
Terimakasih buat yang mampir di novel ini.
Serius ... komentar kalian lucu-lucu ^^♡ semua dan buat saya semakin semangat.
Mari kita lanjut !
●●●●●
Hari itu berlalu hingga larut malam. Okta baru saja pulang ke rumahnya dan melihat, lampu-lampu ruangan sudah di matikan. Pertanda penghuni rumah sudah beristirahat.
Okta segera berlalu naik ke atas dengan langkah lelah.
Sebentar dia menatap pintu kamar Wilona dari depan kamarnya, ia berhenti sejenak dalam diam, lalu segera masuk ke kamarnya.
Sebenarnya Wilona belum bisa tidur malam itu. Ia hanya duduk saja di tempat tidur.
Dia pun mendengar Okta yang baru saja pulang dan menutup pintu masuk ke kamarnya.
Tapi dia enggan beranjak keluar untuk menyapa Okta.
Malam itu berlalu dan sepertinya kondisi ini akan berlangsung hingga esoknya.
▪▪▪▪▪
Pagi hari di mulai, Wilona terbangun lebih pagi dari biasanya dan menyemangati dirinya.
Bagaimanapun aku harus segera menyelesaikan semuanya sampai akhir.
Semua ini demi ayah, dan setelah selesai aku akan minta maaf kepada semuanya.
Aku akan membalas kebaikan mereka padaku di sisa waktu ini, aku akan siap menerima sanksi apapun setelahnya.
Lima bulan lagi ... itu tidak akan lama, ya ... benar itu tidak akan lama aku akan keluar dari ikatan keluarga ini.
Dan Okta ...
(Wilona lalu teringat kenangan bersama Okta selama hampir empat bulan ia jalani dari hal yang baik hingga pengalaman menyedihkan, dari jalan-jalan di taman, bersenda gurau, makan bersama, hingga menaiki kapal pesiar dan banyak hal lagi) ... mulai hari ini aku akan mengurangi berkomunikasi dengannya. Bagaimanapun aku bukan siapa-siapa disini.
Wilona lalu beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke dapur mempersiapkan sarapan.
Sepertinya dia mempercepat segalanya di pagi itu. sehingga semuanya sudah sudah beres dengan cepat, ia segera mandi, bersiap-siap dan berangkat menuju kedai meninggalkan kediaman Okta lebih awal.
__ADS_1
Pagi itu pukul 05.30 Okta turun dan melihat hidangan sudah tersaji di meja.
Okta lalu memandang ke arah kamar Wilona.
Ia lalu berlalu mengambil sebotol air mineral dan kembali ke atas untuk bersiap-siap mandi.
06.30 pagi Okta turun, sedang Judika sudah menunggu di bawah.
"Selamat pagi Tuan." sapa Judika.
Namun Okta tetap diam sambil melangkahkan kakinya menuruni tangga.
Pandangannya teralih ke ruang makan, sepintas kehadiran Wilona muncul di pikirannya.
Di meja makan Wilona telah duduk dan melambaikan tangannya tersenyum kepadanya.
Ingatan yang sesaat itu tiba-tiba menghilang. Okta sadar bahwa Wilona sama sekali tidak ada disana.
Dia lalu berjalan menuju meja makan. Lalu mulai menyendok nasi dan lauknya.
Ingatan tentang Wilona kembali muncul di pikirannya.
Membiarkan makanan tetap utuh di meja.
"Ayo jalan." katanya pada Judika.
"Baik Tuan."
Di dalam mobil Okta mencoba mengecek hp nya.
Ada satu pesan dan ternyata itu berasal dari angka 9 artinya Wilona.
Selamat pagi pak. maaf saya berangkat lebih awal. Semuanya sudah beres, selamat menikmati sarapannya.
Okta menutup hpnya tanpa membalas samasekali.
"Jud ... sore ini aku mau boxing lagi, kamu siapkan tempat."
"Baik Tuan." jawab Judika.
Masalah perusahaan masih belum kunjung usai.
__ADS_1
Kali ini Okta harus mengatasi penggelapan dana investor ditambah lagi masalah yang lalu yaitu satu pelaku korupsi masih saja buron sampai saat ini.
Beberapa karyawan yang melakukan kesalahan pelaporan sekecil apapun itu, menjadi sasaran empuk Okta untuk meluapkan amarahnya.
HAAAH ...kenapa hari ini tidak ada satupun yang beres.
Siang itu hp Okta berbunyi. Leony kekasih Okta menelponnya.
Saat itu Okta sangat ingin mereject panggilan itu, pikirannya sudah penuh dengan segala masalah sepanjang siang hari ini. Sebab mood nya sedang jelek, ia tidak bisa menunjukkan sisi manisnya pada Leony.
Tapi pada akhirnya ia mengangkat telponnya.
Sayang ... aku ingin nanti malam kita makan bersama, aku sudah menyiapkan tempat untuk kita berdua.
"Hm ... baiklah." jawab Okta lembut.
A-apakah kamu sibuk?
"Ya ... banyak urusan yang harus kuselesaikan hari ini." kata Okta sambil mengusap dahinya.
Kalau begitu ...aku rubah saja jadwalnya bagaimana ?
"Tidak-tidak, aku bisa menemuimu nanti."
Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa nanti malam ya.
Hari itu berjalan begitu berat untuk Okta, sepertinya semua masalah mencoba masuk berkerumun dalam satu waktu.
Seperti pesannya pada Judika pagi hari.
Mereka pun berlalu menuju sasana Boxing
sore itu.
●●●●●
Bersambung
Oke 2 episode lagi akan keluar hari ini mungkin nanti malam jam 7 baru terbit ...sebab kita akan jumpa lagi selasa depan, jadi spesial 4 episode dikebut hari ini.
Dukung selalu author ya...salam hormat buat semua yg sudah kasih like dan support lewat komentar dan vote.
__ADS_1