
...πππ...
Tidak ada kata yang bisa menggambarkan perasaan Rey saat ini. Melihat wanita yang dia cintai, wajahnya bersemu merah, tersipu malu-malu karena kata-kata manis yang bisa membuat Zahwa berdebar.
Hanya panggilan sayang, tapi mampu membuat gadis itu terbang melayang tinggi di awan.
"Kak...kenapa kakak panggil aku begitu?" Zahwa kembali memalingkan wajahnya, setelah beberapa saat dia menatap Rey yang berada di layar ponselnya karena tercengang.
"Kenapa? Apa kamu tidak mau dipanggil sayang sama aku?"
"Eungh---itu---a-aku." Lagi-lagi gadis cantik itu kembali gelagapan.
"Oke deh aku paham, mungkin sekarang kamu masih malu-malu karena kita belum ada ikatan resmi. Tapi kalau kita udah nikah, kamu harus membiasakan diri memanggilku sayang,"
"Geli kak..." gadis itu bergidik mendengar panggilan sayang.
"Kenapa geli? Atau kamu mau panggil aku honey? Baby? Hubby?" tawar Rey soal nama panggilan ketika mereka menikah nanti.
"Idih kakak, kok makin geli gitu sih panggilannya!" seru Zahwa sambil memutar matanya ke arah yang lain.
"Pokoknya aku gak mau dipanggil kulkas 15 pintu, gak mau!"
"Itu nama panggilanku buat kakak, kalau kakak lagi datang nyebelinnya," gumam Zahwa dengan bibir yang mengerucut, menambah kegemasan pria itu terhadapnya.
"Terus kalau lagi datang sayang-sayangnya, aku dipanggil apa?" goda Rey pada Zahwa yang masih saja tidak mau melihat matanya.
Zahwa terdiam, dia berkata dalam hatinya kenapa kakaknya ini menjadi mesum dan gombal. Kemana si kulkas 15 pintu yang cueknya minta ampun ini? Mengapa dia berubah? Belajar darimana dia gombalan seperti ini?
"Ih...kakak, kok kakak jadi gombal gini sih?"
"Gombal? Siapa yang gombal? Aku cuma nanya kok, kalau lagi nyebelin aku dipanggil kulkas 15 pintu...nah kalau kamu lagi sayang-sayangnya sama aku, aku dipanggil apa?" tanyanya seraya menggoda gadis itu dan membuat wajah Zahwa semakin memerah bak kepiting rebus.
"Ah...tau ah ,gak mau jawab! Kak Rey gombal terus deh. Nanti aku jadi susah tidur, aku jadi kepikiran terus." gumam Zahwa pelan.
"Oh...jadi kamu nggak bisa tidur gara-gara kamu mikirin aku?"
Sontak Zahwa langsung menutupi wajahnya dengan boneka berbentuk ikan hias Nemo. Dia tidak mau Rey melihat wajahnya yang malu-malu kucing seperti ini. Rasanya seperti sebuah aib yang terbongkar.
"Sayang..." panggil Rey yang semakin membuat Zahwa tersipu malu dan sudah jangan ditanyakan lagi bagaimana perasaan hatinya saat ini. Berdebar, itulah jawabannya.
"Kak...udahan ya video callnya. Aku mau bobo!"
"Bentar dulu dong! Aku belum dapatkan apa yang aku mau," Tolak Rey untuk mengakhiri panggilan itu.
"Emangnya kakak mau apa?" Tanya Zahwa yang masih menutupi wajahnya dengan boneka itu, hingga Rey tidak dapat melihat wajah cantiknya yang ia rindukan.
__ADS_1
"Mau lihat wajah kamu dulu, biar kakak bisa bobo. Kakak gak tenang kalau belum lihat wajah kamu, Nemo...udah beberapa hari ini kita gak ketemu, memangnya kamu gak kangen sama kakak?"
Zahwa terdiam.
"Kakak video call kamu, karena kakak pengen lihat wajah kamu. Please jangan buat kakak resah karena gak bisa tidur sebelum lihat wajah kamu."
Astagfirullah... subhanallah... Masya Allah....
Rasanya seperti ada yang meledak di dalam hati Zahwa, mendengar kata-kata manis dari pria itu sungguh membuat dirinya meleleh.
"Kalau kakak udah lihat wajah aku, nanti akunya yang susah tidur kak."
"Gampang, nanti aku yang nidurin kamu."Rey tersenyum gemas melihat Zahwa yang seperti itu.
"Emangnya kakak bisa?"
"Bisa, kamu tau beres aja...aku bakal nyanyiin lagu buat kamu supaya kamu bisa tidur. Nah sekarang kamu tunjukin wajah kamu dong, biar kakak semangat!"
Akhirnya Zahwa menunjukkan wajahnya kepada Rey. Belum puas melihat wajah Zahwa, Rey meminta calon istrinya itu untuk menatap matanya lewat layar ponsel. Ia menurut dan menatap Rey dan betapa terkejutnya diam saat melihat otot-otot sixpack Rey terpampang.
"Astagfirullah kak! Kenapa kakak belum pakai baju? Mesum ih!" Pekik Zahwa, lalu memalingkan wajahnya lagi karena malu. Padahal yang tidak pakai baju itu adalah Rey, tapi kenapa dia yang malu.
"Oh iya maaf, hehe kakak lupa habis mandi pakai handuk kimono doang. Tunggu ya Zahwa." Rey terkekeh menyadari bahwa dirinya belum memakai baju dan masih berselimut kan handuk kimono.
Rey menyimpan ponselnya diatas ranjang, kemudian dengan cepat memakai piyama tidurnya, lalu kembali video call dengan Zahwa. Zahwa pun segera menagih janjinya, dia ingin Rey menyanyikan lagu tidur untuknya.
"Aku gak bohong Nemo, aku bisa nyanyi kok...walaupun aku gak jago!" sergahnya.
"Hehe...oke, aku dengerin ya." Zahwa tersenyum.
"Ya udah kamu sambil tiduran. Aku akan mulai bernyanyi, bismillah." ucap Rey sambil mengatur nafasnya untuk bernyanyi.
Zahwa pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sambil menatap layar ponselnya yang ada Rey disana.
...πΆπΆπΌ...
Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertakhta
Kuinginkan dia yang punya setia
__ADS_1
Dan mampu menjaga kemurniannya
Saat ku tak ada ku jauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindungku
Dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau istriku
Engkaulah bidadari surgaku....
πΆπΆπΆ
Melihat Zahwa sudah tertidur pulas, Rey menatap wajah cantik bidadarinya itu. "Selamat tidur bidadari surgaku," ucap Rey sambil tersenyum sebelum mengakhiri panggilan video callnya dan pergi tidur juga.
Dia tidak sabar menantikan hari bahagia mereka. Namun satu hal yang mengganjal Rey saat ini yaitu Salimah.
...*****...
Rumah Raihan yang berdekatan dengan pesantren Ar-Rasyid.
Tampak pria itu sedang duduk diatas ranjangnya sambil termenung seperti biasa. Dia merasakan kekosongan didalam hatinya setiap malam memikirkan Zahwa dan selalu menyakiti hati Zainab.
"Mas, kenapa kamu belum tidur?" tanya Zainab kepada suaminya yang masih terjaga,
setelah shalat isya.
"Zainab, maafkan aku.... sepertinya hubungan kita akan tetap terus seperti ini. Aku juga sebenarnya tidak mau menyakiti kamu, tapi hatiku masih untuk Zahwa dan kita menikah juga tanpa cinta. Daripada Aku terus-menerus menyakitimu, jadi lebih baik kita--"
Mata Zainab membulat dan dia langsung memotong ucapan suaminya. "Tidak Mas! Kumohon jangan ucapkan talak kepadaku, mas tidak boleh melakukan itu karena aku...karena aku...aku.."
"Kenapa Zainab?" tanya Raihan mulai cemas melihat raut wajah istrinya yang pucat itu.
"Aku sedang HAMIL, mas." jawab Zainab dengan sekali tarikan nafas.
"APA? Kamu hamil?" Raihan tersentak kaget mendengar ucapan Zainab yang mengatakan bahwa dirinya sedang hamil. Dia menatap Zainab dengan bingung dan kaget.
Sementara Zainab terlihat gelisah seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan.
...****...
__ADS_1
Apakah Zainab benar-benar hamil? Ataukah hanya drama ya?
Buat yang nunggu kapan khitbah...ada di next episode ya, gak tau besok apa hari ini upnya hehe βΊοΈπΉbtw makasih buat vote, komen dan gift kalian ya