Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Bertemu Bastian 2


__ADS_3

Untuk meyakinkan sekali lagi Bastian menimpali "Benarkah?"


"I-iya ... tentu saja." Hati Wilona mencelos karena berkali-kali dia menipu Bastian.


Aku mengenalmu Wilona ... aku lebih mengenalmu. Segala gerak-gerikmu aku bahkan mengetahuinya.


 Batin Bastian.


*miaww* Key loncat ke bawah mendekati ayunan.


"Hahaha, sepertinya Key tahu kita sering berlama-lama di taman ini." Lanjut Tuan.


Dan mereka berdua berjalan menuju ayunan.


"Apa kamu mau menaikinya Key." Tian tersenyum senang.


"Hahaha ... dia lucu sekali." Sahut Wilona.


 Namun tiba-tiba saja, pundak Wilona di cengkeram keras oleh seseorang. Membuat Wilona menghentikan langkahnya.


 Wilona dan Bastian sama-sama menoleh ke belakang dan melihat Okta berdiri sambil menatap Wilona.


Dengan napas yang sedikit terengah-engah Tangan Okta terulur ke arah Wilona, berharap di balas dengan gandengan tangan Wilona.


Wilona kaget dan bingung, ia menatap wajah Okta lalu melihat uluran tangan Okta kembali.


 Sedangkan Bastian hanya bisa diam saja menatap keadaan ini, berharap Wilona tidak membalas dan memilih bersamanya untuk tinggal di taman.


Wilona tetaplah disini.


Batin Tian.


Wilona seolah tak bisa bernapas  hatinya tidak bisa menipu bahwa dia sangat ini bisa bersama Bastian. Tapi ...


Tiba-tiba tangan Okta bergerak maju dan menangkap tangan Wilona.


Okta menggenggam tangan Wilona erat namun tanpa keluar sepatah katapun.

__ADS_1


Wilona menghela napasnya dan ...


"Tian, maaf ...aku harus pergi sekarang." Kata Wilona lirih.


Bastian  menenangkan dirinya dan berusaha tersenyum.


"Baiklah." Sambil manggut-mangut dengan lesu.


"hati-hati di jalan." Lanjutnya.


Wilona menundukkan kepala dan dengan langkah berat pergi meninggalkan Bastian.


Bastian hanya bisa berdiri mematung menatap Wilona dengan pandangan sedih berlalu menjauh darinya.


●●●●●


*Flashback*


Saat Wilona sedang menyapa gerombolan anak muda, kebetulan Bastian lewat dari situ, dia sedang menaiki sepeda dan hendak kembali ke rumahnya setelah membeli keperluan harian di minimarket.


Bastian mengerem sepedanya dengan tiba-tiba. Dia memastikan dengan teliti apakah wanita itu benar-benar Wilona.


Dengan buru-buru Bastian mengayuh sepedanya ke rumah, dan kembali keluar membawa Key yang ia masukkan dalam tas ranselnya yang terbuat khusus untuk Key. Ia sangat tahu Wilona akan sangat senang bertemu dengan Key lagi.


Dengan kecepatan penuh ia mengayuh sepeda sambil tersenyum senang.


Akhirnya kita bisa berjumpa lagi di taman itu.


Wilona ... tunggu sebentar, aku akan datang kesana.


Tapi setelah sampai di taman dan menyusuri jalan setapak dia menyadari bahwa Wilona tidak sendiri. Melainkan bersama Okta.


Dengan keyakinan penuh, mengingat kejanggalan yang terjadi di makam waktu itu. Bastian memberanikan diri untuk tampil di hadapan Okta.


Sedang dari sisi Judika.


Judika sedari awal sudah menyadari mantan Wilona berjalan mendekati tuan dan nyonyanya, dia sangat ingin sekali mencegah mereka bertemu.

__ADS_1


Tapi kembali Judika paham betul perjanjian pernikahan itu, bahwa ada tertulis untuk tidak mencampuri kehidupan pribadi masing-masing, seperti halnya Okta yang bertemu bebas dengan Leony saat di Paris waktu itu.


Maka Judika hanya bisa mengamati sambil berharap tidak ada sesuatu yang terjadi antara mereka bertiga.


Judika mengamati situasi yang terjadi dari kejauhan, dia tidak mengerti apa yang mereka percakapkan, tapi pada akhirnya ia melihat Tuan Okta berjalan sendiri meninggalkan Nyonya dan Bastian. Sampai pada akhirnya tuannya berdiri di hadapannya.


"Tuan." Judika menundukkan kepala.


Okta terdiam dan kembali berjalan berlalu menuju ke arah mobil diikuti Judika.


Setelah melangkahkan kaki mendekati parkiran mobil Okta bertanya,


"Siapa laki-laki itu."


"Dia adalah mantan Nyonya, tuan."


Seketika langkah Okta terhenti. Entah apa yang ada dipikirannya.


Okla kembali melanjutkan langkahnya namun kali ini dengan langkah yang lebih pelan.


Sampai pada saat sudah sampai di sekitar mobilnya. Okta kembali terhenti.


"Tuan." Judika tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Aku berharap engkau kembali menjemput nyonya kesini tuan.


Begitulah harapan Judika  yang tidak tersampaikan, karena dia sangat yakin nyonya adalah satu-satunya figur yang di butuhkan Tuannya saat ini, nyonya adalah seorang yang mampu membawa tuannya menjadi lebih baik lagi.


Dan entah dengan dorongan apa, Tiba-tiba Okta membalikkan badan dan kembali ke arah Wilona.


Dengan langkah cepat Okta menyusuri jalan setapak dan menuju ke lokasi mereka berada tadi.


Ini adalah suatu yang sangat janggal bagi Judika, sangat tidak mungkin memang tuannya memiliki sikap seperti itu. Merubah keputusannya adalah sesuatu yang hampir tidak pernah terjadi dalam hidup Okta. Mengingat Judika sudah mengenal tuannya cukup lama.


Akan tetapi malam itu memang keputusan itulah yang sangat diharapkan Judika. Jadi dia hanya bisa mengikuti Tuannya dari belakang sambil tersenyum lega.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2