Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Keputusan Part 1


__ADS_3

Kejadian di Resto hari kemarin membuat Leony terpaksa datang ke kedai Wilona.


Waktu itu kira-kira pukul satu siang, Leony datang dengan pakaian anggun dan kacamata hitamnya sontak membuat beberapa pelanggan tertarik untuk melihat sosok Leony dengan mencuri pandang pada penampilannya.


Dengan membawa nampan berisi potingan roti dan secangkir kopi Wilona datang dan duduk tepat di depan Leony.


"Ada apa, lagi?" tanya Wilona.


"Aku hanya ingin bertanya (mencoba berkata dengan nada pelan sambil mencondongkan tubuhnya)


Sampai kapan kamu mempermainkan aku?


Keberadaanmu merupakan penghalang terbesarku. Apa kamu berniat merebut Okta dariku?


Mendengar itu Wilona semakin menatap Leony dengan kesal. Karena lagi dan lagi topik itu yang selalu keluar dari mulut Leony.


"Bukankah kau sudah janji? Apa kau sudah lupa dengan janjimu?" lanjut Leony.


"Aku tidak lupa sama sekali. Hanya saja ... ."


Okta lebih baik dengan yang lain daripada denganmu.


"Hanya saja apa?


Kau lihat cincin ini?


bahkan kau tahu sendiri Okta tak pernah sekalipun melepas cincin kita berdua.


ini adalah bukti cinta kita, sedang yang terpasang di jarimu itu adalah palsu."


Wilona membuang muka dan melepaskan napasnya, untuk menahan amarahnya.


"Silahkan, aku tidak ada niat sedikitpun merebut Okta dari siapapun." jelas Wilona.


"Kalau begitu cepat kau keluar dari rumah."


"Percayalah, waktu dia di lantik nanti, kita sudah sepakat bercerai, apa maumu lagi?"


"Urusan perceraian memang harus terjadi, namun sebelum itu, aku ingin kalian berpisah."


"Permintaanmu itu terlalu berlebihan." ketus Wilona.


"Berlebihan katamu? kamu tahu sendiri Okta adalah kekasihku, siapa diluar sana yang bisa tenang melihat kekasihnya hidup berdua bersama wanita lain.


Atau ... begini.


Aku tahu pria yang baru saja menata roti itu adalah ayahmu.


Mungkin ... akan lebih baik kalau aku ceritakan semua padanya." ancam Leony.


Wilona dengan segera memegang lengan Leony.


"Jangan kamu macam-macam dengan ayahku!"


"Oh ... hahaha, ternyata itu kelemahanmu." Leony tampak tersenyum sinis.


"Ayahku tidak ada hubungannya dengan ini semua."

__ADS_1


"Baik ... malam ini, aku akan datang kerumah Okta, dan aku mau memastikan kamu angkat kaki dari rumah itu. Bagaimana?"


Jojo tiba-tiba mendekat dan berkata;


"Ona, segeralah ke kasir, sudah ditunggu pelanggan."


Sebenarnya Jojo dan karyawan lainpun bisa berada di bagian kasir, namun ia mengamati sepertinya Wilona tidak suka dengan kehadiran wanita itu, maka ia mengambil inisiatif sendiri untuk memisahkan mereka.


"I-iya." Wilona segera berdiri.


"Aku tunggu malam ini." jelas Leony sekali lagi. Namun Wilona tak menjawab sedikitpun dan berlalu meninggalkan Leony.


Ada apa dengan malam ini? batin Jojo.


"Apa anda ingin memesan yang lain lagi?" tanya Jojo.


"Tidak ... tak ku sangka ada karyawan tampan disini."


Jojo enggan menanggapi wanita itu sehingga ia berkata;


"Baik ... saya permisi."


Sebentar lagi Leony ... sebentar lagi aku akan memiliki segalanya. batin Leony.


sambil menyeruput kopi ia tersenyum bangga pada dirinya sendiri.


▪▪▪▪▪


Sore itu di kedai.


Hari itu adalah hari terakhir dimana Jojo bekerja sebagai karyawan part time.


Sejak awal Jojo sudah merasa sungkan, sebab dirinya sudah sangat sering mengambil libur kerja, karena ia banyak menghabiskan waktu untuk konsul dosen, menyusun skripsi dan menyelesaikan tugas-tugasnya.


"Maafkan Jojo kalau disini belum bisa melakukan tugas dengan baik."


"Ah ... sudahlah Jo, aku dan yang lainnya disini tidak mau bersedih dengan kata-katamu, kamu adalah bagian dari keluarga ini, jangan berpamitan seperti itu." ucap ayah.


"Benar Jo, keberadaanmu membawa Hoki di kedai ini, kami sebenarnya beruntung dengan kehadiranmu disini, pelanggan kami jadi bertambah."kata Wilona.


"Hahaha, jangan dibuat bersedih, kamu bisa mampir kesini lagi kalau semua urusan kuliahmu selesai."tutur Ayah.


"Benar ... aku ingin segera menyelesaikan tugasku dengan cepat." kata Jojo menganggukkan kepala.


"Jadi cepat selesaikan urusanmu itu, Katamu ingin membeli bangunan disebelah kedai ini." kata karyawan lain menggoda.


"Hah? membeli bangunan?" tanya Wilona yang kebingungan.


"Ahahahaha, bukan apa-apa." kata Jojo sambil mengggaruk kepalanya.


Akhirnya sore itu Jojo berpamitan kepada semua karyawan dengan saling berpelukan dan memberi semangat satu dengan yang lain.


Wilona juga ikut pamit untuk pulang lebih awal karena ada urusan di rumah yang harus ia kerjakan.


Sehingga Wilona dan Jojo keluar bersama dari kedai ayah.


"Ona ... panggil aku saja, kalau kamu butuh sesuatu." kata Jojo yang mengantar Wilona dengan motor menuju ke halte.

__ADS_1


"Aku hanya butuh kamu selesaikan semua urusan perkuliahanmu dan seringlah main ke kedai ayah, sebagai pusat perhatian pelanggan. hahaha "goda Wilona.


Setelah sampai di halte Jojo pun ikut turun.


"Aku bersungguh-sungguh."


Wilona kemudian memandang Jojo yang tampak menunjukkan wajah serius.


"Carilah aku, panggillah aku. Kapanpun aku akan selalu ada untukmu."


"Ah Jojo, kenapa jadi serius begini. Baiklah ... baiklah." jawab Wilona tersenyum malu.


"Aku tahu, kamu pandai menutupi kesedihanmu, tapi ... jika itu hanya denganku ... maka terbukalah."


Ucapan Jojo yang serius membuat Wilona turut terdiam sesaat.


"Adakalanya karena sebuah ikatan yang mendalam dan karena rasa sayang, kamu tidak akan bisa menceritakan semua pada keluarga dan sahabat."


"Hah." Wilona sontak terdiam, seolah Jojo mengetahui segala sesuatu yang selama ini ia sembunyikan.


"Jangan lupa kamu bisa mencariku untuk melepaskan perasaan itu." lanjut Jojo.


Wilona kemudian memandang Jojo dalam diam. Tatapan mata Wilona membuat senyum Jojo merekah.


Ia kemudian mengacak rambut Wilona karena gemas melihat ekspresi itu.


*Diiiin-Diiiin*


Suara klakson mobil terdengar. Rupanya Judika dan Okta juga baru saja tiba di halte untuk menjemput Wilona.


(Selalu saja kala Wilona dan Jojo bersama kepergok Okta melulu🙄)


Kehadiran Okta membuat Wilona segera berpamitan dengan Jojo dan melangkahkan kakinya dengan cepat, sebelum Okta keluar dari mobil dan mengambil tindakan sesuatu yang buruk karena menunggunya terlalu lama.


Setelah Wilona masuk, ia di sambut dengan ekspreai kesal Okta.


"Apa yang dia lakukan disana?"


"Oh ... hanya mengantarku pulang saja pak."


"Lalu kenapa ia harus menyentuhmu seperti itu? bukankah itu tidak sopan?"


"Bukan maksud ... ." belum Selesai Wilona menjawab sudah disanggah Okta dengan cepat.


"Kau ini sudah punya suami, istri seorang pengusaha ... ."Okta menunjukkan ekpresi kesalnya dengan membesarkan kedua matanya.


"Dia resign hari ini." Wilona segera memutus pembicaraan Okta.


"Oh ... Baguslah kalau begitu." Ucap Okta dengan cepat dan mengubah ekspresi menjadi tenang, ia seolah melonggarkan lengan bajunya dan posisi duduknya kembali.


"Jud, kita bisa jalan." perintah Okta.


"Baik tuan." sambut Judika dengan senyumnya.


Sekarang, aku sudah penuh akan pengalaman. Bagaimana menaklukkan emosimu itu. Tinggal nanti malam. Akan terjadi seperti apa malam ini? Leony pasti tidak akan tinggal diam. Dia pasti akan datang, untuk mengejar keinginannya.


●●●●●

__ADS_1


Bersambung


❤⚘


__ADS_2