PEREMPUAN TANPA AIR MATA

PEREMPUAN TANPA AIR MATA
Nyaris Melahap Fitri


__ADS_3

Pergumulan masih berlangsung ditengah malam keesokan harinya. Mbah Kahpok datang lagi dan langsung menyelinap kebawah selimit Tari. Kali ini ternyata Tari sedang menantikan Mbah Kahpok.


Karena begitu Mbah Kahpok berhasil menyelinap, mendapati tubuh Tari tak berpakaian sehelai benangpun dibawah selimutnya itu. Mbah Kahpokpun langsung beringas. Melahap kenikmatan yang haram itu. Demikian pula Tari. Tensi nafsunya yang sedang meningkat, melakukan perlawanan yang seru.


Mbah Kahpok yang sudah uzur, merasa jadi pemuda yang sedang puber pertama. Apalagi disuguhi tubuh montok dan menggemaskan kejantanannya. Sedang Tari sudah menjadi binal. Akibat tensi hasratnya yang meninggi.


Hingga pergulatan mereka sangat seru. Erangan demi erangan, hentakan demi hentakan; membuat aktifitas mereka dibawah selimut sangat brutal dan berisik. Mengusik tidur Fitri.


Fitri pun terbangun dan mengarahkan tatapannya kearah Tari. Karena dari situlah asal keributan itu. Benar sekali...Fitri mendapati selimut Tari bergerak-gerak. Seperti ada suatu kegiatan dibawahnya. Apalagi erangan Tari itu. Sangat jelas terdengar Fitri. Seperti suara perempuan difilm bokep yang pernah ditontonnya dari hp.


Agaknya Fitri tersadar dan mengerti. Sebuah senyum nyinyiran terlihat dibibirnya. Menduga bahwa Tari sedang melakukan kegiatan masturbasi.


Kembali Fitri akan melanjutkan tidurnya. Berbalik arah, membelakangi Tari. Berusaha tidur dan memejamkan matanya. Belum lagi satu menit, kini mengganti posisinya lagi jadi terlentang. Memejamkan matanya rapat-rapat dan berusaha untuk tidur.


Begitu bolak-balik yang dilakukan Fitiri. Selalu mengganti posisi tidurnya dalam hitungan tidak sampai satu menit. Kegelisahan mengusiknya begitu hebat. Mengotak-atik fikirannya untuk terus tertuju pada kegiatan Tari dibawah selimut itu. Apalagi erangan Tari itu sangat mengganggunya. Mangajak otaknya untuk bermesum.


Akhirnya Fitri harus menyerah. Mengikuti kemauan otak kotornya. Mengambil hpnya dari bawah bantalnya. Mencari kembali kiriman video mesum dari seorang temannya. Fitripun menonton video itu dengan mata terbuka lebar dan jantung berdebar-debar kencang.


Kenikmatan didalam video itu seakan mengalir keseluruh tubuhnya. Fitri menggeliat-geliat. Meraba-raba anggota tubuh wanitanya yang dapat membangkit gairah. Fitri mendesah-desah kecil. Sekali-kali menggigit bibirnya. Menyentuh lagi bagian-bagian vital kewanitaannya.


Saat Fitri mulai terbuai dalam kenikmatan kelakukannya. Tiba-tiba Fitri dikejutkan oleh bayangan hitam yang melesat keluar dari dalam selimut Tari. Terlihat tak sengaja dari sudut matanya. Karena kaget, membuat matanya terbelalak melihat bayangan itu yang bergerak cepat dan tanpa suara, menuju ke celah bawah pintu kamar. Menyusup ke celah itu dan kemudian hilang.


Mata Fitri masih terbelalak kaget dan bingung. Lalu melirik kearah Tari. Maksudnya hanya sekilas. Tapi...oops.!. Ternyata Tari sedang menatapnya tajam. Segera Fitri menarik selimutnya. Hingga menutupi kepalanya. Memejamkan matanya dan berusaha untuk segera tidur. Kali ini berhasil.. Karena tidak berapa lama kemudian, Fitri sudah terlelap. Masuk ke alam mimpi sedang bermain bokep-bokepan dengan pacar.


Keesokan paginya, Fitri tidak lupa pada kejadian itu. Sejak mulai bangun tidur, hingga berjalannya waktu. Detik demi detik. Ada ketakutan yang menghantuinya. Bukan ketakutan pada Tari. Tapi ketakutan pada bayangan hitam itu.


Fikirannya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan. Bagaimana jika malam nanti bayangan itu datang lagi. Lalu kini gilirannya yang disusupi bayangan itu. Apakah dirinya akan seperti Tari ?. Melakukan masturbasi dengan bayangan itu ?.


Bayangan apakah itu ?. Mengapa mengganggi Tari ?. Apakah anak-anak lain juga pernah diganggu bayangan itu ?. Apakah bayangan itu kiriman seseorang untuk mengganggu mereka ? dan blablabla....pertanyaan-pertanyaan seperti itu sangat berkecamuk difikiran Fitri.


Membuat waktu Fitri seharian ini banyak diisi dengan termenung dan menyendiri. Maka ketika Tari sengaja hadir didepan Fitri untuk menikmati ketakutan Fitri, Tari tertolak. Wrong password...Wrong password...Seperti itu gema yang terdengar di alam supranatural.


Karena Fitri tidak merasa ketakutan pada Tari. Melainkan iba pada Tari. Lalu Fitri menarik tangan Tari untuk bisa berdua saja. Membahas tentang bayangan itu.

__ADS_1


"Lo sadar gak ?...kalau tadi malam itu lo diganguin bayangan hitam ?" celutuk Fitri. Tanpa kata basa-basi. Hanya ada kepenasaran dan kekhawatiran.


Sesat Tari tersentak, tercengang kaget. Mendengar pertanyaan Fitri itu. Menyadari bahwa Fitri tengah tidak takut pada dirinya.


"Hah !..." Tari mengelih kencang dengan nafas pendek. Melepaskan kekecewaannya akan fakta. Ternyata Fitri tidak mengalami rasa ketakutan padanya.


"Iya..gua sadar" jawab Tari datar.


"Lo gak takut ?"


"Tidak"


"Haa ????...Lo gak takut ???"


"Yah tidak lah. Itu kan penjaga gua. Emang kenapa ?! lo takut !"


Fitri tercengang shock. Mendengar jawaban vulgar Tari itu. Kalau melihat dari sinat mata Tari sih, jawaban itu jujur.


"Yuhuuuuiii..." teriak Tari kegirangan, didalam hatinya. Seketika hidupnya serasa bergairah lagi. Kini Tari punya mangsa baru. Punya permainan baru.


Segera Tari berkonfirmasi dengan Mbah Kahpok. Menambah satu malam lagi jadwal 'pengobatan', yaitu tengah malam ini. Pada lokasinya yang sama yaitu dikamar asrama.


Jadi inilah malam ketiga Mbah Kahpok dalam wujud bayangan hitam, datang lagi pada tengah malam. Kali ini direncanakan. Kalau malam-malam sebelumnya, tidak ada dalam perencanaan. Semua terlakukan karena ***** Mbah Kahpok yang lagi meninggi.


Berhubung malam ini adalah malam terencana, berarti istimewa. Maka si bayangan hitam meniupkan nafasnya kesekeliling kamar. Meninanbobokkan semua penghuni kamar. Terkecuali Fitri dan Tari. Karena Fitri akan diperasilahkan nonton live dengan duduk manis diatas ranjangnya.


Saat beradegan malam ini, Mbah Kahpok tidak berwujud bayangan hitam. Sedang meniduri Tari. Mereka melakukan adegan tak senonoh yang vulgar itu diatas ranjang Tari. Adegan tanpa sensor. Mulai dari pemasan, hinggan puncak. Tidak hanya satu kali. Tapi beberapa kali dan berbagai posisi.


Sampai nafas Fitri ikut-ikutan turun naik. Mengikuti gerakan Mbah Kahpok. Gerakannya slow, nafasnya pun slow. Ketika akan memuncak. Gerakan sangat cepat, nafas Fitri pun cepat. Tapi seketika tertahan. Ketika Tari dan Mbah Kahpok mencapi ******* kepuasan masing-masing.


Lalu Mbah Kahpok kembali berwujud bayangan hitam dan menoleh pada Fitri. Sinar matanya masih tampak jelas, sangat buas. Menjalari seluruh lekuk tubuh Fitri. Sedang Fitri masih terpaku dalam kesadaran. Tapi ketakutan yang mencekam menyerangnya.


Mbah Kahpok akan menerkam Fitri dan segera Fitri memejamkan matanya rapat-rapat.Teeeeetttt..... saved by bell. Untunglah bel panjang berbunyi. Tanda bagi semua penghuni asrama, harus bangun.

__ADS_1


Seketika bayangan hitam itupun keluar. Melalui celah pintu kamar. Bersamaan dengan hilang pengaruh ninabobok dari tiupan nafas Mbah Kahpok tadi.


Anak-anak pun semua terbangun. Fitru membuka matanya. Tak menemukan bayangan hitam itu lagi. Kecuali tatapan tajam mata Tari. Saat itu Fitri tidak menghiraukannya. Fitri langsung menebarkan pandangannya. Mencari-cari keberadaan si bayangan hitam itu. Tapi tak juga ditemukannya. Sementara anak-anak yaitu teman-teman satu kamarnya sudah grasuk-grasuk ramai dengan aktifitas pagi masing-masing.


Fitri mendesah panjang. Masih duduk ditepi ranjangnya dan berfikir. Ada sisa kesadaran digaris wajah Fitri didapati Tari, bahwa Fitri bersekutu dengan bayangan hitam itu untuk tujuan tertentu.


Timbullah kecurigaan dan kemarahan Fitri pada Tari. Tari malah kegirangan. Karena itulah yang akan menghubungkan Tari dan Fitri untuk harus saling bertengkar.


Mulai dari saling tatap tajam. Saling nyinyir, julid satu sama lain, hingga aksi nekat Tari. Seperti tiba-tiba mendorong tubuh Fitri diaula, saat makan malam bersama. Untung saja Gina spontan dan cekatan menahan tubuh Fitri. Jadi tidak menyebabkan kegaduhan yang parah.


Walaupun terjadi pertengkaran kecil. Karena Fitri tidak terima didorong Tari.


"He...jangan nuduh sembarangan ya. Lo aja yang jalannya gak pake mata. Gatel sih lo.." kata Tari marah.


"He...sudah nyata..." jawab Fitri menantang. Tapi segera dicegah Gina.


"Fit, diam. Jangan layani. Sudah..." kata Gina. Sambil menutup mulut Fitri dengan satu tapak tangannya.


"Iya...Fit...jangan. Sudahlah..." dukung Neneng dan menarik tangan Fitri untuk segera duduk.


Bukan Tari namanya, jika menyerah begitu saja. Tiap kesempatan Tari akan meneriki Fitri,


"Gila...keluarga lo gila...nyokap bokap lo gila. Lo hasil dari kegilaan orang tua lo...."


Hal itu karena Fitri selalu bangga menceritakan perceraian orang tuanya. Menceritakan ayahnya yang sudah memiliki pacar baru yang baru modis, cantik, kaya dan blablabla...Menceritakan tentang dirinya yang sedang kusuk-kusuknya berdoa untuk ibunya. Agar segera dapat pacar baru yang kaya dan murah hati padanya untuk memberinya uang.


Begitupun Tari belum puas. Karena teman-temannya tampak acuh tak acuh padanya. Malah menganggap Tari lah yang gila. Hal itu tampat dari sinar tatapan teman-temannya itu.


Taripun mencuri uang Gina. Lalu membuat skenario, agar nanti Fitrilah yang tertuduh telah mencuri uang itu.


Mendapat kabar kehilangan lagi, tentu membuat suasana kamar kembali tidak tentram lagi.


"Mengapa masih ada yang kehilangan. Martha sudah dikeluarkan. Mila sudah keluar. Sebenarnya pencurinya siapa sih ?" kata Ibu Pur sangat kecewa.***

__ADS_1


__ADS_2