Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Mereka Berpelukan Secara Tidak Sadar


__ADS_3

**Meskipun yang membaca novel di tanggal (04/07/20) ini tidak lebih dari 3 orang saya tetap mengucapkan terimakasih pada kalian yang masih setia membaca.^^


salam hormat** terkhusus buat yang masih setia membaca tepat di episode 28 ini keluar.(hormat 90°)


******


Bobby segera menghubungi Okta yang saat itu sedang makan malam di apartemen Wilona.


"Okta.."


"Ya Bob, ada apa?"


"Kamu sedang dimana?" tanya Bobby.


"Oh, aku sedang makan bersama Leony. Ada apa?"


"Sepertinya kamu harus segera kembali secepatnya."


"Apa yang terjadi?"


"Pulanglah Wilona membutuhkanmu secepatnya."


"A-aku ... baiklah aku segera pulang. Kamu dimana?"


"Aku saat ini perjalanan menuju hotel. Aku akan tunggu kamu di lobi"


"Ya, Oke ... aku pulang secepatnya."


Okta menutup telponnya segera dan segera berdiri...


"Ada apa?" tanya Leony panik


"A-aku harus, harus segera pulang!"


"Bisa kamu jelaskan dulu apa yang terjadi?" Leony tampak bingung melihat sikap Okta.


"Aku juga tidak tahu nanti kukabari." Buru-buru Okta segera mengambil blazer panjangnya dan menuju ke pintu keluar. Leony menyusul dan menghentikan langkah Okta dengan memegang tangannya.


"Aku ikut!" Pinta Leony.


"Tidak perlu, ini sudah malam." Okta kemudian berbalik menghadap Leony dan mengecup keningnya.


"Aku pulang dulu."


"Hm ... hati-hati di jalan."


Okta kemudian dengan segera membuka pintu dan berlari menjauhi apartemen.


Pasti ada sesuatu dengan Wilona.

__ADS_1


Leony menarik napas dalam dan segera masuk kembali ke dalam.


Segera Okta masuk ke mobil dan pulang dengan kecepatan tinggi.


Dalam perjalanan dia mencoba menghubungi Judika melalui earphone.


"Jud, kau sampai mana?"


"Dua puluh menit lagi saya sampai tuan."


(Yeeaaay Judika sudah tiba di Paris😎)


"Usahakan lebih cepat lagi, kita bertemu di lobby hotel." ujar Okta.


"Baik tuan."


Ada apa ini, kenapa tuan Okta terdengar sangat panik.


Akhirnya Judika sampai lebih dahulu di hotel, dia mengamati sekitar lalu kembali terfokus pada pintu masuk.(benar-benar asisten yang handal dan bisa di andalkan^^)


Lima menit kemudian Okta juga sudah sampai dan berjalan cepat menuju lobi.


Judika segera menghampiri dan menundukkan kepala.


"Apa Wilona sudah sampai?"


"Belum tuan."


Judika mencoba membaca situasi tanpa bertanya sedikitpun.


Tak berselang lama Bobby datang dengan Wilona.


Bobby berjalan tertatih karena membawa Wilona yang juga berjalan sambil bersandar di pelukannya.


Mata Okta terbelalak melihat yang terjadi depannya, namun dia diam saja tak mendekat.


Judika dengan sigap berlari menjemput dan membantu Bobby berjalan membopong Wilona.


Setelah sampai didepan Okta mereka berdua berhenti sambil tetap membopong Wilona yang tampak terkulai dan menyandarkan kepalanya di pundak Bobby.


"Okta, maafkan aku, aku ..."


"Jud cepat bawa Wilona kemari." Okta memotong pembicaraan dengan nada datar.


Judika segera membawa Wilona mendekati Okta dan berdiri di belakang Okta sedang Bobby berdiri di depannya. Mereka saling beradu pandang. Kemudian Okta menarik napas panjang dan..


"Bobby, aku percaya padamu, aku akan bawa Wilona segera ke atas."ujar Okta mencoba tenang.


"Aku bisa jelaskan yang terjadi!"ujar Bobby dengan wajah bersalah.

__ADS_1


Judika yang berdiri di belakang Okta sambil membopong Wilona memberi kode dengan menggelengkan kepalanya pada Bobby.


Pulanglah tuan Bobby, ini bukan momen tepat kamu menjelaskan semuanya. Batin Judika berharap Bobby mengerti maksud gerakan kepalanya.


"Besok saja, aku percaya padamu, terimakasih sudah membawa Wilona pulang. Pulanglah dan hati-hati di jalan." Okta tetap berkata dengan nada datar tanpa memandang wajah Bobby.


"Baik, aku pulang." Bobby segera berlalu.


Okta pun segera berjalan menuju lift diikuti Judika yang berjalan membopong Wilona, kaki Wilona ikut berjalan namun masih terkulai lemas.


Setelah sampai di lift


"Jud, pergilah kamu urus pemesanan kamarmu dulu." perintah Okta.


"Baik tuan, setelah mengantar nyonya ...."


"Biarkan aku yang membawanya."potong Okta.


Okta kemudian membalikkan badan menangkap Wilona yang lemas ke dalam pelukannya.


Judika berlalu meninggalkan mereka berdua dan menuju meja resepsionis.


Seharusnya tuan cuek dan membiarkan aku membawa nyonya sendiri menuju kamarnya, tapi kali ini ... apa yang di pikirkan Tuan? tuan Okta berbeda sekali.


Judika kembali teringat sikap Okta yang terlihat acuh pada Wilona, sewaktu mereka menginap di hotel pertama kali setelah pernikahan tuannya.


Dia bahkan cuek, membentaknya dan meninggalkannya sarapan dan banyak perlakuan buruk ia berikan pada nyonya Wilona. Tapi ... ini ...?


Setelah sampai meja resepsionis Judika kembali melihat tuannya dari kejauhan.


Okta juga sempat membenarkan posisi Wilona yang terkulai lemas di pelukannya. Ia juga melihat Judika kembali saat itu.


Okta memberi kode pada Judika untuk diam dengan mengatupkan mulutnya dengan Jari telunjuk. Ssttt....


Melihat kode itu, Judika langsung menganggukan kepala tanda mengerti.


Setelah melihat Judika menganggukkan kepalanya.


Okta kemudian memencet tombol lift dan mengangkat tubuh Wilona, menggendong Wilona dengan kedua tangannya.


Wilona yang tidak sadar reflek melingkarkan tangan pada leher Okta dan menyandarkan kepala pada pundak Okta. Mereka pun segera masuk setelah lift terbuka.


Judika yang melihat kejadian itu dibuat terheran-heran, tidak menyangka sedikitpun bahwa Tuan Okta akan bersikap manis pada Nyonya. Dia pun segera tersenyum dan kembali mengurus administrasi kamarnya di meja resepsionis.


Apa yang terjadi di hari besok ya, akankan Wilona mendapat amukan lagi seperti biasa? ^^


...


**Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca..kasih tanda love, rate dan vote juga ya**..


__ADS_2