Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama

Pernikahan Sementara Dengan Orang Ternama
Pertemuan Pertama Kali dengan Bobby dan Leony


__ADS_3

...Hotel Paris...


Di lobi utama, bertemulah Wilona dengan rekan Okta yang bernama Bobby, dia adalah rekan yang dulu merancangkan rumah unik kepunyaan Okta di Indonesia. Seorang pria berwajah bule dengan tinggi sekitar 185cm, rambut yang tertata rapi dan jangut tipis di wajahnya.


"Hai, namaku Bobby, senang berkenalan denganmu." Dengan senyum ramahnya menjabat tangan Wilona.


Rupanya Bobby sudah sangat fasih berbahasa Indonesia, membuat Wilona tersenyum lega mendengarnya.


Kemudian Okta dan Bobby saling berkomunikasi dengan bahasa Perancis.


"Kalian akan bersenang-senang disini." Bobby tersenyum.


"Em ... aku akan bertemu dengan Leony."


"Leony? " Bobby tampak mengerutkan wajahnya.


"Ya, aku sudah janjian dengannya, sebentar lagi dia akan kesini."


"Apakah, dia sudah kenal dengannya? Menunjuk Wilona dengan jempolnya secara cepat. Sementara Wilona hanya diam saja menyaksikan mereka berdua.


"Aku serahkan dia padamu, ajaklah berkeliling!"


"Ahahahaha...kamu serius?" Bobby sedikit terkejut mengingat Okta saat ini sedang honeymoon namun ternyata keputusannya tidak sesuai.


"Aku mohon padamu."


"Hmmm.... Oke, tidak masalah, aku akan membuatnya bersenang-senang hari ini." ujar Bobby.


"Terimakasih, aku butuh bantuanmu beberapa hari ini untuk menemaninya" Okta tersenyum senang sambil menepuk lengan Bobby. Bobby hanya mengangguk angguk melihat Wilona di sampingnya.


Tak berselang waktu lama muncullah seorang wanita cantik dengan rambut panjang bergelombang, tinggi semampai datang mendekati mereka bertiga.


"Hai, sudah menunggu lama?" Dengan berbahasa Indonesia pula, Wanita itu tersenyum hangat menyapa mereka bertiga.


Wanita itu mendekat ke arah Okta dan memeluknya di depan mata Wilona.


Hm...siapa wanita cantik ini? seorang artis? Model? sepertinya aku tidak asing dengannya. Wilona diam mencoba mengingat-ingat wanita tersebut.


"Hai, perkenalkan aku Leony." Mengenalkan diri pada Wilona.


Wilona langsung berdiri menyambut wanita cantik di depannya itu, "Hai ... nama saya Wilona." balasnya dengan senyum.


Wilona terpana melihat kecantikan wanita di depannya, dari segi wajah dan penampilan semuanya menarik perhatian, blazer yang hanya tergantung pada pundaknya dengan celana panjang hitam yang menunjukkan jenjang kakinya ditambah stilleto heels merah membuatnya makin sempurna.


Dia sempurna...Siapa Leony ini? Dan kenapa sepertinya sejak kedatangannya bahkan pandangan Okta tak pernah lepas dari wanita ini.


Wilona tampak penasaran.

__ADS_1


Seketika Wilona melihat sendiri pakaian yang dikenakannya, ia hanya mengenakan cardigan long dress,  kaos dan celana jeans saat itu, sangat jauh sekali dengan kesan berkelas di bandingkan dengan Leony di hadapannya. Baru pertama kali ini Wilona yang cuek dengan penampilan merasa minder dengan pakaiannya sendiri, mungkin karena dia tinggal di tempat asing membuatnya semakin merasa kecil sekali saat itu.


Wanita itu kembali mendekati Okta, "Okta bagaimana kabarmu?" Sapa Leony dengan senyum ramah. Tangannya yang putih menyentuh lengan Okta dengan lembut.


"Kamu bisa lihat sendiri." Membalas sapaan dengan tatapan lembut. Membuat Leony tersenyum manis padanya.


"Dan Bobby, hai ... lama tidak berjumpa denganmu*bahasa perancis*". melanjutkan menyapa Bobby.


"Benar, lama tidak jumpa denganmu." Bobby membalas.


"Hm... baiklah kalau begitu, tidak perlu berlama-lama, bagaimana kalau kita berangkat sekarang?" Lanjut Okta.


Mereka pun segera bersama-sama meninggalkan lobi.


Namun kali ini Okta berjalan di dampingi Leony.


Mereka berjalan layaknya sepasang kekasih. Dari penglihatanku memang Okta sangat pantas berjalan dengan wanita secantik dan setinggi Leony daripada denganku yang tampak kerdil bagi Okta. Wilona bergumam dalam hatinya.


Wilona dan Bobby berjalan di belakang mereka berdua. Wilona terdiam dan hanya mengamati mereka berdua berbincang seru dan saling mengumbar senyum satu sama lain.


Baru kali ini sepertinya aku melihat Okta bisa senyum secerah ini.


Saat mobil berhenti di depan mereka berdua, Okta dengan buru-buru membukakan pintu dan memberikan kode dengan kepalanya menyuruh Leony segera masuk ke dalam, Leony tersenyum senang, beradu pandang dengan Okta dan langsung masuk ke dalam mobil.


Okta dan Leony segera meninggalkan Wilona dan Bobby, bahkan tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Wilona hanya terdiam melihat keduanya segera pergi menjauh. Seolah tak ingin di tinggalkan sendiri, pandangan Wilona masih tertuju dan tidak lepas dari sudut jalan dimana penglihatan mobil Okta menghilang.


Apa ini, kenapa hatiku tiba-tiba sakit, Okta kamu bahkan tidak berkata apa-apa padaku semenjak wanita itu datang, dan kamu meninggalkan aku disini sendiri. Tapi Aku ... kenapa? Aku mengharapkan apa? Mungkinkah karena aku berada di tempat asing, jadi aku benar-benar membutuhkanmu saat ini?


"Wilona ... Wilona." Bobby sudah berdiri didekat mobil memanggil Wilona yang berdiri terpaku sejak tadi.


"Ah, iya... maaf." Wilona tersadar akan panggilan Bobby dan segera berjalan cepat ke arahnya.


"Masuklah, kita bersenang-senang hari ini." Bobby membukakan pintu mobil mempersilahkan Wilona masuk, Wilona hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala masuk ke dalam mobil.


...Di mobil Okta...


Okta tersenyum senang melihat Leony di sisinya.


Tiba-tiba tangannya menarik tangan Leony, sehingga membuat Leony terjatuh pada pundaknya. Leony kemudian mengatur posisi nyaman bersandar pada pundak Okta sambil melihat jalan yang melaju melewati kota Paris.


"Kamu merindukanku?" Tanya Leony.


Okta melihat wajah Leony sebentar kemudian kembali fokus pada jalan, dia tidak menjawab apa-apa, hanya saja punggung tangan Leony langsung di kecup berkali-kali.


"Hm...siapa wanita tadi?em ... ah iya namanya Wilona, nama yang cantik, secantik orangnya, Benarkan sayang? sepintas kulihat, wanita itu manis juga." Masih tetap menyandarkan kepalanya pada pundak Okta.


"Apa ... dia? ... manis? aku bahkan tidak menganggap dia wanita ... hahahaha dia sama sekali tidak sebanding denganmu."

__ADS_1


Leony kemudian melihat wajah Okta dari dekat, kemudian mengecup pipinya. Membuat Okta tersenyum sebentar lalu kemudian menunjukkan wajah cool nya kembali sambil fokus mengendarai mobil.


"Apa kamu cemburu?" Okta balik bertanya.


"Hm... cemburu? sepertinya belum."


"Hahaha jangan bercanda, kamu tahu kan, aku akan singkirkan dia kalau saatnya telah tiba ."


Mendengar itu Leony hanya tersenyum puas sambil merangkul lengan Okta.


...Sementara di mobil Bobby...


"Wilona?" Bobby mulai mengajak bicara.


"Hm...?"


"Apa saja yang kamu tahu tentang Paris?"


"Paris? Em ... menara Eiffel dan lukisan Leonardo Da Vinci. Lalu apa lagi ya (berpikir sejenak) Em ... oh iya parfum juga ya kan?"


"Hahaha, ya benar, adakah tempat yang ingin kamu kunjungi saat ini ?"


"Tentu saja menara Eiffel, sepertinya ikon terkenal itu yang menjadi bukti kita pernah singgah ke Paris. Setiap turis yang datang ke Paris wajib datang ke sana, betul kan?"


"Benar sekali, tapi selain itu masih banyak destinasi wisata lain yang tidak kalah menarik.


Okey, saya akan mengantarmu kesana, hanya saja sebaiknya, nanti malam saja kita ke sana, karena Eiffel akan sangat indah jika di lihat pada malam hari dengan lampu-lampunya."


"Benarkah?" Wilona sangat antusias dan tersenyum senang mendengarnya.


"Kalau begitu saat ini aku ikut kamu saja, tolong antarkan aku menikmati kota Paris ya Tuan Bobby."


"Hahaha, panggil saya Bobby saja. Baiklah, karena waktunya masih cukup panjang, saya antar kamu saat ini melihat hasil karya pelukis terkenal."


Wilona sangat senang mendengarnya, bahkan dia mengangakan mulutnya, dan menganggukkan kepala dengan cepat menyetujui ide Bobby.


"Aku sangat tidak sabar melihat lukisan-lukisan itu. Bobby terimakasih ya." sambil menepuk pundak Bobby.


"hahaha, kita belum sampai disana dan kamu sudah berterimakasih?"


"Ya, aku akan berterimakasih bahkan dari sekarang sampai nanti."


"hahaha, Wilona kamu lucu sekali."


Hm.. Wilona sepertinya kamu wanita yang menarik, bahkan kamu lupa beberapa menit yang lalu kamu terlihat berbeda dengan raut muka sangat muram, sekarang tiba-tiba kamu bisa senyum secerah ini. Baiklah, aku akan membuatmu bersenang-senang sampai puas hari ini.


...

__ADS_1


Bersambung


tetap pantau episode selanjutnya ya, dan ingat juga untuk like dan vote novel ini.


__ADS_2