Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Anonim


__ADS_3

Judika tanpa sengaja memberikan info melalui ponsel tuannya.


"Tuan ... kabar di media mengenai pernikahan kontrak sudah berhasil saya redam, hanya saja publik sudah mulai melakukan pencarian dan itu tidak bisa di cegah sama sekali.


...


Tuan ... tuan ...?"


"Ini saya Jud." jawab Wilona.


Judika diam sesaat, tak mengerti mengapa ponsel tuannya ada ditangan nyonya.


"Ah ... nyo-nyonya?"


"Apa yang kamu maksudkan tadi?"


" Maaf .... nyonya ... saya ... saya tidak bisa memberitahukan ini pada anda."


... Wilona menaruh ponsel Okta di meja dan membiarkan Judika terus memanggilnya.


Tanpa pikir panjang.


Wilona bergegas mengambil dan segera mengaktifkan ponselnya.


Saat itu ia segera membuka di situs pencarian yang sedang trending hari ini.


Dan benar saja foto Okta dan Leony yang sengaja di blur tersebar luas di berbagai media.


Okta yang melangkah keluar dengan segala kesiapan mentalnya seketika menjadi terdiam.


Ia melihat Wilona yang tampak terlihat shock memandang ponsel yang ia pegang.


*Deg*


Tidak ... jangan ... aku mohon Ona.


Perlahan ia berjalan mendekat, memastikan bahwa Wilona tidak melihat berita yang sedang tersebar saat ini.


▪▪▪▪


Flashback


Judika sedang menuju ke stasiun tv swasta yang dengan berani menyebarkan berita buruk mengenai tuannya.


Ia segera berjumpa dengan pemimpin bagian redaksi dan bernegosiasi di sana.


"Tapi email ini terus saja masuk dan meminta saya untuk mensharekan berita."ucap pemimpin redaksi.


"Email?"


"Ya ... dia berjanji akan memberikan foto dan video asli tanpa blur jika kami berani memposting info ini."


"Siapa pengirimnya?" tanya Judika dengan nada membentak.


"Nama anonimnya 'Kasta Langit Barisan'."


"Bawa aku ke meja redaksi sekarang."


"Anda tidak berhak ...."

__ADS_1


"Apa perlu saya ulas lagi tentang skandal pemimpin kalian?" bentak Judika.


"Ah ... bukan begitu... tenanglah dulu ."ucap pemimpin redaksi.


Mereka akhirnya berjalan menuju ruang redaksi dan didapati kenyataan bahwa baru saja tim media mereka berhasil mensharekan foto yang lain lagi.


"Maafkan kami pak, tapi sepuluh menit yang lalu foto skandal yang terbaru sudah di posting." ucap para kru.


"Apa maksudmu?" tanya Judika.


"Email dengan nama Kasta itu mengirimkan foto yang lain. Dan Kami sudah beritakan itu."


Judika menggebrak meja namun dia tetap diam. Tangannya terkepal keras bahkan sampai bergetar saat itu.


Sudah gila dia. Berani sekali mempermainkan Tuan Okta


Kemudian Judika mencoba masuk ke link dan di kirimkan ke bagian IT miliknya. Untuk melacak siapa pelaku yang berani memposting kabar ini ke media.


Ia juga meminta kru media tv swasta tersebut untuk menghapus berita tuannya media. Semua jejak sekecil apapun segera ditarik.


Akhirnya pihak media tv swasta itu bersedia. Seluruh laporan berita, foto dan berbagai situs yang ia miliki segera di hapus.


Tanpa pikir panjang Judika segera berlalu dan dengan cepat menuju ke lokasi tim IT khusus tuannya.


Dalam perjalanan itulah dia mencoba menelpon Okta dan justru kenyataannya Wilona lah yang mendengar kabar buruk itu.


▪▪▪▪▪


"Jadi karena ini ... Pak Okta memperlakukan saya dengan baik?


Berita ini?"


Saat ini dipikiran Okta hanyalah ia tidak mau Wilona menjadi pihak yang disalahkan. Ia tidak mau Wilona dikejar-kejar media. Ia juga tidak mau keluarga Wilona disangkutpautkan dengan ini semua.


"Bagaimana itu bisa terjadi?"tanya Wilona.


"Maaf ... aku akan menyelesaikan semuanya."


Wilona menghela napas sambil memejamkan mata.


Ia juga tidak menggubris beberapa pesan dari sahabatnya yang bertubi-tubi menanyakan perkara ini pada Wilona.


"Aku akan pastikan ayahmu tidak mengetahuinya."ucap Okta yang berdiri di sebelah Wilona sambil memegang tangannya.


"Bukan cuma ayahku ... pak Okta juga harus mengkhawatirkan kedudukanmu. Ayah pasti akan sangat marah mendengar ini semua."


"Aku sudah meminta Judika menyelesaikan kasus ini. Maafkan aku.


Aku minta padamu Ona ...


Hari ini ... sebaiknya kita tidak usah pulang."


"Apa maksudnya?" tanya Wilona.


"Kita ke hotel saja. Aku hanya ingin mengindari kumpulan wartawan yang bisa saja saat ini berada di rumah."


Wilona mengusap dahinya.


"Baiklah ... aku akan menuruti Pak Okta saat ini."

__ADS_1


Mereka pun segera berlalu menuju hotel miliknya sendiri.


Lebih tepatnya hotel dengan kamar utama di lantai atas tempat pertama kali mereka memulai hidup bersama sebagai sepasang suami istri.


▪▪▪▪


Sementara itu dengan Judika.


Selanjutnya Judika segera masuk bertemu tim IT miliknya untuk menemukan siapa pelaku di balik ini semua.


Akhirnya pelaku ini sudah berhasil terlacak.


Tim IT mengirim pesan kepada anonim tersebut dan mendapat pesan balik:



...***Luar biasa, tak perlu waktu lama kalian sudah berhasil menemukan saya***....


...***Okta ... temui saya di hotel lux grande***....


...***malam ini juga. Saya tunggu kamu*** **disana**...


Hah ... sudah gila dia. Siapa orang ini? Berani sekali dia bertindak sejauh ini.


Apa yang sebenarnya ia inginkan? Batin Judika.


Segera ia menghubungi Tuannya yang saat itu sedang berada di hotel bersama Wilona.


"Tuan ... pelakunya penyebaran berita ini ingin bertemu dengan anda malam ini juga."


"Berani sekali ... Siapa dia?


Jangan berlama-lama antarkan aku padanya Jud, aku akan buat perhitungan dengannya."


"Baik tuan."


Judika segera berlalu menuju hotel untuk menjemput tuannya.


Kasta Langit Barisan? Siapa dia.


Bagaimana dia bisa memiliki foto tuan di Paris bersama Leony.


Apakah Leony ada di balik semua ini...?


Sepertinya tidak ...


Lalu... siapa dia


Batin Judika.


Ia segera melaju dengan kecepatan tinggi untuk menjemput tuannya.


●●●●●


Bersambung


Haiii semua terimakasih. Info dan segala up akan di sharekan melalui chat grup.


Dukung author dengan ♡ vote juga ya.

__ADS_1


__ADS_2