
Wilona dan Bobby masih bercengkerama di lounge bar terkenal di kota Paris .
"Ah ... dan satu lagi ... !(Bobby sempat diam dan memandang Wilona ragu-ragu)
Em ... yah ... dia selalu berkunjung kesini minimal setahun sekali untuk bertemu ... (Bobby tidak sanggup melanjutkan kata-katanya)
"Hm ... Leony!(Wilona melanjutkan) hahaha tidak apa-apa Bob, aku tidak masalah kamu bercerita itu." Wilona tersenyum manis padanya.
"Yaaah, begitulah kira-kira." Bobby menganggukkan kepalanya dan meminum sampanye di tangannya.
"Sebelumnya aku minta maaf, tapi ... ada yang mengusik pikiran ku Wilona." Bobby bertanya dengan serius kali ini.
"Ya, katakan saja."
"Kamu tahu? selain kesuksesannya aku juga salut akan kesetiaannya. Dengan seringnya Okta berkunjung ke sini hanya untuk bertemu dengan Leony. Dia kaya, tampan dan banyak wanita yang tertarik padanya sebuah hal yang sangat mudah baginya untuk mendapatkan hati seorang wanita di sisinya.
Tapi dia memilih datang kesini. Jadi aku berpikir dia luar biasa setia,
Nah ... entah mengapa saat ini berakhir begini. Ups ... sorry a-aku tidak ... tidak bermaksud ..."
"Ya, jika aku jadi kamu, mungkin aku berpikiran sama."Wilona mengerti arah pembicaraan Bobby.
"A-aku sebenarnya tidak mau ikut campur, hanya saja ... yah... " Bobby menggelengkan kepala karena kehabisan kata-kata.
Hal itu membuat Wilona tertawa, melihat wilona tertawa Bobby pun ikut tertawa bersamanya. Entah apa dipikiran mereka, mereka hanya tertawa lepas saja malam itu.
"Hm... intinya aku dan Okta memiliki tujuan yang sama yaitu agar kita bahagia, yah itu saja yang bisa ku jelaskan padamu Bob." Wilona melanjutkan.
Bobby menganggukkan kepala mencoba untuk memahami.
Hm ... sepertinya memang ada sesuatu antara kamu dan Okta.
Sejak awal aku berencana tidak mau ikut campur. Ini seperti memecahkan misteri sulit, mencari ada apa di balik tujuan kalian itu.
__ADS_1
Ah kenapa aku jadi ikut penasaran saat ini.
Pada saat itu di meja Wilona disuguhi minuman dingin mengandung soda dan beraroma buah, tapi dia akhirnya tertarik dengan anggur yang ada di gelas Bobby,
"Bob, itu kamu minum apa?
boleh aku mencoba minuman itu juga?" Menunjuk pada gelas yang di pegang Bobby.
"Ini?
ah ... apa kamu pernah minum wine, sampanye atau beer sebelumnya?
"Tidak."
"Hm... ini sampanye terkenal di paris bahkan di dunia, minuman ini beralkohol, tapi baiklah kalau begitu, hanya sedikit saja ya kamu boleh minum, OK."
"Ya, baiklah."
"Kamu tahu Wilona? Paris juga penghasil wine dan sampanye terbaik di dunia.
Dan salah satunya ini. Ini minuman terkenal dari daerah champagne Paris. Aku mengijinkanmu mencoba sedikit untuk mengetahui rasanya, supaya kamu tidak rugi juga datang ke negara penghasil sampanye terbaik ini.
Bobby segera mengangkat tangan, memberikan kode pada pelayan bar untuk membawakan champagne yang sama.
Dengan segera Pelayan bar datang membawa gelas kosong, dan segera menuangkan sampanye dari botol yang ia bawa.
Bobby memberikan kode pada pelayan bar dengan tangannya sebagai tanda cukup menuang sedikit saja.
Wilona mencoba minum sedikit, mencoba menikmati rasanya dan tersenyum menganggukkan kepala pada Bobby.
Malam itu mereka ngobrol cukup seru sambil menikmati pemandangan lampu kota paris yang sangat indah.
Beberapa menit kemudian teman Bobby berkunjung juga pada lounge bar, Bobby memohon ijin sebentar pada Wilona untuk menemui rekannya itu.
__ADS_1
Wilona tersenyum sendirian menikmati pemandangan yang cantik. Saat itu ia berniat kembali untuk menambahkan anggurnya yang sudah kosong. Ia lalu memberikan kode pada pelayan bar meniru seperti yang Bobby lakukan tadi.
Alhasil Wilona minum sampanye lagi tanpa sepengetahuan Bobby saat itu. Bahkan sedikit demi sedikit dia menenggak minuman itu sambil sekali lagi menikmati keindahan kota paris.
Tak berselang waktu lama Bobby kembali datang dan menyadari wajah Wilona memerah dan pembicaraanya terasa berat. Bobby sadar ini adalah pengaruh minuman tadi
"Wilona ... Wilona kamu mabuk?" Bobby mengamati wajah Wilona dari dekat.
"Ah, tidak, apa itu lukisan monalisa? Ya aku bisa melihatnya langsung dengan mataku sendiri, terimakasih Bobby kamu baiiiiik sekali, kamu adalah temanku yang baiiiik." Wilona melantur sambil bertepuk tangan lalu menggaruk kepala, membuat wajahnya tertutupi rambutnya sendiri.
Padahal dia hanya minum sedikit sekali.
Bobby lalu melihat gelas Wilona yang masih ada sisa sampanye di dalamnya.
Bukannya tadi dia sudah habiskan minuman ini.
Bobby mulai curiga dan memanggil pelayan bar untuk meminta penjelasan.
Akhirnya Bobby mengetahui bahwa Wilona memesan segelas penuh Sampanye lagi tanpa sepengetahuannya.
Bobby lalu memegang kepalanya dan tertawa.
Dia lalu termenung sejenak memandang Wilona, menata rambut Wilona yang berantakan di belakang telinganya, menatap wajahnya cukup lama, tangannya pelan-pelan turun membelai pipi Wilona dengan punggung jarinya.
Bobby pun tersenyum memandang wajah Wilona yang memerah karena mabuk dan terlihat mengantuk saat itu.
Wilona kenapa kamu melakukan ini, sepertinya aku harus segera mengantarmu pulang dan menjelaskan semua pada Okta. Semoga dia tidak salah paham dengan ini semua.
....
Bersambung
Hiii mampir Like nya juga ya🌹❤
__ADS_1