Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Malam bersama Okta *2


__ADS_3

Okta pada akhirnya mau bercerita tentang kejadian semalam.


"Intinya kamu berkata sumpah serapah padaku ... jadi aku sengaja mengerjaimu dengan menidurkanmu di kamarku.


Aku hanya ingin memberimu pelajaran.


Tidak baik seorang wanita minum anggur seenaknya.


Dengan tubuh kecil dan tidak bergunamu itu ... orang dengan mudah manfaatkan kesempatan buruk.


Kamu beruntung masih ada aku, jika kamu bertemu pria hidung belang ... sudah habis pasti."


"Untung? Lalu bagaimana dengan pakaianku...kenapa berserakan di lantai dan aku tidur hanya dengan baju dalaman saja? apa yang terjadi dengan itu?"


Okta tidak menyangka Wilona bertanya tentang itu. Ia tiba-tiba membayangkan kejadian itu di otaknya.


"I-itu, em... a-aku...ya aku... aku harus melepasnya."


"Kenapaaaa?"


"Ck..ck..ck... kenapa? he ... heey harusnya aku yang marah-marah disini. Kamu muntah, aku terpaksa harus membawamu ke wastafel, disitu aku harus membersihkan muntahanmu yang menjijikan.


Seumur hidup baru kali ini aku melakukan itu ... itu sungguh sangat amat menjijikan."


"Pakaiannya? ... kenapa pakaiannya bisa ada di lantai?"sepertinya balapan Wilona mengejar berbagai pertanyaan.


"Seluruh bajumu basah, lalu aku membukanya? MEMANG APA YANG KAMU HARAPKAN DENGAN BERTANYA BEGITU???" ujar Okta yang kebingungan menjawab.


"Aku membukanya? ... APAAAA?waahhh." Wilona tidak menyangka mendengar semua ini.


"Aku tidak mungkin menyuruh Judika melakukannya dan aku ... aku ... hey kamu tahu tidak... aku juga terpaksa. Kenapa kamu bersikap seolah-olah adalah korbannya, korban yang sebenarnya adalah aku ... mengerti tidak?"


Wilona makin menatap okta dengan tatapan kesal.


"Baik, baik aku salah, aku cuma tidak mau kamu demam dengan baju basah itu, nanti itu akan merepotkanku juga.


Aku juga mematikan lampu saat mengganti bajumu lalu segera menutupnya dengan selimut.


Dengar ya! Aku ini  juga tahu bagaimana harus menghormati wanita. Kamu mengerti?"

__ADS_1


Cih ... menghormati wanita? lalu bagaimana dengan berita yang beredar bahwa banyak gadis yang sudah kamu tiduri. Untung saja dalamanku benar-benar masih ada saat aku bangun.


 Oh....mungkin.karena perjanjian itu...iya benar perjanjian itu membuatmu juga tidak berani macam-macam padaku.


"Tapi tetap saja Pak Okta, anda tidak benar melakukannya,  anda tetap telah melihat tubuh saya."


"Aku?... hah tidak sama sekali!"


"Iya ... ketika saya sudah sadar,  pak Okta menyuruh saya berdiri itu. Itu kan tidak sopan namanya."


"A.... itu...i-itu..itukan untuk mendalami, menjiwai aku bersandiwara.


Lagian tubuh kecilmu itu tidak ada yang menarik sama sekali. HAHAHA bahkan tidak ada se-inci pun yang menarik buatku.


Sudahlah jangan di bahas lagi."


"Tapi ... kenapa hanya Bobby yang aku ingat, dia memang membopongku ke hotel ya aku ingat dia yang membawaku." Wilona menatap curiga


" Dia? hah itu saja yang ada di ingatanmu, kamu tidak tahu betapa aku sangat kerepotan mengurusmu dan muntahanmu yang menjijikkan itu.


Ah Sudahlah tolong berhenti membahas itu."


Mereka berdua kembali diam.


"Hey besok tinggal dua hari lagi kita disini, sudahlah aku tidak mau bertengkar denganmu. Kalau aku makin kesal aku bisa saja meninggalkanmu disini.


(Okta menatik napas dalam)


Kamu mau aku antar kemana? Aku akan ada waktu mulai besok."


"Hah?" (tiba-tiba diam mematung)


Dia kenapa? batin Wilona.


"Kenapa menatapku dengan curiga seperti itu? Besok aku akan menemanimu seharian, kamu mau kemana, cepat jawab!"


"Em... sebenarnya Bobby akan mengajakku menikmati pemandangan alam...karena sejak kemarin aku sudah di manjakan dengan keindahan bangunan dan karya seni di sini. Aku juga tidak tahu kemana dia mau mengajakku."


"Bobby? Baik nanti aku tanyakan dia tempat yang di maksud. Besok kita berlibur ke sana."

__ADS_1


"Benarkah pak?" Wilona menanyakan sambil memiringkan kepalanya membuatnya tampak sangat imut.


Okta menatap Wilona dan hanya mengangguk. Lalu tersadar dan ...


"Besok jam 8 pagi kita jalan."


Wilona tersenyum sambil menutup mulutnya. Sehingga hanya menunjukan kedua matanya yang tampak tersenyum.


Hal itu membuat Okta kembali melihat wajah Wilona, ia senang melihat Wilona tersenyum di depannya.


Okta mengambil kesimpulan


I-imut!!!


 Bobby ternyata apa yang kamu katakan benar juga, cukup simpel membuatnya senang


Wilona saat kamu tersenyum begini kamu memang sangat manis, saat kamu menangis tadi pagi kamu juga terlihat manis.


Tunggu!!!


Eh....ada apa dengan aku hari ini...sepertinya baru kali ini aku benar-benar memikirkan kesenangan orang lain selain Leony.


Tapi ... ah sudahlah...aku melakukannya karena dia sudah menolongku. Ya benar ini balas budi namanya.


Seperti simpelnya  hari ini, semoga besok juga berakhir menyenangkan.


*****


**Bersambung


Mengingatkan LIKE nya juga yaaaa🌹


Akhirnya ada kesempatan Wilona bisa menikmati keindahan Paris bersama Okta.


Episode hari ini cukup sampai disini.


Sampai jumpa esok hari.


Tetap jaga kesehatan ya semuanya** ^^

__ADS_1


__ADS_2