
Flashback
Saat Judika sedang mengetik surat pengunduran diri. Ia menelpon seorang wanita. lebih tepatnya nyonya Wilonalah yang ia hubungi saat itu.
"Nyonya ... aku ingin bertemu secara pribadi dengan anda."
"Baik Jud. Ada apa? aku yakin suatu saat kamu akan berterus terang padaku."
"Benar nyonya, anda tepat sekali. Itulah yang membuat saya kagum pada anda. Anda mampu menahan diri untuk tidak ikut campur sekalipun saya tahu anda pun sangat mencemaskan keadaan tuan."
"Baik Jud ... dimana kita akan bertemu?"
"Di kafe Jangmi nyonya, pukul dua siang."
"Oke ... kita akan bertemu disana hari ini."
"Baik nyonya ... terimakasih."
▪▪▪▪▪
Di Kafe Jangmi
Siang itu Judika dan Wilona bertemu secara pribadi di sebuah kafe.
(Percakapan Lanjutan)
"Karena itulah, saya mengundang anda. Akan saya ceritakan semuanya dari awal. Tolong bantulah saya."ucap Judika
"Apa yang bisa saya bantu."
Judika pun menceritakan semua dari awal bahwa saat ini posisi tuan Okta sangat tidak aman. Begitu juga dengan ancaman Henry padanya.
"Nyonya maafkan saya.
Saya harus ceritakan ini semua.
Saya berpikir suatu saat nanti nyonya akan menyadarinya."
"Terimakasih buat pengakuanmu Jud. Ceritamu itu membuatku benar-benar merasa bersalah saat ini pada Pak Okta."
"Benar nyonya karena itu saya minta maaf sebelumnya."ucap Judika yang menundukkan kepala.
"Lalu apa rencanamu? Bagaimana Henry bisa tahu tentang kontrak ini?"
"Itulah yang mengganggu pikiran saya nyonya.
Dia bisa tahu mengenai kontrak dan menjadikan alasan ini sebagai tameng untuk menjatuhkan tuan.
Pasti ada pihak lain yang menceritakan padanya."
"Yang tahu tentang kontrak ini ...(Wilona berpikir ulang) Tunggu ... maksudmu Leony?" tanya Wilona dengan wajah tegangnya.
Judika menghela napas.
"Sejujurnya saya berpikir kesana nyonya."
"Tidak mungkin ... selama ini Leony selalu mengancamku untuk tidak menganggu Okta, karena dia yang akan mendampingi Okta seumur hidup."
"Mengancam?"
Wilona sadar ia keceplosan berbicara "Ah ... mak-maksudku ... to-tolong jangan ceritakan ini pada pak Okta.
Benar bahwa selama ini Leony selalu menunjukkaan wajah aslinya di depanku. Intinya dia sangat ingin Pak Okta segera di lantik, dengan begitu ia bisa segera kembali dan hidup dengan Okta seumur hidup.
__ADS_1
Jadi ... sangat tidak mungkin Leony juga ikut menjatuhkan pak Okta."
"Kita tahu akan tahu, kalau tidak mengulitinya dari hal kecil.
Karena itu saya memilih mengundurkan diri nyonya.
Saya sengaja berpamitan pada semua karyawan di kantor.
Saya ingin benar-benar menyatakan saya keluar dari kehidupan tuan.
Terkhusus bagi karyawan yang menjadi mata-mata di perusahaan selama ini. Bahwa saya sudah tidak terikat lagi."
"Lalu setelah itu?" tanya Wilona.
"Menyusun Rencana baru!"
"Rencana baru?"
"Benar ... menuruti keinginan Tuan Henry, seolah-olah kita di posisi yang kalah.
Pasti mata-mata di kantor akan mengabarkan pada tuan Henry dengan segera.
Ketika semua keinginannya sudah tercapai, merasa di atas angin, dengan begitu dia akan lengah.
Saya akan diam-diam ke Paris dan menyelidiki semuanya.
Dan satu hal yang hanya bisa saya kerjakan sendiri adalah ...
nona Leony.
Apakah dia ada dibalik ini semua atau tidak, saya tidak berani berterus terang dengan tuan Okta sebelumnya."
Wilona lalu menutup mulutnya tidak percaya pengorbanan Judika yang begitu luar biasa pada tuannya.
"Aku tidak menyangka kalian berdua harus menghadapi keadaan sesulit ini. Baik Jud ... aku janji akan selalu mendukung pak Okta apapun keadaannya."
"Saya sangat berterimakasih pada anda nyonya. Malam nanti saya akan segera berangkat ke Paris.
"Secepat itu?"
"Waktunya tidak banyak lagi nyonya. Satu setengah bulan lagi ... itu bukan waktu yang lama.
Saya harus segera mengumpulkan bukti-bukti untuk menggagalkan semua rencana tuan Henry."
"Baik Jud ... lalu bagaimana dengan Okta ... siapa yang akan mendampinginya nanti?"
"Ada satu staf kepercayaan saya yang akan terus mengawasi tuan dan memberi kabar tentang tuan pada saya nanti. Selebihnya saya percayakan pada anda nyonya."
"Baiklah ... aku siap membantu dari belakang Jud. Semoga kamu lekas kembali dan membawa kabar baik. Aku tidak tega melihat Pak Okta berjalan sendiri. "
"Baik nyonya.
Ah satu lagi ... tolong hapus kontak saya dan semua pesan dari saya yang masuk ke hp anda."
"Hm ... Baiklah."
Begitulah Misi Judika yang baru pertama kali ini ia sengaja selubungkan dari tuannya.
(semoga berhasil Judika 💪🌊)
Akhirnya malam itu Judika berangkat menuju ke Paris, hanya Nyonya Wilona yang mengetahui semua misi ini.
Malam itu Wilona juga merenung diri di kamar.
__ADS_1
Selama ini pernikahan kontrak itu hanya kita berempat yang tahu. Dan satu-satunya yang patut dicurigai adalah Leony seorang ... tapi ... apa misi dia sebenarnya. Batin Wilona
▪▪▪▪▪
Di Paris Keesokan harinya
Judika sudah mendarat di Paris siang itu. Ia memilih beristirahat sebentar dan kemudian menghubungi Bobby melalui ponselnya.
"Tuan Bobby ... saya ingin bertemu secara pribadi denganmu."
"Wow ... apa hanya kamu seorang diri? ... lalu bagaimana dengan Okta?"
"Ada misi khusus untuk menolong tuan Okta dan misi itu hanya untuk anda tuan Bobby, karena itu saya butuh bantuan anda saat ini."
"Baiklah."
Dan mereka pun berjanji untuk berjumpa siang itu di sebuah bar untuk saling bertemu.
▪▪▪▪▪
Di dalam bar
"Misi? coba kamu ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!" tutur Bobby.
"Pemilihan CEO akan segera di laksanakan.
Hanya tuan Okta dan tuan Henry saja yang terpilih, sebelumnya ada tiga kandidat, namun satu orang memilih mengundurkan diri.
Saat ini posisi tuan Okta sedang terancam.
Sebab tuan Henry memakai cara licik untuk menjatuhkan tuan Okta.
Hanya sebatas itu yang bisa saya ceritakan pada anda tuan."
"Henry? adoptive younger brother?"
"Benar tuan."
"Apa yang bisa saya bantu?
Saya siap membantu kalian." ujar Bobby.
"Misi ini berkaitan dengan nona Leony. Karena itu tuan Okta pun tidak tahu rencana saya."
"Hm ... Okey ... apa itu?"
Dan berlangsunglah diskusi itu kira kira satu jam lamanya.
Bobby pun mencoba menghubungi Leony melalui ponselnya dan menawarkan untuk bertemu di bar elit yang terletak tidak jauh dari kota Paris, malam ini. Untungnya Leony segera merespon dan menyetujuinya.
Mereka berdua berjanji akan bertemu di sana malam ini.
"Terimakasih tuan Bobby ... semoga rencanaku ini tidak sia-sia." tutur Judika.
"Dengan senang hati Judika. Kamu orang yang hebat." kata Bobby sambil menepuk pundaknya berkali-kali.
Mereka pun pulang dan bersiap untuk melancarkan aksi pada malam harinya.
●●●●●
Bersambung
Okey... terimakasih ^^
__ADS_1
untuk episode ini sampai di sini dulu ya.... kita jumpa hari selasa depan.⚘