
Flashback (saat Bobby belum bertemu Wilona):
Bobby datang menuju resto hendak menjemput Wilona. Dia hendak menyapa, tapi...
Dari kejauhan Bobby, melihat sesuatu, dia seketika menghentikan langkahnya.
Hm ... kenapa cuma ada mereka berdua?
Lalu, dimana Okta? batin Bobby dari kejauhan di balik kaca.
Mata Bobby melihat sekitar ruangan mencari keberadaan Okta, dia maju dua langkah masih mencari tapi memang batang hidungnya saja tidak nampak.
Kemudian matanya tertuju pada Wilona dan Leony yang saling berhadapan. Bobby sengaja berdiri jauh mengamati mereka berdua dan berfikir sejenak.
Yang satu manis, sederhana dan cuek sedangkan yang satu cantik, elegan dan perhatian pada Okta.
Keduanya jauh berbeda (sambil menggelengkan kepala )
Wilona adalah istri sah Okta, tapi kenapa seolah-olah dia terlihat bukan siapa-siapa bahkan terkesan kalah disini ... dihadapan Leony.
(Bobby mengernyitkan matanya berpikir mencari kejelasan)
Tunggu ... apa yang mereka perbincangkan? Kenapa aku merasa Wilona tidak seceria kemarin? dia tampak tertekan saat ini.
Apa yang mereka perbincangan?
(berfikir sejenak)
Sepertinya ... aku harus melakukan sesuatu pada Wilona hari ini. batin Bobby setelah mengamati keadaan yang ada, Bobby merasa ada ketidakberesan namun enggan mencari jawaban yang ada.
Alhasil jadilah Wilona yang sekarang, yang keluar dan tampil lebih fashionable membuat Bobby juga menjadi terpana melihatnya.
__ADS_1
***
...Di museum...
"Waaaah ini indah sekali Bobby. Kamu beruntung tinggal disini, dekat dengan area ini. kalau aku ... aku tidak akan bosan harus sering datang kesini. " jawab Wilona dengan senyum cerah ceria.
"Tidak ... justru kamu yang beruntung jadi orang Indonesia, tanahnya masih luas, orang di sana baik, alamnya bagus, makanan di sana juga enak-enak dan murah. Saya suka yang namanya tunggu ... em .. apa itu ... sebentar ... ah ... namanya (berpikir keras)... ah benar sate dan juga rendang." jawab Bobby.
"Hahaha, benarkah? Kalau kamu main ke sana lagi, aku janji nanti ku buatkan rendang spesial untukmu."jawab Wilona bahagia.
Setelah menikmati museum, mereka pun berhenti makan disebuah kafe, maka tiba-tiba teringatlah Wilona akan Leony.
"Bob, ceritakan padaku tentang Leony, apa saja yang kamu tahu tentang dia."tanya Wilona.
Bobby pada awalnya merasa enggan membahas tentang itu karena ingin menjaga perasaan Wilona sebagai istri sahabatnya, tapi pada akhirnya ia lanjut menceritakan apa yang ia ketahui.
"Leony ... Dia kekasih Okta. Aku mengenalnya kurang lebih tiga tahun yang lalu disini. "lanjut Bobby.
"Tiga tahun? Selama itu mereka pacaran?"tanya Wilona dengan wajah heran sambil menaikkan sedikit kedua alisnya.
"Masa sekolah?" Wilona kembali terperanjat.
"Ya, Kemudian Leony fokus belajar mengenai fashion dan akhirnya memutuskan berkarir di Paris.
Okta pasti akan mengunjungi Paris setahun sekali, pastinya untuk bertemu dengan Leony."cerita Bobby
Tiba-tiba saja Wilona teringat akan novel Love in Paris yang ada di kamar Okta, waktu itu Wilona sempat melihat selembar foto jatuh dan tampak seorang wanita berseragam sekolah yang tampak sedang tersenyum manis.
Ah ... foto itu...ah benar, jadi itu Leony. Pantas saja aku seperti pernah melihatnya.batin Wilona.
"Yang ku tahu, Okta sangat setia padanya. Tapi entah kenapa kalian berdua justru menikah dan kenapa juga saat ini justru Leony yang bersama Okta.
__ADS_1
Sebenarnya itu juga jadi pemikiranku sejak kemarin, tapi ya sudahlah...aku tidak berhak mencampuri urusan kalian.
Em ... Wilona ... kamu tidak apa-apa kan aku bercerita ini semua?"tanya Bobby penasaran.
"E... ya..ya tentu saja aku tidak apa-apa, bukankah aku yang memulai bertanya hahaha."jawab Wilona yang berusaha santai.
"Aku tidak tahu lagi harus berkata apa tentang kalian, tapi saat ini aku cuma bisa memberi kamu semangat. Kamu harus kuat, kamu pasti bisa merebut hati Okta. Aku tahu kamu wanita yang baik dan menarik."lanjut Bobby dengan yakin.
"A...hahahaha...iya...hahaha."
Wilona hanya bisa tertawa bingung dan merasa bersalah pada Bobby, karena Bobby jadi salah paham akan semua ini. Tapi untuk sementara ini memang itu yang terbaik, yaitu bahwa tidak ada seorangpun yang tahu sandiwara ini.
"Bobby, maaf tapi sejujurnya aku ingin pulang larut malam hari ini." pinta Wilona.
"Kenapa?"tanya Bobby.
"Tidak apa-apa, yah hanya begitu saja." sepertinya aku malas untuk pulang lebih awal karena tahu tujuan Okta memang untuk bertemu Leony kekasihnya, sedangkan aku disini hanya jadi figuran, lebih baik aku bersenang-senang dengan satu-satunya orang yang aku kenal disini. batin Wilona.
"Em... aku sarankan jangan Wilona, aku antar kamu seperti kemarin saja."tutur Bobby.
"Eh ... tidak, aku mau ..." Wilona memelas.
"Maaf, sepertinya kali ini permintaanmu itu tidak bisa kuturuti, kamu harus kuat Wilona."jawab Bobby berusaha meyakinkan Wilona.
"Eh ... iya...ku-kuat iya... harus kuat."
Yah Bobby, kamu salah paham akan semua ini. Tolong mengertilah. tapi... Hahhhh ya sudah lah.batin Wilona pasrah.
Akhirnya Bobby dan Wilona selesai menikmati jamuan dan bincang-bincang mereka. Mereka melanjutkan menikmati museum kembali sampai pukul delapan malam, mereka sangat bersenang-senang,Wilona seperti mendapatkan energi baru ketika ia menikmati tiap sudut museum, Sedangkan Bobby juga terhibur dengan sikap dan manisnya Wilona. Setelah sekian waktu itu, Bobby mengantar Wilona kembali ke hotel tempat ia menginap
...
__ADS_1
Bersambung
Ayo ... readers jejak Like nya dulu❤🌹