
"Kita Sudahi hubungan ini." ujar Okta
"Sayang ... ada apa?"
"Kesalahanku adalah aku sudah terpedaya olehmu selama ini, bahkan itu membuatku tak perlu lagi menelusurimu masalalu mu seperti perlakuanku pada yang lain."
"Masa lalu? Tunggu ... sayang ada apa? ceritakanlah padaku."
Hari itu Okta memutuskan untuk datang ke Paris sesegera mungkin dan meminta bertemu Leony untuk membuktikan kebenaran yang tersimpan selama ini.
Setelah tiba di apartemen, Ia disambut dengan pelukan hangat Leony namun segera pelukan itu ia lepas dan Okta segera duduk tanpa memandang Leony sedikitpun.
Okta lalu memutar suara rekaman Henry.
Setelah mendengar itu semua Leony terhenyak dan berjalan mundur beberapa langkah.
"Sa- sayang itu ... apa yang sebenarnya terjadi?"
"Masihkah kau bertanya?"
"Kau ... kau percaya pada kata-katanya, di-dia sudah berbohong padamu!" bela Leony.
Okta lalu mendekati tubuh Leony dan menarik pakaian Leony dengan paksa. memperlihatkan bekas luka sesuai dengan cerita Henry padanya.
"Cih ... tak kusangka ... aku bisa tergila-gila pada gadis murahan sepertimu."ujar Okta dalam kesalnya.
"Tidak ... kau salah mengerti luka ini ... ."
"CUKUP! menghilanglah dari kehidupanku." bentak Okta
"APA? KENAPA TIBA-TIBA KAMU SETEGA INI SAYANG ... WILONA? IYA KAN! WANITA MISKIN, B*R*NGS**K, TIDAK TAHU DIRI ITU PASTI YANG MEMBUAT KAMU, TIDAK PEDULI SEPERTI INI BUKAN?" wajah Leony seperti terbakar emosi, sebab baru kali ini Okta berkata kasar padanya.
"Apa? jangan pernah menyebut namanya dengan tidak sopan kamu mengerti? (Okta tersulut emosinya)
Cih ... apa ini sifat aslimu? Kenapa aku baru menyadarinya saat ini?"
Okta tertawa tak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut Leony.
Mendengar itu Leony segera sadar dan tersungkur di depan kaki Okta.
"Sayang ... kenapa kamu jadi seperti ini, kita bisa bicarakan ini baik-baik. Tunggu ... kau ... kau kan baru datang, kau pasti lelah sayang, aku akan ... buatkan kamu minuman dan istirahat terlebih dahulu...Bagaimana?"
Okta terdiam...
"Aku sudah tidak basa-basi lagi ... Keputusanku sama."
"Sayang ... aku tidak seperti yang kamu bayangkan ... kenapa hubungan ini jadi kacau hanya karena cerita Henry saja. Kau tidak lihat aku setia selama ini disini ... "
"Kesetiaanku lebih tinggi padamu Ony ... sidang perceraian ini, membuktikan aku tetap memilih bersamamu.
kamu yang ternyata berkhianat.
Aku kagum padamu karena engkau adalah wanita cantik, elegan dan sempurna selama ini,
Tapi aku salah mengerti ... selama ini aku hanya menghormati topeng kepalsuanmu.
Setelah aku sadar, semuanya begitu menjijikan bagiku."
"Sa-sayang ... aku mohon ... kita bisa bicarakan ini setelah kamu lebih tenang Oke?" pinta Leony yang mulai menangis memegang tangan Okta.
Sambil menepis Okta melanjutkan
"Mulai hari ini ... aku bukanlah kekasihmu lagi, hiduplah dengan benar dan jalani hari-harimu tanpa kepalsuan lagi. Itulah ... permintaan terakhirku... padamu."
Okta segera berlalu meninggalkan Leony.
"SAYAAAANG ..."
Leony mengejar sampai ke pintu namun segera di hadang Judika.
"Sayang tunggu! ... jangan halangi aku ( teriaknya pada Judika)"
Namun Judika tetap menahan Leony yang masih saja menangis, kedua kakinya menjadi lemah dan ia jatuh seketika.
"Jud ... tolong bantu aku ... aku mohon... bantu aku bertemu dengannya, aku perlu waktu berbicara padanya." sambil terisak Leony menangis mengoncang kaki Judika.
Judika hanya terdiam. Ia membantu Leony berdiri dan menghantarnya duduk kembali ke kursinya dan mengambilkan segelas air putih pada Leony.
"Minumlah!"
Leony masih terisak di tempat duduk, tubuhnya lemas tak menyangka terjadi peristiwa yang tidak ia sangka-sangka.
Judika melipat lututnya sehingga ia terlihat berada di bawah Leony.
Sebuah saputangan ia keluarkan dari balik jasnya.
"Nona ... sudah berakhir. Tolong lepaskan Tuan dan jalanilah hidupmu dengan bahagia."
Judika lalu meletakkan saputangannya pada jari Leony dan segera pergi meninggalkan Leony sendirian.
sambil berjalan menjauh terdengar teriakan
TIDAAAAAKKKK, JANGAN PERGIIII, OKTA ... AKU SAYANG KAMUUU.
Aku ... aku tidak akan tinggal diam. Aku akan tetap mempertahankan Okta bagaimanapun caranya.
▪▪▪▪▪▪
Flashback
Okta pada akhirnya berkunjung ke Rutan tempat di mana Henry ditahan.
Hanya sekedar untuk menuruti keinginan Wilona.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Okta.
"Kau bisa lihat sendiri."
Jawaban itu membuat Okta hanya terdiam.
Hening dan canggung terjadi pada keduanya.
Bahkan mereka tak saling bertatapan satu sama lain.
"Ibu ... kondisinya ... ceritakan padaku." tanya Henry.
"Yah ... dia sudah semakin membaik, mungkin dua hari lagi ibu bisa pulang ke rumah. Ayah selalu berada disisinya."
"Maafkan aku dan Terimakasih sudah mau menjaga ibu."ujar Henry yang tertunduk.
Kata-kata itu sontak membuat Okta mulai menatap Henry. Sebab ia tak percaya Henry mengatakan kata-kata yang ajaib (Maaf dan Terimakasih).
__ADS_1
Dalam ingatan Okta, Henry adalah sosok yang selalu menghinanya selama ini.
"Sepertinya aku harus memberitahumu sesuatu, aku yakin itu akan merubah pikiran dan keputusanmu setelah mendengarnya."
Okta hanya terdiam, membiarkan Henry melanjutkan ceritanya.
"Aku telah mengenal Leony bahkan lebih lama darimu.
Dia ... bukanlah wanita elegan seperti yang kamu dan dunia kenal selama ini.
....
Satu-satunya wanita licik dan nekat yang melakukan segala sesuatu untuk mendapatkan keinginannya."
"Apa maksud perkataanmu, jangan lancang kamu."
"Biarkan aku bercerita padamu lebih dahulu, baru setelah itu silahkan berkomentar.
Dia adalah wanita paling cantik yang tinggal satu daerah denganku sejak kecil.
Sejak SD aku sudah mengenalnya, dan jujur akupun menyukainya jauh sebelum kamu mengenal Leony.
Banyak pria dari sekolah lain bahkan menjadikan Leony sebagai taruhan untuk saling mendapatkan hatinya.
Leony mencoba berlindung padaku karena hampir setiap hari orang menggodanya.
Sampai suatu ketika ... saat SMP, ia kehilangan ayahnya tepat dimana aku harus pindah kesini, itulah saat kejatuhannya, tepat dimana kami berpisah.
Masa SMP adalah masa kelam Leony, seorang gadis manis yang berubah mengerikan hanya karena tuntutan ekonomi.
Di masa sekolahnya ... ia akhirnya mengenal dunia malam.
Ia menjadi gadis yang nakal dan nekat.
Tidak segan-segan sasarannya adalah lelaki kaya hidung belang yang mengincar wanita di bawah umur.
Kecantikannya ia manfaatkan untuk mendapatkan segalanya. Teman-teman sekolah bahkan, lelaki diluar sana juga para pria dunia malam memujanya, membuat ia merasa di atas langit.
Sejak saat itu apapun bisa ia raih.
Alkohol, rokok dan pergaulan bebas adalah dunia Leony sejak kecil."
"Cih ... Kau yakin dengan itu? atau semua ini hanya karanganmu saja, aku tahu Leony bahkan tidak kuat minum alkohol, dia akan segera pusing setelah menenggak minuman itu." balas Okta.
"Kau berarti belum mengenalnya. Setelah aku pindah kesini ... teman-teman ku di desa masih saja menceritakan kisah Leony padaku. jangankan teman-temanku, satu sekolahpun tahu soal itu."
"APA???"
"Aku yang membawa Leony kesini, setelah ia terkena kasus waktu itu.
...
Ia disekap dan dilecehkan seorang lelaki tua.
Karena laki-laki itu menipunya, tidak sanggup memberikan komisi padanya.
Leony berulah, menghina dan membuat laki tua itu sakit hati.
Selama berhari-hari, Leony di sekap dan lecehkan.
Diam-diam ia menghubungiku.
Dan dengan kekayaan yang aku punya. Leony akhirnya terbebas dari kasus yang menjeratnya.
Aku membantunya melupakan masa kelamnya dan meninggalkan kehidupan lamanya dengan pindah disini.
Sejak saat itu, ia memulai kehidupan baru dan saat itulah, ia mengenalmu. Yang tak kusangka ... kau tertarik padanya juga.
Aku yang sudah membencimu sejak awal menjadi semakin benci padamu, karena Leony lebih memilihmu daripada aku yang sudah menolongnya."
"Apa kau mengada-ada?"
Bekas Luka di pinggang sebelah kanan. Luka yang ditinggalkan laki tua itu padanya.
Itulah bukti jika kamu masih sanksi dengan ceritaku ini.
Kau pasti sudah tahu dengan luka itu."
Okta terdiam membuat Henry penasaran dan merasa Okta bahkan tak tahu ada luka itu di dalam tubuh Leony.
"Kau tidak tahu soal bekas luka itu?" sekali lagi Henry bertanya.
Namun Okta terdiam.
"Kalian sudah hidup bersama selama ini." lanjut Henry.
"Aku masih menjaga kehormatannya. aku menjaga diriku untuk tidak melebihi batas." jawab Okta.
"AHAHAHAHA ... benarkah? selama ini kalian berpacaran dan ... ."Henry bertepuk tangan salut pada prinsip Okta.
Okta terdiam tangannya terkepal keras antara geram dan juga merasa di khianati selama ini.
"Dia bahkan sudah menjual tubuhnya, tapi disini kamu masih menjaga kesuciannya???
Ah tambahan lagi ... Leony pernah bercerita padaku ... dan itu sudah lama sekali, Em ... Judika adalah satu-satunya pria yang tidak bisa ia taklukkan.
Kau benar-benar punya asisten yang hebat. Plok-plok-plok.
Dia bahkan wanita yang berani mengancam siapa saja yang menghalangi misinya ...
Tunggu!!! (Henry berpikir sejenak)
Kalau begitu ... Bisa jadi Wilona juga pernah merasakan ancaman Leony."
"Apa?" Okta berdiri berkacak pinggang tak percaya pada apa yang ia dengar baru saja. Nafasnya menjadi lebih cepat.
"Ah ... kalau begitu, buktikan semua kata-kataku dan tolong rekam suaraku ini dan berikan pada Leony."
...Leony ... sudah cukup ... hentikan semua niat besarmu itu....
...Ambisimu itu pada akhirnya akan hancur sepertiku....
...Biarkan kakakku menjalani hidupnya dengan bahagia, tapi itu bukan denganmu....
...Aku sudah menceritakan semua tentang masa kelammu padanya....
...Tidak ada lagi hal yang tidak ia ketahui saat ini. Semua ... ya semua yang kau tutupi itu saat ini sudah terbongkar....
...Kali ini aku minta padamu ... sudahi saja dan lepaskan Okta....
"Kenapa kamu mau menceritakan ini semua?" tanya Okta.
__ADS_1
"Kesalahanku ... menebus semua kesalahanku.
Sejak dulu, aku selalu membenci semua orang yang punya kekuasaan.
Kebanyakan orang kaya hanya bisa merendahkan orang kecil.
Karena itulah aku membenci dirimu.
Ditambah lagi Leony ... dia lebih memilihmu dari pada aku yang sudah membantunya selama ini.
Aku tak menyadari kebencian itu membuatku bertumbuh menjadi seorang yang justru kubenci sejak kecil.
Bodohnya aku baru menyadarinya saat ini.
Aku pantas berada disini."
"Aku akan mencari bukti tuduhanmu itu." jawab Okta.
"Ah ... dan satu lagi ... Wilona ... wanita hebat itu.
Aku kagum padanya ... benar-benar kagum, karena dari dialah ... aku bisa merefleksikan kesalahanku sendiri." Henry tertunduk sambil menertawakan kebodohannya sendiri.
"Kau pantas dengannya ... Janganlah bercerai ... dengan tulus ... aku berkata, maaf, terimakasih dan tetaplah bersama dengan Wilona.
Kau pantas dengannya ... kak Okta."
Okta bisa merasakan ketulusan Henry untuk pertama kalinya. Dan tanpa di sadari Okta berkata pula;
"Maafkan aku yang tidak peduli padamu selama ini.
Aku ... akan menyambutmu ... sebagai adikku saat kau bebas nanti."
Sekalipun Henry tak berekspresi dan diam saja, namun air matanya menetes membasahi pipinya.
Sejak saat itulah mereka saling melepas ego masong-masing. Dan mulai saling peduli satu sama lain.
(**Wilona effect ini namanya 😍😍😍**)
Dalam perjalanan pulang Okta kembali memastikan perkataan Henry pada Judika.
"Benarkah Leony ... pernah merayumu?"
Judika terdiam sesaat.
"Maafkan saya Tuan. Itu terjadi sekali dan sudah lama sekali, namun Saya tidak tega berterus terang selama ini, karena tuan begitu mencintai nona.
Begitu juga dengan cerita Tuan Henry ... saya sedikit menelusurinya ternyata semua yang ia ceritakan berkaitan namun karena tidak ada bukti saya juga tidak berani berterus terang.
Tapi saya bersyukur Tuan Henry mau mengungkapkannya hari ini."Jelas Judika di dalam mobil.
"Tidak apa Jud ... aku yang tidak peka ... seharusnya sejak mengenalnya, aku menelusuri asal usul Leony sejak semula. Itulah kesalahanku.
Sepertinya ... Henry benar, keputusanku benar-benar berubah sekarang .
Siapkan tiket ke Paris besok ... aku ingin menyelesaikan semuanya."
"Baik Tuan. " jawab Judika yang akhirnya bisa mulai bernapas lega.
●●●●●
✒Nah ... akhirnya Okta-Leony kelar... sudah tenang ya para reader.⚘
Terimakasih ... dukung author dengan tinggalkan jejak berupa vote dan ♡ juga komentarnya
b

btw sediiih sekali... ada readers yang komen ngga bisa buka dan komen episode terkahir.( episode terakhir sudah ada ya all)
Author juga ngga bisa lihat like dan komen mereka.
karena hanya sampai di episode ini yang bisa mereka baca.
coba komen diepisode ini ya kalau ada yang ngga bisa buka.
Nanti author kirim ke admin Noveltoon.
__ADS_1
**Bersambung**