PEREMPUAN TANPA AIR MATA

PEREMPUAN TANPA AIR MATA
Traktiran Ala Tari


__ADS_3

"Iya..gua mau. Kapan ?..." tanya Fitri, berpura-pura antusias.


"Malam ini...pulang PKL"


"Hhmmm...kalo malam ini gua gak bisa, Ri. Soalnya sepupu gua kawinan besok. Jadi malam ini kami ada acara keluarga. Minggu depan aja, ya. Sampai tuntas acara keluarga kawinan sepupu gua itu"


"Hhmmm..." Tari bergumam dalam hati. Sepertinya Tari mencium adanya bau penolakan yang jahat. Tapi Tari masih punya beberapa langkah rencana lagi yang bisa dia mainkan. Untung rencananya dibuat elastis. Jadi bisa tarik ulur.


"Okeh...gak masalah" jawab Tari akhirnya. Setelah berfikir beberapa detik.


"Bawa teman boleh, gak ?!"


"Toni ?...boleh. Gak usah takut, gua gak rebut kok. Gua kan ada Anton sekarang"


Sesaat mereka berdua tertawa kencang dalam kemunafikan. Tapi tidak ingin berlama-lama hanyut falam kemunafikan keakraban. Fitri langsung minta diri untuk undur.


Sementara Tari mulai memesan makan dan minumnya. Sambil menunggu makan dan minumnya datang, Tari pun berfikir. Mengalihkan rencana undangan ke teman-teman lain. Agar kisah kebahagiaannya tidak basi. Tetap hot dan terupdate, setiap hari.


Beberapa orang teman-temannya yang lain, dia traktir. Teman-teman seangkatan yang berbeda kamar. Tapi tidak dikafe, diwarung-warung bakso dan mie ayam pinggir jalan saja. Biar biaya pengeluaran kecil dan tujuan tercapai yaitu pameran kesombongannya yang mendapatkan calon suami tajir.


Walaupun tidak dengan brutal. Jalan ceritanya slow saja. Mudah-mudahan tidak dari epjsode ke satu sampai ke dua, ketiga....tujuh. Sampai penontonnya sudah pada uzur dan lupa cerita ke satunya.


Prolognya say hello dulu. Lalu bercerita tentang masa-masa dikampus, asrama dan bercanda ria. Kemudian curhat-curhatan. Begitu hangat suasana yang tercipta saat itu. Sekilas tampak bagai sahabat lama yang akrab, yang baru bertemu kembali secara tidak disengaja. Setelah terpisah sekian lama. Padahal mereka adalah sahabat yang akan berpisah.


Salah satu topik curhatan mereka adalah tentang pacar. Sessi topik inilah yang ditunggu-tunggu dan paling disukai Tari. Karena pada topik inilah Tari berkesempatan untuk bercerita tentang kesombongannya, kebanggaannya yang telah berhasil mendapat seorang pria idamannya. Pria yang perhatian dan yang akan mewarisi harta dari orang tuanya yang sangat kuat.


Tari begitu antusias bercerita. Hingga menguasai semua waktu di sessi ini. Membiarkan temannya itu mendengar dan bercak-decak kagum. Lalu menghabiskan semua makanan yang dipesannya. Berikut kerupuk-kerupuknya. Sekalian saja dengan piring dan mejanya, juga tidak apa-apa dilahap. Tari mampu kok untuk membayarnya.


Terserahlah kalau mereka akhirnya kagum atau bosan. Mungkin juga kekenyangan, lalu mengantuk. Tak pentinglah itu difikirkan. Intinya sudah tersampaikan. Temannya itu sudah mendengar kisah indah masa depannya yang sudah membentang didepannya. Biarkan mereka menikmati kecemburuan mereka akan kebahagiaan Tari.

__ADS_1


Saat mereka "dadah dadah" untuk berpisah. Tari pun tersenyum lebar dan ketika mereka sudah saling memunggungi, Tari mencibir sinis.


"Makan sampai kenyang, tak tahu diri !. Semoga kalian miskin semua !" kata Tari pada dirinya sendiri. Lalu berjalan santai. Merayakan kebahagiaannya seorang diri dengan berjalan-jalan ke sebuah mall.


Shoping beberapa helai pakaian. Juga pakaian dalam. Lalu akan makan lagi. Saat Tari mencari-cari tempat makan yang nyaman dan enak. Tak sengaja Tari bertemu dengan Karina.


"Karina ?" sapa Tari


Karina pun menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya.


"Tari ?" balas Karina. Berpura-pura surprise bahagia.


Keduanya pun bercipika-cipiki. Entah kemunafikan juga, entahlah. Hanya setan dan malaikat yang tahu.


"Apa kabar, Karin"


"Baik. Lo apa kabar, Ri"


"Sekarang gua mau makan. Sudah habis energi muter-muter tadi. Jadi bawaannya laper. Yok...makan yok...Gua yang traktir" kata Tari sangat bahagia dan penuh percaya diri.


Tembak langsung mengajak Karina makan. Membuat Karina tidak berdaya. Apalagi Tari main langsung jalan ke arah sebuah kafe yang tidak jauh dari mereka. Terpaksa Karina mengikuti langkah Tari.


Padahal teman Karina yang tadi bersama Karina, sudah memberi bahasa isyarat untuk menolak ajakan Tari itu. Terpaksa dibalas Karina dengan bahasa isyarat kepada temannya itu, bahwa dia tidak dikasih kesempatan untuk menolak.


Jadilah mereka mengikuti Tari masuk ke kafe itu. Setelah duduk, mereka memesan makan dan minum. Tari bahkan memesan versi jumbo dan membuat nota bene pada waitress,


"Pake cepat !...Kalau gak, gua gak mau bayar !" kata Tari dengan mata melotot pada sang waitress Kebetulan si waitress seorang pria tampan.


Sesaat Karina melirik pada temannya itu dan kebetulan si temannya itu juga sedang melirik pada Karina. Lalu mereka berdua melirik pada si waitress yang masih mencatat pesanan mereka. Kemudian si waitress menyebut ulang pesanan makan-minum mereka. Wajah si waitress yang manis mirip artis Korea itu, tampak datar.

__ADS_1


"Iya, mas...terimakasih. Teman kami ini bercanda kok" kata Karina ingin menghibur hati si waitress. Si waitress melemparkan senyum manis pada Karina dan temannya itu. Lalu berlalu dari mereka.


"Harus begitu. Kalau gak...kita pasti dicuekin. Pengen gua tabok wajah pelayan itu dengan uang. Biar dia tahu, gua punya uang buat membeli dia. Pacar gua kan..." Tari berceloteh tak jelas. Karina pun langsung memotong celotehannya. Agar tidak ngawur wara-wiri.


"Eh...Ri. Kenalin teman gue" kata Karina memaksakan diri memperkenalkan temannya pada Tari. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Bintang" kata Bintang memperkenalkan dirinya pada Tari dan mengulurkan tangannya pada Tari.


"Bintang ini adik tingkat kita, Ri. Dia juga adeknya Anton" Karina menjelaskan


"Apa ?!...adik tingkat ?. Wah...gak nyangka, ya. Dunia ternyata sempit. Gua dan adik Anton bisa satu akademi. Jodoh emang gak kemana." kata Tari sangat sukacita.


"Lo kenal kakak gue !?"


Pertanyaan Bintang belum sempat dijawab Tari. Karena si waitress tadi telah datang membawa pesanan makan dan minum mereka. Fokus mereka pun teralihkan ke makanan dan minuman mereka itu. Apalagi Tari yang super heboh. Langsung mencomot makanannya. Sebelum piring makanannya dihidangkan didepannya.


"Eh...gue mau pesan lagi. Mana daftar menunya...." kata Tari dengan mulutnya yang masih penuh makanan.


"Iya, bu...akan..." jawab si waitress. Sambil meletakkan makanan-minuman didepan mereka.


"Ba...Bu...Ba...Bu..." teriak Tari setengah suara. Memotong kalimat si waitress. Membuat si waitress gugup.


"Gue ini mahasiswi...calon bidan. Belum Ba...Bu...Ba...Bu...Gak ada sopan kamu !"


"Maaf, mbak...akan saya ambilkan daftar menunya:


"Iya !....buruan !....ini calon adik ipar gue !..." Tari menjulurkan satu jari telunjuknya kearah Bintang. Membuat Bintang tersentak, kaget dan bingung.


"Gue mau pesan makan lagi buat dia."

__ADS_1


Bintang pun menatap Karina dan Karina pun menatap Bintang. Sesaat mereka saling menatap. Mengabaikan Tari yang juga menatap mereka silih berganti.***


__ADS_2