Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Sendiri


__ADS_3

Maaf sebelumnya, entah kenapa hari ini ... author tidak bisa membalas atau membuat komentar seperti dulu, mungkin sudah di program dari Noveltoon. jadi terimakasih buat yang masih setia membaca. Nanti akan author balas kalau sudah on lagi.


*****


Ada seorang anak yang hendak menangkap bola namun kakinya tersandung dan menyebabkan dia terjatuh.


Wilona segera berlari menjatuhkan alas kaki yang ditentengnya begitu saja, di susul oleh Okta.


"Ah kamu tidak apa-apa?" Wilona membangunkan anak itu, dan membersihkan pasir yang menempel di kaki anak kecil itu.


"Ah, untung saja tidak luka. Bermainlah lagi." Wilona tersenyum dan melambaikan tangannya pada anak itu, anak itu segera berlari menyusul orang tuanya. Orang tua yang melihat perlakuan Wilona juga ikut tersenyum dan menyuruh anaknya membalas melambaikan tangan. Anak itu segera melambaikan tangan pada Wilona dan tersenyum manis.


"Apa tadi kamu bilang?" Tanya Okta.


"Apa? yang mana?"


"Kamu bilang 'bermainlah lagi' padanya."


"Oh, itu ... itu karena kakinya ternyata tidak terluka."


"Hahaha bukan karena itu."


"Lalu."


"Kamu mengatakan dengan bahasa Indonesia, anak itu sudah pasti tidak mengerti ucapanmu."


"Hah..." Wilona berhenti berjalan dan menutup mulutnya. Dia tidak sadar apa yang di ucapkannya tadi. Lalu dia tertawa keras disusul Okta yang ikut menertawakanya.


Wilona memikul ringan lengan Okta saking malunya. Membuat Okta kaget dan mereka kembali tertawa bersama.


Lalu Leony tiba-tiba menelpon Okta.


"Oh ....Leony ada apa?"


Mendengar kata Leony, Wilona mendadak kembali terdiam, pandangannya ia alihkan ke arah pantai dan ujung laut yang bersentuhan dengan langit nun jauh di sana.


Um ... kalian sedang dimana sekarang?


"Ini ki-kita di pantai."


Begitu ya ... jam berapa kalian kembali?


"Ya mungkin se-sebentar lagi."


Apa Judika bersamamu?


"Ya, tentu saja, Judika ada bersama denganku. hehehe tenang saja." Okta melihat Wilona yang membelakanginya.


Oke, kalau begitu bersenang-senanglah.


"Em ... jangan lupa makan ya."


Oke, em aku rindu mendengar suaramu.


"Apa? Ah ... kenapa tiba-tiba?"


Coba katakan i love you


"Kamu tahu kan aku tidak pernah ..."


Ini karena aku merindukanmu, besok kalian sudah kembali, aku benar-benar ingin menghabiskan malam ini bersamamu sebenarnya. Jadi cukup katakan itu.


"Baiklah, I Love You."


Okta selesai dan menaruh hpnya kembali ke saku.


Wilona kembali tersenyum dan bertanya;


"Dari Leony?"

__ADS_1


Okta membalas dengan menganggukan kepalanya.


Kemudian mereka kembali berjalan tapi dengan diam berbeda sekali dengan saat sebelumnya.


"Aku ingin pulang!" tiba-tiba Wilona berbicara.


"Apa, kenapa buru-buru?"


"Tidak, aku ingin pulang saja."


"Kamu kan ingin bersenang-senang hari ini. kita masih harus pergi kesana menikmati masakan laut" Okta menunjuk sebuah bangunan elit tidak jauh dari pantai.


"Aku ingin pulang ya ingin saja."


"Apa? kamu kenapa, apa karena tadi Leony menelponku?"


"Tidak."


"Aku tahu, sikapmu berubah setelah aku telpon dengannya tadi.


Kamu ini, dia baik-baik saja, dia wanita dewasa dan cerdas, dia tidak akan cemburu hanya karena aku pergi denganmu. Kamu ini kekanakan sekali."


Wilona hanya diam sambil melirik Okta.


"Aku hanya ingin pulang saja pak."


"Apa kamu justru yang cemburu, HAH?"tanya Okta.


"Hah? Apa? Cemburu? Tidak sama sekali!"


"Lalu apa ini? kenapa kamu jadi berubah-ubah dan tidak stabil seperti ini. Sebentar kamu tertawa, sebentar kamu marah, apa maumu, haaah membingungkan sekali."


"Yang tidak stabil selama ini adalah anda pak, anda!"jawab Wilona.


"Terserah apa katamu!" Okta segera berlalu meninggalkan Wilona.


Aku tidak suka berada di situasi ini, keberadaanku disini bersamamu adalah kesalahan.


Leony sudah memperingatkanku, aku salah, aku yang pergi sesuka hatiku tanpa melihat ada seseorang di balik keadaan ini yang tidak terima.


(Oooh jadi itu alasan Wilona ingin pulang ๐Ÿ˜‘)


Kebetulan langit sudah hampir kemerahan. karena air mulai pasang dan sepertinya alas kaki Wilona sudah menghilang tersapu ombak.


Tak berkecil hati Wilona pun tetap mencarinya kesana kemari, namun tidak ditemukan keberadaanya lagi.


Dengan kekalutan dan kebingunan mencari alas kakinya Wilona meneteskan air mata karena perasaannya yang kalang kabut saat itu.


Okta segera kembali ke mobil.


"Tu-tuan." Judika bingung melihat tuannya datang dengan muka kesal dan sendirian saja. Judika melihat dari kejahuan mencari keberadaan nyonya tapi tidak di temukan.


"Ayo, jalan." Okta pun segera masuk ke dalam mobil.


"Ba-Baik." Judika semakin bingung namun tetap menuruti keinginan tuannya, sekali lagi perintah tuannya adalah no.1 bagi Judika.


Mereka segera berlalu meninggalkan pantai.


Okta kesal dan berkali-kali menghela napasnya.


Apa yang terjadi ... kenapa sekarang begini ... tuan aku berharap engkau memintaku putar balik. nyonya sendirian saat ini. Terakhir Nyonya kepantai dengan keluarganya, aku pikir ini adalah momen yang tepat membahagiakan nyonya.


(Judika ... prok3x ternyata ide pantai karena kamu juga tahu momen kebahagiaan keluarga Wilona^^)


Judika mengendarai mobil dengan perasaan tak tenang.


Setelah hampir setengah jam berlalu.


"Jud, maafkan aku, ayo kita kembali."

__ADS_1


"Baik tuan." Judika segera memutar balik mobil dan dengan segera kembali ke pantai dengan kecepatan tinggi.


Setelah sampai di parkiran pantai.


"Kamu tunggu di sini."


"Baik Tuan."


Aku harap tuan dan nyonya kembali baik-baik saja.


Okta segera berlalu lari kembali ke pantai, saat itu air sudah mulai pasang, namun masih belum besar.


"WILONAAA .... WILONAA." Okta berteriak mencari keberadaan Wilona. Namun di sana masih banyak orang yang sedang duduk, karena momen air pasang adalah yang paling di tunggu saat di pantai Paris.


Okta berjalan, matanya mencari kesana kemari tapi tak kunjung bertemu.


Maaf, kamu pasti ketakutan disini sendiri. Jangan sampai momen indahmu bersama keluarga jadi rusak gara-gara kelakuanku. (Rupanya hal ini yang menjadi pertimbangan Okta kenapa ia segera sadar dan meminta Judika kembali ke pantai).


Wilona masih saja belum di temukan.


Sampai Okta harus naik ke jalan raya dan mencari Wilona.


Dimana kamu...


Napas Okta mulai tersengal-sengal.


Dia sempat memegang punggung seorang wanita dan setelah diputar ternyata dia adalah wanita lain yang memiliki postur dan pakaian mirip dengan yang dikenakan Wilona.


"Maaf ... maaf, saya mencari seseorang." (dalam bahasa Perancis)


Sampai akhirnya, Okta melihat Wilona sedang tertawa dan bermain pasir dengan anak yang tadi sempat ia tolong.


Okta segera mendekat dan berdiri. Memandangi Wilona dengan napas yang masih tersengal-sengal. Wilona yang saat itu dalam posisi jongkok dan bermain-main menyadari ada seseorang yang melihatnya.


Okta!


Wilona tidak menyangka Okta kembali dan mencarinya, dia segera berdiri dan berlari memeluk Okta. Okta adalah seorang pria yang menghormati seorang wanita maka dari itu dia diam saja tak berani memeluk Wilona.


"Maaf, maafkan aku meninggalkanmu sendiri."


Mendengar perkataan Okta, tangisan Wilona akhirnya pecah saat itu. Sehingga Okta memberanikan diri juga dan membalas pelukan Wilona.


Dia memeluknya dengan sangat erat.


Entah kenapa seperti ada sesuatu beban yang terlepas sehingga mereka saling berpelukan erat cukup lama.


"Maafkan aku." Sekali lagi Okta mengucapkan maafnya.


Setelah saling berdamai, mereka berdua berjalan kembali ke mobil, tapi dilihatnya ternyata Wilona berjalan dengan bertelanjang kaki.


Okta segera mendudukkan Wilona di pantai.


Melepas sepatunya dan memasangkannya pada kedua kaki Wilona. Mereka berdua saling diam dan bertatapan cukup lama.


Dan akhirnya memutuskan kembali menuju ke parkiran kembali.


Judika melihat tuan dan nyonyanya jalan bersama, ia melihat Wilona mengenakan blazer dan sepatu tuannya. sedangkan Okta berjalan dengan bertelanjang kaki.


Judika tersenyum


Akhirnya ... syukurlah ...


*****


Bersambung


Cerita Honeymoon palsu sampai episode ini saja. Selanjutnya kita langsung menuju cerita mereka di Indonesia.


Terimakasih bagi yang sudah membaca. Like nya juga Please ๐ŸŒนโค

__ADS_1


__ADS_2