
**Terimakasih kepada beberapa pembaca yang sudah memberikan vote untuk novel ini 💘
Dear Obeng, Suryani, May yadi, Natasya, Taciama, Wulandari, Rosalia dan solideo
Dan juga yang sudah meninggalkan komen dan ♡ nya salam hormat saya💕
Mari lanjut!
●●●●●
Pertemuan Leony dan Bastian**
"Apa kamu mau pesan sesuatu dulu?" tanya Leony yang langsung duduk berhadapan dengan Bastian.
"Langsung saja, apa maksudmu!"
"Hm ... baiklah kalau begitu,
inti dari perjumpaan kita ini adalah keinginan saya, jangan sampai mereka saling mencintai."
Bastian mengernyitkan wajah tanda tak mengerti.
" Bukankah kamu menyukai Wilona?
Begitu juga denganku ... Okta adalah milikku, dia kekasihku."
Bastian masih saja diam sambil menatap lurus Leony dengan tatapan tajam.
"Apa yang kamu ketahui tentang mereka?" tanya Bastian.
"Aku tidak bisa bercerita lebih kepadamu. Hanya saja jangan sampai Wilona merebut hati kekasihku.
Aku tidak akan tinggal diam.
Aku sarankan kamu lebih sering perhatian padanya.
Sebab kalau tidak ... dia sendiri akan menderita."
"Bicaralah intinya saja ... aku sudah tidak sabar berada disini."
Leony mengeluarkan senyum tipisnya.
"Intinya aku ingin Okta membenci Wilona, begitu juga sebaliknya.
Dan satu-satunya cara yang aku pikirkan saat ini adalah, kita menginap disuatu tempat, aku bersama Okta dan kamu bersama Wilona."
"Aku tidak suka ide gilamu itu."
"Lalu kamu akan rela membiarkan Wilona berada dalam pengaruh Okta terus menerus?"
Mendengar itu Bastian terdiam.
"Kalau kamu tidak tahu caranya maka ikutilah caraku.
Waktuku tidak akan lama di Indonesia, karena itu ... besok malam aku sudah mempersiapkan semuanya.
Ajaklah Wilona ke vila Kemuning di puncak, vila itu terbuka untuk kalian berdua."
Leony segera berdiri, dengan senyum sinisnya dan meninggalkan Bastian yang masih terdiam di bangku kafe.
▪▪▪▪
__ADS_1
Okta
Setelah mengantar Wilona ke rumah.
Okta berpamitan untuk kembali ke kantor, berhubung akan ada rapat penting yang berkaitan dengan pemilihan CEO yang akan di adakan empat bulan lagi.
Dalam Rapat itu, Okta kembali disudutkan, beberapa pemegang saham meragukan kemampuannya.
"Akhir-akhir ini kinerjamu menurun Pak Okta.
Saya melihat banyak sekali permasalahan bermunculan si berbagai cabang.
Apakah kamu yakin bisa meneruskan posisi CEO?
Siapa disini yang meragukan kedudukan Pak Okta jika ia kelak menjadi CEO?" kata seorang pria Tua dengan badan gemuknya berusaha memimpin acara.
Sedangkan peserta yang lain tidak berani berbicara dan hanya saling berbisik satu dengan yang lain.
"Tidak masalah bagiku ... silahkan utarakan pendapat kalian". kata Okta balik berusaha untuk tenang.
"Saya lebih setuju bila Pak Henry saja yang melanjutkan, beliau sepertinya lebih bisa menguasai segalanya. Terbukti beberapa masalah segera dibereskan dan semua kembali berjalan lancar." jelas seorang yang lain lagi.
(Henry adalah adik Okta)
"Ya ... ya ... ya ...benar." kata beberapa orang yang sudah mulai berani berbicara.
Mendengar itu Henry pun turut menyaut, "Tunggu sebentar ... saya bisa menangani masalah karena itu hal yang kecil, berbeda dengan pak Okta yang sudah berpengalaman memegang perusahaan dengan skala yang besar." Jelas Henry yang mencoba menengahi mereka semua yang hadir.
Beberapa petinggi yang lain hanya bisa menganggukkan kepala menyetujui pendapat Henry.
Okta lalu tersenyum sinis menanggapi semua komentar yang menjatuhkannya.
"Cih ... masalah?
Dan masalah itu yang sekarang jadi penilaian kalian.
Baik ... saya semakin tertantang.
Untuk mengejar siapa dalang ... dari ... semua ini." balas Okta.
Mata Judika yang berdiri di belakang Okta melihat dengan peka, beberapa orang menjadi tegang dan menelan ludahnya sendiri setelah mendengar pernyataan Okta.
Dengan begitu Judika semakin yakin, memang benar masalah yang selama ini terjadi sudah direncanakan oleh orang dalam sendiri.
▪▪▪▪▪
Di Kantor Okta
"Kau lihat Jud, wajah ketakutan mereka?
Cih ... lihat saja nanti setelah ku bongkar semuanya."
"Saya juga yakin tuan ... hanya saja sampai dengan saat ini, catatan beliau sangat bersih sekali."
"Itulah yang aku herankan ... kita tidak menemukan jejaknya sama sekali." balas Okta.
"Saya ada rencana tuan ... " Judika lalu maju dan membisikkan sesuatu di telinga Okta.
▪▪▪▪▪
Sorenya Saat Perjalanan Pulang
__ADS_1
Sambil menyetir Judika berkata, "Tuan ... saya mendapat info nona Leony bertemu dengan Bastian."
Okta memajukan badannya.
"Apa?
Kamu yakin?"
"Benar tuan, saya juga di kirimi foto mereka berdua."
Memang setelah kejadian itu, Okta meminta Judika untuk mengawasi Leony, untuk mengantisipasi kejadian tak terduga seperti kemarin.
"Apakah mereka saling kenal sebelumnya?
Ada urusan apa mereka bertemu?" tanya Okta sekali lagi.
"Sepertinya mereka memang tidak saling mengenal tuan ... tapi sepertinya nona Leony sedang merencanakan sesuatu."
"Apa ..."
Dan benar saja, tiba-tiba ponsel Okta berbunyi dan ia melihat panggilan masuk dari Leony.
Apa yang ia sembunyikan dari ku. Batin Okta.
Halo sayang, kamu baru apa?
"Baru perjalanan pulang, ada apa?"
Begini ... sebentar lagi aku akan kembali ke Paris, jadi ... aku akan mengajakmu ke suatu tempat karena ada sesuatu yang mau kubicarakan serius denganmu.
"Leony ... kamu tahu kejadian pertemuan kita waktu itu menjadi masalah beberapa hari ini.
Bukannya aku tidak mau, hanya saja aku harus menahan diri tidak bertemu denganmu di tempat umum sekarang ini"
Aku tahu sayang ... karena itu aku sudah menyiapkan tempat di puncak di vila Kemuning. Disana tidak ada orang yang tahu keberadaan kita.
"Vila? tunggu ... kamu tahu kan ..."
Ya aku tahu, kamu takut tidak bisa mengontrol dirimu jika kita hanya tinggal berdua saja.
Tenang ... aku tidak akan memintamu untuk melakukan itu.
Aku hanya ingin memiliki waktu yang panjang bersamamu sebelum aku pergi.
Okta menghela napas dan tak bisa berkutik lagi "Baiklah ... kapan kita berangkat?"
Hari sabtu kamu libur, jadi kita berangkat hari sabtu siang. Bagaimana?
"Baiklah."
Terimakasih sayang, i love you.
Dan sambungan terputus
●●●●●
**Bersambung
Selamat hari selasa ... selamat berjumpa lagi ^^.
Dukung Author dengan klik ♡ dan vote juga.
__ADS_1
Author juga buat novel lain berjudul "Pembalut Luka." Silahkan mampir juga** ^^