar candaan gadis itu. Sementara didalam kosan, Zayn melihat Zahwa tertidur pulas. Dia seperti tidak sadarkan diri saja, lantaran ada keributan diluar dan dia masih anteng dalam tidur.


"Ckckck...ya ampun anak ini. Orang-orang panik nyariin dia dan dia malah tidur disini." gerutu Zayn melihat adiknya yang tenang dalam tidur.


Zayn tidak tega membangunkan adiknya, ia pun memilih menunggu disana bersama Rey sampai Zahwa bangun. Sebagai tuan rumah, Aini menyiapkan air minum untuk kedua pria itu.


Rey dan Zayn menunggu di luar kosan, Aini tidak mau kalau ibu kos marah karena dia menerima tamu laki-laki masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Silahkan diminum kak." ucap Aini sambil menyimpan dua cangkir berisi air minum ke atas meja.


"Makasih Aini." kata Rey kalem.


"Kenapa punyaku cuma air putih doang?" gumam Zayn pelan sambil melihat isi cangkirnya dan isi cangkir Rey yang berbeda.


"Maaf, teh nya habis...adanya air putih doang buat kamu." ucap Aini ketus. "Dasar cowok piktor!" gumam Aini dengan suara pelan.


Aini masuk ke dalam rumah, Zayn mengerutkan keningnya, dia menggelengkan kepala, heran dengan sikap Aini yang seperti memusuhinya.


"Wah...ada yang jatuh cinta nih." celetuk Rey sambil tersenyum.


"Jatuh cinta apaan? Hah! Cewek gak jelas, bar bar!" Gerutu Zayn kesal, dia jadi teringat awal mula hubungannya dengan Aini yang jadi seperti ini.


#Flashback


Beberapa bulan yang lalu, saat liburan semester di kampusnya. Zahwa membawa teman kampusnya menginap di rumah, yaitu Aini.


Gadis itu terlihat manis dan sopan, dia cantik juga santun. Amayra juga menyukai teman Zahwa yang satu ini.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Zayn keluar dari kamarnya. Ia berencana membangunkan Zahwa seperti biasa. "Hey! Zahwa! Nanti kamu telat ke kampus, kamu masih tidur?"


"Euh...anak ini pasti nonton drakor lagi semalam," ucap Zayn menggerutu. Zayn lupa kalau hari itu adalah hari libur semester Zahwa.


Zayn membuka pintu kamar Zahwa tanpa mengetuknya lebih dulu. Dia pun melihat pemandangan tidak terduga di dalam sana yang membuat Zayn terperangah, membuka kedua matanya lebar-lebar.


"Aaaahhhhh!!" teriak Aini kaget.


"Ma-maaf!"


Aini melempar Zayn dengan bantal, saat itu Aini sedang tak berhijab dan rambutnya yang panjang terlihat. Sungguh gadis itu malu auratnya dilihat oleh Zayn.


Sejak itulah Aini selalu memanggil Zayn si mesum, si piktor. Alias pikiran kotor!


#ENDFLASHBACK


"Hey Zayn kenapa kamu senyum-senyum gitu?" tanya Rey heran melihat Zayn senyum-senyum sendiri.


"Hahaha...gak apa-apa kak." Zayn terkekeh sendiri.


Momen itu tidak bisa dilupakan oleh Zayn dan selalu membekas di pikirannya. Apalagi kata Piktor (Pikiran kotor).


Setelah menunggu setengah jam, Zahwa dan kedua kakaknya pamit pulang dari rumah Aini.


Didalam. perjalanan pulang, Zayn mengingatkan Zahwa untuk mengatakan papa mamanya agar dia habis pulang kerja kelompok.


"Nemo...kamu jangan sedih ya."


"Sedih sih iya kak, tapi aku akan berusaha move on."


"Begitu baru bagus, tenang aja masih ada aku disini." lirihnya seraya tersenyum pada Zahwa.


Aku yang akan buat kamu move on.


Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di depan halaman rumah Amayra. Rumah dengan cat berwarna biru langit. Zahwa, Zayn dan Rey turun dari mobil. Mereka heran melihat Amayra didepan rumah dalam keadaan menangis.


"Assalamualaikum, ma...mama kenapa?" Zahwa langsung menghampiri mamanya.


Amayra tiba-tiba saja memeluk putrinya. "Kamu harus melupakan rasa cinta kamu sama Raihan! Harus..."


...****...

__ADS_1


Mau up satu bab lagi, mana komennya nih☺️ maaf ya kalau feel-nya kurang dapat karena ada beberapa kisah cinta disini, beberapa couple...tapi semoga nyaman dengan novelku ya πŸ˜‰


__ADS_2