Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Tuhan Jagai Wanita Ini


__ADS_3

Heaven Park


Seorang Wanita tinggi semampai dengan gaun hitam dengan belahan pada bagian bawahannya, ia mengenakan kacamata hitam yang senada datang mendekat.


Dia Berjalan dan berhenti tepat di sebelah Okta.



Wilona menoleh dan terkejut


Leony!!!


Apa? ... tunggu ... (Wilona memperhatikan dengan seksama)


Be-benar dia orangnya!


Aku tidak menyangka.


Apakah kamu datang jauh-jauh hanya untuk kemari?


Demi keluarga ini? pasti ibu Okta juga sangat berkesan di hatimu.


Saat itu Okta belum menyadari kehadiran Leony. Dia masih menatap lekat nisan yang ada di depannya.


Melihat kehadiran sosok Leony di makam itu, hati Wilona berdegup kencang tidak karuan.


Ia menyadari posisi dirinya kembali.


Sejatinya ia bukanlah bagian dari keluarga Wahardian.


Atau lebih tepatnya ... lima bulan lagi semuanya akan berakhir.


Pandangan Wilona terarah kembali pada ayah, ibu dan Henry. Hatinya semakin berdegup kencang.


Mereka adalah orang-orang yang sangat baik.


Ya, yang sebenarnya lebih layak disini adalah wanita itu.


Wanita yang dicintai Okta, wanita yang sudah kenal dan dikenal lama keluarga ini.


Lalu aku ... Keberadaanku disini hanya mengotori keluarga ini, aku disini karena sebuah kepalsuan.


Wilona lalu menatap makam ibu Wahardian.


Maafkan saya ibu ... bu-bukan ... maksud saya bukan ibu tapi nyonya Wahardian.


Dengan perlahan, ia lalu meletakkan buket bunga itu di samping makam, dan berjalan mundur, dan menghindari kerumunan orang-orang.


Entah mengapa, Dia merasa sangat-sangat bersalah hadir dalam kehidupan keluarga Wahardian yang sangat baik padanya.


Sekalipun pernikahan ini adalah untuk menuruti Okta dan syarat agar kedai ayahnya kembali bisa hidup.


 Wilona tetap saja merasa bersalah, mengingat ia bisa tertawa lepas dengan ayah Wahardian, makan bersama mereka, saling bercerita dan bersenda gurau, bahkan menikmati liburan gratis diatas sebuah kebohongan.

__ADS_1


Hal itu tiba tiba menyesakkan dada Wilona, dia berjalan menjauhi kerumunan, sambil terus mengusap dadanya yang entah mengapa terasa sakit sekali.


Tak jelas langkah kakinya dan kemana ia pergi, ia hanya ingin menyusuri jalan dan menjauhkan diri dari orang banyak.


Dia berjalan semakin menjauh.


Tak terasa air mata Wilona mengalir di pipinya.


"Nyonya." Judika tiba-tiba memanggil Wilona dari belakang.


Wilona berhenti dan segera menoleh dan menatap Judika.


Perlahan dia mendekat pada Judika.


Dan tiba-tiba memeluknya sambil menumpahkan air matanya, wajahnya terbenam dibalik tubuh Judika yang tinggi.


Judika diam tak tahu harus berbuat apa. Tubuhnya serasa ingin menolak karena tidak pantas istri tuannya memeluknya. Tapi melihat nyonya yang terisak dengan sangat, dia hanya bisa diam saja membiarkan semua itu terjadi.


Nyonya apa yang anda pikirkan saat ini sampai menangis terisak seperti ini. Apakah karena kehadiran nona Leony? benarkah karena dia, saat ini engkau menangis?


Tapi ... tentu itu tidak mungkin. Lalu ... lalu karena apa, sesaat tadi anda terlihat sangat manis dan tenang.


Judika berpikir keras, namun tak menemukan jawaban sama sekali.


Akan tetapi sebenarnya, tak jauh dari situ Okta melihat semuanya.


Dia termangu melihat Wilona yang menangis dengan terisak di hadapan Judika.


APAAA ... sedang apa mereka disana?


Okta pun segera berbalik dan melihat kekasihnya ada disini.


"Leony ... Leony? kamu bahkan datang kesini?"


Okta pun segera berpelukan dengan Leony.


▪▪▪▪▪


Flashback


Saat Wilona dan Okta masih berada di makam.


Okta memandang makam ibunya dan berkata dalam hati.


Bu ... apakah engkau disana memperhatikanku?


Apakah ibu tahu? Akhir-akhir ini, Hampir-hampir aku tidak kuat manjalani semuanya.


Tekanannya begitu besar ... hal-hal konyol terjadi diperusahaan, begitu banyak orang yang hendak menjatuhkanku.


Ini sangat berat bagiku bu ... Aku tidak berani memberitahu ayah, sebab aku tidak tega jika ia mengetahui segala serangan yang terjadi padaku.


Tapi ... apakah engkau melihat wanita di sampingku ini?

__ADS_1


Perkenalkan wanita ini bu, dia sudah membantuku sangat banyak. Bahkan lebih dari yang kupikirkan.


Perkenalkan bu ... Namanya ... Wilona ...


(Okta sadar selama ini, bahkan sampai detik ini ... ia tidak pernah memanggil dan menyebut Wilona dengan namanya)


Bagaimana menurutmu bu?


Apakah ibu tahu? dia sangat mirip sekali denganmu.


Segala hal darinya, mengingatkanku padamu.


Dan aku sangat beruntung mengenalnya.


Aku sangat ingin menjaganya saat ia tak berdaya . Untuk membalas segala kebaikannya padaku.


Tapi bu ... sebentar lagi ... aku dan wanita ini akan berpisah.


Dan entah mengapa ... aku ... bersedih akan hal itu


Ibu ... sampaikan pada Tuhan disana, untuk menjagai wanita ini mulai hari ini bahkan saat kami berpisah nanti.


Lalu Okta melihat Wilona menaruh buket bunga dan pergi menjauh.


Okta lalu melanjutkan


Benar bu, wanita ini, yang baru saja meletakkan bunga kesukaanmu... jangan lupa sampai kan pesanku ini saat engkau bertemu Tuhan. I always miss you bu.


Okta pun turut berlalu meninggalkan makam, dan pergi menyusul Wilona yang pergi entah kemana.


Kemana perginya kamu.


Mata Okta berlari mencari keberadaan Wilona dibalik kerumunan orang.


Sampai pada saat itu ia melihat ada Judika yang turut berjalan di belakang Wilona.


Mau pergi kemana dia ... batin Okta.


Dan akhirnya Okta terdiam memperhatikan Wilona yang berbalik dan datang memeluk Judika.


APAAA!


Saat Okta hendak menemui mereka


Leony pun datang menghampiri dan mencegah Okta dengan memegang tangannya.


●●●●●


Bersambung


Akhirnya Okta menyebut nama Wilona sekalipun hanya dalam hati. Kira kira kenapa ya?


ini sudah episode berapa Okta (T_T)

__ADS_1


Tetap semangat dukung novel ini ya. Tinggalkan vote dan ♡ dan terimakasih. ^^


__ADS_2