Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Awas kamu Wilona ...


__ADS_3

...DI hotel...


Malam itu, tiba saatnya Okta berada di hotel, dia buru-buru menuju kamarnya.


Lihat saja, kalau kamu masih belum pulang, sampai tiga hari kedepan aku tidak akan membiarkan kamu keluar dari hotel.


Setelah membuka pintu, terang saja Okta melihat kamar masih tampak kosong. Matanya berputar mengelilingi ruangan.


Wah kemarahannya saat itu benar-benar memuncak, terlebih lagi dia sangat tidak suka perintahnya tidak di dengar.


Okta kemudian melangkah menyusuri ruang makan dan segera menuju kamar ganti.


Begitu ia membuka pintu, untung saja dia bertemu Wilona di dalam ruang itu, kalau tidak ... sudah habis nasib Wilona pastinya.


Saat itu, Wilona hanya mengenakan handuk piyama, dia sedang menggosok-gosok rambut basahnya yang terurai dengan handuk. Badannya  ia miringkan, karena ia harus mengeringkan ujung rambutnya, sehingga memperlihatkan sedikit belahan bagian tubuhnya melalui sela-sela lipatan piyama handuk.


Okta yang sempat melihat terkaget, pandangannya langsung fokus ke bagian itu, ia membalikkan badan, menutup pintu dan segera pergi berlalu.


HAAHH..COBAAN APA INI, kenapa hari ini aku harus melihat itu dua kali.


"ibu..ibu..ibu..ibu." Okta berjalan cepat ke bangku memegang dahinya sambil menyebut nama ibunya berkali kali untuk mengalihkan pikirannya. Seketika emosinya yang memuncak tiba-tiba saja mereda kembali. (versi author : Ibu ... sepertinya anakmu sedang tergoncang imannya ... untung ada ibu wkwkwk 😅)


Sementara Wilona juga kaget saat itu, dia tidak mendengar Okta sudah datang.


Dia lalu berkaca melihat penampilan dirinya. Lalu matanya terbelalak melihat piyama yang tidak tertutup sempurna sehingga bagian tubuhnya memang terlihat.


Wilona lantas menyilangkan tangan di kedua dadanya, kemudian melihat ke arah pintu. Pikirannya berlari kemana-mana


Bagaimana kalau Okta lihat? Dia lihat tidak ya?ah tidak mungkin, dia langsung keluar tadi


Bagaimana aku harus berhadapan dengannya nanti


Hah aku ceroboh sekali ... sebenarnya dia lihat tidak ya?

__ADS_1


Arggghh kacau. batin Wilona gusar.


Dengan ekspresi khawatirnya


Buru-buru Wilona mengunci pintu dan segera berganti pakaian. (Yaelah telat atuh neng ^^)


Ia juga mengeluarkan koper yang sudah dipersiapkan sejak tadi.


Setelah selesai berbenah kemudian Wilona keluar dengan membawa koper miliknya.


Okta yang duduk saja sejak tadi, akhirnya melihat koper itu keluar dari pintu, ia agak lama melihat koper itu di bawa ke ruang tengah, kemudian melihat ke arah Wilona.


Mau apa dia dengan koper itu? batin Okta.


"Pulang jam berapa kamu?" Okta bertanya sambil memalingkan muka.


"Kira-kira 40 menit yang lalu pak."jawab Wilona.


"Pak, maaf saya mau minta kamar sendiri."ujar Wilona cepat.


Okta kemudian kembali menatap Wilona,


"Kenapa? Sudah dikasih fasilitas yang nyaman masih kurang kamu? "


"Bukan begitu pak..."sanggah Wilona.


"Lalu..." Okta buru-buru menyela.


"Saya ... "


Ah tidak mungkin kan aku bilang ini permintaan Leony.


"Saya ... tidak mau sakit pak."ucap Wilona.

__ADS_1


"Hah? Heiii bodoh, maksudmu apa?" Okta mulai bicara dengan nada tinggi.


"Maksud saya, saya waktu itu sempat sakit gara-gara bapak." Wilona juga meninggi.


Okta memandang Wilona dari atas ke bawah dengan mata galaknya.


"Pengalaman saya demam waktu di hotel setelah kita menikah, itu karena bapak tega membiarkan saya tidur di sofa dan sekarang Pak Okta biarkan saya tidur di sini lagi? di sofa lagi?"ucap Wilona.


"Heiiii, aku sudah memberimu selimut."jawa Okta.


"Tetap saja pak, saya masih kedinginan." Wilona bersemangat karena akhirnya dia tidak sadar menemukan alasan yang tepat.


Kemudian Wilona mengeluarkan kartu milik Okta.


"Saya pinjam dan akan pakai ini, nanti uangnya akan saya kembalikan."jawab Wilona.


Okta memandang sesaat kartu yang pernah ia berikan untuk dipakai Wilona"Hah (Okta tertawa mengejek), kembalikan? Memangnya kamu tahu harga kamar ini berapa perhari, kamu tidak akan mampu membayarnya. (Okta mengatakan dengan sombongnya.)


146 juta, itu harga kalau dirupiahkan kamu sanggup?"ejek Okta pada Wilona.


Wilona bergidik.


146 juta??? Wah aku rela lebih baik di kursi ini saja... ah kenapa aku harus menuruti Leony....ya Tuhan aku harus gimana? Wilona bodohnya kamuuuu, sudah terlanjur bilang lagi.


Apa yang harus kukatakan sekarang???


....


**Bersambung


Terimakasih, akan selalu saya update episode per hari.. selalu pantau ya.


Terimakasih untuk vote, like n bintangnya juga ♡**

__ADS_1


__ADS_2